ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 259


" Aduh,,,, sakit,,,,."


Ayris mendadak memegang perut nya yang terasa sakit .


"Sayang, ada apa ? Mana yang sakit ?"


Zain memegang kedua tangan ayris ketika secara tiba tiba merasa sakit .


" Kakak , cepat bawa ke rumah sakit ! kakak ipar seperti nya mau melahirkan ."


Ucapan leo membuat semua orang tertegun sekaligus terkejut.


Dari suasana yang semula mencekam kemudian berubah haru , mona dan nenek nata menerima kunjungan dari menantu pertama nya dan sekarang berubah kembali menjadi rasa khawatir karena ayris yang memegang perut nya .


Dari masa kehamilan nya ayris memang berada di masa persalinan .


" Apaaa,,,,."


" Apaaa,,,,."


" Apaaa,,,."


Semua orang berteriak terkejut mendengar nya tak ter kecuali dave dan lily yang berada di lantai atas .


Lily yang akan berlari turun ke bawah di tarik oleh dave yang lalu menggendong nya .


lily tersenyum dengan sikap protektif suami nya yang membuat nya kagum pada sang casanova tersebut .


Rian yang telah menyiapkan mobil khusus dan juga pengawalan khusus selama dalam perjalanan telah siap .


Ia pun menghubungi anton untuk menyiapkan bodyguard khusus yang harus berjaga sebelum mereka datang ke rumah sakit .


Setelah itu beberapa mobil yang siap mengawal dan melindungi ke rumah sakit untuk mendengar kabar baik yang menegangkan tapi juga mencemaskan.


" Sayang , bertahan lah ! Kita akan segera sampai ke rumah sakit ."


Zain menenangkan istri nya yang terus memegang perut nya .


Rasa mules akan melahirkan menghampiri nya dan juga terkadang hilang begitu saja .


" Em,,, . Aku akan segera melahirkan dan kau tak boleh mencari gadis lain ."


Ucap ayris yang seperti nya menahan sakit .


" Hemm,,,,,."


Zain hanya menghela nafas kasar nya yang juga tak ingin berdebat apa pun untuk itu .


Ia lebih memilih mengalah untuk kebaikan ayris yang tengah merasakan sakit bahkan zain tak mengijinkan orang lain mendampingi mereka.


Rian yang mengemudi dengan kecepatan tinggi menggelengkan kepala nya ketika mendengar nyonya nya berbicara seperti itu .


Namun rian menangkap sinyal aneh dari mobil yang berada di depan nya yang menghalangi nya . Ia pun segera menghubungi para anak buah yang mengawal untuk menyingkirkan mereka dan juga menghubungi anton untuk memperketat pengawalan dan juga penjagaan di rumah sakit yang tak lain rumah sakit keluarga arijaya dengan sang kakek pemilik nya .


" Ada apa rian ? Apa terjadi sesuatu ?"


Zain menangkap sinyal kecurigaan dari cara rian menyetir .


" Ada orang yang ingin bermain dengan kita bos ."


Jawaban rian membuat zain khawatir karena istri nya yang sedang mengalami kontraksi perut .


Menempuh perjalanan ke mansion rasa nya tidak mungkin karena terlalu jauh dan juga kondisi ayris yang tidak memungkinkan .


" Rian , lakukan yang terbaik !"


Ucap zain yang menarik ayris ke dalam pelukan nya .


ayris pun terlihat sangat khawatir dengan apa yang akan terjadi .


Max mengerti kode yang di berikan rian, mereka dengan langkah cepat melindungi para keluarga yang ikut dengan mereka .


Der,,,,,,


Der,,,,


Der,,,,


Mobil yang sengaja mengikuti mereka yang ternyata salah satu mobil di sabotase oleh lawan .


Mereka benar benar penyusup harus di waspadai oleh sang ketua mafia .


Der,,,,,,


Der,,,


Der,,,


Zain menyuruh max berputar balik kembali ke mansion dengan seluruh rombongan, mengingat sang adik yang tengah hamil juga .


Ayris yang mulai geram dengan mobil yang mempermainkan mereka sedangkan ia sudah tidak dapat menahan kontraksi dalam perut nya merebut senjata yang ada di tangan rian .


" Ah,, nyonya ,,, apa yang anda lakukan ?"


Rian masih tidak ingin melepaskan senjata nya ketika ayris merebut nya dari tangan nya .


" Sayang, lepaskan tangan mu !"


Zain menatap tajam pada ayris yang tengah merebut senjata milik rian .


" Tidak , dia tidak akan cepat ke rumah sakit jika masih melayani mereka .Perut ku sudah sangat sakit lagi pula dengan memegang senjata konsentrasi nya akan ter pecah ."


Ucapan ayris memang ada benar nya namun zain tak lantas menyetujui perkataan ayris.


