
Di tempat kakek wijaya.
Neta yang beristirahat di temani nenek maya merasa senang karena dokter tersebut dengan cepat meninggalkan kamar nya .
Ia merasa tidak tahan karena harus berpura pura sakit dan harus mengingat siapa dokter tersebut.
" Sayang , istirahat ya . Nenek akan pergi sebentar ke bawah ."
Ucap nenek maya .
" Iya nek ."
Neta hanya menjawab singkat dan tersenyum pada nenek nya.
Nenek maya kemudian berjalan meninggalkan neta sendirian di kamar sedangkan ia pergi ke lantai bawah untuk menemui suami nya .
" Huhh,,,, . Lega nya , nenek bodoh itu sudah pergi ."
Neta tengah bermonolog sendiri .
" Aku harus segera menyingkirkan dokter itu jika tidak penyamaran ku bisa terbongkar ."
" Seperti nya ia tahu jika aku berpura pura sakit ."
" Yah, benar . Aku harus menyingkirkan dokter itu ."
Neta yang tengah bermonolog sendiri akhir nya menghubungi seseorang yang di percaya untuk membuat seseorang celaka .
π :" Ya bos ."
π :" Segera singkir kan dokter pribadi keluarga wijaya jika perlu hari ini juga."
π :" Baik bos."
π :" Ingat , jangan sampai ada jejak ."
π :" Siap bos ."
π :" Klik."
Neta memutus sambungan telepon dengan senyum sinis nya penuh kemenangan .
" Kau tidak mengenal ku dokter tua , Aku akan segera menyingkirkan mu secepat nya ."
" Kau akan menjadi duri penghalang untuk semua rencana ku ."
" Hahahaha,,,,, ."
" Neta ,,, neta ,,,, keberuntungan berada di pihak mu sekarang. Aku akan memperoleh beberapa keuntungan ."
Neta yang bermonolog sendiri mengembangkan senyum puas kemenangan tapi ia tak menyadari jika sepasang mata dan telinga mendengarkan pembicaraan nya .
Yah, kakek wijaya yang berjalan melewati pintu kamar yang sedikit terbuka tanpa sengaja mendengar pembicaraan nya di telepon maupun dengan diri nya sendiri .
" Dasar gadis picik."
Gumam kakek wijaya dalam hati .
Kakek wijaya pun bergegas berjalan ke kamar nya untuk mengambil handphone nya menghubungi dokter rio. Kakek wijaya sangat takut jika gadis itu mencelakai orang yang tidak bersalah .
Sambungan telepon yang berulang kali ia berikan pada dokter rio tak mendapat jawaban semakin membuat kakek wijaya khawatir .
" Aduh,,,kemana dokter rio ? Kenapa tidak di angkat ?"
Kakek wijaya yang mencoba menghubungi dokter rio semakin tak tenang ketika tak ada jawaban dari dokter tersebut .
Nenek maya yang melihat suami nya berjalan mondar mandir tak tentu arah membuat nya curiga jika ia sedang merencanakan sesuatu .
" Apa yang sedang kau lakukan ?Kenapa berjalan mondar mandir seperti itu ? Jangan bilang kau sedang merencanakan sesuatu ."
Ucap nenek maya yang penuh dengan curiga.
" Hei,,, maya , aku tidak menyangka sejak kehadiran gadis itu kau berubah seperti itu pada ku ."
Kakek wijaya tak kalah sinis dengan ucapan istri nya .
" Kau yang menbuat ku berubah . Apa kau sudah lupa apa yang telah kau lakukan pada mommy nya ayris ."
Perdebatan antara mereka semakin memanas dan tidak ada yang mengalah satu sama lain .
" Apa yang ku lakukan ? Ia pergi sendiri menyusul putra ku tanpa sepengetahuan ku hingga terjadi kecelakaan tersebut .
Ucap kakek wijaya.
" Apa bukan kau yang membuat kecelakaan tersebut ?"
Maya yang semakin brutal tak lagi menghargai suami nya.
