
Chleo yang masih cemberut karena merasa di bohongi oleh max , ia memukul mukul bantal nya . Sementara max yang telah selesai berganti baju tersenyum melihat sang istri yang tengah kesal .
" Sayang , kenapa memukul mukul bantal ? Tidak ganti baju ? Atau ingin aku bantu ?" Godaan max membuat nya semakin kesal , bahkan chle mengalihkan pandangan nya. Bahkan ia membelakangi max .
Max yang melihat nya tersenyum ketika melihat chle yang merajuk . Karena rasa lelah max memejamkan matanya hingga ia terlelap .
Chle yang tidak merasakan pergerakan max, membalikkan badanya menghadap max . Ia terkejut melihat max yang tertidur tanpa memberi penjelasan apapun.
Rasa kesal nya semakin memuncak di kepala nya melihat max yang memejamkan mata nya lalu ia memukul bidang dada max .
" Auuuuuuwwwwww,,,,,,. Sakit sayang ." Ucap Max meringis kesakitan , ia memandang ke arah samping dimana chle memukul nya .
" Kenapa ?" Tanya max menariknya dalam pelukan nya.
" Kakak nggak ada yang perlu di jelasin padaku ?" Ucap chle memainkan jari nya di dada max .
" Apa ,,,,?" Max masih berpura pura tidak mengerti , chleo yang semula bersemangat ingin mendengar penjelasan max memukul kembali bidang dada max . Ia bangun meninggalkan max menuju kamar mandi .
Chle yang berendam menenangkan pikiran nya ,ia masih bingung dengan apa yang terjadi .Bagaimana bisa ia menjadi istri max jika selama ini mereka bersaudara , sedangkan tidak ada pertentangan antara keluarga .
Pikiran nya kacau dengan semua ini , kemana ia harus mencari tahu tentang hal ini tanpa terasa ia tertidur di bathup. Hingga sebuah benda bergerak menyentuh badan nya .
" Aaaaaaaaaa,,,,,." Chle berteriak histeris tanpa melihat apa benda tersebut ketika ia merasa ada sebuah benda menjalar di badan polos nya .
" Haaaaaaaa haaaaaa ,,,,,." Max memang sedang menjahili nya ,ia tertawa puas ketika melihat chle berteriak histeris. Sadar jika ia sedang di kerjai,chle berdiri seketika tanpa peduli jika ia sedang tanpa sehelai benang pun di tubuh nya.
Chle memukul bidang dada max ,tetapi max hanya tertegun melihat pemandangan didepan nya .
" Waoo,mwwwwwww ,,,,,,,amazing ." Ucap max , tersadar jika chle sedang polos ia pun kembali duduk ke bathup sambil menutup bilah dadanya . Ia merasa malu karena memperlihatkan bentuk lekuk badan nya.
Namun max tidak segera pergi , ia melepas semua pakaian nya ikut masuk ke dalam bathup .
"Kakak mau ...ngapain ,,,?" Ucap chle yang tersadar jika max telah berada di depan nya , Max tidak menjawab sepatah kata pun . Ia kemudian menatap lekat lekat wajah chle kemudian menciun kilas bibir chle yang ranum seperti strawberry.
Max kemudian menarik chle ke pangkuan nya menghadap nya . Chle hanya pasrah dengan tingkah max .Kedua tangan nya bergerilya dihutan belantara chle mereguk setiap mata air yang ada . Chle hanya bisa pasrah menikmati setiap sentuhan tersebut , sampai akhir nya ia merasa ada sesuatu di bawah sana yang siap bersarang ke gua terlarang nya .
" Kak ,,,, Aku takut akan sakit seperti waktu itu." Ucap chleo memegang tangan max , namun max hanya tersenyum tanpa sepetah kata pun ia mencium dalam dalam bibir mungil chleo .
Kemudian secara bersamaan ia mengangkat badan chleo sedikit membiarkan ular pitonnya bersarang dalam gua terlarang nya .
Chleo yang merasa cemas pun terlihat begitu menikmati tanpa rasa sakit itu ,max membantu chleo bergerak naik turun mengulang kejadian itu .Pergumulan panas itu belum berakhir begitu saja , max masih mengejar nya sampai ke tempat tidur hingga chle merasa sangat lelah terkapar tak berdaya .
