ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 218.


" Dia,,,,,."


Gumam neta dalam hati nya .


" Bagaimana mungkin dia bisa mengetahui keberadaan ku di sini ?"


" Bukankah aku telah menghilangkan jejak ? Setelah sekian lama tidak terendus oleh nya , bagaimana mungkin dia di sini ?"


Neta yang tersadar dari lamunan nya dengan cepat saat kaki nya berputar kembali hendak meninggalkan ruang tamu tersebut wanita itu sudah memanggil nya .


" Apa anda tidak ingin bertemu dengan tamu anda nona muda ayris ?"


Ucapan yang sangat lantang terdengar di telinga neta menghentikan langkah nya kemudian berbalik mendekati wanita itu .


Sudah kepalang basah maju maupun mundur pun terkena juga tak dapat menghindar dari nya.


" Maaf nona , apa anda mengenal saya ?"


Ucap neta yang menyembunyikan ketakutan nya meskipun srbenar nya ia merasa takut.


" Hahahaha,,,,, . Neta ,,,, neta ,,,, apa mata mu sudah rabun ? Bagaimana kau bisa berpura pura tidak mengenal ku ?"


Ucapan yang begitu ringan tetapi bermakna membuat hati neta sedikit bergetar .


" Aduhhh,,,,, . Maafkan saya nona , saya benar benar tidak mengenal anda ."


Perkataan neta membuat wanita itu tertantang untuk lebih jauh lagi melihat apa yang akan dilakukan nya .


" Baiklah,,,. Jika kau merasa tidak mengenali ku, aku akan memperkenalkan diri padamu."


" Nama ku Lily . Aku ketua geng mafia white lily, wanita pertama yang sangat kejam menghabisi lawan nya tanpa memandang status."


Lily yang kemudian berjalan mendekati neta terlihat sedikit gemetar meskipun ia berpura pura tenang menyembunyikan ketakutan nya .


" Oh ,,, hai nona lily apa kabar ? Tapi apa kita saling mengenal nona ? Karena aku mengalami sedikit kecelakaan membuat ingatan ku sedikit berkurang ."


Ucap neta .


" Hahahaha,,,, benarkah ? Kau sungguh tidak mengenalku ?"


Lily masih mengikuti strategi permainan neta dengan terus berjala mengelilingi nya .


" Maaf nona , sekali lagi aku minta maaf ."


Neta masih mencoba untuk mengelak dengan strategi nya .


" Baiklah . Aku akan segera membuat mu ingat siapa aku sebenar nya ?Dan siapa kau sebenar nya ?"


Perkataan lily serasa menggetarkan tubuh neta bahkan detak jantung nya berdetak lebih cepat .


Ia yang sudah beberapa tahun bergabung dengan geng white lily sangat mengenal watak dan karakter bos nya seperti apa .


Seorang wanita yang memiliki sifat kejam tak mengenal ampun tersebut memang perlu di segani setelah ketua mafia black devil .


Lily yang mengeluarkan sebilah pisau dari paha cantik sebelah kiri nya membuat mata dan bulu kuduk neta serasa ngeri melihat nya .


" Maaf nona , apa yang anda lakukan ? Saya memang benar benar mengalami kecekakaan waktu itu ?"


Neta dengan gemetaran berbicara pada liky setelah pisau lipat yang sangat tajam itu di buka lalu berjalan mengelilingi nya .


Lily dengan sengaja membuat neta merasa ngeri hingga hilang konsentrasi nya . Benar saja , saat sedikit lemah lily menendang kaki penpang tubuh neta hingga terjatuh di lantai .


" Auuuwwww,,,,,."


" Plakkkkkk,,,,,,."


" Plakkkkkkk,,,,."


Lily menampar kedua belah pipi neta hingga mengeluarkan sedikit darah segar di sudut bibir nya membuat neta mengeluarkan sedikit suara teriakan yang tidak begitu keras namun terdengar hingga ke beberaoa ruangan .


Beberapa pelayan yang mendengar nya berlari ke ruang tamu , betapa terkejut nya mereka melihat neta yang sudah jatuh tersungkur.


Sementara lily mencengkram erat dagu nya hingga ujung ujung kuku yang tajam menembus kulit ari neta dan mengeluarkan darah segar .


Lily yang mendengar dan melihat ada beberapa pasang mata melihat ke arah nya mengurungkan niat nya ingin menggores sedikit luka dengan pisau tajam nya .


" Kau dengar baik baik nona ! Jangan memakai nama white lily untuk kepentingan mu sendiri ! Karena mulai saat ini kau bukan lagi anggota white lily .Camkan itu baik baik !!."


" Jauhi keluarga ini dengan segera ! jika tidak aku tidak segan segan melenyapkan nyawamu."


" Di luar sana ada seorang wanita yang tengah meminta pengampunan nyawa mu . Pikirkan itu baik baik !"


