
Mira yang masih membersihkan tempat tidur ayris berbicara pada leon .
" Leon , mommy mu seperti nya sudah mulai pikun ."
Ucap mira ketika ayris benar benar hilang di balik pintu kamar mandi .
" Aung,,,,."
" Aung,,,,."
Leon dan leona mengiyakan ucapan mira dengan meraung kecil pada mira .
" Sejak kelahiran ketiga baby , nyonya berubah menjadi garang ."
Mira menatap ke arah kamar mandi sebelum ia berkata demikian .
" Benar kan ?"
" Aung ,,,."
" Aung,,,."
Mereka berdua seakan menyetujui pendapat mira dengan meraung kecil .
Zain yang tiba tiba muncul dari balik pintu rahasia heran ketika mendengar raungan kedua harimau kesayangan nya .
" Kalian membicarakan siapa ?"
Deg,,,
Suara yang sangat mira kenal membuat nya bergidik ngeri dan mira berharap tuan nya tidak mendengar perkataan nya .
" Tidak ada tuan , baby sangat ganteng dan juga baby girl cantik seperti nyonya . Iya kan leon leona ?"
Mira harus memikirkan alasan yang tepat untuk tidak membuat tuan nya menanyakan pertanyaan lain.
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
Kedua harimau meraung kecil menatap tuan nya yang berharap tidak membuat nya marah .
" Hahahaha,,, tentu saja . Mereka mirip dengan ku , aku daddy nya ."
" Tuan , saya permisi dulu ! Kamar sudah selesai di bersih kan dan para baby masih tertidur lelap ."
Ucap mira membungkukkan badan nya.
Ia harus secepat nya keluar dari kamar nyonya nya sebelum nyonya ayris keluar dari kamar mandi karena sudah di pastikan akan terjebak dengan perdebatan sengit tuan dan nyonya nya .
" Baiklah. Kau boleh pergi dan kau leon ,,leona kalian juga boleh keluar ."
" Aung ,,,."
" Aung,,,,."
Kedua harimau itu mengikuti mira dari belakang keluar dari kamar ayris maupun zain.
Mira dan kedua harimau bernafas lega setelah keluar dari kamar maut tersebut .
" Untung kita sudah keluar, jika tidak pasti akan berbahaya ."
Ucap mira mengelus dada nya bernafas lega .
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
Kedua harimau itu seakan setuju dengan pendapat mira .
Mereka pun menuruni anak tangga menuju lantai satu.
Mira yang baru saja turun dari lantai atas terkejut dengan rombongan kakek arijaya yang baru saja datang.
" Mira , apa nyonya mu sedang istirahat ? "
Nenek jaya tahu jika mira baru saja dari lantai atas dari kamar nyonya muda nya .
" Nyonya sedang mandi nek . Tuan berada di atas menemani ketiga baby ."
" Apaaa ,,, tiga baby ? Jadi aku punya tiga cicit ?"
Kakek arijaya terkejut mendengar pernyataan mira jika ayris melahirkan tiga baby .
"Iya kek . Nyonya melahirkan tiga bayi , dua laki laki dan satu perempuan ."
" Haaaaa,,,,."
" Haaaaa,,,,."
"Haaaaa,,,,."
Semua orang terkejut mendengar penjelasan mira .
" Benar benar bibit unggul ."
Ucap sang kakek .
" Hust ,,,,."
" Baiklah kami akan ke atas dulu ."
" Baik nek ."
Rombongan yang terdiri dari kakek dan nenek arijaya , papa dan mama zain , max dan chleo , dave dan juga lily serta nenek adinata .
Sedangkan mira berjalan ke dapur untuk menyiapkan minuman dan makanan serta cemilan di bantu para pelayan lain .
Sedangkan zain yang tengah menatap layar televisi yang memperlihatkan berita trending top yakni berita tentang penculikan yang di lakukan zia beserta pesta pernikahan palsu nya namun ia menyayangkan tentang pernikahan nya yang kini harus terendus media sosial .