" Sayang,,,."


Ayris tak mengindahkan teriakan suami nya namun ia mempunyai cara agar rian melepaskan senjata nya .


" Rian , lepas atau kau tidak akan bertemu dengan mira ?"


Satu jurus jitu yang akhir nya membuat rian mengalah dan melepas senjata nya membuat zain menghela nafas kasar nya .


"Sayang, berikan pada ku !"


" Tidak , rian tambah kecepatan mu lalu berikan jalan pada mobil itu dan pelankan !"


Rian menatap sang tuan melalui kaca spion untuk mengiyakan permintaan sang nyonya .


Zain menghela nafas kasar nya karena permintaan tuan putri yang tidak bisa di tolak oleh zain akhir nya menganggukkan kepala nya .


Setelah mengikuti intruksi dari nyonya muda nya ternyata benar apa yang di katakan sang nyonya muda . Mobil pengacau itu ternyata mengikuti permainan ayris yang ternyata sangat licik .


Zain pun telah bersiap memegang senjata nya untuk menembak sesuai sasaran nya .


" Rian ,,,, tancapp,,,,!"


Rian melajukan mobil nya dengan cepat .


Ayris membuka jendela nya siap untuk melumpuhkan pengacau yang menghalangi jalan nya .


Derr,,,,,


Derr,,,,


sssrettttt,,,,,duarrrrrr,,,


Mobil tersebut oleng karena sang pengemudi terkena tembakan ayris dan zain hingga menabrak pohon .


" Nyonya , keren ."


Ucapan itu keluar begitu saja dari mulut rian yang melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi .


"Tentu saja , aduh,,,, sayang sakit ."


Setelah sejenak berbangga diri , ayris melepas senjata tersebut lalu memegangi perut nya yang seperti nya terjadi kontraksi lagi.


Sedangkan zain memang mengakui jika istri nya jago dalam hal tersebut namun juga cemas ketika secara tiba tiba ayris mengeluh rasa sakit .


"Rian , cepat !"


" Baik ,bos ."


Rian mempercepat laju mobil nya karena perintah sang bos dan juga saat mendengar teriakan sakit dari sang nyonya .


" Ayo , cepat ! perutku sangat sakit ."


Ayris berteriak pada rian saat perut nya benar benar merasa sakit .


Tak berapa lama kemudian mereka telah sampai ke rumah sakit namun sebelum turun dari mobil , ayris sengaja memakai masker agar tak ada yang mengenali nya .


Tak hanya sampai di situ saja ternyata penyusup yang sengaja menunggu di rumah sakit sudah siaga meskipun penjagaan sangat ketat .


Beberapa kali terjadi penembakan meskipun rian sudah mengalihkan mereka dengan berputar balik melalui pintu basement .


" Aduh,,, sakit ,,, sakit sayang ."


Ayris yang merintih kesakitan membuat zain dan rian gagal fokus .


Begini lah resiko yang harus di tanggung oleh zain ketika ia keluar dari kandang nya dengan membawa istri nya yang sedang hamil tua .


Zain menggendong ayris ke dalam rumah sakit dengan perlindungan beberapa bodyguard yang telah siap menjaga mereka .


Dengan cepat zain berlari hingga menemukan sebuah kursi roda dan mendudukkan ayris pada kursi roda tersebut .


Ia pun mendorong menuju bagian persalinan di rumah sakit yang notabene nya milik keluarga sendiri .


Seorang suster datang berniat menawarkan bantuan tapi zain menolak nya , dalam keadaan seperti ini ia tak kan percaya pada siapa pun hingga apa yang ia khawatirkan benar terjadi .


Suster tersebut menyuntikkan sebuah cairan yang membuat nya hilang kesadaran.


Rian yang terkejut ketika melihat sang tuan sudah terkapar di lantai .


" Tuan, ,,,,."


Rian hendak membantu tuan nya berdiri namun di tolak oleh zain .


" Cepat kejar wanita itu ! nyonya mu dalam keadaan bahaya ."


Ryan yang semula ragu meninggalkan zain terpaksa harus meninggalkan nya demi menyelamatkan nyonya muda yang ternyata di bawa oleh penyusup .


" Kalian , urus tuan dengan baik !"


" Baik bos ."


Beberapa orang membawa zain ke ruang ugd untuk di periksa oleh dokter.


Rian berlari sangat cepat menyusul wanita yang ternyata sangat pandai mengecoh rian dan pasti nya ia telah mempelajari struktur letak dan bentuk setiap bagian rumah sakit tersebut.


Ayris tak memperhatikan jika yang mendorong adalah seorang yang lain bukan suami nya karena sakit perut yang ia rasakan .


Ia merasa curiga dengan suster ini karena melewati ruang persalinan sedangkan ia akan melahirkan .


