
Saat malam pun tiba zain yang berangkat dengan rian dan pengawalan yang sangat ketat meskipun mereka tak menunjukkan gerak gerik seorang pengawal karena berpakaian biasa dan ada juga yang menyamar sebagai pelayan .
Sementara ayris masih tertidur dengan dua ekor harimau nya dan juga nenek jaya dan mira yang sesekali menengok ke kamar nya atas perintah zain .
" Mira,,, . Kau saja yang ke kamar nyonya mu ! Nenek lelah ingin istirahat ."
Ucap nenek jaya .
" Baik nek ."
Mira lantas berjalan naik ke kamar nyonya nya memeriksa ayris yang masih tadi nya masih tertidur kini sudah bangun namun ia tengah memakai masker di wajah nya hendak turun ke bawah .
Ceklek,,,,
" Aaaaaaaaaa,,,, hantu ,,,,."
Mira tersentak kaget melihat pintu yang tiba tiba terbuka dengan sosok yang memakai daster putih berbunga kesukaan ayris dan juga wajah yang di poles masker .
" Puk ,,,, ."
Ayris memukul pelan tangan mira .
" Apa kau bilang ,,,,aku hantu ?"
Ayris melipat kedua tangan nya ke dada nya berkata demikian pada mira .
" Maaf , nyonya . Nyonya memakai daster putih di tambah masker pula membuat saya terkejut ."
Ucap mira .
" Pasti kau sedang melamun . Mira,,,kau ambil cuti saja ! berkencanlah dengan calon suami mu itu !"
Ucap ayris yang berjalan meninggalkan mira yang seakan tertegun mendengar ucapan nya .
" Huk,,,, huk,,,."
Mira tersedak ketika menyadari apa yang di katakan nyonya nya .
" Hei,,, kau kenapa ? Apa kau ingin segera menikah ? "
Ayris mendengar mira tersedak menghentikan langkah nya dan juga membalikkan badan nya ke arah mira lalu berjalan kembali menuju lantai satu .
" Ti,,,, ti,,,tidak nyonya bukan begitu . Lagi pula saya tidak akan menikah sebelum junior lahir ."
Ucap mira mengerucutkan bibir nya .
"Hei,,,, kenapa harus seperti itu ? Tidak , kau harus segera menikah secepat nya dan juga hamil secepat nya !"
Ucap ayris yang menghentikan langkah nya berkacak pinggang menghadap mira ketika mendengar ucapan mira .
" Ta,,, tapi nyonya,,,,."
Ucapan mira terpotong ketika ayris menunjukkan jari telunjuk nya ke arah nya .
" Kalau kau menikah setelah baby twins lahir siapa yang akan menjaga mereka ketika dewasa ? "
Ucapan ayris yang membuat mira menghela nafas kasar nya.
" Tidak ada tapi tapi an ! Aku akan merencanakan pernikahan mu seperti kau membuatku tak sadarkan diri ketika photografer itu mengambil photo prewed ."
Ucap ayris menunjuk photo nya dengan zain di dinding samping kanan nya .
Mira yang seketika melihat photo tersebut merasa malu dan mengingat masa itu ,ia yang sengaja mencampur minuman nya dengan obat tidur .
" Ikut dengan ku memasak di dapur ! Baby ingin makan mie tomyam ."
acap ayris yang kemudian berjalan lebih dahulu namun mira menyusul nya dan juga memapah nya .
" Mira, aku bukan anak kecil lagi pula aku tidak sakit . Kenapa kau memapah ku ?"
Ayris menoleh pada mira yang berada tepat di samping nya memegang tangan nya dan ia pun berusaha melepas tangan mira.
" Karena ini perintah tuan jadi mira harus melaksanakan perintah tersebut."
Mira yang tak mau kalah dengan ayris memegang erat tangan ayris meskipun sang nyonya berusaha melepaskan tangan nya .
" Baiklah ,,,baiklah ."
Ayris dengan muka cemberut membiarkan mira memapah nya.
Memilih untuk mengalah pilihan yang tepat untuk ayris karena suami nya itu tak mungkin memarahi nya tetapi memberi hukuman pada pekerja nya.
Di tempat pesta.
Sebuah pesta mewah yang rutin di adakan oleh para pebisnis yang di hadiri oleh zain untuk memancing emosi seseorang yang bebarapa waktu ternyata membuat onar.
Zain yang di temani oleh lily sebagai partner dalam menghadiri pesta tersebut dan rian yang berada tak jauh dari sana serta beberapa bodyguard nya yang berdandan ala pengusaha dan juga orang kepercayaan nya leny yang tak jauh dari sana .
