ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 67.


Zain bertidak semakin nakal , ia mencium ke leher jenjang Ayris hingga meninggalkan bekas merah di sana.


Ayris tak kuasa menolak nya ,ia pasrah menikmati sentuhan lembut Zain . Zain tersenyum melihat Reaksi Ayris yang tidak menolak sama sekali bahkan menuntut lebih dari itu.


" Sayang ,,,,, cicilan nya sampai disini saja ." Ucap Zain bangun dari tidur nya .


" Aku harus ke kantor ."Ucqp Zain lagi .


Ayris hanya mencibirkan bibir nya ,ia mengerucutkan kan bibir nya ,ketika Zain sudah berjalan ke kamar mandi kemudian ia menutup wajah nya dengan selimut .


Ayris tersipu malu di dalam selimut tersebut dengan apa yang sudah mereka lakukan.


" *Hemmmmm,,,,, aku kira ia akan meminta lebih .Tetapi justru aku yang menginginkan nya ." Gumam Ayris dalam hati .


dug dug dug,,,,,


" Kenapa aku jadi deg deg an gini ?" Gumam Ayris meraba jantung nya* .


Ia masih senang bersembunyi di balik selimut membayangkan hal yang akan terjadi ternyata hanya pikiran kotor nya saja .


Namun ia terkejut ketika Zain menarik selimut Ayris . Ayris kembali tertegun melihat Zain dengan rambut yang masih basah .


" *Waooowwww ,,,,ia semakin sexy saja dengan perut kotak kotak nya . Benarkah ini suami ku ? Aku tidak menduga jika aku menikah dengan nya ."


" Padahal hanya beberapa kali bertemu ,dia sangat menyebalkan, selalu menabrakku hingga aku terjungkal ke lantai ."


" Aku tidak tahu bagaimana cara nya melepaskanku dari ikatan Mas Fai dan bisa menikah dengan nya ? "


" Meskipun ada rasa kesal dengan nya ? Tapi yasudahlah mau gimana lagi ? pilihanku cuma menerima dia , belajar mencintai nya ,melupakan yang telah terjadi."


"Tapi bagaimana jika pernikahan ini palsu ? "


"Ahh ,,,,tidak ,,,,tidak*,,."


Zain melihat Ayris yang sedang melamun , ia lalu menggendong Ayris secara tiba tiba dan membuat Ayris berteriak.


"Aaaaaaaaa,,,,,,,." ia secara spontan berteriak dan kembali menutup mulut nya.


" Kenapa menggendongku ,,,,?" Ayris mengerucutkan Bibir nya ,ia tengah kesal karena Zain nembuyarkan lamunan nya.


" kenapa,,, ? Kau sedang melamun ? Haaaaaaahaaaaa,,,, terpesona dengan suamimu ini ?" Ucap Zain yang memang sengaja menggoda Ayris.


Ayris memang terpesona dengan Zain ,tetapi ia terlalu gengsi mengatakan nya, Ia merasa jengkel dengan godaan Zain.


" Tidakkkkk,,,,, . Turunkan Aku bisa jalan sendiri !" Ayris meronta minta diturunkan tetapi tangan kekar Zain terlalu kuat memegang tubuh kecil Ayris.


" Sayang ,,,, diamlah ! kau bisa membangunkan sesuatu yang lain ." Ayris tertegun mendengar jawaban Zain , ia seketika paham apa yang baru saja di katakan Zain .


Ia mengalungkan kedua tangan nya ke leher Zain dan membenamkan diri ke bidang dada Zain. Sedangkan Zain tersenyum mendengar tingkah lucu Ayris , gadis kecil itu ternyata penurut.


" Sayang ,,,, Mandilah !. Setelah itu Sarapan bersamaku ." Ucap Zain mendudukkan Ayris di kursi , Ayris mengangguk pelan dan tersenyum pada nya.


" *Gimana aku bisa marah ? sikap nya yang romantis membuatku terlena."


" Body nya yang sexy , perut six packs nya ? Aduhh ,,,, kenapa kepalaku penuh pikiran begini ?" Gumam Ayris bermonolog sendiri*.


Ayris yang bergegas mandi segera menyelesaikan ritual mandi nya , ia keluar dengan bathrobe nya dengan handuk di kepala nya .


Zain tersenyum manis pada nya yang sudah siap dengan jas kerja nya . Ceo terkenal itu rajin ke kantor meskipun sudah ada orang orang kepercayaan nya.


Zain menatap istri nya yang masih mengenakan Bathrobe dan handuk di kepala nya yang hanya diam dan termenung segera menarik Ayris ke ruang ganti , ia mengambilkan baju ganti untuk istri nya lengkap dengan underware membuat Ayris semakin tersipu malu.


Kemudian Zain keluar dari ruang tersebut meninggalkan Ayris sendiri yang tengah terpaku diam membisu.


" *ihh ,,, apa apa an ini ,ia mengambilkan baju untukku lengkap dengan underware ." Ayris menutup mulut nya dan menggeleng gelengkan kepala nya.


" Seharus nya aku yang mengambilkan baju untuk nya , huhhhhh*,,,,."


Ayris kesal karena terlambat bangun , ia merasa malu karena merasa di layani meskipun suami nya sendiri . Keromantisan Zain membuat nya meleleh seperti batu karang. Semakin ia tersapu air ombak laut semakin mengikis batu jarang tersebut.


" Bersambung,😊😊😊🙏🙏🙏🙏