ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 184.


" Emmm ,,,, ahhhhh,,,,." Suara desahan lolos dari bibir cerry Ayris ketika tangan nakal zain menyentuh area sensitif ayris .


Ayris yang sadar dengan sentuhan itu kemudian membalikkan badan nya melihat siapa yang berada di belakang nya .


Ia teringat ucapan fai jika anak dalam kandungan nya adalah buah cinta nya dengan zain bukan dengan fai .


" Sayang,,,, ." Ayris memekik melihat zain dengan tubuh polos nya dan sang ular naga yang siap bersarang .


" Sayang nya daddy , apa terjadi sesuatu pada mommy mu hingga terkejut melihat daddy ?" Ucapan zain membuat nya sedikit memutar otak agar suami nya tidak marah .


" Tidak, mommy hanya menginginkan baju hamil daddy, tapi stock nya tidak ada ." Ucap ayris terpaksa berbohong karena tak ingin membuat zain marah .


Ayris yang mulai bermain main dengan kepala ular naga nya membuat zain menggeliat akhir nya zain terburu nafsu menciumi leher jenjang ayris .


Zain tahu ayris akan bermain halus karena tidak ingin di ketahui oleh nya . Ia akan menyuap suami nya dengan kenikmatan sesaat untuk meredam kemarahan zain .


Zain yang mengingat ke dua orang tua nya sedang menunggu di rumah membuat nya mengurung niat nya untuk menerkam ayris namun terlambat sudah , Ayris mengangkat salah satu kaki nya dan memasukkan kepala ular naga tersebut .


"Aaaahh,,,,,." Zain kalah cepat dengan gerakan ayris . Istri nya mengerti jika mode on suami nya sedang berada di ubun ubun .


" Sayang , kau nakal sekali !. As you wish i will do it ." Zain yang tak tahan lagi bermain main di sana membuat ayris yang sedang mood kurang baik pun menjadi lebih baik .


Beberapa saat setelah pertempuran kedua nya selesai dan setelah membersihkan diri nya zain menggendong istri nya ke ranjang mencari baju ganti untuk ayris .


Ayris tersenyum melihat perhatian suami nya yang dengan telaten membantu nya berpakaian bahkan memilihkan baju untuk nya.


" Sayang , kau menyukai baju apa ? Kenapa toko itu tidak ada stock ? Apa perlu aku membeli pabrik nya agar kau tak marah lagi seperti itu ? " Ucap zain yang memakai baju nya .


Dug ,,,dug,,,,dug.


Detak jantung ayris berdegup kencang bingung hendak menjawab apa .


' Tidak,,, tidak,,, aku tidak menginginkan nya lagi ." Ayris menutupi apa yang terjadi .


" Sayang , ayo kita pulang !! Ada seseorang yang menunggu mu !." Ucap zain meraih pinggang ayris mendekatkan nya pada diri nya.


" Siapa ?" Ayris penasaran dengan perkataan zain jika ada orang yang menunggu nya .


" Kau akan mengetahui nya jika sudah sampai di mansion ." Zain tidak membuka mulut siapa yang menunggu ayris .


Zain meraih pinggang sexy ayris menyelipkan tangan nya di aera pinggang ayris kemudian berjalan keluar ruangan menuju lift dimana disana sudah ada diana dan Rian yang menunggu nya .


" Ehhh,,, mana selly dan anton ? kenapa tidak terlihat ?" Ayris yang tak melihat kedua nya mengeluarkan beberapa pertanyaan .


" Aku sudah menyuruh nya pulang .Kau tidak suka pulang dengan ku ?" Tatapan tajam mata serigala zain mengarah pada ayris .


Ayris yang sadar jika sang suami menatap tajam pada nya merasa bulu kuduk nya berdiri ngeri menatap sang suami .


"Tidak sayang bukan begitu , aku punya barang belanjaan yang ingin ku tunjukkan pada suami ku tercinta ." Ucap ayris tersenyum menatap zain .


" Huhhhh ,,,,beruntung serigala ini tidak meraung ." gumam rian dalam hati nya.


" Beruntung aku tidak punya pasangan seperti tuan ? posesif ,,,, huhhhh." Gumam diana hati.


Sementara lift yang mereka naiki membawa mereka turun ke lantai satu lobby gedung kantor zain .


Diana membungkukkan badan nya pamit undur diri dari tuan presdir dan nyonya nya .


Sementara Rian meminta security menyiapkan mobil tuan nya.


Mobil yang terparkir di halaman lobby yang sudah di siapkan security di ambil alih rian .


Rian memegang stir kemudi membawa tuan dan nyonya nya pulang ke mansion .


Beberapa saat kemudian Rian yang memegang kemudi stir melaju kencang ke mansion zain telah sampai di mansion .


Ayris yang membuka pintu sendiri bergegas mencari keberadaan leon .


Zain menatap tajam pada ayris yang hendak berlari , ayris yang menyadari suami nya menatap tajam ke arah nya menundukkan kepala nya .


Ia kemudian memegang lengan zain berjalan memasuki pintu utama mansion .


Leon yang mencium aroma tuan nya berlari dari taman belakang berlari ke arah sang mama .


Ayris tersenyum melihat leon yang berlari ke arah nya ,ia merentangkan kedua tangan nya memeluk leon.


Zain mendengus kesal ketika perhatian ayris kepada nya teralihkan oleh leon .


