
Kicauan burung membangunkan ayris ldengan suasana langit awan yang cerah bahkan matahari mulai tersenyum pada nya.
Ia mulai membuka kedua mata nya danmelihat seseorang yang berada di samping nya . Yah sang suami yang ia nanti kan sepanjang malam tertidur pulas disamping nya.
" Kapan hubby pulang ? kenapa sudah ada disini ? jam berapa ? "
Gumam ayris dalam hati .
" Ganteng kalau lagi tidur begini ."
Ayris menyentuh pipi nya dengan pelan .
Ayris tersenyum pada wajah lelah suami nya lalu bangun dari tidur nya membersihkan diri.
Meskipun ada rasa khawatir bahkan cemburu ada dalam hati nya namun setidak nya ia merasa lega karena tidak terjadi sesuatu dengan fai .
Ayris yang selesai membersihkan diri lalu berjalan menuju dapur mempersiapkan bekal maupun sarapan pagi untuk nya atau suami nya .
Ia lebih menyukai memasak sendiri karena sejak kecil sudah terlatih untuk mandiri .
Ia pun terkejut ketika menyadari sebuah tangan kekar meraih pinggang ramping nya hampir saja membuat ayris menjatuhkan peralatan masak yang ia pegang .
" Hubby ,kapan bangun ? Apa ay membangunkan tidur mu ?"
Ayris yang terkejut bertanya pada fai yang tengah bermanja manja di bahu ayris .
" Tidak sayang , hubby merindukan mu ."
Kata rayuan yang membuat ayris sebenar nya tersipu malu terkalahkan oleh rasa penasaran dalam hati nya .
" Benarkah ?"
" Jam berapa hubby pulang ?"
Deg ,,,,,
Degup jantung fai yang berdetak kencang membuat nya salah tingkah lalu memeluk istri nya dengan sangat erat .
" Sayang maafin hubby yang tidak memberitahu mu ada tugas mendadak dari bos ."
Fai yang tengah berkilah di depan istri nya merasa bersalah karena tidak mengirim pesan apa pun pada ayris.
muach,,,
Ia pun membalikkan tubuh istri nya lalu mencium kening ayris ,fai tahu jika ayris tengah kesal terhadap nya .
Jenjang leher ayris yang kini menggoda nya membuat nya tidak tahan untuk menyusuri sejenak .
Ayris yang merasa hawa panas menyusuri tubuh nya menikmati setiap sentuhan fai namun ia segera menghentikan aksi suami nya yang akan bertindak lebih jauh lagi .
" Hubby ,,,,, ahhhhh,,,, sudah by ."
Ayris yang menikmati sentuhan fai meminta nya untuk menyudahi aksi tersebut .
Meskipun tidak di pungkiri ia juga menikmati nya bahkan menginginkan lebih tapi ayris tak ingin membuat nya kecewa karena ia masih belum siap .
" Kenapa sayang ?"
Fai yang sedikit kecewa dengan ucapan ayeis bertanya pada istri nya .
" Hubby lupa jika ay masih datang merah ?"
Ayris tahu jika suami nya sedikit kecewa karena meminta nya berhenti .
" Oh iya ,,,,.Maaf sayang hubby lupa ."
" Hubby , Mandi sana ! Sebentar lagi makanan siap .''
Ucap ayris tersenyum menyuruh suami mandi .
" Okay ,,,,."
Fai tak lantas pergi meninggalkan ayris begitu saja .
Fai menyambar bibir cerry ayris mencium nya dengan rakus hingga ayris kehabisan nafas nya lalu memukul lengan fai .
Pok,,,, pok,,
" Hubbyyyy,,,,."
Fai yang melepaskan ciuman nya tersebut tersenyum menunjukjan gigi nya meninggalkan ayris yang tengah kesal .
" Cicilan sayang ."
Fai berteriak pada ayris sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi .
Ayris tersenyum tersipu malu mendengar teriakan tersebut lalu memegang bibir nya membayangkan kenikmatan yang baru saja ia rasakan .
Dug dug,,,,
Detak jantung ayris yang berdegup kencang membuat nya hilang konsentrasi jika ua sedang memasak.
Ayris yang telah selesai memasak menunggu suami nya yang tengah berganti baju .
" Sayang , hubby sepekan ini akan keluar kota . Hubby akan kerja keras untuk memenuhi kebutuhan kita . "
Ucap fai pada ayris.
" Hubby ingin mengambil kredit rumah agar ay tak tinggal di kontrakan lagi ."
Fai yang masih memakai baju nya membuat ayris tercengang karena punta suami yang bertanggung jawab .
Ayris yang tak menjawab pernyataan fai membantu nya berkenas melipat beberapa baju untuk nya .
" Hei ,,, sayang hubby hanya sebentar saja . Baik baik di rumah ya ."
Ucap fai yang meraih tubuh istri nya lalu memeluk nya .
Ayris hanya tersenyum mengangguk pelan.
Beberapa saat kemudian nereja sarapan bersama setelah itu ayris mengantar suami nya ke depan pintu kontrakan .
Setelah itu ayris membereskan sisa makanan dan menyimpan nya kembali .
Seperti biasa nya ia pun berangkat bekerja di sebuah resto fast food yang tidak jauh dari tempat tinggal nya.
Di tempat lain .
Max yang telah bersiap menunggu tuan nya berangkat bekerja telah nendapatkan sebuah berkas yang berisi data data yang di inginkan oleh zain .
Zain memberitahu max untuk mengantar chleo ke bandara membuat max menghela nafas kasar nya .
Di jauh sana dalam lubuk hati nya tersimpan rasa rindu yang belum sembuh terobati .
Kini obat luka tersebut harus pergi meninggakkan luka itu sendiri .
Bersambung 🙏😊