Tok ,,,tok,,,tok,,,
Ceklek ,,,,
" Mira , kau kembali lagi ? Apa ada yang tertinggal ?"
Zain tak melihat beberapa orang yang berjajar masuk ke kamar nya yang tak lain adalah kakek dan nenek nya .
" Apa kau sudah rabun ? hingga tak melihat siapa yang datang ?"
Zain menengok ke arah sumber suara begitu banyak orang berdatangan tak lain keluarga mereka .
" Mungkin !"
Jawab sengaja membuat nenek nya kesal .
" Dasar cucu nakal !!"
Nenek jaya menimpuk zain dengan bantal kecil di sofa .
" Zain , mana menantu mama ?"
Zain membalas pelukan mama nya , sekian tahun bahkan belasan tahun tak pernah ia lakukan membuat suasana haru di kamar zain.
" Ayris sedang mandi ma."
" Oh , baik lah . Terima kasih telah memberikan cucu pada mama ."
" Hemm,,,,."
" Sayang , apa kau tak ingin memaafkan nenek ?"
Zain lalu memeluk nenek nya yang berdiri merentangkankan kedua tangan nya .
" Tidak , jika nenek tak memberikan hadiah pada ketiga anak ku ."
"Hahahaha,,,,."
" Hahahaha,,,,."
" Hahahaha,,."
Semua orang tertawa melihat zain berkata demikian , entah mengapa zain berubah menjadi humoris setelah ketiga bayi nya lahir .
" Eh,,, baby girl ,,,, azkia kenapa kau mirip sekali dengan ibu mu ?"
Ucap lily menoel noel pipi baby azkia setelah melihat tulisan di depan ranjang box nya bertuliskan baby azkia.
" Sayang , apa anak kita jika perempuan akan mirip dengan ku ?"
" Tidak , aku tak ingin mirip dengan mu nanti aku tak bisa membedakan mana ibu nya mana anak nya ."
Jawab dave menoel pipi baby azka yang tepat di samping baby azkia.
"Dia mirip dengan ku ."
Ucap dave .
" Ih ,,, mirip dengan ku ."
Max yang ternyata di samping nya ikut menimpali perkataan mereka .
" Tidak , dengan ku ."
Dave tak mau kalah dengan max .
" Tidak , mereka mirip dengan ku kak ."
Kedua nya menoleh pada chleo yang menggendong baby aksa .
Kakek dan nenek serta mama dan papa dan juga nenek adinata menggendong ketiga bayi bergantian hingga baby merasa risih lalu menangis kencang .
" Oek,,,, oek ,,,."
" Oek ,,,, oek,,,,."
" Oek,,, oek ,,,."
" Cup cup ,,, sayang ."
Ketiga baby yang menangis mengganggu pendengaran ayris yang tengah berganti baju .
" Sayanggg,,,,, . Kenapa baby menangis ? Kau tidak menjaga nya ? Kemana leon dan leona ?"
Ucap ayris berteriak keras dari balik ruang ganti ketika ayris masih memilih baju yang akan ia pakai .
Namun zain tak lantas menjawab teriakan ayris namun berusaha menenangkan para baby yang menangis tetapi tak kunjung berhasil .
Sedang kan semua orang memandang ke arah dimana suara itu muncul namun tak menemukan pemilik suara tersebut.
" Sayaanggg,,,, cup cup cup,,,,."
Satu teriakan keras ayris ternyata berhasil membuat baby diam .
Namun juga membuat ayris terkejut melihat banyak keluarga di depan nya .
Melihat ayris yang diam seperti patung melihat banyak orang , membuat nenek jaya menghampiri nya lalu memeluk nya .
" Wah ,,, kakak ipar hebat . Hanya dengan satu teriakan, baby langsung terdiam ."
