
Dave yang telah sampai di kamar nya membaringkan lily di temat tidur lalu berjalan mendekati pintu dan mengunci nya .
Lily yang menatap nanar apa yang di lakukan suami nya atas kesalahan nya meskipun ia pun seorang mafia tapi tak mudah mengalahkan lelaki yang di cintai nya .
" Sayang kau mau apa ?"
Lily yang menatap curiga pada suami nya yang bergerak naik ke atas tempat tidur .
Namun dave justru meraih nampan berisi makanan di atas nakas yang tadi ia letakkan .
" Mau apa ? Tentu saja menyuapi mu , untuk apa lagi ?"
Ucap dave yang masih terlihat marah .
" Dave ,,,."
" Hem,,."
" Kau masih marah ?"
Ucap lily yang menarik lengan baju nya.
" Tentu saja . Hanya orang bodoh yang percaya dengan apa yang di lihat nya tanpa bertanya apalagi menyelidiki nya .'"
Ucap dave yang menyuapi lily makanan .
Lily merasa bersalah dengan apa yang terjadi namun sepenuh nya bukan salah dia karena dave tidak menceritakan semua nya .
" Iya , maaf kan aku . Lagi pula ini bukan sepenuh nya salah ku ? Kenapa kau tak menceritakan nya ?"
Ucap lily mengerucutkan bibir nya menghadap ke samping .
" Lalu ,,, apa alasan mu untuk kabur dari sini ? "
Dave menatap tajam pada istri nya .
" Aku,, cemburu melihat mu begitu mesra dengan chleo apalagi mencium perut nya ."
Jawaban lily seakan menusuk jantung hati nya . Orang yang ia cintai mempunyai cemburu yang begitu besar .
Dave tidak lagi bertanya pada lily setelah selesai menyuapi dan memberi segelas air minum pada nya dave menggendong lily ke kamar mandi membantu nya membersihkan diri.
Lily terkejut melihat sisi romantis seorang casanova yang membuat nya merasa sanhat fi cintai oleh dave .
Setelah beberapa saat kemudian dave menggendong kembali ke tempat tidur , ia pun merangkak pelan di atas tempat tidur di samping lily.
Masih berpura pura marah pada sang istri, dave memejamkan mata berpura puri tidur dan membelakangi lily .
" Dave,,,, sayang ,,, kamu masih marah ."
Tak ada jawaban dari dave yang mengira ia sudah tidur lily bangun dari tempat tidur berjalan menuju balkon menikmati udara malam dengan indah nya kerlipan bintang di atas sana .
" Kenapa aku begitu bodoh sih ? Tak bertanya dulu ? Bagaimana jika dave benar benar menceraikan aku ?"
Lily yang bermonolog sendiri menandang ke arah langit lepas dengan sedikit cahaya rembulan yang tertutup awan .
" Tidak ,,, tidak ,,, . Bagaimana aku bisa hidup tanpa nya ? Baru saja aku mendapatkan nya ."
" Apa yang harus ku lakukan ? Bagaimana kalau aku hamil ?"
" Setidak nya aku memiliki anak nya."
Lily yang berpikir terlalu jauh membuat dave tersenyum mendengar nya .
Ia yang berdiri di pintu balkon sengaja tak bersuara dan ingin melihat apa yang tengah di lakukan istri nya .
" Daveeeeee,,, aku mencintai mu . Jangannnn tinggalkan aku ,,,."
Dave terkejut dengan tingkah konyol yang di lakukan oleh lily .
Lily segera berlari masuk ketika ada cahaya lampu akan menyorot ke arah nya .
Dave segera menarik tangan lily bersembunyi di balik pintu .Tak hayal membuat lily terkejut ketika akan berteriak dave membekap mulut nya .
"Sssttt,,,, ."
Lily mengangguk pelan menatap suami nya yang seperti nya menatap nya penuh makna tersembu nyi .
Benar saja , dave mencium bibir lily dengan penuh ***** yang kemudian berlanjut ke bagian lain .
Lily tak bisa menolak aksi yang di berikan oleh dave. Suami nya itu seorang hot casanova yang membuat nya beberapa hari yang lalu sekalu kewalahan di atas ranjang .
" Dave , kau mau apa ? Jangan ! Hentikan dave !Ini di rumah kakak."
