
"krukkkk krukkkkkk."
Bunyi perut ayris yang hampir saja membuat zain tertawa namun ia menahan nya agar tak menyinggung ayris.
Ayris memegang perut nya yang tengah lapar , sedangkan zain berjalan ke arah nya membawa piring yang berisi beberapa makanan dan memberikannya pada Ayris .
" Sayang , makanlah !"
Ucap Zain memberikan piring itu pada Ayris namun hanya diam terpaku menerima piring tersebut .
Ia mengesampingkan emosi nya karena rasa lapar melanda .
" Sayang ,,,,, kenapa tuan memanggilku sayang ."
Gumam Ayris dalam hati nya .
Sedangkan Zain duduk di sofa membuka layar laptop nya memperhatikan beberapa perkembangan bisnis nya dan sesekali melirik pada ayris yang makan dengan lahap.
" Sayang , kau ingin makan lagi ? "
Tanya zain menatap ke arah ayris
" huk huk,,,,."
Ayris tersedak mendengar perkataan zain namun dengan sigap ia memberi nya segelas air minum .Tanpa rasa malu ayris mengambil nya dan juga menegak nya sampai habis.
" Tuan , kenapa anda memanggilku sayang ? Bukan nya tadi sudah ku katakan jika aku sudah menikah ."
Ayris mulai kesal dengan panggilan zain kini mulai melayangkan protes nya.
" Hahahaha,,,,,."
Zain tidak menjawab pertanyaan dan pernyataan ayris namun ia memilih membaringkan tubuh nya di tempat tidur setelah menyimpan piring bekas makan ayris .
Ayris terkejut ketika melihat zain yang tiba tiba berbaring di samping nya . Ayris segera berguling ke samping tanpa sadar terjatuh dari tempat tidur.
Bukkkkkkk ,,,,,,,
" Aduhhhhh,,,,,,."
Suara pekikan ayris membuat zain terkejut lalu menoleh ke samping melihat ayris terjatuh membuat nya tertawa.
" Hahahaha,,,,."
Zain tertawa terbahak bahak namun iavtetap saja bangun dari tempat tidur nya berjalan ke samping menghampiri ayris.
"Aaaaaaaaaa ,,,,,,, ."
Seketika ayris berteriak membuat zain semakin senang karena membuat ayris kesal .
" Hei ,,,,,tuan turun kan aku !"
Ayris meronta pada zain untuk di lepas kan namun zain tak mengindahkan nya bahkan zain membaringkan tubuh ayris ke tempat tidur.
Tanpa ia sadari mata mereka saling bertemu detak jantung ayris maupun zain tak beraturan . Zain membelai pipi ayris dengan lembut dan menyingkirkan rambut yang berada disekitar wajah nya .
Ayris mulai gugup mendapat perlakuan tersebut dan sadar apa yang di lakukan nya salah .
Sebelum sempat berteriak zain menempelkan bibir nya pada bibir ayris sekilas .
Selang beberapa detik zain berguling ke tempat nya sedangkan ayris tercengang dengan apa yang baru saja terjadi .
" Tidur sayang ! aku lelah sekali . Terimakasih ."
Ucap Zain tanpa rasa bersalah sama sekali ia menarik selimut nya dan menyelimuti ayris. Zain hanya berpura pura tidur sesekali matanya terbuka melirik pada Ayris.
"Haaaaahaaaa ,kau lucu sekali sayang ." gumam zain dalam hati.
Ayris hanya menatap kosong ke arah langit langit seakan pikiran nya jauh melayang entah kemana . Ayris baru kali pertama berciuman meskipun ia telah menikah dengan faizal .
Fai hanya mencium kening nya saja tidak lebih dari itu .
Detak jantung ayris yang masih tak beraturan seakan ingin melompat dari tempat nya .
Membayangkan sesuatu yang di luar logika nya yang seharus nya tidak terjadi.
"Ahhhh tidak tidak ,,,,,, ini tak boleh terjadi ." Gumam Ayris dalam hati.
Kemudian ayris memandang ke samping ke arah zain yang mungkin sudah terlelap ke alam mimpi.
"ihhhhh dasar !! Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ."
Ucap Ayris lirih takut sang mata elang memandang nya .
Ayris bangun dari tempat tidur lalu berjalan ke kamar mandi membayangkan yang baru saja zain lakukan tanpa henti. Ia sangat kesal dengan zain yang mencium nya .
Sementara zain yang berpura pura tidur memandang ke arah ayris berjalan lalu tersenyum memandang istri nya . Zain akan lebih banyak bersabar menghadapi sikap ayris , karena ayris memang belum mengetahui jika ia menikah dengan zain dan sudah berpisah dengan Faizal.
Bersambungππππππππ