ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 271.


" Uhh,,,, jika saja kau tidak mencegah ku , aku akan menampar gadis tak tahu malu itu ."


Leny merasa kesal dengan sikap arogan sila.


" Masih ada waktu bermain main."


" Apa maksud mu ?"


Leny terkejut mendengar pernyataan rian dan juga merasa ada rencana lain yang mungkin masih di sembunyikan oleh rian .


" Bersiap lah menghadiri pesta dan pertunjukan yang menarik besuk malam ."


" Kau selalu membuat teka teki ."


" Tidak, aku hanya menjalankan tugas . Anton yang mengatur semua nya ."


" Baiklah , menarik ."


Mereka berdua meninggalkan hotel mewah ber bintang tersebut ,melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi kembali ke kantor perusahaan Z.


" Leny , mulai sekarang kau harus mempelajari semua berkas ini !"


Rian memberikan setumpuk map yang berisi berkas berkas penting.


" Dan itu ,,,, tempat kerja mu di samping ruangan diana."


Rian menunjuk sebuah ruangan tepat di samping ruangan diana.


" Huh,,,,baik lah ."


Leny mendengus kesal mendengar apa yang di perintah kan rian .


Leny memang di tugaskan untuk bekerja di kantor menggantikan diana yang sedang cuti .


" Leny , aku akan meeting di luar ."


" Baik lah ."


Leny menerima setumpuk tugas yang di berikan oleh rian hanya mengiyakan perkataan rian .


Setelah rian pergi , leny memerika berkas berkas yang ada di meja kerja nya.


Tetapi resepsionis menelepon memberitahu nya jika ada keluarga presdir yang ingin bertemu dan membuat kekacauan di depan lobby.


Leny berpikir sejenak , siapa yang ingin bertemu presdir sedangkan seluruh keluarga sedang berkumpul di mansion .


Leny yang ingin merasa kepo ingin melihat siapa yang datang hingga membuat onar di kantor tuan muda .


Leny yang meninggalkan sejenak meja kerja nya turun ke lantai satu dimana orang tersebut masih membuat kekacauan .


" Dasar tua bangka !! Setelah memaksa , mengacau di sini ."


Gumam leny dari kejauhan yang melihat adinata di depan lobby bersama gadis yang tadi ia lihat di restoran .


Leny hanya memberitahu security untuk mengusir mereka dari lobby kantor lalu melaporkan kejadian tadi pada anton setelah itu kembali lagi ke lantai atas menyelesaikan tugas nya .


Sedangkan anton yang menerima pesan singkat dari leny menghela nafas kasar nya .


Ia masih harus bertemu dengan jack tapi mendapat berita dari leny yang membuat nya sedikit gusar.


Beberapa saat yang lalu jack yang sebenar nya tak ingin menemui siapa pun harus keluar setelah mendengar tamu yang ingin bertemu adalah anton dari black devil.


" Halo tuan anton , apa kabar ?"


Ucap jack mengulurkan tangan berjabat tangan dengan anton .


" Halo tuan jack , seperti yang anda lihat ."


" Silahkan duduk tuan anton ! Pasti ada sesuatu yang penting hingga tuan anton ber kenan datang sendiri ke gubuk tua ku ini."


Anton tersenyum mendengar pernyataan jack yang hanya berbasa basi terhadap nya .


Anton tak lantas menjawab pertanyaan jack namun menyodorkan berkas yang mungkin membuat nya terkejut .


" Apa maksud anda tuan ? Tidak mungkin perusahaan tuan zain ingin berkerja sama dengan club malam saya . Hahaha,,,,."


" Hahaha,,,,. Buka lah !"


Jack sedikit terkejut dengan apa yang di katakan anton lalu membuka sebuah map yang berisi berkas penting .


Jack terkejut melihat isi map tersebut lalu membuka nya perlembar dari berkas berkas tersebut.


" Bagaimana berkas ini ada pada anda tuan anton ? Ini semua aset peninggalan kakak saya yang selama ini hilang dan menjadi perebutan antara saudara saudara saya."


Ucap jack terkejut melihat berkas berkas tersebut.


" Tuan muda meminta anda memegang kendali perusahaan tersebut , tuan jack ."


Jack sekali lagi terkejut mendengar permintaan zain dan baru menyadari jika selama ini kakak nya menitip kan semua itu pada zain .


" Bagaimana mungkin semua terjadi ? Masih ada pewaris sah yang belum di temukan . Lagi pula perusahaan di pegang oleh sastro kakak tertua saya."


" Nona lily berada di bawah perlindungan tuan zain sejak saat kakak anda menitipkan nya pada tuan muda. Di asuh oleh sahabat tuan muda dari white lily dan sekarang telah menjadi istri dari tuan muda kedua yakni tuan dave arijaya."


