
Dug ,,,dug ,,,
Detak jantung yang tak beraturan dari dada vila membuat nya semakin kencang.
" Tidak mungkin zain mengetahui nya , Aku yakin ini hanya jebakan ." Gumam vila dalam hati nya .
" Zain , tolong aku zain ! Lepaskan aku dari sini ." Zain hanya tersenyum menyeringai melihat wajah villa yang memelas .
" Hahahaha,,, bagaimana mungkin aku melepaskan orang yang telah sengaja akan membuat nyawa istri dan anakku dalam bahaya ?" Ucapan Zain seakan membuat vila terkejut dan sedikit ketakutan atas apa yang terjadi .
" Tidak zain ,,, aku tidak melakukan nya .Leo yang menyuruhku melakukan nya ." Vila berkelit membuat zain percaya terhadap nya .
" Hahahaha,,,,. Benar kah nona vila ? Apa aku tidak salah mendengar nya ?" Ucap Zain dengan sinis nya .
" Bagaimana pria ini bisa tahu nama ku ? Siapa sebenar nya dia ?" Gumam vila dalam hati nya .
" Apa dia juga tahu jika aku telah menikah ? Bagaimana ini ? Yah, leo ,,,, aku harus memanfaat kan nya ."
" Setidak nya aku bisa terlepas dari harimau itu ." Vila masih bermonolog dalam hati nya membuat nya pusing tujuh keliling harus memutar otak nya untuk terlepas dari orang ini .
" Apa maksud mu zain ? siapa vila ? Apa aku mirip dengan nya hingga kau memanggil ku vila ?" Ucap vila yang masih berkelit dengan perkataan zain .
"Hahahaha ,,,,,. Dasar jalang !." Zain yang tidak mau basa basi meraih dagu vila mencengkram nya dengan kuat .
" Apa kau pikir aku tidak tahu jika kau bukan vani sahabat ku ?"
" Dan kau mengira aku percaya jika kau vani yang telah meninggal beberapa hari sebelum hari pernikahan nya dengan rico ?''
" Apa kau masih berpikir aku mempercayai mu sementara seluruh mansion ku di penuhi sisi kamera ?"
" Apa kau juga mengira leo akan melepaskan mu begitu saja setelah tahu kau telah membohongi nya ?" Zain dengan beringas nya tangan nya turun mencekik ke leher vila .
" Akkkkkkk,,,, akkkkkkk,, lepas ! Lepaskan !.'' Dengan terbata bata vila meminta tolong di lepaskan .
" Hahahaha,,,,,. Kau telah salah orang jika bermain main dengan ku nona ?" Zain yang melepas tangan nya kemudian membiarkan dengan sengaja vila bernafas lega.
" Tidak zain ,,,, kau salah aku memang benar benar vani .Sahabat mu masa kecil ." Vila masih saja berkelit dengan usaha nya untuk terlepas dari zain .
"Apa kau yakin benar benar vani ?"
plakkkk,,,,plakkkk,,,,,
" Auwww,,,,,." Zain yang menampar vila meringis kesakitan hingga membuat sudut bibir vila mengeluarkan darah segar .
" Aku bukan orang yang bisa kau bodohi ! Dasar bodoh !."
plakk,,,,, plakkk,,,,,.
" Auwww,,,,,Aaaaaaaaa,,,,, sakit,,,. Tolonggg,,,,jangannnn zain ! ." Vila yang meringis kesakitan karena sebuah sayatan kecil di wajah nya mengeluarkan darah segar.
" Leon ,,kau tahu apa yang harus kau lakukan dengan orang yang membahayakan mommy dan adik mu ?" Ucap zain mengusap pelan kepala leon .
" Aungggg,,,,,." Leon mengerti apa yang di ucapkan oleh zain meraung keras .
" Tidak,,,,, tidakkkk,,,,, ."
"Jangan,,, tolong jangannnn,,,,,."
vila berteriak teriak minta tolong tetapi tak seorang pun dapat menolong nya dari cengkraman zain .
Zain yang kemudian berjalan hendak meninggalkan tempat itu terkejut ketika leo tiba tiba datang menerabas masuk mendekati vila .
" leo,,,, leo,,, tolong ." Teriak vila ketika tahu leo datang menghampiri nya .
" Leo,,,, sayang . Tolong lepaskan aku !" Vila merasa dewa penolong nya datang merasa sedikit lega .
Zain hanya memperhatikan leo dengan bersandar di depan pintu mengawasi apa yang akan di lakukan leo pada gadis itu .
" Leo ,,, sayang tolong lepaskan aku !." ketakutan yang sedikit mereda dalam diri nya mengetahui dewa penolong nya datang .
Leo menampar keras pipi gadia itu kemudian mencengkram dagu nya hingga kuat .
