
Zain berjalan ke kamar Chleo , ia sedang tertidur pulas karena tambahan obat tidur dari dokter . Dokter menyarankan banyak istirahat agar ia cepat pulih seperti semula.
Zain mengamati perban perban di bagian kepala nya , tangan nya dan juga kaki nya . Sejenak Zain menyunggingkan senyum nya , ia melihat gadis nya yang telah dewasa.
"Sayang ,siapa yang berani membuat mu seperti ini . Aku akan membuat perhitangan dengan nya." Ucap Zain dalam hati.
Chleo memang menjadi incaran Setiap musuh keluarga Adinata , Karena akan lebih mudah melumpuhkan perempuan di bandingkan kedua kakak nya.
Tetapi Zain tidak akan butuh waktu lama menemukan siapa dalang di balik penyerangan itu . Namun ia tidak akan mengikut campurkan Black Devil di dalam nya.
Zain melangkah kan kaki nya keluar dari kamar Chleo , di depan pintu sudah ada Sang Papa yang menyambut nya.
" Zain ,,, putra papa ." Ucap Papa Hendra merentangkan kedua tangan nya .
" Papa ,,,." Zain menyambut pelukan papa nya .
Ia menitikkan air mata ketika memeluk tubuh tua itu. Tubuh itu yang selalu menjaga nya ,mendidik nya bahkan memanjakan nya.
" Heiiii ,kau sudah menjadi kepala rumah tangga . Kenapa masih saja cengeng?" Ucap Papa nya .
" Papa ingin bicara dengan mu." Ucap nya lagi.
Mereka berdua ke ruang kerja papa nya, Zain memandang ruang kerja tersebut .Masih sama seperti dulu , ia berjalan ke setiap sudut ruangan tersebut tak jauh berbeda dengan yang dulu , bahkan terdapat kasur sofa kecil ketika ia selalu ikut papa nya ke ruangan tersebut.
"Cihhhhkkkkk ,,,,, Dia masih saja menyimpan tempat itu." Gumam Zain dalam hati.
" Apa kau tidak merindukan papa ?" Ucap Papa nya duduk di sofa panjang ruangan tersebut.
" Haaaaa haaaaaa ,,,,, Kau masih menyukai nya ? Bagaimana dengan gadis itu ? Apa kau tidak mau mengenalkan nya pada Papa ?". Ucap papa nya memegang secangkir kopi yang telah dingin dan meminum nya.
" Cihhhhkkkk ,,,,, Jadi dia sudah memberitahukan nya pada mu ?"Jawab Zain hanyak berdecak kesal.
" Haaaaaa haaaaaa ,,,,,. Kau bahagia dengan nya . Jangan lupa berikan papa segera cucu !" Ucapan Papa nya seakan menjadi bahan ledekan untuk nya.
" Cihhhkkkk ,,,,, . Kenapa Papa tidak minta pada Dave atau Chleo kesayangan papa itu. " Ucapan Zain seakan menjadi sayatan pisau tajam untuk nya.
Hendra terdiam mendengar jawaban putra nya ,rasa bersalah pada nya yang seumur hidup ada dalam hati nya .Ia tidak mungkin menceritakan keburukan mama nya hanya untuk pembelaan diri nya sendiri.
" Haaaaaa haaaaaa ,,,, Kau sendiri tahu jawaban nya Zain." Ucap Papa nya .
" Zain ,adikmu dalam bahaya .Papa tidak selalu ada di samping nya. Dave lebih sering mendampingi papa. Apa tidak lebih baik kai tinggalkan Max di sini ?" Ucapan papa membuat nya berdecak kesal.
" Tidak,,,,,. Max akan selalu bersama ku kemana pun aku pergi. Kenapa tidak mempercepat pernikahan mereka ,jadi ia akan tinggal bersama ku dan juga bisa menemani istriku." Papa Hendra diam sejenak , ia memikirkan perkataan Zain memang ada benar nya . Kenapa ia tak berpikir sampai sejauh itu.
" Bagaimana dengan Chleo ,ia akan menentang semua ini meskipun demi keselamatan nya." Jawab Papa nya .
" Haaaaa haaaa ,,,,, papa serahkan saja pada Max ." Jawab Zain , ia berdiri meninggalkan papa nya sendiri yang masih termenung .
Sedangkan Zain berjalan ke kamar nya ,ia merasa lelah dan juga merindukan istrinya.
Bersambungππππππ