Lily yang mencengkram dagu neta kemudian menghempaskan begitu saja .


Lily kemudian berjalan meninggalkan mansion wijaya berlenggak lenggok seperti model.


Sementara beberapa pelayan yang melihat kejadian tersebut terkejut menutup kedua mulut nya dengan tangan nya .


Neta memandang ke arah mereka dengan tatapan tajam bahkan membunuh .


Para pelayan ketakutan segera menundukkan kepala nya .


" Awas jika kalian mengadu pada nenek ! Aku akan memotong lidah kalian ."


Perkataan neta membuat bulu kuduk mereka berdiri merasakan hawa ngeri .


"Hah,,, berani nya wanita brengsek itu mengancamku ."


" Ne,,,, nek ."


Neta gugup ketika melihat nenek maya telah berada di depan nya .


" Mati aku . Bagaimana jika nenek bodoh ini melihat kejadian tadi ?"


"Aku akan kehilangan dua sumber keuangan ku ."


" Tidak ,,,, tidak ,,,, tidak . Itu tidak boleh terjadi ."


Neta tertegun memandang nenek wijaya hingga membuat nya diam membisu dengan alam pikiran nya .


" Sayang,,,, . Siapa yang mengadu ?"


Nenek maya yang mendengar samar samar perkataan neta ternyata hanya mendengar nya bagian tertentu saja .


" Ehh,,,,, ada apa dengan bibir mu ? kenapa ada bekas tamparan di pipi mu ?"


Nenek maya kemudian menatap tajam pada para pelayan yang berada di sekitar tempat itu .


" Apa yang kalian lakukan pada cucu ku ?"


Nenek maya menatap tajam pada para pelayan nya.


" Maaf nyonya besar kami datang ketika ada suara teriakan . Dan ternyata nona muda,,,,,,."


Pelayan yang mendapat tatapan tajam dari neta menundukkan kepala nya .


" Mati aku ! Bagaimana jika pelayan itu bikang pada nenek tentang kejadian tadi ?"


Neta mendadak panik ketika nenek msya bertamya seperti itu pada pelayan nya .


" Teriakan ,,,,? Apa maksud kalian ?"


Nenek maya terkejut mendengar penjelasan pelayan nya .


" Nenek,,,, ayris baik baik saja . Tadi ada teman ayris yang datang dan ingin meminjam uang . Karena ayris tidak mempunyai sejumlah uang yang di inginkan ayris yang di tampar hingga jatuh ."


Ucap neta yang terlihat sendu menjekaskan pada nenek maya.


" Apaaaaaaa ,,,,? Siapa yang berani menampar cucu ku ? Aku akan membuat nya menyesal . "


Nenek maya yang tersulut api amarah seakan ingin menerkam mangsa nya .


" Nenek ,,,dia yang pernah menolong ayris waktu kecelakaan jadi ayris banyak hutang budi pada nya maka nya ayris tak berani melawan nya ."


Drama yang membuat nya untuk pandai berakting makin menunjukkan kualitas pemain nya begitu pun dengan neta yang semakin luwes saja memainkan peran nya .


" Tapi ayris,,,, kau cucu pengusaha terkenal tidak boleh ada yang memandang rendah pada mu ."


Nenek maya masih bersikekeh untuk membeti pelajaran orang tersebut .


" Aduhh,,,, Perkataan nenek bodoh ini membuat ku pusing saja ."


Neta bermonolog dalam hati nya.


" Bagaimana ini ?"


" Oh ,,,, aku harus pura pura sakit kepala agar nenek ini tidak banyak bicara membuat ku muak saja ."


Gumam neta dalam hati .


" Aduhh,,, ."


Neta yang memegang kepala nya membuat kemarahan nenek maya mereda .


" Ada apa sayang ? Sakit kepala mu kambuh lagi ? Nenek akan segera memanggil dokter ."


Nenek maya yang melihat pergerakan neta yang hampir jatuh membuat nenek maya terlihat cemas .


" Cepat bantu aku !"


Nenek maya berteriak pada pelayan yang masih berada di sana .


" Baik nyonya."


Para pelayan pun bergegas membantu memapah neta berjalan hingga sampai di kamar .


" Sudah , aku bisa sendiri . Kalian pergi lah ! Awas jika kalian mengadu pada nenek !."


Tatapan membunuh membuat para pelayan tersebut ketakutan .


" Ba,,,, baik nona muda. "


Mereka pun meninggalkan kamar neta sementara neta tengah bersantai di tempat tidur .


Bagai terlepas dari sangkar burung , mereka bernafas lega setelah keluar dari kamar tersebut .


Sementara nenek maya tengah sibuk menelepon dokter pribadi mereka .


Ia berjalan mondar mandir menunggu kedatangan dokter .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