
Ayris yang tertidur dalam perjalanan membuat zain terlihat khawatir karena ia belum makan sedikit pun sejak pagi meskipun menurut dokter vani gejala morning sickness memang umum terjadi pada kehamilan trimester pertama.
" Rian , bagaimana ? ada perkembangan tentang wanita itu ?" Pertanyaan Zain membuat rian menghela nafas kasar nya .
" Sesuai prediksi tuan , Gadis itu telah masuk dalam perangkap nya sendiri dan telah menjadi sandra wanita paruh baya tersebut ." Ucap Rian .
" Bagus , kerja yang sangat bagus ."
"Kapan rencana pernikahan mu ingin di adakan ?" Ucapan zain membuat rian menelan ludah kasar nya .
" Tu,,,, tuan apa anda menginginkan saya meninggalkan tuan ?" Rian yang berpikir jika ia segera menikah maka ia akan meninggalkan pengabdian nya selama ini kepada nya .
" Apa menurut mu aku bercanda dengan pernikahan mu ?"
" Aku tidak menyuruh mu pergi dari mansion ?" Ucapan zain memang membuat teka teki sendiri untuk para anak buah nya .
" Terima kasih tuan .Tapi ijinkan saya melihat junior terlahir lebih dahulu sebelum waktu saya benar benar terbagi ." Ucap Rian yang ingin lebih lama mengabdi pada tuan nya .
" Hahahaha,,,,, baiklah rian tapi keputusan nya bukan pada ku melainkan pada nyonya mu dan juga mira ." Perkataan zain membuat rian merasa heran dan tertegun mendengar nya .
" Mira ingin menemani nyonya pada masa kehamilan nyonya ,tuan ." Rian memang tidak bisa memaksa mira untuk segera mempersunting nya karena pengorbanan ayrus yang membuat mira ingin menemani sang nyonya .
" Baiklah , aku akan membujuk nyonya mu . Jika tidak berhasil kalian sendiri yang bertindak!." Ucap zain mengerti dengan maksud mereka .
" Baiklah tuan . Terima kasih tuan." Ucap Rian tersenyum senang .
Mira memang bisa di andalkan perihal merayu sang nyonya ia tak merasa khawatir lagi .
Beberapa saat setelah sampai di gedung perkantoran nya , Rian bergegas turun membukakan pintu mobil karena sang nyonya sedang tertidur. Setelah itu ia memberikan kunci mobil pada security untuk memarkir mobil nya .
Rian yang menemani tuan nya yang sedang menggendong nyonya dan beberapa bodyguard yang mengawal mereka berjalan mengikuti nya dari belakang .
Setelah sampai di lantai kantor nya berada max dan diana terkejut melihat sang kakak berangkat ke kantor hari ini . Dengan sigap diana segera membuka pintu ruangan nya dan juga ruangan pribadi sang big bos.
Zain membaringkan tubuh ayris ranjang tempat tidur ruang pribadi nya kemudian menyelimuti badan nya .
Zain memandang sejenak wajah yang terlihat lesu namun memancarkan kecantikan yang luar biasa .
Zain mengusap perut ayris mencium nya lalu tersenyum bermonolog dengan si kecil .
Ia kemudian ke luar ruangan menemui max dan diana yang telah menunggu nya, sementara rian ke ruangan nya sendiri . Ia mengamati setiap lekuk kantor dari lantai dasar lobby kantor hingga ruangan bos nya . Rian dan orang pilihan nya memang ditugaskan menjaga keamanan kantor dari hiruk pikuk maupun penyusup yang memasuki kantor .
" Max , cabut semua saham dan kerja sama dengan perusahaan x group !! Aku tidak ingin ada hubungan lagi dengan mereka ." Perkataan zain membuat max mau pun diana bergidik ngeri . Mereka mengerti apa yang terjadi dengan ucapan tuan nya .
" Baik kak ." Jawab max singkat . Ia pun menatap pada diana isyarat untuk mengurus hal tersebut .
Beberapa saat kemudian mereka keluar dengan sangat hati hati karena max mau pun diana nengetahui jika emosi presdir sedang tidak baik .
"Apa berita itu memang benar benar terjadi ? Presdir terlihat sangat marah ." Ucap diana pada max .
" Diana , kau terlalu berlebihan . Berapa tahun kau bekerja dengan presdir ? Berita seperti itu mudah sekali di buat untuk menjauhkan lawan . Lagi pula kau sendiri jika aku sudah mempunyai kakak ipar ." Diana tertegun mendengar jawaban max , ia tak berpikir sampai ke arah sana .
" Benar juga . Kenapa aku ikut ikutan bodoh ?" Diana mengomel sendiri karena kelalaian nya .
" hahahaha,,,,,,." Max hanya tertawa melihat reaksi diana . Mereka berdua kemudian masuk ke ruang kerja masing masing .