" Apaaaa,,, di asuh oleh lena ? Pantas saja, keberadaan nya sulit di tembus . Tuan zain benar benar hebat menutup segala akses untuk lily . Aku berhutang dua kali pada nya."


Jack menitikkan air mata di sudut mata nya ketika ia mengetahui kebenaran nya dan jika lily berada di tangan nya pun pasti dalam bahaya.


" Dan lily putri kecil ku sudah menikah ? Dengan tuan muda kedua ? Sungguh sangat terhormat sekali keluarga kami di persunting oleh bagian dari keluarga arijaya."


Jack benar benar tak menyangka jika lily sudah menikah dan sudah di temukan setelah menjadi incaran para saudara nya.


" Bahkan anda akan menjadi seorang kakek tuan jack , karena nona lily sedang mengandung. Untuk itu tuan muda menginginkan anda memegang kendali ."


Anton menjelaskan secara rinci tentang apa yang terjadi .


" Saat ini nona berada di mansion tuan muda jika anda ingin bertemu bisa ikut dengan saya . Saya yakin ada sisi ketidak percayaan anda pada kami bahkan pada nona lily."


" Tidak, bukan seperti itu . Tentu saja aku percaya, tuan zain tidak mungkin menggunakan trik kotor .Tapi kenapa tuan muda percaya pada ku untuk memegang kendali perusahaan ?"


" Sesuai surat wasiat kakak anda, tuan jack. Sejauh ini perusahaan baik baik saja tapi tuan sastro ingin menguasai yang bukan milik nya dengan menggunakan putri nya seperti yang di lakukan nya hingga saat ini ."


" Tuan muda percaya , anda akan melindungi nona lily ."


" Baik lah tuan jack, saya permisi ! Tuan muda pasti sangat senang jika anda membantu keponakan anda sendiri . Kami menunggu kabar baik nya."


Ucap anton yang kemudian mengulurkan tangan berjabat tangan dengan nya.


" Terima kasih atas kunjungan nya tuan anton . Saya akan mempertimbangkan nya terlebih dahulu.''


Jack menyambut uluran tangan anton yang kemudian pergi meninggalkan kediaman jack serta menyerahkan berkas berkas penting yang di bawa anton.


Anton telah menyelesaikan tugas nya menemui jack dan menyerahkan berkas penting tersebut kemudian kembali ke mansion mengatur kembali strategi selanjut nya.


Sedangkan zain yang berada di mansion memberitahu dave untuk tidak meninggalkan mansion .


Ceklek,,,


" Ada apa kakak memanggil ku ?"


Ucap dave yang juga melihat max di ruang kerja kakak nya.


" Dave , sementara waktu kau dan lily tinggal di mansion sampai masalah selesai ."


Ucap zain memutar kursi kebanggaan nya menatap tajam pada dave.


" Memang nya kenapa ? Aku juga harus kerja mengurus kantor ku dan lagi pula lily sedang hamil tidak mungkin aku meninggalkan nya disini."


Ucap dave duduk di sofa panjang yang ada di ruang kerja dave.


" Terserah pada mu saja , jika kau ingin istri mu dalam bahaya . Lagi pula jika kakek tahu kau mengajak nya pulang bersamamu pasti nenek akan melarang mu ."


Ucap zain mengedipkan salah satu mata nya tanda kemenangan dari zain .


" Dalam bahaya ? Apa maksud kakak ? Kenapa tidak boleh jika max dan chle saja boleh pulang ke mansion mereka ? kenapa aku tidak boleh ?"


Dave melayangkan protes pada kakak nya .


Max yang mendengar protes dari dave rak menghiraukan nya , karena ia tahu dan paham jika kakak tak kan mengambil keputusan tanpa ada alasan yang kuat.


" Istri mu lily pewaris tunggal perusahaan lila group yang sekarang di pegang kendali oleh sastro teman dari kakek mu adinata."


" Kakek ku ,,? Tidak , aku tidak memakai nama belakang nya kenapa menjadi kakek ku ?"


Dave terlihat kesal ketika mengetahui nama adinata di sebutkan oleh zain. Hampir tak pernah terpikirkan oleh dave jika kakek yang selama ini menyayangi nya melakukan hal curang pada hidup mama nya .


" Lagi pula dari mana kakak tahu jika lily pewaris tunggal lila group ? Apa mungkin ini tipu muslihat kakak agar aku mau tinggal kebih lama ?"


Dave terlihat lebih sensitif dan juga cerewet.


" Karena kak zain yang melindungi nya saat usia nya sama dengan usia mu."


Ucap max terlihat emosi ketika dave berubah menjadi lebih protektif.


" Apa maksud mu max ?"


Sekali lagi dave merasa agak bingung dengan penjelasan max.