" Mayaaa,,, Jaga bicara mu ! Apa aku sudah gila mencelakai menantu dan cucu ku sendiri ? "
Kakek wijaya hampir saja tersulut emosi melayangkan tangan nya ke arah istri nya jika saja tidak ada panggilan telepon dari zain .
Di sudut lain sepasang mata yang melihat perdebatan antara suami dan istri itu membuat nya menyunggingkan senyum sinis nya .
Yah, neta yang memang sengaja memata matai mereka tersenyum puas penuh dengan kemenangan .
incoming call " Zain menantu kesayangan ."
π :" Ya,,,."
π :" Apa kakek sedang sibuk ?"
π :"Tunggu sebentar ."
Kakek wijaya yang tak ingin membuat maya curiga , ia pun pergi meninggalkan kamar nya menuju ruang kerja nya.
" Kita akan bicara lagi nanti . Ingat maya ! Aku tak menyuruh mu pulang membawa gadis pembawa petaka itu . Jika kau ingin pergi dari mansion ini, kapan pun kau boleh meninggalkan nya ?"
" Sebelum kau memutuskan sesuatu pikirkan kembali keputusan mu . Dan ingat jangan kau buta oleh sesuatu yang belum tentu benar ada nya , kau akan menyesal seumur hidup mu ."
Kakek wijaya meninggalkan nenek maya sendirian dalam keadaan diam membisu .
π :" Ya zain , ada apa menelepon ? Apa cucu ku merepotkan mu ?"
π :''Maaf kek . Ayris sedang terluka ,ia terkena tembakan sewaktu berlibur ke pulau impian nya kek ."
π :" Apaaaaa ! Bagaimana itu bisa terjadi ?"
π :" Kita perlu bicara kek dan zain butuh bantuan kakek ."
π :" Baiklah , sekarang juga kakek akan berangkat ke sana. "
π :"Zain tunggu kedatangan kakek ."
π :" Ya zain ."
π :" Klik ."
Kedua nya memutuskan sambungan telepon .
Kakek wijaya segera bergegas bersiap pergi ke mansion zain .
Ia sangat khawatir dengan ayris cucu kesayangan nya yang baru saja ia temukan dab baru saja mengenal satu sama lain .
Kakek wijaya yang memberi komando untuk mempersiapkan diri dengan helicopter pribadi nya menuju mansion cucu menantu nya .
Langkah kaki kakek wijaya yang tergesa gesa membuat nenek maya yang melihat nya penuh curiga kemudian menarik tangan nya .
" Ada apa lagi ? apa kau belum cukup puas menghina ku ? Suami mu sendiri di saat terpuruk kehilangan anak dan cucu nya kau tinggalkan begitu saja ."
" Dan kau datang membawa gadis tak jelas yang mungkin suruhan orang menghancurkan keluarga kita atau mungkin memanfaatkan kekayaan kita ."
" Akal dan pikiran mu sudah di racuni oleh kalung yang di miliki nya bahkan kau tidak peduli jika kalung yang aku berikan pada cucu ku memiliki photo dan sandi yang ku sematkan di liontin nya ."
" Apa kau memeriksa nya ?"
" Sudah lah , urus saja cucu kesayangan mu itu ."
Kakek wijaya yang tersulut emosi kemudian meninggalkan istri nya . Ia terburu buru ingin melihat keadaan cucu nya yang sangat ia sayangi .
Sementara nenek wijaya diam terpaku membisu mendengar semua perkataan suami nya .
" Apa wijaya berkata yang sebenar nya ? Lalu dari mana gadis itu tahu tentang kecelakaan itu ?"
" Ahh,,, tidak ,,,, ini hanya akal akalan nya saja agar aku tidak terus menerus menyalahkan nya ."
" Tapi bagaimana jika benar ?"
Nenek maya terlarut dalam lamunan nya hingga tak menyadari jika ada panggilan masuk di layar handphone nya .
incoming call '' Nomor tidak di kenal "
π :" Halo ,selamat sore .Apa benar ini nyonya wijaya ?"
π :" Sore . Iya benar , saya nyonya wijaya ?"
π :" Kami dari pihak yang berwajib ingin memberitahukan telah terjadi kecelakaan dengan dokter rio sewaktu pulang dari kediaman anda . Apa anda bisa datang ke kantor kami untuk di mintai keterangan ?"
