
Beberapa saat ayris dan zain yang telah selesai mengganti baju nya turun ke bawah dimana kakek dan nenek zain menunggu mereka.
Dengan raut muka yang kesal menunggu cucu mereka.
" Nyonya ,,, nyonya ,,,, gawat nyonya ."Mira yang tiba tiba menerobos di tengah tengah kakrk dan nenek zain membuat mereka tertegun dan hampir saja terjatuh karena kehilangan keseimbangan .
Sementara ayris dan zain yang menuruni anak tangga terkejut melihat mira yang tiba tiba berteriak teriak memanggil nya .
" ada apa mira ?" Ayris yang mengernyitkan dahi nya melihat mira merasa ada sesuatu yang aneh .
Tanpa basa basi mira berbisik di telinga ayris meskipun ada tuan muda nya .
" Nyonya ,,,gawat ,,,leon sedang mengamuk sejak tadi pagi ." Bisik mira di telinga ayris .
Sementara zain mengeryitkan dahi nya melihat istri dan asisten istri nya berbisik bisik .
Ayris kemudian tersenyum ketika memandang ke arah nenek mereka . Terbesit ide cemerlang memindahkan leon tapi jika di pindahkan, ia tak bisa bertemu lagi dengan kucing besar itu .
Yang terkadang membuat nya takut tapi leon menyayangi nya , ketika ia kesepian dia lah kucing yang menemani nya ketika zain sibuk .
" Ada apa sayang ? Dan kau mira ,,, hampir saja membuat ku terjatuh ." Ucap nenek jaya melihat cucu nya yang tengah bisik berbisik dengan asisten pribadi nya .
" Maaf kan saya nyonya besar , saya terburu buru karena leon sedang mengamuk ." Ucap mira kemudian mira menutup mulut nya dengan kedua tangan nya . Ia telah kelepasan bicara setelah berbisik pada nyonya nya .
Sementara ayris hanya diam menghela nafas kasar nya , ia yang semula punya ide memindahkan leon hanya impian saja . Zain tidak akan mengijinkan binatang kesayangan nya pindah dari kandang nya .
Zain memicingkan mata nya menatap tajam pada ayris yang mendengus kesal .
" Hahahaha,,,, .Jangan berharap kau bisa memperdayai nenek lagi !." Bisik zain di telinga ayris .
" Sayang ,aku tidak memperdayai nenek tapi baby yang menginginkan nya ." Ayris yang mengelak dari ucapan zain membuat zain pun menatap tajam .
" Memang nya ada apa ?" Ucapan Nenek jaya seakan kehilangan lanjutan dari drama korea kesukaan nya .
" Entahlah nek , suami ku ini membuat ku bingung . Padahal aku tidak melakukan apa apa ." Ayris yang sengaja tidak tahu menahu tentang apa yang zain bicarakan membuat kakek dan nenek memandang pada zain .
Zain yang menerima tatapan tajam itu hanya mengangkat bahu mereka , sedangkan ayris tersenyum melihat kakek dan nenek arijaya .
" Nyonya,,,, nyonya,,, Bagaimana dengan leon ?" Ucap mira menggoyang goyangkan lengan ayris . Zain yang melihat tingkah mira seperti itu menatap tajam pada mira .
" Maaf tuan muda ." Ucap mira kemudian berlari meninggalkan tuan dan nyonya nya .
" Seperti nya kau sudah menjadi pawang leon , tapi kenapa tadi berteriak ? Apa kau mencoba membodohi suami mu lagi ?" Bisikan zain membuat ayris mendengus kesal .
Ia tak menjawab sedikit pun berjalan meninggalkan zain dan juga kakek dan nenek arijaya .
Ayris yang sampai di meja makan melihat menu sarapan pagi yang chef masak untuk mereka .
" Chef,,, aku ingin roti bakar dengan olesan selai strawberi . Tolong buat kan untuk ku ! terimaksih ." Ucap ayris memanggil ketua chef .
" Baik nyonya ."
" Oh ya ,,, jangan lupa susu hamil ku rasa vanila ." Chef yang terhenti dengan permintaan samg nyonya kembali ke dapur membuat pesanan sang nyonya .
Zain yang mengikuti ayris dari belakang beserta kakek dan nenek nya memandang ke arah ayris yang tengah duduk santai menunggu pesanan nya .
Kakek dan nenek zain yang kini mulai mengerti dengan sikap zain yang berubah karena ayris yang memberi warna dalam hidup nya .
Perbedaan ayris dan vivi yang terlalu jauh membuat nya semakin paham . Jika vivi cenderung manja dan pemarah berbeda dengan ayris yang susah sekali di tebak . Terkadang ia bersikap manja , galak dan juga bar bar .
