ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 14


Max yang tengah menunggu tuan nya berangkat ke kantor telah siap di ruang makan menunggu zain untuk sarapan pagi .


" Selamat pagi tuan ."


Sapa max .


" Max kau antar chleo ke bandara , aku akan berangkat dengan rian."


Seperti biasa nya bukan jawaban yang max dapat kan melainkan perintah yang harus ia kerjakan.


" Baik tuan ."


Jawab max singkat.


" Tuan , ini berkas yang anda inginkan ."


Ucap max kemudian menyerahkan sebuah map biru yang zain inginkan .


" Chle , Ini kali terakhir kau membuat ulah ! jika kau masih melakukan hal yang sama kakak akan segera menikah kan mu ."


Ucap zain memberi peringatan pada adik bungsu nya yang tergolong sangat susah di atur .


Deg deg ,,,,


Detak jantung max berdegup sangat kencang hingga membuat nya sulit untuk bernafas ketika mendengar zain akan menikah kan chleo .


" Tidak,,,, . Chle tidak mau menikah ."


Ucapan chle membuat satu sisi sudut hati max bergejolak dan satu sudut sisi hati chle menginginkan kekasih nya .


" Baiklah ,berangkat lah ! Jet pribadi dave sudah menunggu mu di bandara ."


Zain memberitahu mereka untuk segera bersiap diri .


Mereka berangkat dengan mobil berbeda .


Rian memegang kemudi stir mengantar tuan nya ke kantor sedangkan max dengan nafas kasar nya harus mengantar nona muda nya ke bandara .


Hal yang sangat ingin ia hindari dan juga sangat ingindi tepis nya ternyata sulit untuk di hindari .


Gejolak yang ada di hati nya antara iya dan tidak membuat nya menghela nafas panjang .


Di dalam perjalanan zain membuka map yang di berikan oleh max pada nya . Zain menyunggingkan senyum di sudut bibir nya ketika membaca apa yang ada di dalam map tersebut .


" Cihhhkkkk ,,,,, dasar bodoh ."


Zain tampak terlihat kesal melihat apa yang ada di tangan nya.


" Kau hanya akan menjadi milikku." gumam zain menyunggingkan senyum sinis nya.


" Aku akan mendapatkan mu dengan segala cara ku. Bukan pria bodoh itu."


Ucap Zain.


Rian yang sesekali melihat tuan nya tersenyum tipis dari kaca spion membuat nya sedikit tenang.


Ia merasa akan ada cahaya perubahan untuk tuan nya setelah melihat berkas gadis tersebut .


Sampai di lobby kantor nya seperti biasa nya rian membuka kan pintu untuk zain . Mereka berjalan menuju ruangan nya bekerja melewati para karyawan yang seketika menundukkan kepala dan memberikan salam sapa kepada nya .


Pemandangan biasa untuk para karyawan ketika sang presdir melamgkahkan kaki nya ke kantor .


Rian yang mengikuti dari belakang seperti biasa nya langsung menuju ruangan kerja nya.


Zain yang duduk di kursi kebesaran nya memeriksa berkas berkas yang di berikan diana pada nya.


Namun ketika rasa penat terasa di kepala nya , zain memejamkan mata nya sekejab untuk menghilangkan nya .


Tanpa sengaja wajah manis dengan rambut yang tergerai terbayang di mata nya dan senyum manis tersebut mengisi penuh seluruh kepala nya.


Zain kemudian meraih benda ponsel milik nya menghubungi seseorang .


Incoming call " Bos"


Rian terkejut melihat panggilan telepon dari tuan nya karena ia berada di kantor yang sama dengan tuan nya.


📞 :" Bawa gadis itu secepat nya !"


📞 :"Baik bos."


📞 :" Klik."


Panggilan telepon pun terputus dan rian segera memghubungi seseorang dimarkas besar nya . Ia kemudian memberi tugas pada beberapa orang kepercayaan black devil untuk melaksanakan misi nya.


Di tempat lain


Max yang telah sampai di bandara tempat khusus jet pribadi merasa canggung ketika berada di dekat nona muda nya yang seakan merasa gejolak hati yang kuat pada nya .


" Nona kita sudah sampai . Silahkan turun ! Jet pribadi tuan dave telah menunggu lama ."


Ucap max .


Meskipun sejak kecil tumbuh bersama dan juga telah di jodohkan tetapi max tetap menganggap mereka majikan nya.


" Kak Max ,,,,,terima kasih . Maaf , beberapa hari merepotkan kakak."


Ucap Chleo tersenyum manis.


Max hanya mengangguk pelan dan turun membawa koper milik nya berjalan sampai di depan tangga naik jet pribadi yang telah menunggu chleo.


Chleo memeluk max dengan sangat erat membuat diam membisu tanpa berkata apa pun .


Ketika max hendak membalas pelukan chleo meraih tubuh mungil itu ke dalam pelukan nya , chleo telah melepaskan pelukan tersebut .


Chle tersenyum pada max lalu berjalan meninggalkan max yang masih diam membisu .


Perasaan chleo yang tak beraturan membuat nya kembali memeluk kekasih kecil nya tersebut .


" Aku merindukan mu , kak ."


Ucap chleo kemudian melepaskan pelukan nya dan berjalan menaiki anak tangga pesawat tersebut namun sebuah tangan menarik tangan nya dengan keras hingga ia jatuh ke pelukan max .


Max meraih tubuh mungil tersebut memeluk nya dengan erat kemudian melepaskan nya kembali .


Tangan max yang masih memegang bahu chle menjalar ke arah pipi dan mengusap nya dengan pelan .


Tanpa sengaja ia menyentuh bibir mungil chle yang membuat nya terpesona lalu mencium nya dalam dalam untuk beberapa saat sampai chle kehabisan nafas nya.


" huk,,,, huk ,,,,."


" Pergi lah ! Dave sudah menunggu mu ."


Ucap max tanpa rasa bersalah sama sekali .


Chleo hanya mengangguk pelan karena tak kuasa menahan kepala nya karena merasa malu .


Sebelum chle benar benar menaiki anak tangga , chleo mencium pipi max untu tanda selamat jalan.


Max hanya menghempaskan nafas kasar nya karena ia ingin selalu menepis perasaan yang ada dan tidak ingin ber hianat pada tuan nya namun selalu kalah dengan wajah imut yang selalu menemani nya sejak kecil.


Max berjalan meninggalkan bandara saat melihat jet yang membawa chleo meninggalkan bandara. Ia mengemudikan mobil nya ke kantor karena banyak telepon dari client dan juga dari beberapa orang kepercayaan nya termasuk Rian.


Di lobby kantor Zain


Lisha sedang membuat kegaduhan di depan receptionist . Ia memaksa masuk ke kantor zain namun beberapa security penjaga dan receptionist karena tidak mengijinkan nya. Ia berteriak seperti orang gila meskipun tidak ada satu pun karyawan yang mempedulikan nya.


Semua karyawan kantor mendapat ancaman keras dari max untuk tidak mengijinkan Lisha masuk ke gedung kantor .Lisha yang sangat kesal mengunpat dengan kasar dan menggerutu sendiri . Sebelum akhirnya melenggang pergi meninggalkan gedung tersebut.


" Awas kalian semua akan merasakan akibat nya !"


Teriak Lisha pada beberapa orang karyawan zain namun mereka tidak peduli sama sekali.


" Sial ,,,,,,awas kamu zain !. Aku akan membuat mu menyesal."


gumam lisha dalam hati .


Bersambung 😊😊🙏🙏