π :" Apaaaaa ! Dokter rio kecelakaan ,,,, . Baiklah , saya akan datang ke kantor segera ."
π :"Terima kasih nyonya dan selamat sore ."
Nenek maya terkejut mendengar kabar jika dokter rio kecelakaan sepintas pun ia teringat perkataan suami nya tentang gadis pembawa petaka tersebut .
" Nek,,,, nenek ."
Neta yang memanggil nenek maya membuyarkan lamunan nya .
" Ada apa sayang ? Kau membutuhkan sesuatu ?"
Ucap nenek maya.
" Justru ayris yang harus bertanya seperti itu nek . Apa nenek memerlukan sesuatu ? Kenapa nenek melamun ?"
Neta yang masih bersikap manis dengan nenek maya mencoba untuk mendekati nya lebih dalam lagi.
" Tidak sayang , nenek akan ke kantor pihak yang berwajib . Apa kau ingin ikut dengan nenek ?"
Ucapan nenek maya membuat neta sedikit gemetar mendengar pihak yang berwajib disebutkan .
Dug dug ,,,,
Degup jantung neta berdetak lebih keras .
" Tidak nek , Lagi pula untuk apa nenek ke kantor yang berwajib ?"
Ucap neta mencoba mencari tahu yang sebenar nya terjadi .
" Dokter rio kecelakaan sewaktu pulang dari sini dan nenek datang kesana untuk di mintai keterangan ."
Nenek maya masih tidak percaya jika dokter rio mengalami kecekakaan .
" Bagus , itu yang ku harapkan . Para anak buah yang bisa di andalkan ."
Gumam neta dalam hati nya.
" Oh begitu ,,,,Nenek saja yang pergi . Ayris akan jalan ke mall sebentar , boleh kan nek ? Ayris bosan di mansion."
Nenek maya tersenyum mendengar perkataan neta yang ada benar nya.
" Baiklah sayang , Sopir akan mengantar mu pergi . Hati hati di jalan ayris !"
" Iya nek , terima kasih ."
Neta yang berlalu meninggalkan mansion hendak pergi ke mall terdekat sedangkan nenek maya akan pergi ke kantor pihak yang berwajib .
Selang beberapa waktu nenek maya yang sudah siap pergi ke kantor pihak yang berwajib mencoba menghubungi suami nya namun tidak ada jawaban sana sekali .
Ia yang berpikir suami nya masih marah pada nya hingga mengabaikan nya dan memilih untuk mengirim pesan saja .
Tidak berapa lama apa yang di inginkan pihak yang berwajib terpenuhi , nenek maya pun kembali ke mobil untuk pulang ke mansion .
Ditengah perjalanan , ia melihat mobil yang ditumpangi oleh neta berjalan melewati nya .
Nenek maya pun berniat mengikuti mobil itu kemana akan pergi membawa cucu nya.
Setelah beberapa saat mobil itu berhenti , ada seorang lelaki masuk ke dalam mobil lalu kembali berjalan menuju arah mall .
Sampai di lobby mereka pun turun masuk ke dalam mall sementara nenek maya mengikuti mereka dari belakang tanpa sepengetahuan neta.
" Kau pandai sekali mendapatkan kemewahan ."
Ucap lelaki tersebut .
"Tentu saja , sumber uang mengalir tanpa henti ."
Neta tersenyum puas penuh kemenangan .
" Bagaimana rencana mu selanjut nya ? Apa kau akan tetap di rumah itu ? Aku sangat merindukan mu ."
Lelaki buaya darat tersebut tengah melayangkan rayuan nya pada neta .
" Merindukan uang ? Atau belaian kasih sayang ?"
Neta yang mengerti arah pembicaraan lelaki tersebut sengaja menggoda nya .
" Kedua nya . Hahahaha,,,,, ."
" Hahahaha,,,,. Kau harus bersabar , setelah aku berhasil menyingkirkan kakek tua tersebut kita akan dengan mudah bertemu tentu nya dengan kemewahan. "
Ucap neta.