Ucap chleo yang kembali menoel baby aksa dari gendongan mama nya .
" Sayang , selamat atas kelahiran cicit nenek ."
Nenek jaya memeluk cucu menantu nya .
Ayris kemudian memeluk nenek jaya tapi juga tersipu malu mendengar adik ipar nya chleo berbicara seperti itu .
" Hei , baby azka apa kau tak meminta hadiah dari kakek dan nenek mu yang kaya itu ?"
Ucap zain mendekati nenek adinata yang menggendong baby azka .
" Iya , daddy mu benar . Minta lah sesuatu yang membuat nya mengurangi harta benda nya ."
Ucap nenek adinata .
" Aku sanggup memberikan nya ."
Ucap kakek arijaya yang membuat ketengangan di antara suasana bahagia tersebut .
Ayris yang melihat kecanggungan di antara mereka mengerti apa yang harus ia lakukan .
"Lalu apa yang akan kakek berikan pada mereka ? Tentu harus lebih banyak dari hadiah pernikahan ku ."
Ucap ayris menghampiri sang kakek dan mengedipkan sebelah mata nya .
" Tentu saja . Aku akan memberikan hadiah yang sama pada mereka ."
Ucap kakek arijaya dengan bangga nya namun ia tak sadar jika semua itu adalah jebakan ayris .
" Benar kah ? Tapi apa kakek tahu ? cucu kakek masih ada lagi , di perut chleo ,, lily dan juga diana ."
Zain tersenyum kecil melihat tingkah istri nya .
Ayris mengedipkan sebelah mata nya pada kakek nya .
" Apaaaa,,,, mereka semua sedang hamil ? Apa kalian sengaja membuat nya bersamaan ? Jika begini aku bisa bangkrut ."
Ucap kakek arijaya yang masih belum menyadari rencana licik cucu menantu nya .
" Tapi siapa diana ? Kenapa ia masuk dalam daftar penerima hadiah ?"
Ketika kakek ari mulai curiga dengan daftar penerima hadiah , pucuk di cinta ulam pun tiba .
Diana yang sengaja datang mengunjungi nyonya dari presdir dimana tempat nya bekerja terkejut ketika sampai di depan pintu dan mendengar nama nya di sebutkan .
" Eh,,, siapa gadis itu ? Kenapa diam di sana ? Mari nak masuk !"
Ucap nenek jaya yang melihat diana di depan pintu .
" Diana , kau sudah datang ? Kakek sudah menunggu mu untuk memberikan hadiah pada bayi mu ."
Ucap ayris yang menghampiri diana berkata demikian membuat diana sendiri bingung harus menjawab apa .
Sedangkan yang berada di kamar ayris terkejut mendengar pernyataan ayris yang baru saja ia katakan .
" Kau harus membantu ku ! Berpura pura menjadi istri leo dan juga sedang hamil ."
" Apaaa,,, ."
" Sttt,,,,.Diam ! Lakukan saja !"
" Ba,,, baik nyonya ."
Diana yang semula ingin memberikan beberapa berkas pada sang presdir karena wakil ketua pun tak datang ke kantor sedangkan rian menyelesaikan beberapa proyek penting dengan terpaksa ia harus datang ke mansion presdir .
Zain melihat tingkah ayris menghela nafas panjang nya dengan kekonyolan yang ia perbuat .
" Diana , kau harus berkenalan dengan seluruh keluarga karena kebetulan semua nya berkumpul di sini !"
Ucap ayris .
" ini ,,, kakek dan nenek arijaya ,,,, . Itu ,,,nenek adinata ,,di sebelah nya mama dan papa .Lalu di samping mama ,chleo dan max wakil presiden mu . Sementara dia , dave dan istri nya lily putra kedua dari mama dan papa ."
Ucap ayris pada diana yang terjebak suasasa keluarga .
" Selamat siang semua , saya diana sekertaris tuan zain ."