Ucap lily yang merasa khawatir akan membuat kegaduhan di malam itu .
Wajar karena mereka masih pengantin baru jadi akan membuat sedikit suara aneh di hening nya kamar tersebut .
" Membuat mu seperti kakak ipar . Agar kau tidak bisa kabur kemana pun ."
Ucap dave yang kemudian menggendong lily ke atas ranjang.
" Tapi,,,."
" Memang nya kenapa ? Lagi pula kamar ini kedap suara ."
Tanpa basa basi dave memulai rencana nya membuat istri nya agar cepat hamil .
Malam semakin larut mereka habiskan bersama memadu kasih .
Di kamar ayris .
Zain yang seperti biasa membantu istri nya menggosok perut nya yang semakin membesar setelah menyelesaikan ritual mandi mereka .
" Sayang , Aku sebentar lagi akan melahirkan ? Apa kau akan mencari perempuan lain untuk king kobra ?"
Zain yang mendengar ucapan ayris berhenti dengan kegiatan nya lalu menatap tajam pada istri nya .
Rasa amarah muncul di dalam diri nya karena ucapan itu , seolah sang istri tak mempercayai nya .
Namun zain sadar jika istri nya tengah menguji nya dan juga sedang keadaan hamil .Rasa curiga dan khawatir kehilangan suami nya wajar terjadi pada siapa pun.
Zain tak menjawab pertanyaan sang istri namun kembali mengusap pelan perut buncit nya tapi kali ini tak hanya bagian perut saja melainkan bagian inti kesukaan nya .
Ayris yang semula melihat buku panduan ivu hamil merasakan sentuhan lain yang di berikan zain membuat nya menggigit bibir bawah nya menahan suara yang mungkin akan keluar dari mulut nya .
" Sayang,,, berhenti ! kenapa ke bagian itu ? "
Ayris mencengkeram tangan suami nya yang terus melancarkan aksi nya .
Zain memang sengaja melakukan itu untuk membalas pertanyaan yang ayris lontar kan .
" Apa kau ingin mengulangi pertanyaan itu lagi ?"
Ayris mengingat pertanyaan apa yang ia katakan pada suami nya dan setelah ia sadar jika pertanyaan itu menyinggung nya ayris tak mau mengalah sama sekali .
" Aku hanya bertanya , wajar seorang wanita hamil bertanya demikian . Banyak pelakor di luar sana seperti dalam drama korea ."
Ucap ayris mengerucutkan bibir nya kembali membaca buku nya .
Zain memiliki cara lain untuk membuat benteng pertahanan ayris runtuh , ia pun tersenyum memandang ke arah istri nya .
" Sayang aku akan membantu mu memijat pundak mu . Kau pasti lelah seharian ."
Ayris berbinar tersenyum menganggukkan kepala nya ketika mendengar perkataan sang suami namun ia menaruh curiga pada perkataan zain .
" Ada apa ? Kau tidak mau ?"
Namun akhir nya ia berbalik menerima pijatan suami nya yang terlihat begitu tulus tanpa rencana jahat apa pun .
Benar saja ,kecurigaan ayris terbukti ketika zain mulai nakal dengan kesepuluh jemari nya menyelip ke bagian sana dan sini .
" Hei ,,, tuan serigala , kau sedang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan ."
Ucap ayris kesal pada zain .
" Tidak , aku hanya membantu mu dan mendapat bonus dari mu ."
Bisik zain .
" Hah,,, bonus ? Kau tidak rela memijat istr mu sendiri ."
Dengan nada ketus nya ayris menjawab pernyataan suami nya membuat zain semakin gemas pada nya.
Sekuat tenaga ayris menahan dan menggigit bibir nya untuk tidak mengeluarkan ******* tersebut tapi percuma saja karena suami nya ity seorang good striker yang tak terkalahkan .
Zain tersenyum puas mendengar nya karena berhasil membuat sang istri dalam mode on .
" Aku tidak mau di bandingkan dengan orang lain . Apa lagi dengan milik ku ini ? Kau bukan barang yang di perbandingkan atau di jual belikan ! Kau paham !!"
Ayris mengangguk pelan mendengar bisikan suami nya yang meninggalkan nya begitu saja setelah mode on .
" Dasar serigala !!"
Umpat ayris yang kemudian membaringkan tubuh nya di ranjang .
