
Zain tersenyum melihat istri nya yang akhirnya tertidur menggenggam erat lengan zain . Ia merasa istri nya sekarang lebih suka tidur , is hanya bisa menerka merka dan berharap semua itu terjadi .
Sesampai di lobby kantor Zain yang semula ingin menggendong ayris terkejut ketika ayris menggeliat membuka mata nya .
" Sayang ,,,sudah sampai ya ? Kenapa tidak membangunkan ku ?" Ucap Ayris kemudian memandang wajah suaminya .
" Apa aku pernah membangunkan mu ?" Ucap zain mengusap lembut pipi nya .
Namun Ayris hanya tersenyum menatap kedua manik mata zain yang begitu menyayangi nya .
Kemudian mereka turun dari mobil dan berjalan ke lobby gedung tinggi kantor nya .
Semua karyawan yang melintas menyapa mereka dan membungkukkan badan mereka .
Mereka yang kini sudah mengetahui jika ayris adalah istri sah pemilik gedung itu begitu hormat terhadap nya.
Namun berita itu hanya orang dalam yang mengetahuinya ,karena Zain melarang para karyawan nya untuk tutup mulut .
Ayris merasa heran dengan perubahan sikap mereka , yang semula biasa kini menjadi hormat seakan ketakutan .
" Sayang ,,, kenapa mereka seperti itu ? Aneh sekali." Ucap Ayris mencibirkan bibir nya , sedangkan zain hanya mengangkat bahunya tersenyum.
Ting ,,,,
Mereka sudah sampai ke depan lift yang khusus untuk presdir , tidak ada seorang pun yang memakai lift tersebut kecuali orang orang kepercayaan Zain dan sang Presdir .
Setelah beberapa saat Zain dan ayris sampai ke lantai dimana Zain bekerja . Di depan sudah ada Diana yang menyambut mereka .
" Selamat pagi presdir ,,, nyonya ." Sapa diana .
" Pagi diana ,,,,." Sapa Ayris tersenyum , sedangkan Zain hanya diam berjalan melenggang ke ruangan nya .
Ceklekk ,,,
Zain membuka pintu ruang kerja nya di ikuti ayris di belakang nya . Ayris menekukkan wajahnya ketika melihat sang suami bersikap dingin pada karyawan nya .
" Sayang ,,, kenapa kau bersikap seperti itu . Tidak sopan !." Ucap ayris kemudian duduk di sofa membuka bekal nya .
Zain yang mendengar pernyataan istri nya mengerutkan dahi nya , ia yang dulu pendiam dan takut dengan diri nya berubah menjadi lebih cerewet dan bawel .
" Sayang ,,, kita ke dokter ya ?" Ucap Zain yang ikut duduk di samping ayris .
" Tidak ,,, aku tidak sakit . Sana duduk di kursi mu ! Aku akan sarapan ." Ucap Ayris seakan mengusir suami nya. Ia tak mau suami nya mengusik pola makan nya sekarang. Selera makan ayris yang berubah membuat zain khawatir dengan istri mungil nya itu.
Zain menuruti keinginan Ayris duduk di kursi kebesaran nya dimana di atas meja kerja nya sudah terlihat tumpukan berkas berkas yang harus di periksa mauupun di tanda tangani .
Sesekali Zain melirik sang istri yang usai makan kemudian mendatangi nya .
" Sayang ,,, aku ingin makan es cream bolehkah ?" Ucap Ayris kemudian duduk di pangkuan Zain .
Zain tidak menjawab pernyataan Ayris namun hanya mengangguk pelan . Dengan segera ia turun dari pangkuan Zain kemudian masuk ke kamar pribadi Zain dan melihat isi kulkas penuh dengan benda benda kesukaan nya .
" Kau pengertian sekali , banyak cemilan yang ku sukai di sini . Aku mencintaimu ." Ucap Ayris tersenyum meraih satu cup es cream rasa durian .
Tanpa ayris sadari ternyata Zain berada di belakang nya memeluk tubuh kecil nya .
" I love you more ." Ayris yang mendengar bisikan tersebut terkejut tersipu malu menundukkan wajah nya .
" Sayang ,,,,,, kenapa kemari ? Kau kan harus bekerja ?" Ucap Ayris kemudian berbalik menghadap Zain.
" Haaaaaa haaaaaaa kau mengusir ku ?" Ucap zain tertawa mendengar kebawelan istri nya .
" Tidakkk,,,,, hanya aku tak ingin mengganggu mu bekerja ." Ucap Ayris menyendok ice cream nya .
" Sayang ,,,,kita ke dokter !." Ucap Zain memandang wajah istri nya .
" Mira bilang akhir akhir ini selera makan mu berubah ." Ucap Zain lagi kemudian mengusap lembut pipi istri nya .
" Huuuuuhhhh dasar mira ,,, . Tidak,,, aku tidak sakit . Hanya aku lebih ingin makan yang segar segar ." Ucap Ayris kemudian tersenyum pada Zain .
