ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 42.


" Sayang,,,,,."


Panggilan sayang yang zain ucapkan pada ayris ternyata sia sia ,ayris terkulai lemas tak berdaya


Zain menggendong ayris ke tempat tidur lalu menyelimuti nya , setelahnya setengah berlari keluar kamar memanggil pak mus.


" Pak mus,,,, pak mus,,,."


" Iya ,tuan."


" Panggil dokter !"


" Baik, tuan."


Pak mus tampak menghubungi seorang dokter , siapa lagi kalau bukan dokter leo yakni adik dari tuan muda.


Zain menatap ayris dengan cemas bahkan sangat khawatir melihat ayris pingsan setelah melihat beberapa lembar kertas yang di temukan nya di atas brangkas .


Zain menyimpan kembali beberapa lembar kertas tersebut ke dalam brangkas tak ingin membuat ayris berpikir terlalu banyak hingga membuat nya pingsan.


Sesekali zain mengusap usap tangan ayris yang masih belum sadarkan diri namun juga melirik bibir cerry yang tanpa disadari menggoda diri nya .


Ingin sekali mencicipi bibir ranum tersebut namun rasa khawatir pada ayris lebih besar dari pada keegoisan nya.


Sebuah gerakan membuat rasa khawatir zain setidak nya berkurang , menandakan ayris sadar dari pingsan nya .


" Eugghhh,,,,."


" Sayang, kau sudah sadar ? Syukurlah."


Zain memeluk ayris hingga membuat ayris yang belum sepenuhnya membelalakkan matanya bahkan diam membisu .


Zain melepas pelukan nya berjalan ke depan kamar seperti hendak memanggil seseorang.


" Pak mus ,,,, pak mus,,, ."


" Iya, tuan ."


Pak mus berlari mendekati tangga di mana tuan nya memanggil dari lantai atas.


" Aku tidak memerlukan dokter lagi."


Ucap zain.


" Ba,,, baik, tuan ."


Sedikit tercengang pak mus mendengar permintaan tuan nya.


" Em,,, suruh mira menyiapkan makanan untuk nyonya !"


" Baik ,tuan."


Setelah nya zain kembali ke kamar nya .


Pak mus menghela nafas panjangnya menghubungi dokter leo untuk membatalkan kedatangan nya .


" Mira ,,,."


" Iya, pak mus . Ada apa ?"


" Tuan menyuruh mu menyiapkan makanan untuk tuan muda ."


" Hah,,, nyonya makan lagi ?"


Mira sedikit tercengang dengan permintaan tuan nya.


" Miraa,,,."


" Baiklah .


Mira berjalan ke dapur meminta chef memasak untuk nyonya muda mereka dan menyiapkan beberapa desert penutup makanan.


Rian berniat mencari mira mencari tahu apa yang terjadi dengan nyonya muda .


" Mira , Apa terjadi sesuatu dengan Nona ? " Tanya Rian pada mira yang saat ini sibuk di dapur .


" Tidak , Memang nya kenapa ?"


" Kenapa tuan pulang buru buru ya ,,,,,?"


Gumam Rian lirih tanpa sadar terdengar oleh Mira.


" Entahlah , hanya tuan tadi terdengar berteriak meminta dipanggilkan dokter tapi beberapa menit kemudian tidak jadi .Dan sekarang menyuruhku menyiapkan makanan untuk nyonya."


Ucap mira .


" Kenapa menatapku seperti itu ?"


Mira sadar sebuah tatapan tajam tertuju pada nya di sela sela kesibukan nya.


" Bibir mu itu sekali bicara tak mau berhenti, membuat batin ku sakit ."


Ucap rian.


" Ada mira sayang, ingin ku sesap manis nya ."


Prankkkk,,,,,


" Mira,,,, ."


Pak mus terkejut melihat mira menjatuhkan piring di lantai .


" Eh ,,,maaf . Semua gara gara kau ."


" Hihihi,,."


Rian terkekeh geli melihat tingkah mira.


" Mira ,,,."


" Ya , ada apa ?"


" Apa terjadi sesuatu dengan nona ?"


Max terburu buru pulang setelah mendengar kalau zain pulang terburu buru.


" Tidak .Tapi nyonya terlihat sangat lelah ."


Ucap mira.


" Atau ,,,, jangan jangan ,,."


Mira mengeratkan kedua jari nya satu tanda terkaan mira kalau mereka sudah melakukan sesuatu.


" Aaaaa,,,, hihihihi."


Semua tertawa lirih mengerti apa yang terjadi .


Semua orang tengah berasumsi masing masing hingga tersenyum sendiri tanpa sadar melihat max yang tersenyum lebar .


Max yang sadar semua orang tengah menatap nya ,merubah ekspresi wajah nya.


" Sudahlah,,,,."


Ucap Max berlalu meninggalkan mereka berjalan ke arah kamar milik nya.


Dikamar Ayris


Ayris merasa sedikit sesak di dada nya ketika zain kembali memeluk diri nya sangat erat .


Huk ,,,huk,,,


" Sesak ."


Ucap ayris.


"Hah,,,."


Sadar telah memeluk istri nya sangat erat ,zain melepas kan pelukan nya .


" Kau tidak apa apa ."


" Tidak , hanya kepala ku sedikit pusing ."


Ucap ayris .


"Mira akan datang membawa makanan untuk mu ."


" Hah,,, makanan ? Tidak, yang pusing kepala ku bukan perut ku ."


Ayris berguling membelakangi zain .


" Lalu ,,, kau ingin aku membawa mu ke rumah sakit ?"


" Tidak. Tapi,,,."


Secara tiba tiba ayris bangun dari tempat tidur mencari beberapa lembar kertas yang ditemukan nya.


" Eh,,, dimana kertas itu ? Kok sudah tidak ada ? Kemana ?"


Zain heran melihat ayris yang tiba tiba bangun berjalan ke ruang wardrobe seperti mencari sesuatu .


Zain mengerti kalau ayris akan mencari lembaran lembaran kertas tersebut .


" Dimana kertas kertas itu ?"


" Katakan kalau semua itu tidak benar ?


Ucap ayris yang sedikit tersulut emosi .


'' Katakan aku bukan istri mu ?"


" Hahahaha,,,,,,."


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏🙏