
Minah yang ikut serta ke rumah sakit menemani nyonya sukma yang harus mendapatkan pertolongan pertama mencoba menghubungi tuan wijaya namun tidak ter sambung begitu pun dengan nyonya maya pun sama .
Minah sangat khawatir dengan luka yang ada di kepala nya mengeluarkan banyak darah .
Ibu neta juga berada di sana meskipun minah sudah menyuruh nya untuk pulang .
Sedangkan neta yang kini melarikan diri menghubungi kekasih nya boy namun tidak ada jawaban .
" Sialan ,,,, . Kemana kamu boy ? saat genting begini kau pasti menghilang . Brengsek ,,,,,."
" Bagaimana ini ? Apa yang akan ku lakukan ? Bisa jadi santapan om surya jika sampai ter tangkap oleh nya ."
" Aaaaaaahhh,,, brengsek . Semua ini karena ibu ."
Neta yang terus berlari bermonolog sendiri dan mengumpat sendiri karena kesal .
Pandangan mata neta tertuju pada sebuah motel yang berada di samping kiri nya .
" Yah, untuk malam ini aku akan tidur di sini dulu . Besuk aku pikirkan lagi mau kemana ?"
Ucap neta yang kemudian berjalan menuju resepsionis motel tersebut .
Di Mansion zain .
Kakek wijaya yang telah sampai di mansion tersebut merasa bingung dengan mansion yang ber pagar tinggi di penuhi dengan ketat nya penjagaan bahkan di sambut dengan binatang piaraan zain yang terkenal di seluruh dunia bawah .
" Ini benar mansion menantu ku ?"
Ucap kakek wijaya.
" Hei,,, kau tidak salah mendarat di sini ? Kenapa mansion nya seperti kastil saja ?"
Kakek wijaya yang baru saja turun dari helicopter nya bertanya pada pilot yang mengemudikan nya.
" Tidak tuan , sesuai petunjuk tuan zain memang di sini tempat nya."
Jawab pilot tersebut.
" lalu ,,,?"
Kakek wijaya masih belum percaya dengan apa yang di lihat nya.
" Lalu apa wijaya ,,,?"
Kakek arijaya yang tiba tiba muncul dari arah belakang membuat nya terkejut .
" Arijaya,,, kau kah itu ?"
Wijaya yang hampir terkejut dengan suara yang tiba tiba muncul masih tidak mempercayai nya .
" Memang nya kau kira aku ini hantu ? Ayo cepat lah ! kau lama sekali ."
Ucap kakek arijaya yang mengajak wijaya .
" Hei ,,, ari benar ini mansion cucu mu ? kenapa seperti kastil ? menyeramkan ."
Ucap kakek wijaya .
" Benar , ini mansion nya . Kau jangan terlalu menghina nya bisa bisa,,,,,."
Ucap kakek arijaya meletakkan tangan pada leher nya kemudian menggerakkan nya seperti menebas pohon .
Kakek wijaya masih diam terpaku di tempat nya memandang arijaya yang meninggalkan nya sendiri .
" Wijayaaaa,,,,tunggu apa lagi ? "
kakek arijaya yang mulai emosi melihat sahabat nya diam membisu di tempat nya.
" I,,, i,,,iya iya . Kamu ini seperti perempuan saja ,,,, cerewet ."
Ucap wijaya pada sahabat nya itu .
Kedua kakek yang sempat berdebat itu akhir nya masuk ke dalam mansion menemui cucu nya .
Tak berapa lama mereka masuk melewati pintu samping untuk masuk ke dalam mansion.
Saat melangkahkan kaki nya ke dalam mansion saat itu lah kakek wijaya diam terpana dengan pemandangan di dalam mansion yang mewah seperti istana.
" Heii,,, wijaya ,ada apa lagi dengan mu ?"
Kakek wijaya yang tertegun melihat isi mansion menantu nya tersebut terpana di buat nya .
" Seperti istana ."
Ucap kakek wijaya.
" Wijaya,,,, kau ini membuang waktu saja . Cucu mu sedang membutuhkan donor darah dari mu ."
Ucap kakek arijaya membuat kakek wijaya terkejut kemudian berlari ke arah arijaya.
" Apaaaaa ,,,, ! Donor darah ? Baiklah , ayo cepat kita kesana !"
Kakek arijaya yang sukses membuat sahabat nya itu khawatir menyunggingkan senyum nya .
Mereka berdua pun berjalan ke kamar ayris yang berada di lantai dua . Dengan perasaan cemas yang ada di dalam hati wijaya mengikuti arijaya masuk ke dalam kamar cucu nya.
Ceklek ,,,,
Dengan rasa cemas wijaya yang tidak sabar melihat cucu nya ayris menerjang arijaya begitu saja .
Ia pun terkejut dan berhenti melangkah ketika melihat sambutan hangat dari kedua binatang kesayangan zain .
" Aunggg,,,, Aunggg,,,."
" Aunggg,,,, aunggg,,,,."
Kedua binatang peliharaan zain, leon dan leona menyambut kedatangan kakek wijaya .