Zain yang masih terlihat memeriksa beberapa dokumen mendapat telepon dari sang kakek arijaya tentang aksi nya pagi tadi . Zain tidak menjawab apapun kecuali tertawa , ia sudah hafal dengan tabiat sang kakek yang seperti itu .
📞 :" Iya kek , apa ada masalah ?"
📞 :" Tentu saja ada , kau berhutang penjelasan pada ku menutup akses rumah sakit pagi ini ."
📞 :" Hahahaha,,,,, Aku hanya sedang bermain ."
📞 :" Bermain dengan calon buyut ku . Kakek tidak mau tahu kau harus membawa nya ke mansion hari ini juga ."
📞 :" Perjalanan terlalu jauh ."
📞 :" Apa kakek harus menyediakan helycopter ?"
📞 :" Baiklah ,bersiaplah dalam waktu srpuluh menit di atap kantor mu ."
📞 :" Apa kakek sedang bercanda ? Bagaimana mungkin seorang Zain Arijaya hanya meminta helycopter ? hahahaha,,,,."
📞 :" Dasar cucu kurang ajar !! Lalu apa mau mu untuk membawa nya ke mansion ?"
📞 :" Sebuah pulau mungkin ,,,,,? Lengkap dengan fasilitas nya !."
📞 :" Apaaaaaaa ,,,,? Baiklah aku akan memberi bonus juga karena sudah memberi bonus ."
📞 :" Apa,,,,?"
📞 :" Kapal pesiar . Bagaimana deal ?"
📞 :" Okayyyyy."
Zain yang secara sepihak memutus sambungan telepon sang kakek.
" Dasar leo ,ceroboh sekali !!." Gumam Zain menatap layar handphone nya .
" Bagaimana ia bisa menjadi pengganti kakek jika hal se kecil itu bisa di ketahui kakek ."
" Hahahaha ,,,,,."
Zain yang bermonolog sendiri kemudian tertawa terbahak membuat ayris yang sedang tertidur kini bangun dari tidur nya .
Ayris menatap langit langit tempat tidur tersebut yang tidak asing bagi nya , namun ia masih belum menyadari nya hingga memejamkan kembali mata nya setelah suara tawa zain berhenti.
Ayris mengira jika ia berada di mansion tepat nya di kamar nya namun setelah beberapa saat ia baru menyadari motif corak langit langit yang berbeda dengan kamar nya .
" Aaaaaaaaa,,,,,,." Ayris berteriak kencang bangun dari tidur nya sementara zain yang mendengar teriakan ayris berlari masuk ke ruang pribadi nya.
" Sayang , kau baik baik saja !." Ucap Zain yang berlari menghampiri nya kemudian duduk di samping nya menyentuh lembut kedua pipi ayris.
" He 'em ,,,,aku hanya terkejut ternyata ini bukan kamar di mansion ." Jawa ayris lembut tersenyum manis oada zain .
" Sayang , kau sedang berada di kamar gedung kantor ." Ucap zain kemudian nembelai lembut rambut ayris .
" Jadi aku tertidur ." Ucap Ayris menutup mulut nya dengan kedua tangan nya , sementara zain mengangguk pelan .
" Apa kau ingin makan sesuatu ?"
Namun ayris hanya menggeleng pelan kemudian mencium pipi zain . Zain yang melihat perubahan besar pada diri ayris semenjak kehamilan nya .
" Aku akan mengajak mu ke suatu tempat ." Ayris menatap heran pada zain yang secara tiba tiba mengajak nya keluar . Bukan kah ia tak menginginkan diri nya tersorot oleh publik .
Namun ayris tak menolak sedikit pun permintaan suami nya .
Beberapa saat kemudian Zain segera menghubungi rian untuk segera bersiap . Zain yang mendengar suara hiruk pikuk helycopter nya tersenyum .
" Sayang ,,,,kau sudah siap ?." Tanya zain pada ayris .
Ayris tak menjawab sepatah kata pun namun mengangguk pelan .
Ayris yang memoles kembali secara tipis tipis kemudian menyimpan peralatan make up nya di lemari .
Ayris menggandeng lengan zain mengikuti kemana langkah kaki itu membawamya . Ia terkejut ketika berjalan melewati koridor ke atap gedung perkantoran .
" Kita akan kemana sayang ? kenapa ke arah atap ?" Pertanyaan ayris tidak mendapat jawaban dari zain kecuali senyuman .
Setelah sampai di atap gedung ayris terkejut melihat sebuah helycopter.
Mulut nya mengaga terkejut kemudian menutup nya kedua tangan nya
Ayris hanya penasaran dengan helycopter tersebut , ia merasa tak percaya jika akan menaiki kendaraan tersebut.
berambung 🙏🙏😊😊😊😊