ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 192


Zain yang menggendong ayris tak lantas menurunkan nya begitu saja , ia menggendong ayris dengan membawa bunga bunga turun ke bawah .


Beberapa pasang mata memandang dengan tertegun melihat sepasang suami istri yang sering kali bermesraan di depan mereka.


" Sayang turun kan !! Malu di lihat papa dan kakek ada adik ipar juga ." Bisik ayris pada zain .


" Tidak ,,,, jika belum sampai di bawah ." Ayris menghela nafas kasar nya karena menolak pun tidak akan membuat nya merubah pikiran nya.


Sesampai di lantai satu zain menurunkan ayris duduk di sofa ruang tengah semakin membuat ayris menyembunyikan wajah nya .


" Sayang ,kenapa di sini ? " Bisik ayris pada zain .


" Kau ingin di gendong kemana ? " Bahkan dengan suara yang nyaring zain menjawab pertanyaan ayris .


Ayris semakin kesal dengan sikap zain .


" Ih ,,, ,,,tidak usah ." Ayris yang semakin kesal mencubit lengan zain yang ingin menggendong nya , ia berlalu pergi membawa bunga bunga nya ke ruang tamu .


" Sayang ,,,, sayang ,,,." Zain memanggil ayris yang meninggalkan nya .


" Hahahaha,,,,."


" Hahahaha,,,,."


" Hahahaha,,,,."


kakek, papa dan max tertawa secara bersamaan menertawakan zain .


Zain memandang pada mereka yang tertawa dengan mengangkat bahu nya .


" Miraaaaaaaaa,,,,,,." Suara lengkingan ayris menggema di seluruh mansion. Semua pelayan sibuk mencari keberadaan mira.


Kakek dan papa serta max yang mulai terbiasa tak terlalu memperdulikan nya .


Bahkan zain hanya memandang ke layar handphone nya melihat apa yang di lakukan istri nya


" Iya nyonya ." Mira tergopoh gopoh berlari dari taman samping menghampiri nyonya muda nya .


" Dimana vas kesayangan ku ? Kenapa tidak ada ?" Ucap ayris .


" Maaf nyonya , saya tidak melihat nya . Saya akan segera mencari nya nyonya ." jawab mira .


" baiklah , aku akan menunggu mu mira ." Ucap ayris.


" Iya nyonya ." Jawab mira singkat .


Nenek yang kini mulai terbiasa dengan teriakan ayris tidak terlalu memperdulikan nya . Ia hanya fokus memasak untuk cucu menantu nya tersebut .Berbeda dengan mona yang khawatir dengan teriakan tersebut , takut terjadi apa apa dengan menantu nya hendak menghampiri suara teriakan tersebut .


Belum sempat mona berjalan meninggalkan dapur , mama nya sudah menghentikan langkah nya .


" Mona ,kau mau kemana ?" Tanya nenek pada putri nya mona yang secara tiba tiba berjalan meninggalkan dapur .


" Ayris berteriak Ma, mona takut terjadi apa apa dengan nya ?" Jawaban mona membuat mana nya menghela nafas kasar nya .


" Sudah , biarkan saja ! " Ucap nenek jaya .


" Kau tahu mona, Zain membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tua nya bukan hanya dari ku atau pun papa mu saja ." Ucapan mama nya membuat mona menundukkan kepala nya .


" Maafkan mona Ma . Mona salah membiarkan papa mengambil zain dari mona .Tapi mona tidak bisa berbuat apa apa meskipun mona bersujud memohon pada nya itu tidak akan merubah keras nya zain, Ma ." Mona hampir menitikkan air mata nya ,kemudian menyeka nya dengan cepat .


" Kenapa tidak mendekati istri nya saja ? Menantu mu punya seribu cara membuat zain bertekuk lutut pada nya ." Ucap nenek jaya yang hampir menyelesaikan masakan nya.


" Apa maksud mama ?" Mona tercengang mendengar penuturan mama nya yang seperti itu .


" Kau kira junior ingin masakan kita ? kalau bukan mama nya yang menginginkan kebersamaan keluarga kita ?" Mona tercengang mendengar perkataan mama nya .


" Apaaaaa ,,,, jadi menantu ku merencanakan semua ini ?" Mona hampir saja menitikkan air mata nya jika mira tak segera datang melewati dapur , mona sudah pasti menangis .


