
Lisha terus mengumpat di dalam mobil nya karena ia pun harus berpikir keras meluluhkan lelaki idaman nya tersebut .
Selama beberapa tahun dengan berbagai cara pun ia lalukan untuk mendapatkan pujaan nya tersebut meskipun tak ada hasil nya .
Lisha tak pantang menyerah begitu saja ,lisha tersenyum menyeringai ketika menemukan sebuah cara untuk mendekati zain .Yah, Ia akan memanfaatkan keluarga zain untuk melancarkan rencana nya .
Karena lisha memang dekat dengan mommy nya zain dan juga mommy nya zain yang menginginkan zain untuk segera menikah dan selalu berencana menjodohkan mereka berdua . Karena kedua keluarga memamg saling mengenal dengan baik .
Hingga pada akhir nya papa lisha menyuruh nya melanjutkan pendidikan nya ke negara A terlebih dahulu. Lisha pun tertarik dengan dunia modeling hingga ia pun pada akhir nya menjadi seorang model di negara tersebut .
Saat ia telah menjadi model terkenal , lisha merasa patah hati melihat zain telah bersama wanita lain yaitu vivian .
Di lobby kantor
Max yang baru saja datang mendapat laporan dari security jika lisha membuat sedikit kekacauan di sana .
Dan juga tak berhasil menerobos masuk gedung kantor dengan ketat nya penjagaan saat ini .
Max tersenyum puas melihat hasil kerja para karyawan dan juga melihat lisha yang tak berhasil masuk .
Ia pun memutuskan untuk naik ke lantai atas ke ruang kerja nya .
Rian yang baru saja keluar dari ruangan presdir melihat max tersenyum sengaja mengejek nya .
" Cepat sekali kau kembali. Tak melepas rindu dulu ."
Ucap rian tersenyum mengejek dan berlalu meninggalkan nya .
" Cihk,,,,,, . Kau ,,, . Awas saja aku akan membalas mu !"
Max berdecak kesal karena tahu rian sedang mengejek nya.
Max yang kesal dengan ejekan rian mendatangi meja kerja diana untuk mengambil beberapa berkas yang harus di randa tangani nya .
Max yang hampir lupa dengan tugas yang di berikan zain sengaja menghampiri rian di ruangan nya .
Ceklek ,,,
" Rian ,,,,, Rian,,,,. Kemana anak itu ? menghilang begitu saja seperti hantu ."
Ucap max mencari cari keberadaan rian yang ternyata tidak ada di ruang kerja nya .
" Siapa yang kau bilang hantu ? Memang nya ada hantu di kantor ini ?"
Ruan yang secara tiba tiba muncul dari balik pintu mengejutkan max yang hampir saja menyerang nya.
" Kau,,,, . Mengagetkan saja .Siapa lagi jika bukan kau ?"
Ucapan max membuat rian menonjok bahu nya , sedangkan max tak dapat berbuat apa apa .
" Untuk apa datang kemari ? Pekerjaan mu sudah selesai ? Atau kau ingin bercerita melepas rindu dengan nya ?"
Sekali lagi rian sukses menggoda max hingga tersipu malu.
"Tentu saja menanyakan tugas utama mu sudah selesai atau belum ?"
Max yang sadar dengan ucapan rian mengalihkan pembicaraan mereka .
" Tinggal menunggu hasil ."
Ucap rian meninggalkan max sendirian .
" Hei,,, kau mau kemana ?"
Max yang sadar jika ia berdiri sendiri diruangan rian berteriak pada nya .
" Tentu saja ke ruangan bos. Memang nya mau kemana ?"
Max pun tak menjawab pernyataan rian , ia pun pergi ke ruangan nya .
Beberapa kali Max menyunggingkan senyum di sudut bibir nya dan rian hanya mengeryitkan dahi nya karena ia pun tak mengerti kenapa Max tersenyum.
Sedang kan max tersenyum membayangkan buah cery yang tadi ia lahap habis.
Ditempat lain
Ayris berjalan di sepanjang trotoar untuk sampai ke resto tempat ia bekerja . Sesekali ia tersenyum menatap layar ponsel nya karena ia sedang ber balas pesan dengan suami nya. Ia merasa sangat bahagia dengan suami yang sangat mencintai nya meskipun ia belum sepenuh nya mencintai nya.
Tiba tiba ia melihat beberapa kaki orang di depan nya yang sedang menghalangi jalan nya.
Ayris segera mendongakkan kepala nya ke arah orang yang telah menghalangi jalan nya dan belum sempat ia melihat orang tersebut ayris pun sudah pingsan mencium bau obat bius.
Beberapa orang tersebut segera membopong ayris ke dalam mobil sebelum ada orang yang melihat aksi mereka.
Mereka membawa Ayris yang tengah pingsan menuju mansion zain sang big bos sesuai perintah rian.
Gadis cantik yang tak lain adalah Ayris itu kini terbaring cantik di ranjang king size salah satu kamar yang berada di mansion Zain.
Orang suruhan rian yang membawa ayris dengan segera menghubungi rian untuk memberitahu kalau misi telah berhasil.
Di ruang kerja zain yang tengah memejamkan mata nya secara tiba tiba terlintas di pelupuk mata nya tentang gadis mungil tersebut . Senyum manis yang membuat jantung nya berdegup kencang kini seolah menghantui jiwa nya.
Ceklek,,
Pintu ruangan nya yang terbuka membuyarkan lamunan nya.
" Max,, ,kau sudah kembali . Apa gadis kecil mu merepotkan mu ?"
Tanya Zain .
Sementara jantung max tak berhenti berdegup kencang karena pertanyaan zain .
" Tidak tuan ."
Jawab Max singkat.
Lalu ia memberikan beberspa berkas yang tang harus di periksa dan di tanda tangani .
Sementara rian yang sudah mendapat berita kalau misi telah berhasil mengirim pesan singkat pada max .
Max yang melihat pesan tersebut segera memberitahu zain .
"Tuan , Nona sudah berada di mansion ." Perkataan Max sukses membuat Zain berhenti menatap berkas nya .
" Benarkah ? "
Tanya zain yang seakan ingin segera pulang untuk melihat gadis tersebut.
" Apa kau sudah menyiapkan segala nya Max ?" Tanya Zain lagi pada max.
" Sudah tuan."
Jawaban singkat Max membuat senyum Zain mengembang membuat yang memandang nya terpesona tetapi juga membuat heran max yang tak pernah melihat senyum tersebut.
" Akhirnya tuan kembali seperti semula . Semoga kehadiran nona bisa membuat nya tersenyum kembali seperti saat ini." Gumam Max dalam hati.
" Max ,kita pulang sekarang ! "
bersambung,,,,,,
jangan lupa like coment vote ya 😊😊😊😊