
Sementara di mansion utama nenek nata yang tertegun mendengar suara desahan gadis membuat nya berpikir keras dengan apa yang baru saja ia dengar .
" Zain,,, bersama seorang gadis . Bagaimana mungkin serigala dingin ku menemukan pemilik hati nya ?"
" Lalu suara siapa itu ? Televisi ?Jangan jangan dia sedang menonton film itu lagi ?"
" Aku harus telepon max , dia pasti tahu apa yang terjadi di sana ?"
Nenek nata yang bermonolog sendiri kemudian memutuskan menghubungi cucu nya yang ketiga .
Dert,,,,dert,,,dert,,,,
Suara handphone chleo yang bergetar membuat nya terusik dari tidur nyenyak nya , saat ia akan beranjak meraih telepon genggam nya max meraih tubuh mungil nya kembali kepelukan nya .
" Sayang ,mau kemana ? Ayo tidur lagi ? Aku masih ngantuk ." Max yang meraih tubuh nys kembali ke pelukan nya tak kuasa membuat nya menolak.
Akhir nya ia kembali tertidur tanpa memperdulikan bunyi telepon milik nya .
Dert,,,,dert,,,,dert,,,,
Bunyi telepon yang kembali bergetar membuat chle terusik kembali . Dengan rasa yang madih kantuk ia meraih handphone kesayangan nya.
📞 :" Halo,, siapa ?"
📞 :" Hei,,, anak nakal ! apa kau tidak mengenali suara nenek ?"
📞 :" Nenek ,,,, maaf kan chle nek . Chle ngantuk sekali jadi tidak tahu nenek menelepon."
📞 :" Memang nya sekarang jam berapa ? Mana max berikan telepon pada nya ?"
Chleo terkejut dengan suara tinggi nenek nya yang seperti petir menggelegar .
📞 :" Kakak masih tidur nek , memang nya ada apa nek ?"
📞 :" Nenek ingin berbicara dengan suami mu maxx ! Bangun kan dia sekarang !!."
Chleo yang mendengar suara teriakan nenek nya akhir nya menjauh kan telepon genggam nya dari telinga nya .
Ia tidak mau mengambil resiko amukan nenek nya maka dari itu ia segera membangunkan max.
" Sayang,,,,sayang bangun ! Nenek ingin bicara ?" Ucap chleo yang menggoyang goyangkan lengan suami nya .
" Eeeeugggghh,,,, Ada apa ? Kenapa pagi pagi begini nenek telepon ?"
Dengan mengerjapkan mata nya max meraih handphone chleo .
📞 :" Halo nek ,selamat pagi."
📞 :"Kenapa lama sekali bangun nya ? kau tidak ke kantor ?"
📞 :" Tidak nek , semalam max lembur sampai larut ."
📞 :" Cihhhkkkk ,,, anak muda sekarang tidak malu berkata seperti itu ."
📞 :" Memang nya max berkata apa pada nenek ?"
📞 :" Ah sudahlah . Katakan pada nenek apa kakakmu mempunyai pacar ?"
📞 :" Tidak ."
📞 :" Tapi nenek tadi mendengar suara seorang gadis . Max kau jangan coba-coba membohongi nenek !"
📞:" Siapa yang membohongi nenek ? dari mana nenek tahu ?"
Max mencoba tenang dan hati hati sekali berbicara .
📞:" Pagi tadi sewaktu nenek menelepon menanyakan keberadaan mama dan papa mu ."
📞 :"Mama dan papa ,,,,. Memang nya ada apa dengan mereka ?"
📞 :" Mama dan papa mu tidak pulang semalaman max ."
📞 :" Apaaaaaa,,,,."
Suara teriakan max membuat chleo terbangun ketika ia tertidur lagi setelah menyerahkan ponsel milik nya pada max .
📞 :" Tut ,,,,tut,,,,tut,,,."
Max memutus sambungan telepon setelah ia mendengar berita mama dan papa nya tidak pulang ke rumah.
📞 :" max ,,,max ,,,.''
Nenek nata kesal dengan tingkah kakak beradik itu meskipun bukan saudara kandung tapi max hampir memiliki sifat yang sama dengan zain .
" Sayang , ada apa ?" Chleo memanggil nya karena terkejut melihat suami nya tiba- tiba bangun dari tempat tidur .
" Apa kau bilang ? Kau panggil apa sayang ?" Max berhenti melangkah mendengar suara panggilan sayang dari istri nya . Ini kali pertama istri nya memanggil nya dengan sebutan lain .
" Kau panggil apa tadi ? " Max memegang kedua lengan chleo .
" Sa,,,,sayang ." Chleo yang merasa bingung dengan sikap suami nya hanya diam membisu memandang ke arah suami nya.
" Hahahaha,,,,,."
" Hahahaha,,,,."
Max yang tertawa girang membuat chleo heran kemudian ia bangun dari tidur nya menyentuh dahi max .
" Tidak panas , kenapa seperti ini ? Kakak makan apa semalam ?" Chleo yang menyentuh dahi max kemudian menyentuh dahi nya sendiri heran dengan tingkah max pagi ini .
Max yang merasa gemas pun menggendong istri nya ke kamar mandi .
" Aaaaaaaaa,,,, kakak . Apa apa an sih ? "
Chleo hanya pasrah dengan tingkah suami nya yang seperti anak kecil tersebut .