" Hahahaha ,,,, .Kau memang licik ."
lekaki tersebut menyentil hidung neta kemuduan mereka berjalan ke arah bioskop untuk menonton film .
Nenek maya terkejut mendengar pembicaraan mereka dan ternyata benar yang di katakan suami nya .
Meskipun begitu nenek maya tetap mengikuti mereka sampai ia benar benar di kejutkan dengan kejadian yang membuka seluruh mata dan hati nya.
Seorang perempuan setengah baya mendekati neta dengan tatapan rindu pada nya .
" Neta ,,,, neta . Ibu merindukan mu . Darimana saja kau nak ?"
Seorang wanita paruh baya memeluk neta namun dihempaskan hingga jatuh tersungkur di lantai .
" Lepaskan ! Dasar wanita gila !."
Neta mengumpat kesal pada wanita itu lalu mendorong nya hingga terjatuh .
" Aku bukan putri mu . Jangan mengikuti ku lagi !"
Neta pun pergi meninggalkan nya dengan lelaki tersebut .
" Netaaa,,,, . Ibu merindukan mu nak ."
Wanita itu masih mencoba mengejar neta namun jatuh tersungkur .
Neta yang melihat ibu nya jatuh merasa tidak tega tetapi ia harus melakukan nya agar tidak membahayakan nyawa nya .
" Nak,,,, netaaa,,,.hikss hikss,,,,."
Wanita itu setengah berteriak lalu menangis lirih melihat putri nya pergi begitu saja .
Nenek maya yang melihat wanita itu kemudian berjalan mendekati nya membantu memapah nya berdiri .
" Nyonya , anda baik baik saja ?"
Ucap nenek maya.
" Iya nyonya, terima kasih sudi menolong sata ."
Ucap ibu neta.
" Apa gadis itu putri mu ? Kenapa seperti nya ia tak mengenal mu ? Bahkan bersifat sangat kasar ."
Nenek wijaya nencoba untuk mencari informasi tentang neta.
" Iya nyonya , dia netalisa putri saya . Sebenar nya ia gadis yang baik namun karena keadaan saya yang miskin ini membuat nya seperti ini ."
Ibu neta yang kemudian duduk di bangku kosong di tengah mall di ikuti dengan nebek wijaya.
" Lalu kenapa seperti ini ?"
Nenek wijaya mencoba mencari informasi tentang nya lebih lagi .
" Semua karena saya harus operasi dan kami sangat miskin hingga membuat nya bekerja keras mencari biaya operasi."
Ibu neta yang menjelaskan dengan seksama merasa sedih .
" Tapi benarkah dia putri anda nyonya ? apa anda punya bukti ? Saya akan membantu mengembalikan putri anda."
Nenek wijaya yang masih belum percaya apa yang dilihat nya mencoba untuk mempercayai perkataan ibu tersebut .
" Ada nyonya , ini lihatlah photo keluarga kami ."
Nenek maya terkejut melihat photo yang memang benar itu adalah neta .
" Dan ini laporan dari rumah sakit jika dia putri saya karena saya membutuhkan tulang sum sum yang di donor kan oleh nya karena golongan darah yang sama."
Ucapan ibu neta membuat nenek maya terkejut dan hampir saja menjatuhkan lembaran kertas yang di berikan ibu neta ketika membaca bukti tersebut .
" Baiklah nyonya , ini alamat saya dan datang lah sore ini ke mansion saya ."
Nenek wijaya kemudian memberikan kartu nama nya pada ibu neta .
" Terima kasih nyonya. "
Setelah berapa saat mereka berbincang bincang mereka pun akhir nya pulang dan sesuai janji nenek wijaya akan mengembakijan putri nya jika ibu neta datang ke rumah nya .
Nenek wijaya yang pulang terlebih dahulu merasa kecewa dengan apa yang di lakukan neta. Ia pun teringat perkataan suami nya tentang gadis pembawa petaka . Mungkinkah kecelakaan dokter rio ada hubungan nya dengan nya ?
Alam pikiran nenek maya semakin melayang terbang jauh ke angkasa tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada nya .
Bersambungππππππ
selingan dulu ya
happy reading