" Benarkah ,,,,?" Zain merasa lebih yakin lagi jika ada junior di dalam perut istri nya .
" Iya sayang ,,,, . Sana ke ruang kerja mu ! aku akan tidur ngantuk sekali ." Ucap Ayris mendorong Zain ke ruang kerja nya .
Beberapa saat kemudian Ayris sudah terlelap di tempat tidur ,sedangkan Zain bekerja diruang kerja nya . Sesekali Zain menengok ke ruang istirahat nya dimana ada ayris yang terlelap dalam tidur nya .
Ia menyadari jika istri nya itu mudah lelah dan sering mengeluh ngantuk .
Beberapa Jam kemudian Zain tersulut emosi ketika Rian membawa berkas yang berisi data data orang yang membuat masalah dengan nya .
" Brakjkkkkkk."
" Brengsek ,,, ."
" pria tua itu ingin bermain main dengan ku ,,,."
Rian dan diana yang berada di dalam ruangan hanya diam menundukkan wajah mereka .
Ayris yang mendengar suara gebrakan meja terkejut dan bangun dari tidur nya .
Ia berjalan menuju ruang kerja suami nya namun niat nya ia urungkan ketika mendengar suara di balik pintu .
" Rian , bersiaplah malam ini kita akan bergerak ." Ucap Zain .
" Baik bos ,,." Jawab Rian dengan menganggukkan kepala .
" Diana , siapkan berkas berkas nya sekarang ." Zain menatap pada Diana .
" Baik presdir." Ucap Diana .
Kemudian kedua orang itu undur diri dari ruangan Zain ,zain yang tersulut emosi masih belum sadar jika sang istri berada di ruang istirahat nya .
Setelah merasa sedikit hening Ayris keluar dari ruang istirahat nya dengan mengendap endap seperti maling , ia berjalan ke arah pintu dan mengunci nya .Zain yang memejamkan mata nya terkejut melihat sang istri ,Ia benar benar melupakan istri nya .
" Sayang ,,,, apa aku membangunkan mu ?" Tanya Zain yang baru menyadari jika ayris memang berada di kantor dengan nya .
" Tidak ,, aku sudah bangun ." Ucap Ayris tersenyum .Serigala jantan nya yang kini meraung keras harus segera di jinakkan jika tidak ia akan memangsa setiap orang yang di depan nya .
Ayris bersikap manja pada Zain duduk di pangkuan nya menghadap ke arah nya . Kemudian memegang wajah marah sang suami , menatap manik kedua bola mata nya yang memancarkan kemarahan .
Ia mencium bibir Zain memulai aksi aksi nya semakin lama semakin dalam . Zain tak menyangka jika ayris akan bertingkah nakal . Karena emosi yang merajai pikiran nya ia pun membalas ciuman Ayris dan dengan rakus nya ia menyusuri leher jenjang ayris hingga sampai sang ular naga berteriak meminta untuk bersarang dalam gua terlarang .
Ayris yang masih bermain main dengan ciuamannya ternyata tangan nakalnya telah membuka resleting celana Zain , ia menyibakkan mini dres nya dan memasukkan Sang ular naga ke dalam sarang nya .
Zain mendesah dengan nikmat nya mendapati ular naga nya telah bersarang . Istri kecil nya ini ternyata pandai sekali membuat emosi sang presdir melemah .
Ayris yang kini memimpin menggerakkan tubuh nya membuat pemilik sang ular naga menggeliat merasa kan nikmat . Pergumulan panas itu berakhir setelah bisa sang ular naga menyemburkan lahar nya ke dalam gua terlarang .
Zain yang melihat istri nya kecapekan menyeka keringat ayris yang jatuh bercucuran .
Ayris merebahkan tubuh nya ke dada Zain , ia mengatur nafas nya yang tersengal sengal karena tingkah nakal nya .
" Kau nakal sekali ." Ucap Zain mencium kening sang istri .
" Haaaaaa haaaaa kau menyukai nya ." Ucapan Ayris mendapat tawa yang riuh dari Zain .
" Haaaaaaa haaaaaa ,,, i like more ." Jawaban Zain mendapat senyuman dari ayris .
" You want more ,,, Haaaaa haaaaa ." ucapan ayris mendapat usapan lembut dari Zain .
Ayris bangun dari pangkuan zain kemudian berjalan memunguti baju yang berserakan di lantai . Ia kemudian berjalan ke ruang samping untuk membersihkan diri nya namun belum sempat ia sampai ke depan pintu .
Zain sudah menggendong nya membuat ayris terkejut dengan reflek berteriak .
" Auuuuwwww ,,, sayang kau mengagetkan ku saja ." Ucap Ayris memukul lengan Zain .
" I want more ,,,,." Zain mengedipkan sebelah mata nya membuat ayris bergidik ngeri . Serigala jantan nya yang tadi meraung demgan orang lain kini meraung dengan diri nya .
Ayris menyembunyikan wajah nya di bidang dada zain .
Bersambungπππππ
Maaf ya jika author telat update nya ....
Happy reading