ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 118.


Zain mengusap lembut kepala Ayris kemudian mencium kening nya .


" Dari mana kau tahu ,,,,?"Ucap Ayris yang tanpa bersalah tersenyum pada Zain .


" Haaaaaaa haaaaaa ,,,, apa sulit nya menemukan pergerakan mu sayang ?" Ucap Zain menyentil hidup Ayris .


" Kau itu istri pengusaha terkenal di mana pun kau menanyakan ku ,mereka pasti akan ada yang melaporkan nya padaku ." Ucap Zain yang membuat Ayris berpikir secara dalam.


" Benar juga , pantas saja petugas catatan sipil itu begitu hormat pada ku . Aku benar benar bodoh !."Gumam ayris dalam hati


" Sayang , aku lapar ,,,,." Ucap Ayris yang berubah menjadi manja setelah nya , ia terlihat begitu malu dengan kebodohan nya .


Zain hanya tersenyum kemudian keluar ruangan mengambil makanan yang disiapkan diana.


Setelah beberapa saat Zain kembali dengan piring di tangan nya ,kemudian duduk di sebelah ayris dan menyuapi nya .


Ayris memandang wajah suami nya lekat lekat berpikir secara jernih .


" *Kenapa aku bodoh sekali ? tentu saja banyak yang nenyukai suami ku , selain tampan dan kaya ia juga lembut memanjakanku ."


" Huuuuuuuhhhhh,,,, dasar ini semua gara gara wanita penggoda itu ? Awassss jika bertemu lagi akan ku bungkam mulut mu itu." Ayris bermonolog dalam hati nya* .


Sedangkan Zain yang menyuapi nya dengan telaten sesekali memandang ke wajah istri nya .Ia tersenyum melihat Ayris yang lahap makan makanan nya , sampai Zain pun heran porsi makan ayris yang lebih dari biasa nya .


" Sayang ,,,, ada junior disini ? '' Ucap Zain kemudian memandang ke perut datar ayris dan meraba nya pelan .


" Haaaaaa,,, haaaaaa aku harap seperti itu . Agar aku tak kesepian tinggal di mansion sebesar itu ." Ucap Ayris kemudian tersenyum . Zain pun ikut tertawa bersama ayris.


" Apa kau menginginkan nya ?" Tanya Ayris dengan cemas ia menunggu jawaban Zain.


Zain yang sejenak terlihat diam begitu membuat Ayris khawatir jika suami nya tidak menginginkan ada nya anak di antara mereka.


Ayris yang hanya seorang yatim piatu tinggal di panti asuhan ,siapa yang menyangka punya suami seorang pengusaha terkenal bahkan terkaya di kota B .


" Tentu saja ,,, aku hanya ingin kau saja yang melahirkan keturuan ku ." Ucap Zain kemudian mendekatkan dahi nya pada ayris . Memandang sejenak bibir cerry ayris yang selalu menggoda nya .


Setelah merasa kenyang Ayris menggelengkan kepala nya tanda ia sudah tak menginginkan nya lagi . Kemudian ayris meneguk segelas air kemudian berbaring ke tempat tidur .


" Sayang ,, apa kita akan menginap disini ?" Zain mengangkat wajahnya memandang istri nya .


" Kau ingin menginap di sini ?" Tanya Zain mengedipkan satu mata nya .


" Tidakkkkkkkk ,,,,,. " Jawaban Ayris sontak mengundang tawa zain .


" Haaaaaaa haaaaaa,,,,,. Tingkah mu itu selalu membuat ku gemas ." Zain ikut berguling ke tempat tidur menindih tubuh Ayris setelah meletakkan piring makan ke atas nakas .


" Sayang ,,,, aku capek .Ayo kita pulang !!" ucap Ayris mengalungkan kedua tangan nya ke leher Zain . Ia berpikir jika seperti ini terus maka pertempuran dasyat akan terjadi lagi . Tenaganya sudah terkuras ketika ia beradu bela diri dengan Zain.


" Haaaaaaaaa haaaaaa . aku kira akan lembur disini !" Ucapan zain mendapat tatapan tajam Ayris .


" Cihhhkkkkkk,,,,,.'' Ayris berdecak kesal, kemudian bangun dari tidur nya meraih paper bag yang berada di atas sofa yang berisi beberapa pakaian nya lengkap dengan pakaian dalam nya .Ia berganti pakaian tepat di hadapan Zain , gadis mungil Zain itu tak lagi menunjukkan rasa malu ketika ia polos tanpa sehelai benang pun .