" Sayang ,kamu sudah makan ? Apa mereka mengurus mu dengan baik ? Mommy merindukan mu ,mulai sekarang panggil mommy ,okay." Ucap ayris mengelus elus kepala leon .


Sementara zain menatap tajam pada ayris dan leon . Leon yang sadar akan tatapan tajam sang tuan dengan sengaja mengendus endus ayris .


Zain menarik ayris dari leon kemudian mengajak nya ke dalam mansion dimana kedua orang tua nya sudah berada di sana .


Ayris terkejut melihat kedua mertua nya yang sudah berada di mansion .


" Papa Mama." Ayris yang terkejut melihat kedua nya sedang duduk santai di ruang tengah .


" Sayang , kapan Papa dan mama datang ? Kenapa kau tidak memberitahu ku jika mereka akan datang ?" Ucap ayris menatap wajah suami nya.


" Sejak kita masih di kantor ." Ucap zain dengan santai nya .


" Apaaaa,,,sejak di kantor ?" Ayris terkejut dengan jawaban suaminya .


" Jangan jangan mereka tahu aku sedang marah sewaktu pulang dari mall .Ahhhh tidak tidak ,,,,." Gumam ayris dalam hati .


" Bagaimana ini ? Pasti mereka mengira aku galak . Aduhhh,,,, kenapa emosi ku tidak terkontrol ? Kenapa mood ku selalu berubah ?"


Ayris yang masih bermonolog dalam hati seakan tak peduli jawaban zain . Ia hanya diam membisu berhenti melangkah .


" He' emm,,,." Zain yang merasa ayris berhenti melangkah kemudian menatap sang istri tengah melamun .


" Sayang , ada apa ?" Ucapan zain membuyarkan lamunan ayris .


" Ehh,,, tidak sayang ." Ayris menjawab pertanyaan zain dengan gugup .


" Sayang , apa mereka tahu jika aku sedang marah ?" Ucap ayris memeluk erat lengan zain dan menatap nya dengan serius .


Zain yang mengerti arti tatapan itu hanya mengangguk pelan dan tersenyum menyentil hidung istri nya .


"Apaaaaaa,,,,! Aduhhh mati aku ." Ucapan ayris membuat zain mengeryitkan dahi nya tak mengerti perkataan ayris .


" Memang nya kenapa ?" Zain yang masih polos nya berkata seperti itu membuat ayris kesal .


" Mama dan papa pasti mengira jika aku tidak baik. " Ucap ayris mendengus kesal .


" Hahahaha,,,,,menurut mu ." Zain yang tertawa sengaja menggoda ayris .


" Auwwwww,,,." Ayris memukul lengan zain karena kesal .


Suara tawa dan ringisan zain membuat kedua orang tua nya melihat ke arah mereka .Senyum merekah di wajah sang mama merentangkan kedua tangan nya menyambut ayris.


" Sayang , kau sudah pulang ." Ucap mana mona menyambut sang menantu .


"Iya ma .Mama apa kabar ? Kapan mama datang ?" Ucap ayris memeluk sang mama mertua .


" Baik sayang .Sejak kau membanting pintu di kantor ," Ucap mama mona sengaja mengejek ayris . Namun ayris hanya tersenyum nyengir karena tak tahu apa yang harus ia lakukan .


" Pa , bagaimana kabar papa ? " Ucap ayris kemudian .


" Baik nak ,bagaimana kabar mu dan calon cucu papa ?" Ucap papa hendra .


" Baik pa, ia juga sehat. " jawab ayris tersenyum kemudian duduk di samping mama nya .


Begitu juga dengan zain yang duduk di samping papa nya di ikuti dengan leon.


"Ehhh,,,, kenapa menantu mama marah seperti itu ? Apa zain menyakiti mu ? katakan pada mama ? Mama akan menghukum nya ?" Ayris hanya tersenyum mendengar pertanyaan mama mertua nya . Sedangkan zain hanya bisa mengernyitkan dahi nya kemudian menghela nafas kasar nya.


" Tidak ma , ayris hanya menginginkan beberapa gaun saja tapi tidak ada size nya." Ucap ayris berbohong pada mama mertua nya .


Ia tak mungkin mengatakan pada mama mertua nya jika ia bertemu dengan mantan nya tersebut .


" Apaaaa,,,, hanya gaun kau marah seperti itu . Katakan pada mama toko apa yang menjual gaun tersebut ? Kurang ajar sekali mereka. " Ucap Mama mona .


" Zain,,,,." Panggilan mama nya membuat zain mengeryitkan dahi nya .


" Tidak ma , Ayris sudah tak menginginkan nya lagi ." Ucap ayris yang tidak ingin membuat masalah .


" Memang nya kenapa ? " Ucap sang mama .


" Ma , ayris sudah bilang tidak menginginkan nya lagi . Jangan memaksa nya !." Ucap zain menimpali mama nya.


" Baiklah kalau begitu ." Ucap mama mona .


Mereka akhir nya berbincang bincang diruang tengah sampai agak sore hingga ayris merasa lelah lalu pamit undur diri pada mama dan papa mertua nya .Sementara mereka pun pergi beristirahat.


Bersambung 😊😊🙏🙏


Maaf ya jika author tidak update kemarin karena author sedang sakit .


Happy reading 😊😊😊