" Ayah lily terjebak kecelakaan mobil yang di lakukan sastro ketika sedang membawa pergi lily , aku dan anton tak sengaja melintas di sekitar kecelakaan . Beliau memberikan aset berharga dan juga lily pada ku karena telah mengetahui kebusukan adik nya ."


" Saat itu aku tidak punya banyak waktu harus menghadiri pertemuan di luar kota dan juga karena ada sastro . Jadi aku menitipkan gadis kecil tersebut pada white lily."


" Hingga saat pimpinan white lily meninggal , lalu menyerahkan nya kembali pada ku . Saat itu aku sengaja mengatur pertemuan nya dengan mu karena aku tak ingin dia dalam bahaya ."


Ucap zain sekali lagi membuat dave tertegun .


" Jadi ,,, kakak merencanakan menjodohkan ku dengan lily ?"


" Tentu saja . Agar aku bisa mengawasi nya dari jangkauan musuh . Saat ini , sastro dalam kendali kakek mu untuk mengambil alih semua nya dan juga memasang perangkap menghancurkan keluarga kita ."


" Tidak , karena papa bukan putra kandung nya . Papa putra dari kakak nya yang telah meninggal karena ulah adinata, dan adinata menyukai nenek jaya yang lebih memilih kakek arijaya dari pada dia ."


" Apaaaa,,, Kakek adinata bukan kakek kandung kita ?"


Dave terkejut mendengar perkataan zain yang menjelaskan secara rinci .


" Jadi ,,, kakek adinata ingin membalas dendam dengan kakek arijaya karena mengira kakek merebut nenek dari nya jadi dia ingin menghancurkan kita semua yang ternyata di mulai dari mama ."


" Apa kau paham ?"


" Hem,,,,. Tapi apa hubungan nya dengan lily ? "


Dave masih merasa agak bingung dengan penjelasan zain.


" Dia menyuruh sastro untuk mengambil alih perusahaan lila group dan menjembatani penggabungan perusahaan dengan teman teman nya lalu menghancurkan perusahaan ku atau pun punya papa bahkan juga perusahaan mu ."


Ceklek,,,,,,.


ketiga orang itu terdiam untuk sesaat menengok ke arah pintu menatap tajam siapa yang berada di balik pintu tersebut.


" Aku tidak menyangka mempunyai putra seperti mu zain . Pantas saja , papa begitu membenci mu karena kau mengetahui semua nya . Dan bodoh nya aku masih percaya pada nya yang telah membunuh kakek mu ."


Orang yang membuka ruang kerja zain ternyata papa nya hendra dan juga kakek nya arijaya.


" Sekarang kau mengerti hendra ! jika waktu itu aku tidak mengambil nya dari mu , kau tidak akan mempunyai cucu bahkan memandang nya saja sudah tak bisa."


Ucap kakek arijaya yang ternyata ada di belakang papa hendra.


" Iya pa, maafkan hendra yang telah salah paham selama ini ."


" Kenapa kalian kesini ? Bukankah para kakek harus menjaga cucu nya ?"


Zain berdiri menepuk jidat dave yang berbicara demikian.


" Dasar cucu kurang ajar !!"


" Siapa yang kurang ajar ? Kakek dan papa yang membuka pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu ."


Dave tak ingin mengalah meskipun dengan kakek nya sendiri.


" Dave,,,,."


" Baik lah , kali ini kau selamat kek."


Ucap dave meninggalkan ruangan kerja kakak nya berjalan menuju kamar nya.


Dave sungguh tak menyangka jika istri nya seorang yang tajir dan juga menjadi incaran orang banyak yang sangat membahayakan nya .


" Apa terjadi masalah ?"


Kakek arijaya selalu menebak apa tang terjadi ketika melihat cucu nya memainkan barang kesukaan nya atau pun bermain main dengan ikan ikas hias di aquarium kecil di ryang tersebut.


" Adinata membuat kekacauan di kantor dan juga telah menjual saham nya pada sastro . Apa papa mengetahui nya ?"


Hendra terkejut mendengar pernyataan putra nya bahkan tak mengetahui sejak kapan adinata yang ternyata saudara papa nya mempunyai sahan di perusahaan nya.


" Bagaimana mungkin ? Ia tidak punya saham di perusahaan papa ."


" Saham atas nama nona sila ."


Deg,,,,,


Hendra bahkan tak menyangka putra nya mengetahui sedetil itu , sedangkan ia tak begitu memperhatikan para investor.


" Papa bahkan tak menyangka kau mengetahui sedetil ini zain .Bagaimana dengan nenek mu ? Apa dia mengetahui jika dia bukan suami nya ?"


" Apa menurut papa nenek tidak tahu ?"


Deg,,,


Pertanyaan yang di lontarkan zain membuat nya sadar jika ia begitu bodoh tertipu dengan wahah yang sama . Bahkan mama nya mengetahui jika dia bukan papa nya .