Zain hanya tersenyum melihat tingkah lucu istri nya , Sementara ia telah selesai memakai pakaian nya zain menunggu nya di sofa membaca pesan yang di kirim oleh max .


'' Haaaaaa haaaaaaaa,,,,." Zain tertawa melihat beberapa photo lucu mereka .


Ayris tertegun melihat sang suami tertawa seperti itu .


" Sayang ,,,,, Apa yang kau tertawakan ? Apa baju ku tidak pantas ?" Ucapan Ayris membuat nya tersadar jika ada sang istri berada di dekat nya . Ia tak mau jija ayris salah paham lagi , serigala betina itu sangat garang ketika ia sedang mengamuk .


" Tidak ,,,, kau sangat cantik ." Ucap Zain menyimpan benda pipih nya kemudian bangun mendekati ayris dan mencium kening nya .


Ketika ayris ingin membereskan pakaian nya Zain melarang nya untuk di bawa pulang .


" Sayang simpan di lemari saja !." Ayris kemudian mengalihkan pandangan nya pada Zain , zain yang mengerti arti tatapan Ayris kemudian nendekat memeluk nya dari belakang dan membisikkan sesuatu.


" Kau akan sering datang ke sini dan lembur disini ." Ayris tersenyum malu mendengar ucapan Zain . Beberapa saat lalu ia memang ber olah raga dengan Zain hingga ada robekan kecil si mini dress nya .


Kemudian berzumba ria di kamar mandi dengan Zain , Ayris merasa malu sendiri dengan tingkah nakal nya .


" Ayo kita pulang !." Ucapan Zain mendapat anggukan serta senyuman dari Ayris .


Kemudian Zain menggenggam tangan istri nya serta membawakan tas nya sedangkan ayris tersenyum mendapat perlakuan yang romantis seperti itu.


Mereka pun keluar ruangan dengan senyum yang mengembang sedangkan Rian dan diana dengan wajah ditekuk lesu menunggu sang majikan keluar dari sarang nya .


Ceklekkk ,,,,


" Rian , kita pulang sekarang ." Ucapan Zain membuat kedua orang yang menunggu nya terkejut .


Rian dan diana saling pandang dan mengangkat bahu mereka namun mereka segera tersadar mendapat tatapan dari sang nyonya .


"Baik tuan ." Jawab Rian singkat .


Zain dan Ayris yang saling menggenggam tangan saling pandang dan tersenyum ,sedangkan Rian dan diana mengikuti mereka dari belakang .


Setiap karyawan yang melihat sang presdir terkejut dan saling berbisik satu sama lain . Keromantisan yang mereka tunjukkan seakan membuat iri para karyawan . Aora yang mencekam yang seakan menerkam mereka hilang , kini terlihat suasana romantis antara sang presdir dan wanita yang berada disamping nya tak lain adalah istrinya sendiri. Zain yang samar samar mendengar perbincangan mereka, mengerti apa yang terjadi namun ia tak terlalu peduli dengan semua itu .


Ketika mereka akan menaiki mobil yang telah di siapkan ,Zain berhenti membalikkan badan nya mengadap pada Rian dan diana yang berada di belakang mereka . Sedangkan Ayris sudah terlebih dulu naik ke dalam mobil .


" Aku tidak ingin berita nyonya tersebar sampai di luar kantor ! Close it !." Ucap Zain memandang ke arah mereka berdua .


" Baik tuan ." Ucap Rian dan diana secara bersamaan .


Kemudian Zain masuk ke dalam mobil duduk disamping ayris . Ia tersenyum terhadap istri nya yang sejak tadi memperhatikan nya .


" Ada apa ,,,sayang ? Kenapa kau menatap ku seperti itu ?" Tanya Zain kemudian meraih tangan Ayris dan menggenggam nya .


" Ti,,, dak . Kau galak sekali !" Ucapan Ayeis di sambut tawa oleh zain kemudian menarik ayris ke dalam pelukan nya .


Mobil yang mereka naiki melaju kencang menuju mansion dengan stir yang dipegang oleh Rian dan beberapa bodyguard kanan kiri menjaga sang tuan mereka .


Ayris yang mencari kenyamanan dalam pelujan zain tertidur pulas , akhir akhir ini ia memang terlihat lelah dan suka sekali tidur.


Bersambung 😁😊😊🙏🙏