
Ayris tidak mengerti apa yang terjadi pada nya dan ia pun menyantap makanan yang di suapi mira . Di pandang nya Mira lekat lekat tetapi ayris merasa tidak mengenal nya.
" Nona , anda membutuhkan sesuatu ?"
Tanya Mira pada ayris sedangkan Ayris hanya menggelengkan kepala nya.
" Jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa menekan interkom no 5 nona."
Ucap Mira beranjak pergi dari kamar Ayris.
" Mira ."
Seketika mira berhenti melangkah dan menoleh pada nona muda nya.
" Iya nona." Jawab Mira singkat.
" Ah ,,, tidak ." Ucap Ayris tersenyum .
Mira hanya tersenyum kemudian melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Ayris.
Ayris masih termenung tak bergerak dari ranjang tempat tidur karena masih memikirkan hal apa yang telah terjadi .
Ia pun bertanya tanya dalam hati nya siapa Zain ?
Hmmm,,,
Ia menghela nafas panjang nya karena kondisi badan nya masih lemah seakan tak ber tenaga .
Ya ,,,,tentu saja karena seharian ia tak mengisi perut nya bahkan ia bingung sejak kapan ia mulai pingsan .
" Oh tidak ,,,," Gumannya dalam hati .
" Bagaimana dengan Hubby ? Apa ia tahu aku di mana ? "
Ayris mencari keberadaan ponsel milik nya dan juga tas punggung yang biasa ia bawa ke tempat kerja .
" Di mana tas ku ? ponsel ku ? kemana barang barang ku ? "
Sejenak ia teringat perkataan mira hendak menanyakan barang barang nya lalu ayris melihat ke arah samping tempat tidur nya .
📞 " Calling 05."
📞 :" Ya nona. Anda membutuhkan sesuatu."
📞: " Mira , bisa ke kamar ku sebentar ?"
📞 :" Baik , nona."
Baik Ayris maupun Mira menutup sambungan intercom tersebut dan Mira pun bergegas melangkah naik ke kamar ayris.
Di Ruangan Zain
" Apa ada masalah Max ?"
tanya zain yang mendengar bunyi ledakan di suatu tempat di msnsion nya.
" Ada penyusup yang mencoba menerobos masuk tuan ."
Jawab Max meletakkan ponsel milik Zain .
" Hemm ."
Zain mengambil ponsel milik nya dan ingin melihat apa yang tengah ayris lakukan .
Apa gadis itu sudah sadar ?
Atau Ia masih tertidur ?
Beberapa pertanyaan mengisi pikiran nya.
Max kemudian meninggalkan ruang kerja zain setelah memberikan ponsel milik tuan nya tersebut .
Di sisi lain suami Ayris
Faizal yang merasa khawatir mencoba berulang kali menghubungi ponsel ayris namun tidak tersambung . Ia menyesal masih membiarkan ayris kerja bahkan seharus nya ayris berhenti bekerja dan tinggal di kontraka.
" Sayang Hubby ,kamu ada di mana ? kenapa ponsel mu mati ? "
Jika tidak sedang di luar kota Fai pasti segera pulang ke kontrakan mencari Ayris. Ia merindukan sosok istrinya yang sabar san lembut itu.
Fai membayangkan saat saat beberapa hari mereka lalui bersama.
Pernikahan yang belum berumur satu bulan itu harus terpisah oleh jarak dan waktu . Tidak pernah terbayanv kalau ia akan meninggalkan istri nya sendiri di kontrakan . Ada sedikit rasa penyesalan di hati nya.
Faizal masih saja tidak tenang , kekhawatiran menyelimuti hati dan pikiran nya . Ia harus menunda kepulangan nya karena ada beberapa masalah yang harus ia selesaikan .
Fai masih berusaha keras mencari informasi keberadaan Ayris ,bahkan mencoba menghubungi teman teman ayris . Bahkan tempat kerja ayris tetapi tidak ada yang tahu keberadaan ayris , bahkan tetangga dekat di sekitar kontrakan pun tak melihat sosok ayris semenjak kemarin .
Fai juga meminta tolong pada pemilik kontrakan untuk melihat apa ayris ada di kontrakannya. Ia khawatir jika ayris sakit dan pingsan di kontrakan tetapi hasilnya tetap sama .
" Arrrrggghhhhh....." Fai berdecak kesal , ia mulai frustasi mencari keberadaan istrinya .
" Mungkinkah Ayris pulang ke rumah ibu ?"
" Tapi tadi kemarin ia masih sarapan bersamanya .Dan ibu pun tidak menelepon ."
" Kemana ay sayangnya hubby ?"
Bersambung ,,,,,,,,😊🙏