Hendra diam membisu mendengar , menelaah setiap perkataan zain yang ia dengar bahkan di luar kendali nya .


Beruntung sekali memiliki istri sekuat mona yang mendampingi nya selama ini.


Tok,,,tok,,,,


" Masuk !''


Zain mempersilahkan seseorang yang mengetuk pintu ruang kerja nya .


" Tuan, di pintu gerbang depan ada seseorang yang bernama tuan jack ingin bertemu dengan anda ?"


Orang yang tak lain adalah pak mus memberitahu nya jika ada jack di pintu gerbang .


" Pak mus , persilahkan dia masuk ! Dan beritahu dave untuk membawa istri nya turun menemui nya."


" Baik tuan."


Pak mus undur diri dari ruang kerja zain mengerjakan apa yang menjadi perintah zain .


" Apa kau yakin jack akan membantu lily ?"


Kakek arijaya sedikit ragu dengan kedatangan jack .


" Tentu saja. Ia tak mungkin kemari jika tak ingin membantu keponakan nya sendiri."


" Kau ingin menemani ku ?"


Zain mengedipkan sebelah mata nya pada kakek arijaya.


" Tidak .Lebih baik aku menggendong cucu ku."


Kakek arijaya menolak ajakan zain karena ingin bersama ketiga cicit nya , sedangkan papa hendra memilih kembali ke kamar nya .


Max masih menyelesaikan perjuangan nya dengan setumpuk berkas yang di bawa diana sebelum ia menikah.


Zain turun ke lantai satu ke ruang tamu menemui tamu nya yang tak lain adalah paman dari adik ipar nya lily.


" Apa anda sudah menunggu lama tuan jack ?"


Zain mengulurkan tangan nya berjabat tangab dengan jack dan jack pun menyambut uluran tangan zain.


" Tidak, tuan zain . Saya baru saja datang."


" Silahkan duduk tuan jack !"


" Terima kasih tuan zain ."


Tak berapa lama para pelayan menyajikan beberapa minuman dan juga cemilan untuk mereka.


" Jadi,,, apa aku akan mendapat kabar bahagia ?"


Zain tidak mau berbasa basi pada jack tmyang tengah mengunjungi nya.


" Wah,,, wah,,, saya suka dengan sikap anda tuan zain yang langsung pada inti nya.Well, benar tuan zain saya akan membantu keponakan saya demi surat wasiat yang di tinggalkan beliau ."


" Dan saya berterima kasih pada anda tuan zain ,entah bagaimana saya membalasnya ? Apa lagi sungguh suatu kehormatan anda menjadikan lily menantu di keluarga besar anda."


Ucap jack sangat terharu dengan apa yang di lakukan zain terhadap keluarga nya.


" Saya tidak menyangka sekian tahun mencari nya dan bahkan hampir putus asa tak menemukan jejak sama sekali . Anda benar benar hebat menutup akses keberadaan lily secara rapat ."


" Sungguh , kakak saya memilih orang yang tepat."


" Hahahaha,,,. Sanjungan mu terlalu tinggi tuan jack , aku hanya melakukan yang menjadi kewajiban ku sebagai sesama manusia yakni saling membantu ."


Ucap zain.


" Apa anda tak ingin bertemu dengan lily ?"


" Tentu saja , jika anda tidak keberatan ."


Jack memang berharap bertemu dengan lily keponakan nya setelah belasan tahun tidak bertemu karena kehilangan jejak nya .


" Pak mus , apa kau sudah menyuruh dave turun ?"


Zain melihat sejenak pak mus yang tengah membuatkan minuman untuk tamu dan juga tuan nya.


" Iya tuan muda . Sebentar lagi akan turun."


Ucap pak mus lalu pamit undur diri setelah membuatkan minuman .


Lily yang merasa kesal karena dave membangunkan tidur nya mengerucutkan bibir nya dan juga menampakkan muka masam pada wajah nya .


Dave sebenar nya tidak tega karena membangunkan istri nya namun sesuai o


perintah kakak nya jika paman lily datang menjenguk nya .


"Awas ya ! aku akan mengadukan mu pada kakak ipar ."


Ucap lily yang telah sampai di ruang tamu .


" Dia,,,, ."


Jack bergumam dalam hati nya ketika melihat lily yang ternyata pasangan zain yang ia jumpai sewaktu di pesta itu .


" Benar kah dia ,,,?"


Jack menunjuk lily dengan jari telunjuk nya menginginkan jawaban dari zain jika benar orang yang di depan nya adalah keponakan nya dan zain mengangguk tersenyum pada jack mengiyakan pertanyaan yang akan di lontarkan jack.


Tanpa basa basi jack menghampiri lily yang sedang bertengkar dengan suami nya memeluk nya hingga menitikkan airmata . Sedangkan lily hanya diam tertegun mendapat pelukan dari orang tersebut .


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™