ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 174.


Beberapa saat ayris dan zain yang telah selesai mengganti baju nya turun ke bawah dimana kakek dan nenek zain menunggu mereka.


Dengan raut muka yang kesal menunggu cucu mereka.


" Nyonya ,,, nyonya ,,,, gawat nyonya ."Mira yang tiba tiba menerobos di tengah tengah kakrk dan nenek zain membuat mereka tertegun dan hampir saja terjatuh karena kehilangan keseimbangan .


Sementara ayris dan zain yang menuruni anak tangga terkejut melihat mira yang tiba tiba berteriak teriak memanggil nya .


" ada apa mira ?" Ayris yang mengernyitkan dahi nya melihat mira merasa ada sesuatu yang aneh .


Tanpa basa basi mira berbisik di telinga ayris meskipun ada tuan muda nya .


" Nyonya ,,,gawat ,,,leon sedang mengamuk sejak tadi pagi ." Bisik mira di telinga ayris .


Sementara zain mengeryitkan dahi nya melihat istri dan asisten istri nya berbisik bisik .


Ayris kemudian tersenyum ketika memandang ke arah nenek mereka . Terbesit ide cemerlang memindahkan leon tapi jika di pindahkan, ia tak bisa bertemu lagi dengan kucing besar itu .


Yang terkadang membuat nya takut tapi leon menyayangi nya , ketika ia kesepian dia lah kucing yang menemani nya ketika zain sibuk .


" Ada apa sayang ? Dan kau mira ,,, hampir saja membuat ku terjatuh ." Ucap nenek jaya melihat cucu nya yang tengah bisik berbisik dengan asisten pribadi nya .


" Maaf kan saya nyonya besar , saya terburu buru karena leon sedang mengamuk ." Ucap mira kemudian mira menutup mulut nya dengan kedua tangan nya . Ia telah kelepasan bicara setelah berbisik pada nyonya nya .


Sementara ayris hanya diam menghela nafas kasar nya , ia yang semula punya ide memindahkan leon hanya impian saja . Zain tidak akan mengijinkan binatang kesayangan nya pindah dari kandang nya .


Zain memicingkan mata nya menatap tajam pada ayris yang mendengus kesal .


" Hahahaha,,,, .Jangan berharap kau bisa memperdayai nenek lagi !." Bisik zain di telinga ayris .


" Sayang ,aku tidak memperdayai nenek tapi baby yang menginginkan nya ." Ayris yang mengelak dari ucapan zain membuat zain pun menatap tajam .


" Memang nya ada apa ?" Ucapan Nenek jaya seakan kehilangan lanjutan dari drama korea kesukaan nya .


" Entahlah nek , suami ku ini membuat ku bingung . Padahal aku tidak melakukan apa apa ." Ayris yang sengaja tidak tahu menahu tentang apa yang zain bicarakan membuat kakek dan nenek memandang pada zain .


Zain yang menerima tatapan tajam itu hanya mengangkat bahu mereka , sedangkan ayris tersenyum melihat kakek dan nenek arijaya .


" Nyonya,,,, nyonya,,, Bagaimana dengan leon ?" Ucap mira menggoyang goyangkan lengan ayris . Zain yang melihat tingkah mira seperti itu menatap tajam pada mira .


" Maaf tuan muda ." Ucap mira kemudian berlari meninggalkan tuan dan nyonya nya .


" Seperti nya kau sudah menjadi pawang leon , tapi kenapa tadi berteriak ? Apa kau mencoba membodohi suami mu lagi ?" Bisikan zain membuat ayris mendengus kesal .


Ia tak menjawab sedikit pun berjalan meninggalkan zain dan juga kakek dan nenek arijaya .


Ayris yang sampai di meja makan melihat menu sarapan pagi yang chef masak untuk mereka .


" Chef,,, aku ingin roti bakar dengan olesan selai strawberi . Tolong buat kan untuk ku ! terimaksih ." Ucap ayris memanggil ketua chef .


" Baik nyonya ."


" Oh ya ,,, jangan lupa susu hamil ku rasa vanila ." Chef yang terhenti dengan permintaan samg nyonya kembali ke dapur membuat pesanan sang nyonya .


Zain yang mengikuti ayris dari belakang beserta kakek dan nenek nya memandang ke arah ayris yang tengah duduk santai menunggu pesanan nya .


Kakek dan nenek zain yang kini mulai mengerti dengan sikap zain yang berubah karena ayris yang memberi warna dalam hidup nya .


Perbedaan ayris dan vivi yang terlalu jauh membuat nya semakin paham . Jika vivi cenderung manja dan pemarah berbeda dengan ayris yang susah sekali di tebak . Terkadang ia bersikap manja , galak dan juga bar bar .