Ucap diana .
" Sayang , dia sekertaris suami mu bagaimana bisa menerima hadiah dari kakek ?"
Kakek arijaya mulai melayangkan protes nya ketika mendengar jika diana sekertaris zain .
" Hai ,kakak ipar . Kau sedang mencari kak leo , dia masih tidur ."
Ucap chleo mengedipkan sebelah mata nya .
" Hai ,diana senang bertemu dengan mu."
Ucap lily .
" Ini pegang dulu ! "
Mama sengaja memberikan baby aksa pada papa hendra .
Hendra kemudian menggendong baby aksa menggantikan istri nya yang menghampiri diana .
" Sayang , terima kasih telah menyembuhkan luka hati putra mama ."
Mona kemudian memeluk diana sangat erat.
Deg ,,,,
" Menyembuhkan ."
Diana terdiam ketika mama mona berkata menyembuhkan luka hati gumam nya salam hati .
"Jadi leo ,,, patah hati. "
" Aduh ,,, kenapa bisa terjebak begini ? Bisa gawat jika aku di suruh menikah ."
" Nyonya ada ada saja ."
Diana tak menjawab pernyataan mama mona hanya diam membisu dalam lamunan nya .
" Sayang, diana,,,."
Mona membuyarkan lamunan diana .
" Iya tante ,,,."
Diana tampak gugup dengan perkataan mama dari presdir tempat ia bekerja .
"Kakak ipar , kau tidak salah panggil tante ? Mama nya kak leo adik nya mama karena sejak kecil kak leo di asuh oleh mama karena tante dan om meninggal kecelakaan ."
Ucapan chleo membuat diana semakin bingung untuk lepas dari jebakan nyonya presdir nya .
" Leo,,, benar benar bibit unggul . Belum married udah punya bibit duluan . Sayang , aku benar benar kalah dari bocah ingusan itu ."
Ucap dave pada lily .
" Hust,,,."
Lily menyenggol tangan dave untuk diam ketika melihat raut wajah diana yang sulit di gambarkan saat mendengar per nyataan syami nya .
" Apaaa,,,jadi mereka belum menikah ? Zain , kenapa kau membiarkan adik mu seperti itu ?"
kakek arijaya terkejut mendengar pernyataan dave.
Sedangkan zain hanya mengangkat bahu nya karena ia tahu ini hanya permainan istri nya .
" Kakak ipar ,kenapa kamar mu pagi pagi sudah seperti pasar ?"
Ucap leo yang baru saja bangun dari tidur nya karena merasa terganggu dengan suara berisik dari kamar kakak nya.
" Semua karena mu dodol ."
Ucap dave melihat pemeran utama datang .
"Kenapa karena ku ? Aku salah apa ?"
Leo tak mengerti apa apa tiba tiba terkena pukulan dari kakek nya .
Puk ,, puk ,,,
" Auw,,,, kakek sakit .Baru saja bangun setelah semalaman tangan ku perih semua , kenapa kakek memukul ku ?"
" Bagaimana kau bisa menghamili anak gadis orang tanpa menikahi nya ?"
Puk,,, puk,,,
" Auww,,, . Menghamili siapa ? Kakak kau harus menolong ku sebagai balasan atas perbuatan istri mu mencakar tangan ku !"
Ucap leo berlari ke arah zain dan menunjukkan tangan nya yang ternyata banyak luka .
" Sssttt,,,."
Zain hanya menyuruh nya diam lalu menunjuk ke arah diana .
" Sayang , diana ,,, kenapa kau ada di sini ?"
Tanpa menyadari tatapan semua orang pada nya , leo menghampiri diana yang mana mama mona memegang kedua tangan diana.
" Apa jika gadis itu tidak datang kau tidak akan bertanggung jawab ?"
Kakek arijaya menimpuk kepala leo dengan sebuah bantal kecil .
