ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
ekstra part


Diana sadar dari pingsanya menggeliat beberapa kali bahkan merasa tubuhnya berbeda dari biasanya .


Rasa lelah lemah lesu seakan menghantuinya hingga malas untuk bangun dari tempat tidur .


Masih merasa nyaman dibawah selimut , diana tak menyadari kalau ibunya tengah tersenyum menatapnya .


Bahkan menyentuh keningnya mengusap beberapa kali .


" Diana , kau sudah sadar nak ?"


Seperti masih terbang di alam mimpi nya diana tak mempedulikan suara ibu nya yang tengah memanggilnya.


" Sayang,,,,."


" Diana,,."


" Kenapa suara nya begitu jelas ? Apa aku tidak sedang bermimpi ?"


Gumam diana dalam hati nya.


" Sayang,,,,kau masih belum bangun ?"


Leo terkejut melihat istrinya yang masih meringkuk dibawah selimut.


" Suara leo ? Bagaimana mereka masuk kedalam mimpi ku secara bersamaan."


Diana masih menutup matanya enggan sekali bangun .


" Sudah lah ,nak . Mungkin diana masih ingin istirahat ."


Ucap dina.


" Mungkin ibu benar."


" Bagaimana keadaan adikmu ? Bayi nya sudah lahir ? "


" Sudah ,bu. Bayi nya perempuan."


" Aaa syukurlah, bayi nya perempuan . Ibu akan kesana sebentar , kau jaga istri mu !"


" Iya ,bu."


Dina pergi meninggalkan kamar mereka berniat menjenguk baby girl yang baru lahir sedangkan leo naik ke atas ranjang tempat tidur nya membawa sebuah buku .


Satu tangan menyentuh pelan sesekali mengusap wajah istri nya dengan lembut . Satu tangan membuka halaman buku membacanya dengan senyum yang menghiasi wajah nya.


Leo tak menyangka akan menjadi seorang ayah secepat ini . Mungkin karena doa ibu mertuanya yang menginginkan cucu dari istrinya.


" Hah,,, kenapa tangan ini semakin lama semakin terasa ? Apa aku tidak sedang bermimpi ?"


Gumam diana dalam hati nya.


Leo melihat istri nya menggeliat tersenyum meletakkan buku nya .


"Kau tidak ingin bangun ?"


Bisik leo tepat di telinga diana.


" Hem,,, aroma wangi parfum leo ."


Diana mencoba membuka mata nya secara perlahan membuktikan jika ia tak sedang bermimpi.


" Kenapa kau ada disini ?"


Satu pertanyaan konyol yang dilontarkan disna membuat leo mengerutkan keningnya.


" Apa aku tidak salah dengar ? Pertanyaan konyol apa yang kau tanyakan pada suami mu ?"


Deg,,,,


Diana terdiam sejenak seperti memikirkan sesuatu dengan jawaban yang diberikan leo .


Leo hanya menghela nafas panjang nya melihat tingkah istri nya yang sepertinya efek dari hamil muda yang di alami nya.


Diana meraba dada itu seperti menyentuh benda tebal yang ada di samping suami nya , diaba mendongakkan kepala nya mengambil buku tersebut.


" Buku panduan kehamilan ."


" Kenapa kau membaca buku ini ? Bukankah kau seorang dokter ? Atau jangan jangan kau dokter gadungan ?"


Diana memicingkan kedua matanya dengan tatapan tajam seperti akan menerkam mangsanya .


" Sayang, aku ini dokter umum bukan dokter kandungan. Jadi aku harus mempelajari setiap detil kehamilan ."


" Kenapa kau harus mempelajari nya ?"


" Tentu saja untuk keselamatan ibu dan anak ku ."


" Anak ,,,? Kau punya perempuan lain ?"


Leo mengerutkan dahinya ketika mendengar pertanyaan konyol yang lagi lagi di lontarkan istri nya .


Leo menarik jari telunjuk diana yang mengarah kepadanya lalu meletakkan tangan diana ke perutnya sendiri .


" Bukan wanita lain tapi wanita ini ."


Diana sedikit tercengang dengan apa yang didengar nya bahkan merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan leo.


" Maksudmu aku hamil ?"


Leo tersenyum menganggukkan kepala nya bahkan merentangkan kedua tangan nya menyambut istrinya .


" Hah,,,, aku hamil ? Aku hamil ,,, ."


Raut mimik muka diana tak memancarkan kebahagiaan bahkan terlihat kecewa dengan berita yang baru saja disampaikan leo .


" Kau tidak menyukai nya ?"


" Tidak ,bukan seperti itu. Tentu saja aku menyukai nya , Ibu mana yang tak menyukai janin nya sendiri ?"


Ucap diana di dalam pelukan leo .


" Lalu kenapa wajahmu terlihat tidak senang ?"


" Yah, karena kita kan belum bulan madu ."


leo bernafas lega dengan apa yang di katakan diana .


" Hei,,, kita bisa melakukan baby moon."


" Benarkah ?"


" He'em."


" Aaa,,,, aku mencintai mu ."


" Apaaa ,,,katakan sekali lagi ?"


" Aku mencintai mu."


" Aku tidak mendengar nya ."


Sadar leo tengah mengerjainya diana mengedip ngedipkan matanya menarik diri dari pelukan suami nya menatap dalam dalam wajah leo .


Diana tak menyadari jika ia telah jatuh cinta pada kesabaran dokter itu meskipun telah menolaknya beberapa kali tapi bersikukuh pada pendirian nya.


" Aku mencintai mu."


Dengan menunduk malu diana akhirnya mengutarakan perasaan nya.


" Aku juga mencintaimu ,sayang . Dan juga anak kita ."