
Di mansion zain .
Zain yang melihat istri nya sudah berdandan rapi membuat nya curiga .
Ia pun menghampiri istri nya yang sangat membuat nya tergoda dengan dress rumahan yang membuat nya terlihat tetep cantik meskipun perut nya membesar .
" Sayang , kamu mau kemana ? Kenapa sudah rapi ?"
Zain bermanja manja di pundak ayris memeluk nya dari belakang .
" Mau ikut ke kantor ."
Ucap nya tersenyum melihat sang suami dari kaca.
"Ke kantor ? Hahaha ,,,, .Tapi aku tidak pergi ke kantor."
Ucap zain yang masih meletakkan kepala nya di bahu ayris.
" Aku tahu ."
" Lalu ,,?"
" Tentu saja harus rapi , kita punya beberapa tamu di mansion kita ."
Ucap ayris kemudian membalikkan badan nya memeluk suami nya dan mencium pipi nya.
" Aku menginginkan lebih."
Bisik zain yang membuat ayris membelalakkan mata nya lalu menyentuh pelan wajah suami nya .
" Tidak , sampai para tamu pulang kau tidak akan mendapatkan nya ."
Perkataan ayris membuat zain menghela nafas nya lalu memeluk erat istri nya .
" Sayang , aku akan ke bawah tanah ada urusan sebentar ."
Ayris memandang penuh curiga mendengar suami nya akan turun ke lantai satu.
"Kau tidak mengajak ku."
Ucap ayris mengedipkan salah satu mata nya .
Zain sudah menduga istri nya akan bertanya bahkan mengintimidasi diri nya .
" Tidak. Bukan kah kau akan menemani para tamu ?"
Ayris yang bersemangat ikut dengan suami nya karena menaruh kecurigaan seakan melupakan para tamu nya .
" Oh iya ,,,,,aku hampir lupa . Baiklah kita ketemu di meja makan ."
Ayris mencium pipi zain lalu meninggalkan nya melalui lift untuk sampai lantai satu .
Zain yang mendapat pesan dari anton memutuskan pergi ke ruang bawah tanah untuk mengetahui apa yang terjadi .
Ting,,,,
" Bos , anda sudah datang ?"
Ucap anton .
" Hemm,,,."
Seperti biasa pria dingin seperti serigala itu menjawab dengan perkataan seperti itu .
" Ini ,,, ada sedikit laporan yang perlu bos ketahui ."
Ucap anton menyerahkan sebuah amplop coklat berisi tentang sesuatu yang penting .
Zain meraih amplop tersebut melihat nya dengan seksama tentang isi nya yang membuat nya sedikit menghela nafas panjang nya .
" Anton, beritahu pak har untuk lebih berhati hati ."
Ucap zain yang kemudian melihat kembali beberapa lembar kertas yang belum ia periksa .
Sedangkan anton menelepon pak har untuk memberitahu perintah sang tuan muda .
" Seperti nya ia sangat jeli merencanakan semua ini . Anton bersiaplah kita kedatangan tamu itu."
Setelah berkata demikian zain meninggalkan ruang bawah tanah .
" Baik bos ."
Anton membungkukkan badan nya ketika sang tuan meninggalkan ruang bawah tanah .
Setelah beberapa saat berada di ruang bawah tanah , zain berjalan melangkahkan kaki nya menuju ruang makan seperti janji nya pada istri nya .
" Sayang, kau sudah kembali ? Apa terjadi sesuatu ?"
Ucap ayris yang kemudian tersenyum mengalungkan tangan nya pada leher suami nya namun mendapat gelengan dari suami nya.
" Eh'em. Kakak ipar ,, kami ada di sini ."
Ucap chleo yang memang sengaja membuat kakak ipar nya kesal .
" Kenapa ,,,? Kamu mau ,,,? Max , istri mu sedang cemburu ingin di peluk ."
Ucap ayris yang membuat max menghela nafas kasar nya karena menyesal tidak menutup mulut chleo yang jahil .
Dengan menyiku tangan chleo dan menatap tajam pada nya membuat chleo semakin jahil lagi.
" Diam ! Jangan bicara lagi ! Kau tidak akan bisa mengalahkan serigala betina itu. "
Bisik max pada chleo yang seketika menatap tajam pada suami nya .
" Benar kah ? Bagaimana kakak bisa tahu ?"
ucap chleo .
" Sayang, lihat lah kakak mu ! Dia saja bertekuk lutut pada nya ."
Chle yang kemudian melihat ke arah suami nya lalu menatap pada kedua kakak nya tersebut .
Chle bergidik ngeri yang kemudian duduk mendekat pada suami nya .
Ayris kemudian melepas pelukan nya ketika melihat dave dan lily turun dari tangga .
" Wah ,,, pengantin baru bangun kesiangan . Apa kau sedang launching dave junior ?"
Ucap ayris yang dengan mengedipkan salah satu mata nya pada dave .
" Huk,,, huk,,,."
Max hampir tersedak ketika ia mendengar kejahilan kakak ipar nya yang dulu penakut kini berubah menjadi bar bar seperti istri nya yang berbanding terbalik .