" Sayang , ingin makan apa ? " Sikap ayris yang lembut bertanya pada suami nya membuat kedua kakek dan nenek zain saling berpandangan satu sama lain .


" Sandwich dan segelas jus ." Ayria yang dengan setia mengambil makanan untuk zain membuat iri kakek jaya kemudian menyenggol siku tangan kakek jaya .


" Apa,,, ? Kau menginginkan nya juga ? " Ucapan nenek jaya membuat kakek jaya mendengus kesal .


" Leonnnnn,,,,, Stop it !."


" Ayo cepat kejarrrrr,,,, leon ."


" Hah ,,,hah,,,, hah,,,." Bunyi suara nafas yang tersengal sengal mengejar leon dari beberapa orang membuat ricuh .


" Aaaaaaaaaa,,,,,, lariiiiii,,,,." Beberapa pelayan yang tengah bekerja terkejut melihat leon yang sedang berjalan ke dalam mansion .


Mereka berlarian kalang kabut pergi menyelamatkan diri . Sementara Leon yang berjalan dengan santai nya menuju ruang makan membuat semua orang bergetar ketakutan .


Zain yang tengah berdiri menuju arah sumber suara terkejut saat leon dengan santai nya berjalan ke ruang makan tanpa memperdulikan dia , leon menghampiri ayris yang tengah makan .


Leon yang menjilati tangan ayris membuat nya terkejut dan berteriak.


" Aaaaaaaaaaa,,,,, ." Ayris yang berteriak membuat kakek dan nenek nya menutup kedua telinga mereka . Sementara zain bersandar pada tembok memperhatikan ayris dan leon .


Leon hanya duduk memandang ke arah ayris yang terkejut karena kedatangan nya .


" Heii,,,, anak nakal ! Kau mengagetkan saja ." Leon yang seakan mengerti jika sedang di marahi duduk dengan dagu yang menyentuh pada lantai kedua kaki nya menjadi tumpuan dagu nya .


Zain di buat terkejut karena leon menjadi penurut pada ayris bahkan ia seperti melupakan diri nya .


" Kau mau apa ? Pagi pagi sudah bikin ricuh . Awas ya jika kamu nakal akan ku pindahkan ke hutan rimba !." Ucap ayris menatap tajam pada zain .


" Nggg ,,,,." leon yang tengah duduk dengan menopangkan dagu nya pada kedua kaki nya mengerang pelan seakan mengerti jika ayris sedang marah .


Zain yang semula terkejut tersenyum melihat keakraban leon dan istri nya yang ia kira ketakutan justru leon lah yang ketakutan mendengar ucapan ayris .


Kakek dan nenek jaya terkejut melihat yang terjadi di depan mata mereka , cucu menantu mereka di samping bisa mengendalikan cucu nya ternyata ia juga bisa mengedalikan hewan piaraan zain .


Nenek jaya baru tersadar dengan ucapan ayris kemarin yang menyatakan zain mempunyai hewan piaraan ternyata leon lah yang di maksud ayris .


" Sayang , dia menurut pada mu ." Ucap zain menghampiri ayris menyentil hidung nya .


" Hemmmm ,,,, . Ini semua karena dia ." Ucap ayris menunjuk pada leon .


" Aungg,,,." leon yang seakan sadar sedang di bicarakan mengeluarkan suara raungan .


Zain tersenyum mengelus pelan kepala leon membuat ayris memicingkan mata nya menatap tajam pada mereka berdua .


Nenek jaya yang melihat perubahan pada ayris menyenggol siku kakek arijaya mengajak nya keluar dari ruang makan .


Kakek jaya yang terpaksa mengikuti nenek jaya meskipun belum selesai sarapan .


Nenek jaya yang bernafas lega pun membuat kakek jaya bingung.


" Kenapa mengajak ku keluar ? kopi ku belum habis." Ucap kakek jaya pada nenek .


" Kau tidak lihat aora kecemburuan pada mereka bertiga ? Lebih baik kita menyingkir ." Ucap nenek jaya .


" Tapi kopi ku belum habis ,,,." Ucap kakek jaya .


" Nanti aku akan membuatkan lagi setelah sampai di rumah ." KaKek jaya yang seakan lupa jika ayris mengajak pulang ke mansion nya tertegun memandang istri nya .


Nenek jaya mendengus kesal kemudian menganggukkan kepala isyarat pada kakek.


Sementara ayris yang menatap tajam pada leon dan zain membuat leon bangun dan berjalan keluar . Hewan peliharaan itu seakan mengerti jika sang nyonya sedang menatap tajam pada nya dan pada tuan nya .


Ia pun memilih meninggalkan tempat itu .


Bersambung 😊🙏🙏🙏