
Setelah beberapa saat Papa dan Mama Mona telah sampai juga di mansion , mereka terkejut dengan kehadiran sang besan yang terlebih dahulu di sana .
"Besan , ternyata kalian sudah di sini ." Ucap Papa Mona .
" Tentu saja , Aku memesan tiket penerbangan pertama ." Ucap papa hendra dengan nada sombong nya.
" Kau itu ,benar benar tidak berubah ." Ucap Papa mona .
Ketika papa hendra hendak menjawab pernyataan sang besan , ia kemudian di cegah oleh istri nya dan akhir nya mereka terdiam beberapa saat .
Kedua keluarga besar itu kemudian berdiskusi tentang peristiwa tersebut , tentang kabar berita yang membawa nama keluarga besar mereka .
Papa Zain yang memang sudah mengetahui apa yang terjadi sebenar nya hanya diam karena permintaan Zain .
Papa Zain tidak mengetahui apa yang sebenar nya di rencana kan Zain namun ia hanya bisa mendukung putra nya tersebut .
Musyawarah yang di lakukan tidak mendapatkan mufakat sampai malam tiba akhir nya mereka memutuskan untuk tinggal beberapa hari di Mansion Hendra demi masalah yang mereka hadapi .
Sementara di tempat lisha yang begitu gembira karena merasa mendapat dukungan dari kakek Zain . Ia berulang kali bercermin di depan meja rias nya sampai saat mama nya datang pun ,ia tak mengetahui nya .
" Sayang , tampak nya kau tengah bahagia hingga tak menyadari mama di sini ." Ucap mama lisha yang tengah memperhatikan putei nya .
" Tentu saja Ma, Mama tidak tahu sebentar lagi aku akan menjadi nyonya Zain adinata ." Ucap Lisha yang tengah berbangga diri .
"Haaaa haaa ,,, kau benar putri ku . Pandai sekali kau memilih suami , tapi bagaimana jika ini hanya jebakan orang lain ? " Ucapan Mama nya memang benar ada nya tetapi dengan penuh penekanan lisha menunjukkan video wawancara kakek Zain yang mendukung nya .
" Ma , coba lihat ini ! Kakek Zain yang akan memaksa Zain sendiri menikah dengan ku karena aku punya bukti yang kuat yaitu photo Zain yang mengenakan jas yang sama ." Ucap Lisha yang tersenyum licik menjelaskan pada mama nya .
" Bagus , kita akan mendapat tambang emas yang besar ." Ucap Mama lisha .
" Haaaa haaaaa ,,,, tentu saja Ma , aku bahkan telah mengecek ke pihak hotel jika tempat itu tidak ada cctv ." Ucap Lisha yang tersenyum menyeringai karena kelicikan nya .
" Itu berarti ,,,,,." Mama lisha menerka nerka yang terjadi nanti nya .
" Iya bener Ma ,,,,,." Ucap Lisha seakan mengerti dari ucapan mama nya .
" Haaaaaa haaaaaaa ,,, keberuntungan menjadi milik mu lisha . Pergunakan dengan baik ." Ucap Mama nya yang menyadari jika ada keuntungan di pihak mereka .
Lisha hanya tersenyum dengan perkataan mama nya , ia membayangkan jika sebentar lagi keinginan nya yang sudah lama itu akan segera terwujud .
Dan juga terlepas dari cengkraman Bram untuk selama nya tetapi meskipun rencana nya gagal masih ada seribu cara untuk mendapatkan keinginan nya .
Meskipun resiko yang ia ambil sangat besar tetapi ia merasa sangat beruntung mendapat dukungan dari kakek Zain hingga ia memutuskan tidak mundur dari rencana nya .
" Haaaaa haaaaa ,,,, Zain sebentar lagi kau akan menjadi milikku . Tidak akan ada yang bisa mengganggu ku lagi meskipun itu kau Bram ."
Ucap Lisha tersenyum menyeringai setelah mama nya keluar dari kamar nya .
Setelah berita itu muncul lisha memang tidak diperbolehkan tinggal di apartemen nya lagi , kedua orang tuanya melarang nya melakukkan aktivitas lagi sampai orang orang mengira jika ia dalam keadaan trauma.
Peringai licik kedua orang tua nya pun ikut andil , untuk melancarkan aksi nya . Namun ia tidak mengerti jika masalah yang ia timbulkan akan menyebab kan bencana yang besar bagi keluarga mereka atau pun diri nya sendiri .