Leo baru menyadari maksud kakek nya arti dari menghamili seseorang . Lalu ia memandang ke arah penghuni kamar yang menatap nya dengan tajam .
Ia hanya menemukan ayris tersenyum terhadap nya lalu menghela nafas panjang nya .
" Kakek , kakak ipar membohongi mu ?"
" Sayang , jawab kakek dengan jujur ! Berapa usia kandungan mu sekarang ?"
" Sa,,, satu bulan kek ."
Diana yang mendapat tatapan tajam presdir dan nyonya presdir terpaksa mengikuti perintah mereka .
" Kau ,,, ."
Leo menunjuk diana yang melihat tatapan tajam kakak dan kakak ipar nya.
" Max, urus pernikahan leo secepat nya !"
Kakek arijaya lalu menatap max dengan rasa cemas nya .
" Baik kek ."
Jawab max singkat .
" Ayo , ikut dengan ku !"
Leo kemudian menarik tangan leo yang tengah tersulut api emosi karena semua orang menyudutkan nya .
" Aaa,,, sakit ."
Diana merintih kesakitan ketika leo menarik tangan nya.
Melihat leo yang menarik diana seolah mengerti jika mereka akan segera menyelesaikan masalah nya .
" Hei,,, bocah nakal ,jangan seperti itu . Awas saja jika terjadi sesuatu dengan cicit ku !!"
Nenek jaya meneriaki leo yang tengah menarik tangan diana .
" Tidak akan nek ."
Karena merasa kesal leo menarik paksa diana ke kamar nya.
Sedangkan di dalam kamar ayris yang melancarkan lagi aksi nya mengelabuhi sang kakek untuk memaafkan papa mertua nya tersebut .
" Jadi apa yang akan kakek berikan ?"
" Entah lah , kakek harus membagi rata kekayaan kakek . Sebentar lagi chle akan melahirkan , sedangkan lily dan diana juga dalam waktu yang bersamaan ."
Ucap kakek jaya .
" Kakek buyut , baby azkia menginginkan kakek buyut menggendong nya ."
Lalu memberikan baby azkia yang semula di gendong oleh suami nya .
" Tidak , kakek tidak bisa menggendong nya ."
Kakek arijaya menolak permintaan ayris karena takut terjadi sesuatu dengan bayi mungil tersebut .
" Kakek , jangan sampai kalah dengan papa ."
Bisik ayris .
Kakek arijaya baru menyadari tingkah cucu menantu nya yang ingin mendekatkan dengan menantu nya hendra .
" Baiklah . Kau tahu , aku tidak bisa menolak permintaan mu karena kau istri zain ."
" Bukan , tapi karena kakek menyayangi ku ."
" Kau benar ."
Kakek arijaya mendengus kesal juga menghela nafas panjang nya mendengar pengakuan ayris .
" Jadi kakek hanya menyayangi kak ayris saja ?"
Lily melayangkan protes nya pada kakek arijaya yang menyatakan jika ia menyayangi ayris.
Semua orang tertegun mendengar pernyataan lily dan juga memandang ke arah nya . Sedangkan ayris memberikan kode pada lily dengan mengangkat jari jempol nya .
" Jadi , bagaimana kek ?"
Ayris sengaja berkata demikian yang akhirnya membuat kakek jaya menghela nafas panjang nya karena telah kalah dan tertipu akal licik ayris .
" Baik lah ,,, baiklah ,,, . Apa pun permintaan mu kakek akan memberikan nya ?"
" Benar kah kek ?"
" Hmm,,,. Iya benar , kakek janji ."
" Ayris hanya minta waktu kebersamaan seperti ini . Andai kakek wijaya bisa berkumpul seperti ini , ayris akan senang ."
Ayris menundukkan kepala nya seperti ingin menjatuhkan air mata nya dan zain segera menarik ayris ke dalam pelukan nya .
" Sayang ,,,,."
Bersambung 😊😊🙏🙏