Tanpa memperdulikan chleo max menggendong istri nya kemudian menurunkan nya di bath up . Entah mengapa max merasa bahagian dengan panggilan sayang dari chleo tersebut hingga membuat nya bahagia.
Kembali ke mansion utama , nenek nata yang sangat cemas dengan putra dan menantu nya tak henti henti nya berjalan kesana kesini menunggu kabar dari pak har .
Adinata yang baru saja membuka mata nya terkejut melihat istri nya yang sudah hilang dari pandangan mata nya se pagi ini.
Ia pun membersihkan diri kemudian mencari keberadaan istri nya .Setelah beberapa saat mencari nya , ia pun melihat istri nya yang berada di ruang tengah berjalan mondar mandir tak tentu arah .
" Mana kopi pahit ku ?" Adinata sengaja berbicara demikian karena merasa sedikit kesal dengan istri nya.
" Kau ini,,,,,kopi saja yang di tanyakan . Putra dan menantu mu sampai sekarang saja belum kembali ." Nata yang kesal dengan suami nya berlalu meninggalkan nya .
" Mereka belum kembali . Halah,,, paling juga menginap di hotel ."
" Nata ,,,nata ,,,, anak anak sudah dewasa bahkan mereka sudah pantas menjadi kakek nenek , kau masih saja memanjakan nya ."
adinata yang bermonolog sendiri membuat orang yang baru saja membawa secangkir kopi pahit kesukaan nya merasa kesal .
" Aku tidak akan terlalu mengkhawatirkan mereka jika ada kabar tentang mereka .Kau tahu , aku merasa akan terjadi sesuatu dengan mereka ." Nata yang duduk disamping suami nya mulai menceritakan kegelisahan hati nya .
" Nata ,,,, berpikir lah yang baik baik saja agar hati mu tidak gelisah . Aku tahu kau menyayangi mereka tapi kau harus tahu nata , mereka punya masalah intern yang tidak boleh kita ikut campur ." Ucapan adinata membuat nata tertegun , ia terkejut dengan suami nya yang berbicara dengan kebijakan .
" Ehhhhh,,,,, bagaimana bisa kau sebijak ini ? Tidak seperti biasa nya yang mementingkan diri sendiri . " Ucapan nata merupakan sindirian keras untuk adinata .
" Aku belajar dari kebaikan mu dan pengertian mu terhadap ku selama ini ." Nata mulai merasa senang melihat suami nya yang terlihat lebih baik .
" Tuan nyonya , tuan muda dan nyonya muda keluar malam tadi dengan mengendarai mobil , Dan sampai sekarang belum kembali ." Ucap pak har yang telah selesai mengecek kamera cctv .
" Apaaaaaa,,,,." Suara kompak kedua nya membuat pak har merasa heran.
" Apa sebaik nya kita lapor pada pihak yang berwajib ?" Nata yang terlihat semakin cemas mengetahui hendra dan mona belum kembali dari tadi malam .
" Baiklah ,Ayo bersiaplah !! Kita akan berangkat sekarang ." Ucap adinata yang merasa khawatir .
" Ayo !." Nata yang tanpa sadar masih memakai pijama nya mengajak suami nya berangkat ke kantor pihak yang berwajib .
" Apa kau akan memakai pakaian seperti ini ? " Adinata menggeleng pelan melihat istri nya yang tampak gugup.
" Memang nya ada apa dengan pakaian ku ? " Setelah melihat ke bawah ia baru menyadari jika masih memakai pakaian tidur nya .
" Tunggu sebentar ! Aku akan berganti pakaian ." Ucap nata berjalan ke atas ke kamar nya mengganti pakaian .
Sementara adinata hanya menggelengkan kepala nya .
Beberapa saat kemudian mereka berangkat ke kantor pihak yang berwajib di temani oleh pak har yang menyetir mengantarkan mereka .
Hari yang telah terang menyadarkan hendra dan mona yang pingsan sejak tadi malam .
" Auwww ,,, ." Rasa perih yang terasa disudut bibir kanan kiri mona membuat nya sedikit merintih kesakitan .
" Sayang ,ada apa dengan wajah mu ? kenapa memar seperti itu ?" Hendra yang mendengar suara rintihan mona pun membuka mata nya.
Ia terkejut melihat istri nya yang mempunyai luka memar di wajah nya .
" Aku tidak tahu mas . Aku pun tidak merasakan sesuatu sejak semalam ." Ucapan mona memang ada benar nya mereka telah pingsan sejal semalam .
"Apa yang aku lihat semalam itu lidya ? Mungkinkah ia membuat nya seperti ini ? Kasihan mona akan menjadi korban keganasan nya ? Aku telah salah membiarkan nya selama ini . Aku bodoh sekali ." Gumam hendra dalam hati nya. Ia merasa prihatin dengan istri nya yang tidak tahu menahu tentang apa pun menjadi sasaran korban Lidya .
Sementara tangan dan kaki yang masih terikat , hendra mencoba untuk bergerak mengangkat kursi nya mendekati mona . Namun suara pintu terbuka membuat hendra dan mona memandang ke arah suara tersebut .
Ceklek,,,,,,
" Kau ,,,,,,.''
" Kakak,,,,."
Bersambung 😊😊🙏🙏