" Nyonya menginginkan vas kesayangan nya nyonya besar ." Mira berhenti sejenak menjawab pertanyaan nenek jaya kemudian berjalan lagi bahkan hampir berlari mencari keberadaan vas kesayangan ayris .


" Aduh,,,, Ada di mana ? Kenapa tidak ada ? Gawat nyonya bisa membuat mansion seperti gua ." Ucap mira mengomel sendiri .


Ia kemudian berjalan lagi ke setiap sudut ruangan dan mencari nya di gudang tetapi tidak ada.


Tak berapa lama pak mus datang dari lantai atas melihat heran pada mira .


" Pak mus , Apa kau melihat vas kesayangan nyonya ? Aku sudah mencari nya kemana pun tidak ada ." Pak mus yang mendengar pertanyaan mira hampir saja menjatuhkan gelas yang ia pegang jika mira tak sigap dengan menangkap nya .


"Pak mus , kau hampir saja menjatuhkan gelas ." Ucap mira menggelengkan kepala .


" Mira , vas kesayangan nyonya pecah di jatuhkan leon tadi sewaktu mengamuk mencari keberadaan nyonya ia tak menemukan nya ." Pak mus bicara berbisik bisik pada mira takut terdengar sang nyonya muda .


" Apaaaaaaa,,,,,,.. emmmm,,,,." Pak mus yang mendengar teriakan mira segera membekap mulut mira .


" Ada apa ? kenapa kalian seperti itu ?" Mona yang tak sengaja melihat mereka berdua menghampiri nya sewaktu meletakkan makanan di atas meja .


" Tidak nyonya . Tidak ada apa apa ." Pak mus menundukkan kepala nya .


" Katakan mungkin saya bisa membantu kalian !." Ucapan mama mona ada benar nya juga .


" Itu ,,, nyonya . Vas kesayangan nyonya di jatuhkan leon pecah ." Ucap pak mus dengan sangat pelan .


" Apaaaaaaa,,,,,,." Nenek jaya terkejut mendengar pernyataan pak mus kemudian menepuk dahi nya sendiri .


Mona yang mendengar nya terkejut ketika mama nya bereaksi seperti itu .


" Ma , memang nya kenapa ? Bukankah bisa beli yang baru ?" Bisik mona pada mama nya .


" Mona , menantumu itu sangat sayang dengan benda benda kesayangan nya ."Bisik nenek jaya kembali pada mona.


" Apaaaaaa,,,,,,." Suara Ayris yang tiba tiba datang dari belakang mereka membuat semua orang bergidik ngeri .


" Jadi leon yang memecahkan nya ? Awasss ya !! Leooooonnnnn,,,,,." Suara lengkingan ayris serasa membuat leon merasakan getaran nya .


Zain yang datang menghampiri ayris terkejut mendengar pernyataan pak mus .


Zain kemudian meraih tubuh ayris untuk mendekat kepada nya .


" Sayang , Aku akan membelikan yang baru .Junior butuh asupan gizi , kau lupa buku yang setiap malam kita baca ." Perkataan zain mampu meredakan emosi ayris.


" Benarkah ? Tapi pergi nya sama mama dan nenek ." Ucap ayris tersenyum menunjukkan gigi nya .


" Boleh , tapi kau harus meminta ijin pada suami mereka ." Ucap zain acuh .


Mama dan nenek heran hampir tercengang dengan perkataan zain maupun ayris .


" Ma, perkataan mama benar . Serigala mama sudah menemukan serigala betina nya ." bisik mona kembali pada mama nya.


Nenek jaya tidak menjawab namun hanya mengangguk pelan .


" Sayang ,ayo kita makan !! daddy sudah lapar ." Ucap zain mengalihkan perhatian ayris .


Ayris hanya mengangguk pelan dan tersenyum pada zain .


Sementara mama mona memanggil putra lain nya dan juga suami dan papa nya .


Sedangkan max pergi ke lantai dua untuk memanggil istri nya yang kelelahan.


Makan malam keluarga yang di ingin kan ayris berjalan dengan lancar bahkan membuat kebahagiaan ter sendiri buat ayris . Ayris memang sengaja membuat rencana tersebut meskipun tak ada kakek lain yaitu kakek wijaya dan kakek adinata .


Bersambung 😊🙏🙏🙏


Author update selingan dulu ya !!