Tak berapa lama berada di sana zain melihat adik nya yang datang menggantikan papa nya karena nenek nata sedang sakit jadi ia pun tak berkesempatan bertemu putra nya .
Dave yang tak jauh dari sana berjalan ingin menghampiri kakak nya namun terhenti ketika melihat kakak nya bersama orang yang selama ini ia cari .
" Dia ,,, perempuan itu ? Brengsek,,,,, aku kalah telak dari kak zain ."
Gumam dave dalam hati .
Dave yang hendak menghampiri zain akhir nya mengurungkan diri nya setelah beberapa teman nya mengajak nya bergabung bersama mereka .
" Dave,,,,."
Gumam lily dalam hati .
Ketika lily hendak pergi menghampiri nya tangan zain menarik nya membuat lily terkejut dan menatap tajam pada nya.
" Apa kau lupa perjanjian kita ? " Bisik zain pada lily yang menatap tajam pada nya .
" Tapi,,,,, dave ,,,?"
Lily belum selesai berkata pada zain pun mengurungkan niat nya melanjutkan perkataan nya .
" Dave itu urusan ku ! "
Lily pun mendengus kesal mendengar perkataan zain , ia tak bisa berkata apa apa selain diam .
Ia menyesal kenapa mengiyakan permintaan zain meskipun imbalan nya dave tetapi ia pun lupa dave akan hadir ditempat ini .
Bahkan memandang nya saja tidak apalagi memiliki nya . Tampak nya lily harus melupakan keinginan nya untuk mendapatkan cinta dave .
Sejak pertemuan dengan dave beberapa waktu silam ,lily memang mencari tahu siapa dave sebenar nya tetapi setelah mengetahui dave adik dari zain arijaya , ia pun mengurungkan niat nya .
Tak mungkin bagi lily bertarung melawan orang nomor satu di dunia bawah dan kali ini pun juga begitu .
" Bagaimana aku akan mendapatkan nya ? Jika aku sudah menggandeng kakak nya dave pasti mengira aku wanita murahan ."
Gumam lily dalam hati .
"Huuuhh,,,,."
Ia pun kesal dengan keadaan ini yang membuat nya harus melupakan keinginan nya .
Tak berapa lama para sahabat dan kerabat yang kebetulan hadir di pesta tersebut saling menyapa silih bergantian hingga dave pun memeluk kakak kesayangan nya .
Zain yang dingin hanya diam tapi tak mengiyakan atau menolak jika lily adalah pasangan nya .
" Kak,,,,.Bagaimana kabar mu ?"
Ucap dave memeluk kakak nya meskipun ada rasa pahit namun ia harus berbesar hati menerima kenyataan orang yang di cari nya yang menyelamatkan nya dari kecelakaan kecil itu menjadi pasangan kakak nya.
" Seperti yang kau lihat ,dave."
Jawab zain yang masih memeluk adik nya .
" Kapan kakak menyusul ? Bahkan kita sudah di dahului kesayangan kita dan juga kita akan menjadi paman sebentar lagi ."
Dave yang sesekali melirik pada lily membuat lily tersenyum kecut.
" Apa aku tidak salah dengar ? Kau yang akan segera menyusul nya ."
Ucap zain yang membuat dave sedikit bingung namun tidak terlalu di pikirkan oleh dave .
" Lalu bagaimana dengan orang yang di samping kakak ? Kapan membawa nya pulang ?"
Ucap dave.
" Belum saat nya dave .Apa kau menginginkan nya ?"
Ucap zain setengah berbisik pada dave.
" Menginginkan nya pun percuma kakak tekah lebih dulu mendahului . Untuk apa aku bersaing dengan kakak ? Sudah pasti kakak pemenang nya ."
Dave yang sedikit kecewa tak mungkin memperlihatkan nya pada zain kakak nya.
" Kau belum mencoba nya kenapa bilang kalah sebelum berperang ?"
Zain yang memancing adik nya pun tak mendapat jawaban yang memuaskan .
" Sudah lah .Aku akan pergi dulu kak ."
Ucap dave yang tanpa menegur sapa pada liky yang di samping nya dan tampak nya ia sangat kecewa melihat kenyataan yang terjadi .
" Hemm,,,, hati hati dave !"
" Okay, bye kak."
Dave tersenyum kecut kemudian berlalu dari mereka lalu mencari minuman meneguk nya meskipun tak haus .
" Melirik ku saja tidak .Huuuhh,,,."
Gumam lily dalam hati .