" Aaaaaa,,,,,."
Kakek wijaya yang sempat berteriak membuat mata ayris dan nenek jaya mengalihkan nya pada sang kakek.
" Kakek,,,, ."
Suara lembut yang tengah memanggil nya membuat nya menitikkan air mata nya.
" Wijaya ,,,."
Ucap nenek jaya .
" Sayang, kau tidak apa apa ?"
Ucap kakek wijaya yang berdiam diri karena ada nya dua harimau besar enggan menghampiri ayris yang ternyata sudah sadar.
" Iya kek,,,."
Ayris menganggukkan kepala nya dengan perlahan karena masih lemah kehilangan banyak darah .
"Kakek sangat mengkhawatirkan keadaan mu ."
Ucap kakek wijaya.
"Ayris baik baik saja kek ."
Ucap ayris dengan sangat lirih .
" Wijaya ,kenapa kau di sana saja ?"
Nenek maya sempat heran melihat kakek wijaya yang masih berdiri kaku di depan pintu.
" Apa lagi jika bukan karena leon dan leona ?"
Ucap kakek arijaya menghela nafas kasar nya.
" Hahahaha,,,,, Seorang seperti mu takut dengan nya ."
Nenek maya tertawa mendengar suami nya berkata jika besan nya takut dengan hewan kesayangan cucu nya tersebut .
" Leon ,,,, leona ,,, siapa mereka?"
Kakek wijaya terkejut mendengar panggilan nama disebutkan tetapi tidak ada orang di sana kecuali mereka saja.
" Aungg,,,,."
" Aunggg,,,,."
Leon dan leona pun meraung pelan ketika kakek wijaya memanggil nama nya .
" Aaaaaa,,,,."
Kakek wijaya berteriak ketakutan ketika mendengar mereka meraung.
" Leon ,,,leona ,,, jangan menakuti kakek ya ! Atau mommy akan marah pada kalian ."
Ucap ayris yang mengerti jika kakek nya takut pada kucing besar kesayangan nya.
" Aung,,,."
" Aung,,,."
" Apaaaaa ,,,! Jadi mereka leon dan leona ?"
Kakek wijaya terkejut mendengar ayris yang memarahi kedua harimau besar tersebut tanpa rasa takut dan justru sebalik nya mereka yang terlihat takut .
" Iya kek , dia jantan bernama leon dan ini istri nya bernama leona ."
Ayris dengan senang hati memperkenalkan mereka pada kakek nya .
" Baiklah sayang, istirahat lah ! Kakek akan mengelilingi mansion mu yang seperti istana dari pada harus melihat kucing besar mu itu membuat kakek merasa merinding."
Kakek wijaya membuat semua orang tertawa karena seorang mafia seperti nya takut dengan harimau kesayangan ayris.
" Hahaha ,,, . Kakek bisa saja ."
Ayris pun tertawa meskipun menahan sakit .
" Jaya ,,,, titip cucu ku !"
Kakek wijaya kemudian mengalihkan nya pada nenek jaya.
" Kau jangan khawatir wijaya , aku akan menjaga nya dengan baik ."
Nenek jaya pun mengiyakan permintaan kakek wijaya .
Zain yang sudah menunggu lama kedatangan kakek wijaya yang kini berada di satu ruangan khusus karena tak ingin ayris yang tiba tiba ingin turun dan mendengar pembicaraan mereka.
Kakek arijaya kemudian mengantar besan nya tersebut ke tempat di mana zain telah menunggu dan untuk ber diskusi dengan nya .
Ceklek,,,,,
Suara pintu yang terbuka membuat zain nenatap ke arah balik pintu dan bertanya mungkinkah kakek telah tiba atau mungkin kakek arijaya yang datang .
" Zain,,,,."
Suara panggilan kakek wijaya membuat nya menghampiri kakek istri nya tersebut da. juga memeluk nya.
" Maaf kan zain kek , zain lalai menjaga ayris . Penembak itu mengenai ayris ketika ia berlari menyelamatkan ku ."
Ucap zain memeluk kakek wijaya .
" Sudahlah zain . Yang terpenting ia selamat ."
Ucap kakek wijaya menepuk punggung zain .
Mereka bertiga pun duduk di meja bundar yang ada di ruangan tersebut untuk membicarakan masalah penting .
" Apa yang kau butuh kan dari kakek zain ? bukankah kakek mu jauh lebih berkuasa ?"
Ucap kakek wijaya dengan melirik sahabat nya tersebut .
" Wijaya , musuh yang kita hadapi sangat berbahaya ."
Kakek arijaya menghela nafas panjang nya .
" Apaaaa ,,,,! Apa maksud kalian musuh kita ?"
Kakek wijaya masih belum mengerti arah pembicaraan arijaya.
" Apa kakek mengenal Redofil ?"
Ucapan zain membuat nya tertegun mendengar nya .
" Apa maksud mu zain ? Ada hubungan apa penembak itu dengan redofil ? Jangan bilang mereka membuat masalah dengan kita ?"