" Suster , tolong dorong ke toilet sebentar !"


Suster yang semula enggan mendorong nya lalu menuruti permintaan ayris demi penyamaran yang di lakukan karena banyak nya penjagaan yang ia ketahui.


" Baik lah nyonya ."


Setelah mendorong tak jauh dari sana , akhir nya ayris masuk ke dalam toilet umum .


Suster itu yang semula ingin mengikuti ayris mendapat telepon dari seseorang .


Ayris samar samar mendengarkan pembicaraan nya yang menyebutkan berhasil membawa nya dan melumpuhkan suami nya dengan jarum suntik obat bius .


" Brengsek !! Kau ingin bermain main dengan ku ."


Ayris mengumpat kesal di dalam hati nya .


Tanpa sengaja ia melihat wanita hamil keluar dari toilet lalu ia pun meminta wanita itu menukar baju nya dengan baju yang di pakai nya .


" Nyonya , apa kau bisa menolong ku ?"


Ucap ayris .


" Apa yang bisa saya bantu nyonya ?"


Ucap wanita hamil tersebut .


" Apa kau bisa menukar baju mu dengan baju ku ?"


Ayris melihat nya tampak ragu karena wanita itu melihat baju yang di kenakan ayris terlihat sangat mahal .


" Apa anda tidak salah nyonya ? Baju anda terlihat sangat mahal sedangkan saya hanya memakai daster murahan ."


" Saya akan melahirkan nyonya dan baju ini tidak nyaman untuk saya , tolonglah ! Aduh,,,."


Mendengar rintihan ayris akhir nya wanita itu mau memberikan daster nya berganti dengan pakaian ayris .


Suster yang menaruh curiga karena ayris agak lama di toilet menyusul nya ke dalam .


Ayris yang tengah berganti baju dengan wanita itu terlihat cemas ketika mendengar bunyi sepatu yang akan memasuki toilet .


"Baiklah , saya duluan nyonya . Hati hati ya jangan sampai terpeleset !"


Ucap wanita tersebut yang lalu memakai masker nya dan keluar dari toilet .


" Terima kasih ."


Ayris kembali ke toilet berpura pura duduk di sana .


Suster yang melihat orang yang ia cari keluar dari toilet lalu mempersilahkan nya duduk kembali ke kursi roda .


Selang beberapa saat , ayris pun keluar dengan memegangi perut nya mencari ruang infornasi .


Bahkan ia tak membawa ponsel maupun tak mengetahui nomor suami nya karena selama ini , ayris keluar dengan orang orang kepercayaan suami nya .


" Begini lah nasib orang kaya tapi tak tahu nomor yang harus di hubungi ."


" Aku harus bagaimana ?"


" Jika aku bilang menantu yang punya rumah sakit ini , mana ada yang percaya ?"


"Aduh,, perut ku semakin sakit ."


Ayris yang berbicara sendiri lalu sampai di ruang penjagaan suster dan ia pun bingung harus menghubungi siapa .


" Suster , apa saya bisa minta tolong ?"


" Iya nyonya , tentu saja. Apa yang bisa saya bantu ?"


" Tolong,,,"


Ayris berpikir sejenak siapa yang akan ia hubungi .


" Nyonya ,,,, nyonya ,,,,."


Suster tersebut memanggil nya beberapa kali .


" I,,,iya suster , bisa tolong hubungi dokter leo cucu dari pemilik rumah sakit ini ?"


Ayris yang mengingat leo pasti orang yang mereka sangat kenal di rumah sakit tersebut .


" Oh ,,, dokter leo . Baiklah , saya akan menghubungi nya tapi apa hubungan anda dengan dokter leo ? Maaf nyonya , hanya sekedar berjaga jika dokter leo menanyakan nya ? "


" Kakak ipar nya. "


" Baiklah , tunggu sebentar nyonya !"


Setelah beberapa saat suster itu menghubungi leo yang tampak nya tidak percaya dengan perkataan suster tersebut .


📞 :" Dokter leo , maaf mengganggu . Kakak ipar anda sedang menunggu anda di ruang informasi ."


📞 :"Kakak ipar ? Siapa ?"


📞 :" Seorang wanita yang sedang hamil memakai daster ."


📞 :" Hei suster , apa kau tidak salah ? mana kakak ipar ku memakai daster ."


📞 :" Tidak dokter , Beliau bicara seperti itu."


📞 :" Pasti orang lain mengaku sebagai kakak ipar ku ."


📞 :" Tapi dokter,,,."


" Suster , lama sekali . Berikan telepon nya !"


" Tapi nyonya,,,."


Ayris menyambar telepon yang sedang dipegang oleh suster tersebut .


📞 :" Halo suster ,,,,."