" Sayang , ingin makan apa ? " Sikap ayris yang lembut bertanya pada suami nya membuat kedua kakek dan nenek zain saling berpandangan satu sama lain .
" Sandwich dan segelas jus ." Ayria yang dengan setia mengambil makanan untuk zain membuat iri kakek jaya kemudian menyenggol siku tangan kakek jaya .
" Apa,,, ? Kau menginginkan nya juga ? " Ucapan nenek jaya membuat kakek jaya mendengus kesal .
" Leonnnnn,,,,, Stop it !."
" Ayo cepat kejarrrrr,,,, leon ."
" Hah ,,,hah,,,, hah,,,." Bunyi suara nafas yang tersengal sengal mengejar leon dari beberapa orang membuat ricuh .
" Aaaaaaaaaa,,,,,, lariiiiii,,,,." Beberapa pelayan yang tengah bekerja terkejut melihat leon yang sedang berjalan ke dalam mansion .
Mereka berlarian kalang kabut pergi menyelamatkan diri . Sementara Leon yang berjalan dengan santai nya menuju ruang makan membuat semua orang bergetar ketakutan .
Zain yang tengah berdiri menuju arah sumber suara terkejut saat leon dengan santai nya berjalan ke ruang makan tanpa memperdulikan dia , leon menghampiri ayris yang tengah makan .
Leon yang menjilati tangan ayris membuat nya terkejut dan berteriak.
" Aaaaaaaaaaa,,,,, ." Ayris yang berteriak membuat kakek dan nenek nya menutup kedua telinga mereka . Sementara zain bersandar pada tembok memperhatikan ayris dan leon .
Leon hanya duduk memandang ke arah ayris yang terkejut karena kedatangan nya .
" Heii,,,, anak nakal ! Kau mengagetkan saja ." Leon yang seakan mengerti jika sedang di marahi duduk dengan dagu yang menyentuh pada lantai kedua kaki nya menjadi tumpuan dagu nya .
Zain di buat terkejut karena leon menjadi penurut pada ayris bahkan ia seperti melupakan diri nya .
" Kau mau apa ? Pagi pagi sudah bikin ricuh . Awas ya jika kamu nakal akan ku pindahkan ke hutan rimba !." Ucap ayris menatap tajam pada zain .
" Nggg ,,,,." leon yang tengah duduk dengan menopangkan dagu nya pada kedua kaki nya mengerang pelan seakan mengerti jika ayris sedang marah .
Zain yang semula terkejut tersenyum melihat keakraban leon dan istri nya yang ia kira ketakutan justru leon lah yang ketakutan mendengar ucapan ayris .
Kakek dan nenek jaya terkejut melihat yang terjadi di depan mata mereka , cucu menantu mereka di samping bisa mengendalikan cucu nya ternyata ia juga bisa mengedalikan hewan piaraan zain .
Nenek jaya baru tersadar dengan ucapan ayris kemarin yang menyatakan zain mempunyai hewan piaraan ternyata leon lah yang di maksud ayris .
" Sayang , dia menurut pada mu ." Ucap zain menghampiri ayris menyentil hidung nya .
" Hemmmm ,,,, . Ini semua karena dia ." Ucap ayris menunjuk pada leon .
" Aungg,,,." leon yang seakan sadar sedang di bicarakan mengeluarkan suara raungan .
Zain tersenyum mengelus pelan kepala leon membuat ayris memicingkan mata nya menatap tajam pada mereka berdua .
Nenek jaya yang melihat perubahan pada ayris menyenggol siku kakek arijaya mengajak nya keluar dari ruang makan .
Kakek jaya yang terpaksa mengikuti nenek jaya meskipun belum selesai sarapan .
Nenek jaya yang bernafas lega pun membuat kakek jaya bingung.
" Kenapa mengajak ku keluar ? kopi ku belum habis." Ucap kakek jaya pada nenek .
" Kau tidak lihat aora kecemburuan pada mereka bertiga ? Lebih baik kita menyingkir ." Ucap nenek jaya .
" Tapi kopi ku belum habis ,,,." Ucap kakek jaya .
" Nanti aku akan membuatkan lagi setelah sampai di rumah ." KaKek jaya yang seakan lupa jika ayris mengajak pulang ke mansion nya tertegun memandang istri nya .
Nenek jaya mendengus kesal kemudian menganggukkan kepala isyarat pada kakek.
Sementara ayris yang menatap tajam pada leon dan zain membuat leon bangun dan berjalan keluar . Hewan peliharaan itu seakan mengerti jika sang nyonya sedang menatap tajam pada nya dan pada tuan nya .
Ia pun memilih meninggalkan tempat itu .
Bersambung 😊🙏🙏🙏