Ucap kakek wijaya .
" Benar wijaya , Semua ada hubungan nya dengan redofil dan juga adinata. Dendam masa lalu yang belum terselesaikan ."
Kakek arijaya semakin membuat kakek wijaya tercengang .
" Adinata ,,, ternyata ia masih belum berubah juga . Apa lelaki tua itu sudah gila ingin mencelakai cucu nya sendiri ? Aku benar benar tidak menyangka nya ."
Kakek wijaya yang paham semua di sebabkan karena masa lalu dan perebutan tahta ketua mafia di dunia bawah .
" Lalu apa hubungan nya dengan redofil ? Bukankah geng itu sudah lama tak beroperasi dan ketua nya pun telah meninggal ?"
Kakek wijaya kembali bertanya dengan geng mafia redofil .
" Apa kau yakin tidak mengenal surya ?"
Ucapan kakek arijaya membuat nya tercengang .
" Sukma ,,, . Orang itu telah kembali . Bahkan ia pun mengira jika aku menikahi sukma ."
ucap kakek wijaya menghela nafas kasar nya .
" Apa kakek tahu jika gadis yang berada di mansion kakek suruhan lelaki tersebut ?"
Ucapan zain membuat nya sadar jika telah meninggalkan istri nya dalam keadaan bahaya.
" Apaaaaa ! Suruhan nya ? Aku harus pulang ari , istri ku dalam keadaan bahaya ."
Kakek wijaya yang panik kemudian mencari di mana letak handphone nya berada .
" Tenang lah ! Istri mu sudah mengetahui jika gadis itu bukan cucu nya . Ia berada di mansion ku sekarang ."
Kakek wijaya semakin tercengang dengan ucapan kakek arijaya .
" Bagaimana mungkin terjadi ? Sewaktu aku berangkat ia masih bersikekeh jika gadis itu cucu nya ? Dan bagaimana ia bisa berada di mansion mu ?"
Kakek wijaya terkejut mendengar istri nya tengah berada di mansion arijaya .
" Ia mengetahui gadis itu bukan cucu nya aku tidak begitu paham karena jaya yang berbicara dengan nya tapi saat ia berada di mansion ku jaya menyuruh nya menginap beberapa hari di sana saat maya menelepon jaya ."
Ucap kakek arijaya menjelaskan .
" Jaya menyuruh maya menginap di sana karena ia sedang ketakutan . Maya sempat menelepon mu dan mengirim pesan pada mu tetapi tidak ada jawaban dari mu ."
Kakek wijaya pun mencari handphone nya .
Benar saja , beberapa panggilan masuk ke layar handphone nya dan juga beberapa pesan singkat .
Bahkan pelayan di rumah nya pun juga menelepon nya . Karena ia panik mendengar kabar ayris terluka membuat nya salah memencet mode silent di handphone nya .
" Terima kasih atas bantuan mu ari ."
Kakek wijaya menghela nafas panjang nya .
" Aku tidak mengerti kau begitu teledor meninggalkan istri mu sendiri ,wijaya."
Ucap kakek arijaya .
" Aku tersulut emosi ketika ia terus menerus bicara jika gadis itu ayris ."
ucap kakek wijaya .
" Hahahaha,,,,, Seorang wijaya yang hampir menikahi dua orang kakak beradik pun tersulut emosi hanya dengan masalah seperti itu ."
Perkataan arijaya membuat nya membelalakkan mata nya .
" Hussst ,,,kau jangan berkata seperti itu di depan cucu kita !"
Kakek wijaya berbisik bisik pada kakek arijaya .
" Zain sudah tahu kek . "
Zain dengan santai nya berkata demikian membuat kakek wijaya lagi lagi membelalakkan mata nya .
" Apaaaaaa,,,!"
Kakek wijaya terkejut dengan perkataan menantu nya tersebut .
" Hahahaha,,,, . Kau terlalu meremehkan cucu ku wijaya ."
Kakek arijaya sengaja mengejek sahabat nya tersebut.
" Sudahlah . Jadi bagaimana ? apa yang harus aku lakukan ?"
Kakek wijaya yang kini tengah merasa malu mengalihkan pembicaraan nya .
" Ambil alih redofil dari tangan surya kek . Jika tidak pria tua itu akan membuat kacau dunia bawah ."
Ucap zain .
" Zain bisa saja menghancurkan pria tua itu tapi ,,,, bagaimana dengan nenek sukma ?"
Lagi lagi zain mengingatkan kisah masa lalu nya yang merupakan cinta segitiga antara ia , surya dan sukma dulu hingga ia pun mengalah memilih maya untuk mengindari pertikaian dunia atas mau pun bawah .
" Baiklah ,aku mengerti ."
Kakek wijaya menghela nafas panjang nya .
Setelah beberapa saat mereka pun menemukan jawaban dari teka teki yang menyelimuti permasalahan ini meskipun belum sepenuh nya terungkap apa motif dari adinata ingin melenyapkan zain sebenar nya .
Bersambung 😊😊🙏🙏🙏