ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
7.episode 7


Bruk,,,,,


" Auwww,,,,, sakit." suara pekikan chleo memecahkan keheningan mansion ,


semua pelayan berlari keluar mencari sumber suara tersebut.


Max yang ikut terjatuh pun mengerutkan kening nya , ia bangun dan segera menolong nona nya yang tanpa sengaja tertabrak diri nya.


" Maaf nona , anda tidak apa apa ?" tanya max mengulurkan tangan nya.


" Tidak apa apa bagaimana ? coba lihat ini sakit. " chleo cemberut kesal tertabrak max.


Max hanya bisa mengernyitkan dahi nya melihat nona nya meninggalkan nya begitu saja .


Di atas tangga sepasang mata elang yang tak lain adalah Zain menyunggingkan senyum di sudut bibir nya melihat tingkah adik nya tersebut .


Ia pun sengaja menuruni anak tangga berpura pura mengambil air di kulkas dapur .


" Ada apa max ?" tanya zain.


" kakak ini bagaimana yang sakit kan chleo tapi yang di khawatirin kak max ." Dengan cepat chleo menimpali kakak nya berbicara.


" Maaf tuan ,saya tidak sengaja menabrak nona hingga terjatuh." ucap max .


Chleo yang merasa kesal berjalan melangkah kan kaki nya pergi ke kamarnya ,sementara para pelayan yang masih berdiri di bawah tangga seketika menundukkan kepala nya melihat tatapan tajam max .


" Sudahlah max ,pergilah istirahat !" perintah zain .


" Baiklah tuan ,terima ka,,,,,,,,"


Derrrrr,,,,,,


Belum sempat max melanjutkan kalimat nya terdengar suara bantingan pintu kamar chleo .Ternyata gadis itu kesal karena kakak nya lebih membela max dari pada diri nya .


" Max kau tak perlu memperdulikan Chle , kalian besar bersama pasti kau lebih nengenal sifat nya yang seperti itu."


ucap zain .


Zain sudah hafal dengan sifat iri adik nya tersebut tak begitu memperdulikan nya bahkan tak menggubrisnya sama sekali .


" Baik kak ." ucap max.


Max melangkahkan kaki nya ke kamar nya yang berada di lantai satu di mansion mewah zain. Sudah sering kali ia harus menginap kala sang adik tuan nya berkunjung kesana atau pun kakek dan nenek arijaya berkunjung ke mansion tersebut .


tok tok tok,,,,,,


" Chleo,,,,, " Panggil Zain .


Zain membuka pintu kamar chleo, warna kamar berwarna biru di design khusus untuknya .


Chleo hanya menatap acuh tak memperdulikan panggilan sang kakak๏ผŒia yang tengah asyik menatap layar laptopnya tak menjawab panggilan kakak nya .


" Hei ,,,, sayang. Kau marah pada kakak ?"


chleo sengaja tak memperdulikan ucapan kakak nya ,ia hanya diam membisu . Zain yang melihat adik nya mengacuhkan nya segera mengambil laptop chleo , mata elangnya menatap tajam pada chleo.


Chleo sadar dengan tatapan kakak nya segera bangun dan duduk dengan menunduk kan kepalanya.


" Chleo ,, kakak terlalu memanjakanmu .Hingga kau tidak peduli orang lain memanggilmu ." ucap zain dengan nafas kasarnya.


Chleo menitikkan airmatanya ,ia sadar dengan sikap manjanya yang sudah keterlaluan. Zain yang tida perduli melangkah kan kaki nya keluar kamar chleo . Zain punya cara tersendiri mendidik kedua adik nya yang sangat manja tetapi juga bisa membuat mereka takut dengan sifat tegas zain.


Zain yang berlalu meninggalkan kamar chleo berjalan menuju kamar nya .


Zain merebahkan badannya ke ranjang king size miliknya yang di dominasi dengan warna kamar perpaduan hitam abu yang merupakan warna kesukaannya .


Ia tak mengerti dengan dirinya sendiri, emosi jiwa yang merasukinya membuat dirinya tak bisa mengendalikan diri.


Zain terlalu berlarut kehilangan sosok penyemangat diri, menutup erat pintu hatinya. Semakin rapuh pertahanan dirinya semakin dingin terhadap siapa pun .


Zain terlelap di bawah alam sadarnya tanpa ia sadari karena terlalu lelah memikirkan semua yang terjadi.


Sedangkan Chleo masih menerawang di alam pikirannya . Semanja apapun dia ,kakak kesayangannya tidak akan pernah membuatnya menangis kecuali ia membuat masalah .


Max yang hendak membaringkan badannya teringat tujuan nya mencari rian. Ia segera bangun dari tidur nya berjalan keluar kamar mencari keberadaan rian . Pada jam malam begini ia akan berlatih di ruang bawah tanah .


Ceklek,,,,


Rian memutar balik badanya melihat siapa yang berani masuk di ruangan itu dan ternyata kehadiran max mengejutkan nya karena malam telah larut ia masih berada di ruang bawah tanah .


" Kau,,." ucap rian.


" Tumben belum pulang ? ada apa masalah ?"


lanjutnya lagi tetapi senyum devil rian mengisyaratkan sesuatu yang sukar diterka.


" Cihhkkkkk,,,," max berdecak kesal.


" Apa terjadi sesuatu dengan kakak hari ini ?" tanya max .


Max heran sikap zain yang berubah membuatnya khawatir.


" Tidak ada, big bos hanya ke pantai yang sering di kunjungi nona vivian."


jawab rian sambil berfikir apa yang terjadi siang tadi.


" Oh ya,,,,, big bos menabrak seorang gadis di depan toko." lanjutnya lagi .


Max menghela nafas kasar nya.


" Memang nya ada apa dengan bos.?" tanya rian penasaran.


"Cihkkkk ,,,,."


Max tak menjawab pertanyaan rian namun berjalan melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan ruang bawah tanah.


" Dasar aneh ."


Rian yang melihat max berlalu begitu saja mengangkat kedua bahu nya ketika salah seorang teman nya melihat nya.


Max kembali ke kamar nya dan merebahkan badannya di ranjang .Sebentar saja ia sudah terlelap di alam bawah sadar ,kesibukannya menyita tenaga dan pikirannya.


Bersambung ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™