" Bagaimana aku bisa berpikiran akan memiliki nya ? Dia sudah menjadi milik kakak . Sial,,,,,."
Gumam dave dalam hati .
" Bodoh ! "
Zain pun bergumam dalam hati nya .
Seorang perempuan datang dengan tiba tiba bertubuh sexy bak gitar spanyol melenggak lenggok seperti model papan atas mendekati zain dan lily .
" Hallo tuan zain , apa kabar ? Senang bertemu anda di sini ?"
Ucap jane yang menghampiri zain meskipun ia bersama wanita lain .
" Senang bertemu anda nona jane."
Zain yang termasuk irit bicara hanya menjawab dengan wajar .
" Brengsek ,,, ! Awas kau ! Aku akan menyingkir kan mu ."
" Dan ini ,,,,."
Jane yang sengaja bertanya karena ingin mengetahui siapa wanita disamping zain .
" Perkenalkan saya lily, nona jane."
Ucap lily yang mengulurkan tangan nya namun tidak mendapat sambutan oleh jane .
" Dasar sombong !"
Gumam lily salam hati .
" Maaf nona lily , apa saya boleh meminjam tuan zain sebentar ?"
Jane yang mencoba mendekati zain menyalakan sinyal yang tak baik.
" Silahkan !"
Ucap lily namun jawaban mengejutkan justru datang dari zain .
" Maaf nona jane , tidak pantas rasa nya mengajak orang yang sudah berpasangan."
Jane yang tak percaya mendengar jawaban zain mendengus kesal mengepalkan tangan nya sendiri .
" Kau dengar sendiri nona jane ! Rasa nya wanita cantik seperti mu tidak akan mau di katakan perebut pasangan orang lain ."
Lily yang berhasil membuat jane geram memilih untuk pergi dari tempat ini dengan menggandeng zain .
" Kau,,,,,."
Jane terlihat sangat geram dengan ucapan liky maupun zain .
" Lihat saja zain ! aku akan menghancurkan mu .
Gumam jane dalam hati nya .
" Eh' em ,,,, .Masih memikirkan laki laki itu ? Jangan lupa jane ! kau berhutang pada ku ."
Jane tersentak kaget mendengar perkataan seseorang yang berada di belakang nya tepat di samping telinga nya.
" Ah,,,,, om surya mengagetkan saja .Tentu om , jane tidak akan lupa itu ."
Ucap jane yang kemudian menggandeng lengan surya untuk bertemu para kolega nya .
" Brengsek ,,, !!. Laki laki tua ini mengganggu saja . Jika aku tidak berhutang pada nya tentu aku tak kan seperti ini ."
Gumam jane dalam hati .
Zain dan lily yang berlalu pergi meninggalkan zain berjalan ke tempat dimana para tamu mengambil minuman .
Tak selang berapa lama datang seorang perempuan berbody sexy seperti artis hollywood menghampiri mereka .
" Selamat malam, tuan zain . Senang bertemu anda disini ?"
Ucap seorang wanita dengan gaun merah yang terlihat mempesona semua orang .
" Selamat malam nona . Senang bertemu dengan mu ."
Ucap lily yang akan mengulurkan tangan menyambut tangan perempuan tersebut .
" Selamat malam nona ."
Ucap zain dingin kemudian meneguk segelas anggur merah yang ia pegang .
" Oh,,, perkenalkan saya niki dari perusahaan Y group. Saya senang sekali bisa bertatap muka dengan anda . Jarang sekali pengusaha terkenal seperti anda hadir di tempat seperti ini."
Ucap niki memperkenalkan diri nya dan berbasa basi bergelayut di sekitar zain .
Zain yang sudah tahu karena anton telah memberitahu jika gadis itu akan bermain tangan di sekitar nya .
Lily yang melihat nya dengan seksama tanpa mengedipkan mata nya melihat dari ujung rambut sampai kaki .
" Anda terlalu berlebihan nona ."
Ucap zain singkat .
" Hahahaha,,,, . Benar kata orang orang jika anda sangat irit berbicara ."
Niki yang mencoba mendekat pada zain dengan maksud yang tersembunyi .
Dengan gerak cepat dan hampir tak terlihat wanita itu memasukkan serbuk ke dalam minuman zain mau pun lily.
" Maaf nona niki , kekasih saya memang dingin di luar tapi ,,,,."
Lily mendekat untuk berbisik sesuatu dengan niki yang tampak nya mulai menggoda zain.
" Tapi ,,, lembut di dalam nya bahkan saat kami berdua menghabiskan waktu bersama."
Ucap lily melanjutkan perkataan nya setelah itu mengedipkan sebelah mata nya .