Chleo tidak pernah merasakan hal seperti ini , ia begitu bahagia orang yang sangat ia cintai ternyata menjadi milik nya .
Ia memandang sejenak ke arah suami nya sebelum akhir nya ia terlelap dalam alam mimpi nya. Sedangkan max tersenyum menang bisa mengalahkan gadis kecil nya, ia pun menyelimuti chleo yang terlelap sedangkan diri nya membersihkam diri nya.
Di ruang kerja papa hendra ,zain dan dave yang sedang menunggu kedatangan papa nya duduk secara terpisah .
" Kak , aku ingin ke mansion mu berlibur ." Ucap Dave yang sedang senang bermain game kesukaan nya.
" Kenapa ? Ada yang kakak sembunyikan dariku ?" Ucap Dave kemudian mendekati Zain dan duduk di samping nya .
" Kau harus menemani papa ." Ucap Zain ,ia memang tidak mengatakan dengan sejujur nya . Ia lebih memilih untuk tidak ikut campur masa lalu papa nya.
" Tapi,,,,,." Belum sempat Dave mengatakan sesuatu suara pintu membungkam mulut nya untuk diam membisu.
CeKlekkk,,,,,
Suara pintu pun terbuka didapati nya papa nya juga tengah terkejut melihat kedua putra nya yang sedang berada di ruang kerja nya .
" Kalian , kenapa di sini ? Mama mu sedang mencari kalian ." Ucap papa hendra yang kemudian duduk di sofa berhadapan dengan kedua putra nya .
"Apa papa ingin menjelaskan kepadaku dan juga Dave tentang amplop ini ?" Ucap Zain menatap tajam papa nya .
Zain meletakkan amplop coklat di depan papa nya , Papa hendra terkejut mendengar perkataan Zain kemudian meraih amplop tersebut.
Amplop yang berisi berkas berkas masa lalu papa dan mama nya serta berisi beberapa photo masa lalu mereka berikut lengkap dengan barang bukti kejahatan kedua nya .
Papa hendra terkejut melihat semua itu , ia gugup tanpa sengaja menjatuhkan barang tersebut . Dave yang melihat nya terkejut kemudian mengambil nya dan melihat nya . Ia membungkam mulut nya dengan tangan nya, tidak menyangka dengan apa yang ia lihat.
Papa hendra tidak menyangka jika putra nya sudah terlalu dewasa untuk di bohongi , ia semakin cerdik meskipun papa nya punya seribu cara menutupi nya .
" Zain ,,,, .Papa bisa menjelaskan nya ." Ucap papa nya menghela nafas kasar nya .
Zain dan dave tidak mengatakan sesuatu mereka menunggu penjelasan papa nya .
Zain memang sudah mengetahui dari awal tapi tidak dengan Dave , adik nya itu tidak akan secerdik diri nya yang seorang ketua mafia.
" Maaf kan papa karena telah menutupi semua ini . Tetapi itu semua papa lakukan karena tidak ingin ada nya perpecahan antara keluarga Zain ." Ucap papa nya menghela nafas nya sudah saat nya ia harus berterus terang pada kedua putra nya .
" Apa papa masih mencintai perempuan itu ." Ucapan zain mendapat tatapan tajam dari papa nya .
" Zain ,,,, jika papa masih mencintai nya maka kedua adikmu tidak akan ada di dunia ini ." Ucap papa nya .
" Papa selalu melindungi nya hampir membahayakan nyawa chleo ." Ucap Zain tak kalah sengit dengan papa nya .
" Papa hanya menjaga perasaan bersalah mama mu Zain . Ia menderita beberapa tahun karena kesalahan nya , sikap lembut mama mu yang tidak pernah menyerah melayani papa meluluhkan hati papa . " Ucap papa nya menceritakan rasa sayang mama nya.
" Disaat kau berumur 6 tahun , papa baru menyadari arti cinta sesungguhnya dari mama mu . Disaat itulah papa menutup hati untuk lidya." Ucap Papa nya ,ia mulai menceritakan masa lalu nya yang telah ia tutup.
Meskipun Zain telah mengetahui nya ,ia ingin mendengar secara langsung dari papa nya.
Bersambung 😊😊😊🙏🙏🙏🙏
Marhaban ya ramadhan.