
" Huk ,,,,,hukkk ,,,,,." Ayris tersedak ketika makan, Ia merasa sangat lapar hingga terlalu cepat .
" Sayang , hati hati ! Jangan makan terlalu cepat !" Ucap Zain menepuk punggung ayris kemudian memberikan segelas air minum pada ayris .
Ayris meminum air tersebut dengan rakus nya , kemudian meletakkan di atas meja . Kemudian ia meletakkan piring makan nya di atas meja .
Ia mencari paha Zain untuk menjadi bantalan tidur kepala nya , tenaga nya serasa hilang di telan bumi . Ia merasa lemas meskipun ia sudah makan dengan kenyang nya .
" Sayang , kau sudah kenyang ? " Tanya Zain melihat ayris yang tidur di pangkuan nya .
Kemudian ia meletakkan piring makan nya dan meminum segelas air menghilangkan dahaga nya.
Sedangkan Ayris hanya tersenyum dan mengangguk pelan .
Zain mengusap lembut kepala Ayris , satu tangan nya memegang erat tangan Ayris .
Ayris menatap wajah suami nya kemudian tersenyum pada nya sebelum memejamkan mata nya .
Ia merasa lemas seakan tak kuasa menahan rasa kantuk mata nya . Setelah benar benar tertidur Zain mengangkat tubuh Ayris memindahkan ke tempat tidur serta menyelimuti nya.
Sedangkan Zain membereskan bekas sisa makan mereka lantas mendorong troly meja itu keluar kamar dan menyimpan beberapa buah kesukaan Ayris neletakkan nya di kulkas.
Zain lalu duduk di sofa membuka laptop nya dan memeriksa beberapa berkas kantor yang di kirim Diana lewat email nya.
Sesekali Zain memperhatikan istri nya yang tengah tidur pulas.
Sementara di tempat Max , Max yang mengerjapkan mata nya melihat ke arah samping . Ia tersenyum melihat Chleo yang masih tertidur pulas memeluk bidang dada nya , namun tangan nya memegang benda pipih yang tak lain adalah handphone.
Max meraih benda pipih tersebut , ia terkejut ketika mengetahui jika benda tersebut adalah milik nya . Secara pelan pelan Max memindahkan tangan Chleo , ia secara perlahan bangun dari tempat tidur nya . Max berjalan ke kamar mandi membersihkan diri , kemudian berganti pakaian rumah.
Setelah itu ia memeriksa layar handphone nya ,hal yang paling mengejut kan adalah Chleo menjawab panggilan kakak nya .
" Apa,,,,, ? Gadis itu menjawab panggilan kakak , huuuuhhhh,,,,,."
" Pasti kakak mengetahui jika Chleo bersama ku . Apa yang harus ku lakukan ?"
" Jika aku bilang yang sesungguh nya , pasti kakak bilang tak sabaran . Bisa jadi akan nenghukum ku "
" Aaaaaaa,,,,, ." Max berrnonolog dalam hati , ia berdecak kesal karena tak hati hati menaruh handphone nya.
Max kemudian keluar dari kamar menyiapkan beberapa bahan makanan kemudian memasak nya . Setelah itu ia mengambil benda pipih nya menghubungi kakak nya. Tetapi ia terkejut melihat paparazi yang memberitakan tentang peter dan jane .
Dertttt derttt,,,,,
Zain yang melihat panggilan telepon dari Max menggeser tombol jawab.
π :" Hemmmm."
π :" Haaaaaaaaa haaaaa ."
π :",,,,,, ? ,,,,,." Max tak mengerti maksud dari Zain tertawa.
π :" Apa kau suka hadiah ku ? nikmatilah !" Ucap Zain.
π :" Klik ."
Zain memutus sambungan telepon nya ,sedangkan Max mengernyitkan dahi nya . Ia tak mengerti maksud Zain kakak angkat nya yang akan menjadi kska ipar nya.
" Apa Chleo hadiah dari kakak ? Jika iya berarti kakak yang menjemput Chleo. "
" Ahhh ,,, tidak tidak . Kakak tidak mungkin menyuruhku melakukannya dengan Chleo . Tapi kenapa Chleo ada disini ?"
" Dia tahu sandi penthouse ku . ahh ,,, dia kan memang tahu karena aku yang memberi nya kunci dan sandi nya . Bodoh sekali aku ini."
" Aku harus mencari tahu jawaban nya. "
Max bermonolog sendiri dalam hatinya .Ia pun merasa kecolongan dalam hal ini .
Max teringat Chleo yang masih tertidur ,ia pun berjalan ke kamar nya dengan sepiring nadi goreng dan beberapa potongan buah dan juga susu, Ia melihat Chleo yang masih tertidur pulas dengan selimut yang meyelimuti nya .
Kemudian ia berjalan ke arah jendela menghubungi Rian . Baru saja selangkah ia membalikan badan nya ,ternyata chleo terbangun mengeluh sakit .
" Auuuuuwwww,,,,." Ia berteriak memegangi area gua terlarang nya yang tanpa sadar Chle yang tak memakai sehelai benang pun tak memperdulikan nya .
" Chle ,,, kau sudah bangun sayang ?" Ucap Max berjalan dengan santai nya menghampiri nya .Namun Chle yang belum menyadari nya jika ia masih polos hanya mengangguk .
Max kemudian mengangkat tubuh Chle hendak ke kamar mandi tetapi mata nya di tutup dengan kedua tangan Chleo karena ia sudah sadar akan keadaan nya.
" Sayang ,bagaimana aku bisa melihat jalan jika kau menutup mata ku ?" Ucap Max.
" Tapi nanti kakak melihat tubuh ku ." Ucap Chleo dengan polos nya ,ia mungkin lupa jika mereka telah melihat nya semalam .
" Kakak sudah melihat semua nya semalam ." Sejenak Chle berpikir benar apa yang di katakan max .
" Huuuuuuuuhhh." Chle mendengus kesal kemudian menyingkirkan tangan nya dari pandangan Max .
Sedangkan Max acuh berjalan ke kamar mandi, ia meletakkan Chleo didalam bathup kemudian meninggalkan nya.
'' Huuhhhh ,,, kenapa aku lupa kejadian semalam ?" Gumam Chle dalam hati .
Bersambungππππππ