" Hahahaha,,,, . Benarkah ? Anda sangat beruntung memilik nya."
Niki yang terlihat geram mengepalkan salah satu tangan nya dan satu tangan nya meneguk minuman yang ia pegang .
" Brengsek,,,! Ternyata adinata menipu ku , dia sudah punya kekasih ."
Gumam niki dalam hati .
" Tapi tak jadi masalah , aku akan menyingkirkan mu gadis kecil ."
Gumam nya lagi .
" Dasar buaya betina ,,,. Kau ingin bermain halus tampak nya ."
Gumam lily dalam hati.
" Wanita ini sangat berbahaya ."
Gumam zain dalam hati .
Beberapa pasang mata telah mengawasi nya tanpa sepengetahuan nya melihat dengan cermat apa yang wanita itu lakukan .
Namun kejelian mata mereka tak sejeli leny yang sudah hafal dengan trik seperti ini .
" Apa anda keberatan jika saya mengajak anda bersulang untuk ucapan terima kasih atas waktu nya ?"
Ucap niki tersenyum baik pada zain mau pun lily .
" Hahahaha,,,,, . Sebentar lagi aku akan memiliki mu ? Tinggal menghitung saat saat terakhir dengan mu gadis kecil ."
Gumam niki dalam hati .
" Brengsek ,,,. Bagaimana ini ? Minuman ku dan zain telah tercampur sesuatu yang tak aku tahu entah itu racun atau pun obat tidur ."
Gumam lily dalam hati .
" Tentu saja. Kenapa tidak ?"
Zain memang sengaja berkata demikian untuk menghindari rasa curiga wanita itu jika ia sebenar nya telah mengetahui apa yang niki lakukan .
" Oh ,,, sayang . Kesehatan mu sedang tidak baik jangan minum terlalu banyak ! Mari nona saya yang akan menggantikan nya !"
Ucap Lily yang menghalangi zain mengangkat gelas nya dan mau tidak mau lily harus meminum minuman yang berada di tangan nya .
" Brengsek ,,, . Gadis ini benar benar patut di waspadai ."
Gumam niki dalam hati .
Saat mereka berdua hendak bersulang leny yang tiba tiba muncul membuat kedua minuman itu terjatuh dan tumpah mengenai gaun cantik yang ia pakai .
" Auww,,,."
" Maaf nona , saya tidak sengaja ."
Ucap leny yang kemudian mengganti minuman zain dengan cepat ketika niki menundukkan kepala nya .
" Nona niki , seperti nya anda perlu membersihkan diri ."
Ucap lily yang terselamatkan kali ini oleh leny .
" Terima kasih nona lily , saya permisi ."
Niki yang berjalan menuju toilet mengumpat di sepanjang jalan .
" Brengsek ,,,. Rencana ku gagal. Tenang niki ,,, tenang ! Masih ada rencana yang kedua ."
Gumam niki tersenyum di toilet.
Sementara di tempat pesta lily bernafas lega karena minuman itu tumpah sedangkan zain tersenyum melihat lily lalu meneguk nya .
" Eh,,, kenapa kau meneguk nya ? Minuman mu telah dicampur serbuk ."
Ucap lily yang terkejut melihat zain meneguk minuman tersebut .
" Hahahaha,,,, . Kau harus lebih teliti lagi !"
Ucap zain tersenyum .
Beberapa saat kemudian leny datang memberitahu jika minuman itu telah di campur dengan obat lain yang sangat memabukkan bahkan obat itu hanya bisa di dapat dari negara lain .
" Oh,,, astaga . Wanita itu sangat berbahaya ."
Ucap lily.
" Hahahaha,,,, .Kau akan menghadapi sesuatu yang berbahaya lagi . Apa kau sudah siap ?"
Ucap zain pada lily .
" Aku tahu . Semua aku lakukan untuk membayar hutang budi orang tua ku pada mu bukan karena imbalan mu ."
Ucap lily yang kemudian meneguk minuman nya.
" Persetan dengan cinta ku . Mulai sekarang aku harus berhenti berharap pada cinta yang bertepuk sebelah tangan ."
Gumam lily dalam hati.
Zain yang mengerti jika lily tengah kecewa hanya tersenyum melihat sahabat nya tersebut murung karena sikap dave .
Dave tidak akan memilih orang yang sudah berada di samping kakak nya meskipun itu hanya kepura puraan karena dave sendiri tak tahu yang sebenar nya terjadi .
Bersambungπππππ
Di part pesta belum selesai ya .
terima kasih like dan vote nya π