Dave hanya tersenyum menunjukkan gigi nya dengan menggaruk kepala nya meskipun tak gatal .
Sedangkan Lily merasa malu menundukkan wajah nya yang memerah seperti tomat atas candaan kakak ipar nya .
" Chle ,,, Cepat berikan minuman pada nya !"
Chle tertegun mendengar kakak ipar nya lalu memandang ke arah suami nya dan ternyata suami nya sedang tersedak minuman.
Dave dan lily duduk di kursi meja makan bergabung untuk sarapan bersama .
" Dave , seperti nya kau harus pulang mengunjungi nenek ! "
Ucapan zain membuat dave menatap ke arah kakak nya .
Dave yang sudah hafal sifat kakak nya hanya mengiyakan karena pasti ada sesuatu yang telah di rencanakan kakak nya.
" Baiklah ."
" Ayo sayang makan yang banyak ! Demi launching junior ."
Ucap dave yang menirukan perkataan kakak ipar nya.
Lily mencubit kecil tangan nya karena membuat nya sedikit memerah.
"Aahh,,,, ternyata benar kau akan launching junior . Seperti nya aku harus memberitahu nenek yang akan mendapatkan beberapa buyut ."
Ucap ayris yang kemudian duduk di pangkuan zain.
"Sayang , aku boleh ke mansion nenek ? "
Ucapan ayris membuat zain berhenti menyantap sarapan nya .
" Nenek akan datang siang nanti sebelum dave pulang meninggalkan mansion ."
Zain yang kemudian meneguk secangkir kopi buatan istri nya yang membuat nya mabuk kepayang.
" Hei,,, kak. Aku belum ingin meninggalkan mansion kakak , kenapa kakak mengusir ku ?"
Ucap dave melayangkan protes nya.
" Hanya sebentar , setelah itu kau boleh kembali lagi."
" Baiklah , sesuai perintah mu ."
Ucap dave yang kemudian menyuapi istri nya yang tertegun memandang suami nya.
" Apa chle boleh ikut kak ? "
Ucap chle menatap suami nya yang tengah menyantap makanan nya .
" Tidak chle. Suami mu akan menggantikan kakak selama beberapa bulan . Tapi jika kau tidak keberatan jauh dari nya tak masalah. "
Zain yang kemudian berdiri mengajak istri nya pergi ke ruang tengah .
" Kau siap ?"
Ejek max pada chleo dengan mengedipkan salah satu mata nya.
"Huh,,, bagaimana bisa ? debay tak ingin jauh dari belaian tangan mu . Kali ini kau menang kak. "
Setelah beberapa saat bercengkerama di meja makan, mereka meninggalkan ruang makan pergi ke ruang tengah yang maba sudah ada beberapa snack mau pun cemilan serta buah buahan disana .
Beberapa pasangan yang telah berkumpul tampak sangat bahagia bercengkerama di ruang tengah hingga mereka di kejutkan oleh sebuah suara yang sangat mereka kenali.
" Ayo cepat ! Kau ini pelan sekali jaya . Cucu kita sudah menunggu ."
Ucap sang kakek yang sudah sampai di ruang tamu meninggalkan nenek di depan pintu.
" Semua gara gara kau yang membawa terlalu banyak ."
Sang nenek yang terlihat lelah memilih duduk di ruang tamu.
" Semua demi cucu kita ."
Sang kakek yang akhir nya menghampiri istrinya membantu nya membawa barang .
Sementara ayris yang mendengar samar samar suara mereka berniat menghampiri nya namun tangan kekar sang suami melarang nya .
" Sayang , seperti suara nenek dan kakek . Apa mereka sudah datang ?"
Ucap ayris .
" Mungkin , aku menyuruh mereka membawa manisan ."
Zain yang tak terbiasa makan makanan seperti itu membuat ayris tertegun mendengar penuturan suami nya .
" Eh,,, sejak kapan kau ingin makan manisan ? Kenapa tidak bilang ? Aku akan membuat nya sendiri , kenapa harus menunggu kakek dan nenek ?"
Ayris mengerucutkan bibir nya ketika sang suami yang menginginkan makanan tersebut enggan berbicara pada nya .
" Aku tak ingin kau terlalu capek . Lagi pula baby yang menginginkan nenek nya yang membuat nya ."
Ucap zain merasa tidak bersalah sama sekali .
"Tapi ,,,yang mengandung kan aku .Kenapa kau yang ngidam ? Aku tak pernah merasakan ngidam sama sekali ."
Ucap ayris sedangkan zain hanya mengangkat kedua bahu nya.
Chleo dan lily yang mendengar perkataan kakak ipar nya mendekati nya duduk di sebelah ayris .
Zain melihat tajam mereka berdua yang menghampiri istri nya .
" Kakak ipar, benarkah kau tidak pernah mengidam ?"
Ucap chleo mengusap pelan perut kakak ipar nya .
Meskipun ia juga tengah hamil besar tapi ini kali pertama bisa menyentuh kakak ipar nya .
Apalagi lily yang sebelum nya tahu tentang serigala betina ini bahkan telah melihat sendiri harimau buas nya semakin ngeri jika berada di dekat nya.