📞 :" Hei ,, adik durhaka . Kau tidak mengakui ku sebagai kakak ipar mu ."


📞 :" Kakak ipar ,,, . Dimana kak zain ? Kenapa kakak yang menghubungi ku ?"


📞 :" Aku tidak bisa cerita , perut ku sudah sangat sakit . Berikan nomor telepon rian .


📞 :" Baiklah ,,,,,,,."


Ayris meminta pena dan kertas pada suster tersebut untuk mencatat nomor telepon rian .


📞 :" Cepat lah kemari ! Bawa leon dan leona !"


📞 :" Tapi kak,,,."


📞 :" Tidak ada tapi tapi an ."


📞 :" Klik ."


" Dasar !! Bagaimana kak zain bisa mendapat istri yang sama seperti nya ? Sebelas dua belas , suka memutus telepon sepihak ."


Leo mengumpat kesal .


" Apa yang terjadi leo ?"


Kakek arijaya yang terlihat cemas bahkan bukan ia saja namun seluruh keluarga .


" Entahlah kek ? leo harus ke rumah sakit sekarang ."


" Kakek ikut dengan mu ?"


" Tidak , akan sangat berbahaya . Kak zain akan membunuh ku jika tahu kakek ikut ke rumah sakit ."


Leo harus mematuhi perintah kakak nya setelah melihat musuh yang berhasil menyabotase mobil mereka .


" Leon,,,,, leona . Ayo ikut dengan ku !"


"Aung,,,,."


" Aung,,, "


" Apa kau tidak salah membawa mereka ?"


Ucap nenek jaya pada leo .


" Tidak , sesuai perintah permaisuri ."


Mereka yang mendengar nya perkataan leo menghela nafas kasar nya .


Namun tidak dengan kakek arijaya dan lily yang mengerti dunia bawah .


Kakek mengerti jika kedua piaraan nya itu bisa mengenal mana lawan mana kawan karena penciuman nya yang sangat tajam .


Kakek arijaya semakin yakin jika zain tidak salah memilih istri karena ketelitian ayris dan juga kewaspadaan nya.


Kakek arijaya juga menyadari kalau terjadi sesuatu hingga ayris memilih leon dan leona yang mendampingi nya nya .


Leo tak mengindahkan rengekan nenek nata mau pun mama mona menginginkan ikut dengan nya ke rumah sakit .


Sesuai perintah kak zain tak ada seorang pun yang boleh keluar tanpa ijin nya .


Dirumah sakit .


Ayris menghubungi rian melalui telepon rumah sakit karena ia sudah tidak tahan dengan sakit perut nya.


📞:" Halo,,,."


📞 :" Rian , kau kah itu ?"


📞 :" Nyonya,,,, . Anda di mana nyonya ?"


📞 :" Tolong cepat kemari !! Aku sudah tidak tahan dengan sakit perut ku ."


" Nyonya , anda akan melahirkan nyonya ."


Ucap seorang suster .


" Diam !!"


Suster itu menciut nyali nya karena gertakan ayris .


📞 :" Apaa,,, nyonya akan melahirkan ? Di mana nyonya ?"


📞 :" Aku ada di ruang jaga suster bagian persalinan . Cepatlah !!"


📞 :" Baik nyonya ."


📞 :"Klik."


Rian menutup telepon nya , lalu berlari ke tempat yang di sebutkan oleh sang nyonya .


Sedangkan ayris yang sedang yang merasa tak kuat dengan perut nya karena sudah mengeluarkan air di sela sela paha nya.


" Nyonya , mari nyonya segera ke ruang persalinan !"


Ucap seorang suster yang ada di depan nya di susul dengan suster jaga yang ia mintai tolong .


" Nyonya , ,,,."


Rian yang telah sampai dengan beberapa anak buah nya telah menemukan ayris yang masih duduk di kursi .


" Cepat ! Bawa nyonya ke ruang bersalin ! Panggil dokter terbaik !"


" Baik tuan ."


Para suster yang mendengar nada tinggi rian segera bergegas membawa ayris .


Sedangkan salah satu suster menghubungi dokter kandungan terbaik .


" Lakukan yang terbaik jika kalian melakukan kesalahan , tamat riwayat kalian ! Nyonya ayris menantu tuan arijaya pemilik rumah sakit ini ."


Ucapan rian membuat dokter yang baru tiba dan para suster merinding .


" Baik tuan. "


Ucap dokter tersebut .


Ayris yang sudah tidak tahan mengusap perut nya pelan .


Sedangkan rian berjaga di luar ruangan dengan beberapa anak buah nya dan segera menghubungi anton untuk mengirim beberapa bodyguard dan juga menghubungi kakek arijaya untuk menutup rumah sakit sampai ayris melahirkan .


Bersambung 😊🙏