
Zain kemudian menggendong Ayris dan mendudukkan nya di sofa bulat nya. Kemudian menekan tombol intercom memanggil Mira untuk mengambil beberapa makanan untuk nya dan Ayris .
Sedangkan Ayris memandang ke arah nya lekat lekat . Betapa sukar melukiskan kebahagian yang ia rasakan saat ini . Kebahagiaan memiliki nya , memiliki serigala kejam itu menjadikan nya suatu kebahagiaan tersendiri.
" Sayang , kau menginginkan sesuatu ? " Ucap Zain ketika memandang pada ayris yang tengah menatap nya .
Ayris pun tersentak terkejut ketika Zain mengetahui ia sedang memandang nya. Dengan tersipu malu ia menggelengkan kepala nya ,kemudian ia melihat drama kesukaan nya.
Sedangkan Zain kembali menatap layar laptop nya , Zain sedang memeriksa berkas yang ada dan beberapa berkas penyelidikan Anton maupun Rian .
Ayris melirik ke arah Zain yang sedang berkutik dengan layar laptop nya , saat sedang sibuk seperti ini Zain seakan mengacuhkan nya .
"*Cihhhhhkkkkk , kau sibuk sendiri dengan layar laptopmu tanpa menoleh kehadiran ku."
" Jika punya junior nanti apa akan seperti ini ? huuuuuhhhhh ."
" Bahkan kau tidak melihatku sedikit pun , sesibuk itu kah kau di kantor ? "
" Apa kau punya wanita lain di luar sana ? Di kantor mu ? atau di kota S tempat kedua orangtua mu ?"
" Ahhhh tidak ,,,tidak ,,, . Kenapa aku mulai merasa cemburu bahkan hanya dengan laptop saja aku cemburu . Huuuuhhhhhh. "
Ayris bermonolog sendiri dalam hati nya , tetapi ia pun tak berani mengatakan sesuatu . saat dalam keseriusan seperti itu seisi ruangan akan menjadi seperti gua hantu*.
Semakin lama ayris semakin merasa jika Zain mengacuhkan nya bahkan tidak menoleh kepada nya. Ia pun semakin terbakar api cemburu hingga membuat nya semakin kesal melihat Zain .
" Sayang,,,,." Suara panggilan yang Ayris tujukan untuk suami nya seakan ingin meluluhkan suasana yang mencekam .
Namun Zain sama sekali tidak mengindahkan suara panggilan tersebut.
Namun Ayris tidak kehilangan akal nya , ia kemudian bergerak ke pangkuan Zain duduk tepat di atas ular naga Zain dengan posisi menghadap nya .
Zain yang melihat tingkah Ayris terkejut kemudian mengangkat laptop nya dengan satu tangan nya dan satu tangan nya memegang pinggang ayris karena takut terjatuh.
" Sayang ,,,,. Aku sedang bekerja ! kembali lah duduk di tempat mu ? Mira akan segera datang membawa makan malam ." Ucap Zain tetapi Ayris hanya menggeleng menatap lekat pada nya dan menyandarkan kepala nya di bidang dada zain.
" Ayo lah sayang , tinggal sedikit lagi . Aku harus menyelesaikan nya ." Ucap Zain yang sedang merayu Ayris , namun ayris tak mengindahkan nya ia tetap bermanja manja pada Zain .
Zain baru menyadari jika gadis itu tidak mau di nomer dua kan dan juga sulit sekali di rayu . Zain pun merasa baru kali ini ada wanita yang mengalahkan ego nya , ia sama sekali tidak takut dengan kemarahan nya .
Berbeda dengan vivia yang masih menunduk takut terhadap nya tapi tidak dengan Ayris. Ia semakin bermanja dengan nya ,semakin di larang semakin bersikap manja . Sikap yang meluluhlantahkan hati nya yang membuat ia berbalik tunduk pada nya seakan nenjadi budak cinta.
" Sayang,,,,,!! " Zain berteriak terhadap Ayris , seketika Ayris terkejut dengan teriakan tersebut . Kemudian di dongak kan nya kepala nya memandang lekat ke arah mata elang Zain yang menatap tajam terhadap nya. Seakan muncul api kemarahan yang menyala di kedua mata nya namun bukan nya ayris mereda menuruti keinginan Zain tetapi sebalik nya ia pun ikut menatap tajam ke arah bola mata zain .
Kedua mata yang saling beradu itu seakan berbicara dengan lekat . Ayris seakan menuntut pada Zain untuk tidak mengacuhkan nya begitupun dengan Zain yang menuntut pada Ayris untuk tidak mengganggu nya.
Tidak ada yang mau mengalah dengan tatapan tajam mereka , tetapi Ayris tidak kehabisan akal licik nya . Ia mengalungkan kedua tangannya ke leher Zain dan mencium dengan agresif bibir Zain . Zain yang mendapat perlakuan seperti itu sontak saja terkejut bukan main ,ia wanita pertama yang bisa meluluhlantahkan jiwa nya , yang membuat hilang api amarah nya dengan sekajap
Zain pun kehilangan kesadaran nya ,yang semula ia akan murka dengan tingkah Ayris ternyata menjadi luluh dengan sikap Ayris . Ia pun ikut menikmati bibir cerry ayris dan meletakkan layar laptop nya ke meja .
Bibir cerry yang sedang beradu itu berhenti ketika mereka mulai kehabisan nafas nya . Setelah beberapa saat mengatur nafas nya Ayris mulai berbicara .
" Aku tidak ingin di duakan ." Ucapan Ayrus seakan membuat Zain mengerti ia telah memgacuhkan beberapa waktu ,saat ia sedang bekerja .
" Haaaaaaaa haaaaaaa . Kau cemburu !" Ucap Zain kemudian memeluk erat tubuh mungil Ayris . Kemudian mengusap lembut kepala Ayrus menenangkan nya .
Bersambung 🙃🙃🙃🙏🙏🙏🙏