" He'em. Aku hanya merasakan mual saja ."
Ucap ayris yang mengingat kejadian selama ia hamil muda hingga sekarang .
" Ah,,, bagaimana dengan mu adik ipar ? "
Lily mengusap pelan perut chleo .
" Aku harus selalu dekat dengan papa nya jika tidak aku bisa muntah mencium bau lain selain suami ku ."
Ucap chle melirik pada max yang tengah fokus menonton film.
" Ngidam apa itu ? Kenapa tidak minta sesuatu yang sulit di cari misal mangga muda dari pohon nya atau mungkin makanan yang di sukai ."
Ucap lily yang mengetahui gambaran oada umum nya ibu ibu hamil .
" Kalau begitu kau saja yang ngrasain ."
Ucap ayris .
" Aah,,, kau benar kakak ipar ,,."
Chleo menimpali .
" Tidak , aku ingin suami ku yang merasakan nya."
Kedua orang itu memandang dave secara bergantian lalu mereka tertawa bersama.
" Hahahaha,,,,."
Ketiga nya tertawa bersama sampai tidak mengindahkan kedua orang yang sedang memperhatikan mereka .
" Eh,,, Kau harus bekerja keras agar segera launching ."
Ayris mengedipkan sebelah mata nya membuat lily tertunduk malu .
" Eh' em,,,."
Nenek dan kakek arijaya terkejut melihat pemandangan yang tak lazim ia lihat karena jarang sekali cucu cucu nya berkumpul bersama .
" Nenek ,,nenek sudah datang ?"
Ucap ayris berjalan menghampiri nenek jaya di ikuti dengan chleo namun lily enggan beranjak dari duduk nya .
" Kau baik baik saja ? Ini manisan yang kau minta ."
Ucap nenek jaya yang kemudian memberikan manisan pada ayris .
" Ayris tidak meminta nya nek . Tuh ,,,cucu nenek yang meminta nya ."
Ucap ayris menunjuk suami nya yanh sedang nonton .
" Apaaaa,,,,, kau tidak meminta nya ?"
Ayris menggeleng ketika mendengar pertamyaan kakek nya.
" Jadi zain yang minta ,,,,."
" Dasar cucu nakal ,!!"
Gumam nenek jaya memandang ke arah cucu nya yang terlihat santai.
" Eh,,, siapa gadis ini ? Apa kau kedatangan tamu ?"
Ucap nenek jaya yang mengalihkan pandangan nya pada lily.
" Menantu nenek , istri kak dave ."
Ucap chleo .
" Aaah,,, jadi ketiga cucu ku sudah menikah ? Kenapa kalian menikah seperti kakak mu ? Apa kalian ingin resepsi bersama ?"
Ucap nenek jaya menghela nafas kasar nya .
" Apaaa ,,, dave sudah menikah ?"
Kakek jaya terkejut mendengar jawaban chleo .
" Lily sini sayang , kenalkan ini kakek dan nenek arijaya ."
Ucap dave memperkenalkan lily dengan nenek dan kakek nya .
" Kakek nenek ,,, ini lily istri dave .Maaf ,dave tak memberitahu kakek dan nenek ."
" Senang bertemu dengan nenek dan kakek ."
Ucap lily pada nenek dan kakek arijaya .
" Kemarilah ! Selamat atas pernikahan mu ! Apa kau sudah siap menjadi istri seorang casanova ."
Bisik nenek jaya memeluk lily .
" Tenang saja nek , dia sudah aman ."
Jawaban lily membuat nenek jaya tersenyum lalu melepas pelukan nya .
" Aahh,,,, berarti benar kata ayris kau akan segera launching ."
Nenek jaya yang memang sudah terbiasa dengan keabsurdan ayris pun kini terpengaruh pada nya .
Lily hanya mengangguk pelan tersenyum penuh arti .
" Aaa,,, kau lihat arijaya kita akan segera menimang buyut . Tapi,,,."
Ayris mengajak nenek jaya duduk di sofa menenangkan pikiran nya yang mungkin tengah gelisah .
" Tapi kenapa ,,,?"
Tanya chleo .
" Tapi kapan leo akan segera menyusul ?"
Nenek jaya khawatir dengan leo yang masih terobsesi dengan vani bahkan mungkin menimbulkan rasa trauma pada nya.
" Dia akan segera menikah ."
Ucap zain yang kemudian bangun dari duduk nya berjalan meninggalkan mereka yang tengah berkumpul .
Zain sengaja menyuruh pak mus menyiapkan barbequ makanan kesukaan ayris untuk merayakan kebersamaan mereka .
" Benarkah ?"
Nenek jaya menatap haru serasa tak percaya namun zain tak mungkin mengingkari ucapan nya .
Ayris mengangguk pelan dengan senyum yang begitu menawan yang membuat seorang ceo tergila gila sampai saat ini .
Kebersamaan siang itu menjadi hal tak terlupakan oleh keluarga arijaya yang tengah berkumpul dengan cucu cucu nya meskipun putri nya tak ikut bersama mereka namun aiang hari itu menjadi hari yang berharga bagi kakek dan nenek jaya .
Bersambung 😊😊🙏🙏