Seseorang yang tengah tersenyum dengan ada nya berita itu kini tengah menyusun rencana nya kembali .
" Nyonya , Apa kita akan menggunakan rencana yang lama ? Mery tidak bisa di hubungi lagi ." Ucap seorang lelaki yang mendampingi nya .
Dengan menyesap putung rokok nya ia hanya tersenyum menyeringai tanpa menjawab orang kepercayaan nya.
" Tapi nyonya ,,,,." Belum sempat ia melanjutkan ucapan nya sang nyonya sudah lebih dulu memotong perkataan nya .
" Haaaaa haaaaaa ,,,,, kau tidak yakin dengan rencana ku ." Ucap nya.
" Bukan begitu nyonya , bagaimana dengan mery nyonya ? Apa kita,,,, ?" Ia tak melanjutkan ucapan nya hanya bisa diam menebak apa yang akan di katakan nyonya nya tersebut.
" Haaaaa haaaaaa ,,, ia hanya seekor semut . Kau pasti mengerti kan !!." Ucap Sang nyonya , orang kepercayaan nya pun mengerti apa yang di maksud dengan ucapan nyonya nya .
" Iya nyonya , saya paham ." Jawaban itu membuat nya merasa sedikit bersalah terhadap nya .
" Maaf kan aku mery jika harus mengorbankan dirimu ." Gumam nya dalam hati .
" Beri tahu semua anak buah mu untuk bersiap menjalankan rencana selanjut nya ! Aku tidak mau ada kesalahan kali ini ." Ucap nya meninggalkan orang kepercayaan nya.
"Baik nyonya ." Jawab nya singkat ,kemudian meninggalkan sang nyonya yang tengah duduk menyesap sisa rokok nya .
Beberapa saat kemudian setelah orang kepercayaan nya pergi ,ia mengenang kembali saat saat itu kemudian menangis dan tertawa dengan jahat nya .
" Aku akan membalasmu tua bangka ." Ucap wanita itu kemudian bangun dari duduk nya memandang jauh ke angkasa .
" Kau akan mengerti rasa pahit yang akan menimpa cucu kesayangan mu itu ."
" Haaaaaaa haaaaaaa bagaimana jika ia menderita ?"
" Hikkssss hikssss ,,,, sekian tahun aku mendapat hinaan ."
" Aku akan mengembalikan hal yang sama dengan apa yang kau lakukan terhadap ku , tua bangka ,,,,,,haaaaa haaaaaa."
Sesekali wanita itu menangis dan juga tertawa , ia juga tersenyum sinis . Kepedihan yang ia rasakan membuat nya buta hingga menimbulkan iri dan dengki .
Setelah beberapa saat kemudian bunyi ketukan pintu membuat nya berhenti tertawa dan melangkahkan kaki nya ke arah pintu .
Tok tok tok ,,,,
Ceklek,,,,
" Nyonya , makan malam sudah siap ." Ucap sang pelayan .
" Tidak ,,,, aku tidak lapar dan juga tak ingin makan ." Ucap nya kemudian berjalan turun menuruni anak tangga .
"Tapi nyonya , anda harus makan ! Kesehatan anda sedang tidak baik ." Ucapan pelayan itu mendapat tatapan tajam dari sang nyonya .
" Aku tahu kesehatan ku , kau tidak usah ikut campur !!." Dengan nada yang tinggi sang nyonya berbicara pada pelayan itu .
" Nyonya , saya ikut dengan anda sudah sejak lama . Saya tidak ingin ikut campur ,tetapi sesuai pesan tuan besar saya harus menjaga anda nyonya ." Ucap nya yang tidak mau kalah dengan sang nyonya .
" Haaaaaaa haaaaaaa ,,,, Baiklah ." Mau tidak mau wanita itu berjalan menuju meja makan dan mengambil beberapa menu makanan .
Setelah beberapa saat makan malam nya sudah selesai , sang nyonya berjalan menuju mini bar mengambil gelas dan minunan beralkhohol .Kemudian ia berjalan kembali ke lantai atas kamar tidur nya .
Ia duduk di teras kamar nya dengan menikmati sunyi sepi nya mansion tersebut dan juga sesekali meminun minunan nya , sesekali juga menyesap putung rokok nya . Menatap jauh langit di angkasa dengan senyum yang menyeringai .
Bersambung 🙏🙏🙏😊😊😊