Perut nya yang semakin membesar membuat wanita itu cepat lelah ."
Zain yang ternyata mengambil susu hamil untuk istri nya melihat nya sudah tertidur namun zain tetap menyuruh nya bangun untuk meminum nya .
Zain menginginkan istri dan anak anak nya dalam keadaan sehat selalu .
" Sayang , ayo minum dulu susu nya !"
Zain membantu ayris untuk bangun seperti pasangan lain nya .
" Tidur lah ! Aku akan ke bawah tanah sebentar ."
Ayris tersenyum menganggukkan kepala nya lalu kembali berbaring .
Tak berapa lama zain ke ruang bawah tanah melalui lift pribadi dari dalam kamar nya .
Ting,,,.
Zain yang baru saja keluar dari pintu lift disambut kesal oleh leo yang sejak tadi menunggu nya.
" Kakak lama sekali , aku sudah mengantuk ."
Ucap leo .
" Ada apa ? "
" Mama menemui ku mempertanyakan obat yang ternyata sangat mematikan . Ketika leo bertanya siapa yang meminum nya ? mama tak menjawab nya tapi kelihatan cemas ."
Ucap leo menunjukkan photo yang sempat ia ambil .
" Anton , apa ada sesuatu di mansion tersebut ?"
Zain mengalihkan pandangan nya pada anton setelah melihat photo tersebut .
" Saya belum menemukan sesuatu bos ,hanya seorang wanita yang di culik oleh tuan adinata dan di sekap di gudang bagian selatan ."
Ucap anton.
" Tuan adinata mengira perempuan itu kekasih anda bos. Beberapa teror sudah di lakukan oleh mereka. "
Anton melanjutkan perkataan nya dan bukti telepon yang mereka lakukan.
"Apaaa,,,,kakek adinata ? Apa yang terjadi ?"
Leo yang tidak tahu tentang semua itu merasa terkejut dengan perkataan mereka.
" Kau masih terlalu muda mengetahui nya. Hubungi mama untuk berhati hati . Pergilah istirahat !"
Ucap zain pada leo .
" Baiklah , kak . Selamat malam."
" Hemm,,,."
Selepas leo pergi dari ruang bawah tanah , zain menyuruh anton menghubungi pak har .
📞 Calling ' Pak har ."
📞 incoming call " Tuan muda zain ."
Pak har terkejut melihatvnama yang muncul di layar pemanggil handphone nya .
" Tuan muda , ada apa malam seperti ini menelepon ? Apa terjadi sesuatu ?"
📞 :" Selamat malam tuan muda ."
📞 :" Selamat malam pak mus , apa kau sudah tidur ?"
📞 :" Saya baru selesai membersihkan diri tuan muda . Apa anda memerlukan sesuatu ?"
📞 :" Apa terjadi sesuatu ? Apa tuan muda baik baik saja ?"
📞 :" Tidak , aku baik baik saja pak har .'"
📞 :" Apa nyonya muda melahirkan ?"
Pak har begitu khawatir dengan panggilan zain .
📞 :" Belum mungkin sebentar lagi ."
📞 :" Bagaimana keadaan nenek ? Apa ia terlihat membaik ?"
📞 :" Yah, seperti yang saya lihat nyonya besar semakin hari semakin terlihat kurus tuan muda . Hampir tak ada asupan gizi sama sekali karena nyonya tak mau makan apa pun ."
📞 :" Baiklah. Zain tutup telepon nya pak har . Maaf mengganggu istirahat mu ."
📞 :" Baik lah tuan muda . Tidak masalah, salam untuk junior. "
📞 :" He'em,,,,.Klik."
Sambungan telepon itu pun akhir nya terputus dan zain mengerti kenapa obat itu ada di sana .
Sang mama tak mungkin memberikan obat itu pada nenek nya .Dan mama juga tak mungkin memberikan obat itu pada mertua nya .
Ia tahu sang mama tak mungkin sekejam itu meniadakan nyawa orang lain .
" Anton , apa kau menemukan keganjilan ?"
" Iya tuan , seorang perempuan yang sering tuan adinata tengok di rumah sakit jiwa ."
" Selidiki perempuan itu."
" Baik bos."
Setelah itu zain kembali ke kamar nya karena merasa khawatir ayris mencari nya.
Bersambung 😊😊🙏🙏