" Leo,,, sayang ,,, tolong lepaskan aku !." Ucap vila meminta tolong pada leo .
Leo dengan senyum yang menyeringai mendekati vila yang terikat kedua tangan nya .
" Sayang ,,,,, tolong ."
" Sayang ,,,,kau panggil aku sayang ? Di rumah mu sedang ada seorang suami yang lumpuh akibat perbuatan mu ." Leo dengan beringas nya menarik rambut vila .
" Akkkk,,,,,,sakit ,,,,lepaskan sayang ! Kau salah paham , dia itu kakak ku ." Vila yang masih berkelit tidak mengakui jika ia memang benar benar vila bukan vani .
" Aku tidak menyangka ada perempuan seperti mu . Dasar jalang ."
Leo tersulut emosi mendengar perkataan vila kemudian ia menampar perempuan itu dan meninggalkan nya begitu saja . Leo pun teringat dengan ucapan rico , bahwa berdebat dengan nya percuma saja karena ua seperti bunglon yang berubah ubah .
" Leon,,,, bagian mu ." Ucap leo yang akan meninggalkan tempat itu berhenti memandang kakak nya lalu menundukkan kepala nya .
" Maaf kan aku kak , tidak percaya ucapan mu . Kakek memang benar juka aku tak seperti kakak satu langkah lebih maju ." Ucap keo menghela nafas kasar nya .
" Hahahaha,,,, . Kau masih muda harus belajar lebih lagi , tapi bagaimana dengan pilihan kakak ipar mu ?" Ucapan zain membuat detak jantung Leo berdegup lebih kencang .
" Apa nya ,,,, gadis jutek seperti itu . Huhhhh,,,,." Leo hanya memberi alasan pada zain meskipun sebenar nya ada perkataan lain dalam hati nya bahwa ada rasa ketertarikan dengan gadis yang membuat mobil nya rusak .
" Aunggg,,,, Aunggg,,,,, .''
" Aaaaaakkkkk,,,,, tidak ,,,,,,tidak,,,,, ." Suara teriakan vila tidak akan merubah keadaan karena leon yang mencium bau anyir darah langsung saja menerkam mangsanya .
Zain dan leo melihat nya sekilas teriakan tersebut lalu mengabaikan nya .Mereka yang henfak meninggalkan ruangan tersrbut terkejut melihat ayris yang melihat leon menerkam dan memangsa gadis itu tak lain adalah vani .
Dalam hitungan detik kepala ayris yang pusing sudah hampir tersungkur jatuh jika zain tidak segera berlari menangkap tubuh nya yang terkulai lemas.
" Ayrisssss,,,,,,."
" Kakak iparrrrr,,,,,,, .''
Zain dan leo berlari bersamaan menangkap tubuh ayris tang terkulai lemas karena melihat leon memangsa hidup hidup mangsa nya.
Zain kemudian menggendong ayris naik ke lantai atas langsung ke kamar nya menggunakan lift pribadi nya .
Setelah beberapa detik sampai di kamar nya , zain membaringkan ayeis di tempat tidur sedangkan leo yang menyusul karena harus mengambil peralatan nya pun telah sampai di kamar zain.
" Sayang , tenanglah ! Semua akan baik baik saja ." Ucap zain .
" Leo ,cepatlah !." Leo tak menjawab perkayasn kakak nya , ia mengeluarkan peralatan kedokteran nya dengan cepat memeriksa kakak ipar nya .
" Kakak ipar tidak apa apa kak , mungkin ia ganya terkejut saja hingga membuat tejanan darah nya menurun." Ucap leo.
Zain merasa tenang dengan perkataan leo tidak terjadi apa apa dengan istri nya .
Kakek dan nenek yang datang terburu buru setelah mendengar penjelasan dari mira segera naik ke lantai atas ke kamar sang cucu.
" Bagaimana dengan ayris ? Kenapa semua ini bisa terjadi ? Apa yang kalian lakukan ? "Nenek jaya yang terlihat sangat khawatir dengan keadaan ayris mencurigai zain maupun leo .
" Kakak ipar baik baik saja nek hanya golongan darah menurun . Itu bisa terjadi saat ibu hamil merasa stress ." Ucap leo .
" Memang nya apa yang terjadi ? " Ucapan sang kakek membuat mereka diam dan saliig pandang.
" Jangan kau bilang jika kau sedang kecolongan dengan dunua lain ,zain ?"Ucapan sang kakek membuat nya menghela nafas kasar nya.
Zain yang tidak mengira jika ayris terbangun dan ke ruang bawah tanah membuat zain sangat menyesal.
kakek dan nenek ikut khawatir dengan keadaam ayris hanya menggelengkan.
bersambung 😊😊🙏🙏🙏