
Suasana Mansion yang mencekam dengan kemarahan Zain membuat semua orang bergidik ngeri .
Apalagi Mira yang sudah berada di hadapan Zain , mira sudah sangat hafal dengan sikap tuan nya . Meskipun ini bukan tanggung jawab nya tetapi mira juga akan terkena imbas nya .
" Miraaa,,,,, Katakan hukuman apa yang pantas untuk mu ." Zain dengan nada dingin nya berbicara membuat semua yang ada bergidik ngeri .
Beberapa pelayan sengaja tidak ada karena tidak ingin melihat kekejaman sang tuan dan penderitaan sang teman .
" Tuan ,,, ampuni saya tuan ." Mira yang mendengar perkataan sang tuan secara spontan jatuh terduduk meminta ampunan tuan mya
" Tuan ,,,, tolong ampuni saya . Hikss ,,,,hikss,,, hiksss " Dengan derai air mata mira berkata pada sang tuan .
" Nyonya menginginkan mie ramen , saya ke dapur membuatkan nya . Ketika saya kembali nyonya sudah tidak ada di kamar nya tuan ." Ucap mira menjelaskan yang terjadi .
" Tuan ,,,, tolong ampuni mira tuan . Saya mohon !!." Pak Mus ikut duduk di lantai meminta keringanan untuk mira .
Beberapa saat kemudian Rian yang tiba di mansion terkejut dengan beberapa orang yang telah berkumpul . Ia jatuh terduduk di lantai karena melihat mira yang sudah duduk di lantai bersama pak mus .
Rian yang sempat menitikkan air mata tersadar , ia kemudian bangun dan masuk ke dalam mansion . Setidak nya ia harus berusaha menyelamatkan Mira meskipun dengan nyawa nya .
" Tuan,,,, ." Rian yang baru datang duduk bersujud dihadapan sang tuan , ia tidak sampai hati berbicara terlalu banyak .
Zain yang melihat rian datang dan bersujud di hadapan nya merasa heran , selama ini rian tak pernah serapuh ini hanya demi seorang wanita .
" Rian ,,, apa kau sudah hilang akal ?" Zain dengan suara tinggi nya berbicara kepada nya .
" Maaf kan saya tuan . Kedua orang tua nya sudah meninggal , saya rela menggantikan nya menerima hukuman apapun ." Ucap Rian menitikkan air mata .
Selama ini Zain tak pernah melihat sosok rian yang tegas menjadi lemah , ia merasa heran dengan nya . Ada hubungan apa sebenar nya antara ia dan mira .
" Riaaaannn ,,,,, Aku mendidik mu tidak untuk terlihat lemah hanya karena wanita ." Dengan setengah berteriak Zain berkata pada Rian .
" Tuan ,saya ,,,." Belum sempat melanjutkan perkataan nya Zain sudah terlebih dulu memotong nya .
" Katakan ,,,, hukuman apa yang kau inginkan ?" Ucap Zain .
" Tuan ,,, Apapun saya akan terima ." Rian hanya bisa menundukkan kepala nya .
" Haaaaaa haaaaa ,,,,.Baiklah ." Zain yang diselimuti oleh amarah semakin menjadi ketika orang kepercayaan nya terlihat lemah di hadapan nya .
" Tuan ,,,, tolong tuan . Jangan !! Mereka telah ikut dengan tuan sejak masih kecil ." Pak Mus tidak bisa diam saja menyaksikan ke kejaman tuan nya .
" Pak Mus,,,, kau juga membela nya ." Zain semakin naik darah ketika mendengar perkataan pak mus .
" Tuan ,,, tolong tuan demi saya ." Pak Mus masih berusaha membantu mira dan rian .
Sementara rian dan mira sudah menunduk lemas seperti tak bertenaga pasrah menerima keadaan.
" Tidakkkkk,,,,." Suara Zain yang menggelegar membuat seisi Mansion bergidik ngeri.
Sementara Ayris dan Anton yang telah sampai di ruang bawah tanah melalu pintu rahasia yang khusus digunakan saat saat genting segera berlari naik ke atas .
Ayris berharap semua belum terlambat untuk menyelamatkan kehidupan gadis itu dan juga masa depan nya .
Zain yang begitu emosi seakan memuncak menghadapi beberapa drama di depan nya mengambil sesuatu di balik jas nya yang tak lain adalah sebuah senapan kecil yang sangat berbahaya .
Zain yang tengah mengarahkan senapan nya ke arah Rian maupun mira secara bergantian .
ketika pelatuk itu hampir di tarik oleh Zain, ayris secara tiba tiba berteriak dari arah belakang Zain .
" Sayanggg ,,,,,,!! Jangannnn,,,,, !!!." Ayris yang berteriak dari belakang kemudian berlari ke hadapan Zain .
Sementara Zain menoleh ke belakang mendengar suara familiar yang sangat ia kenal . Ayris yang berlari memeluk sang suami tepat pada waktu nya sebelum peluru itu di lepaskan dari sarang nya.
" Sayang ,,,, Aku mohon jangan lakukan itu !! Mereka tidak bersalah ." Ucap Ayris yang menitikkan airmata .
" Tidak ,,, aku tidak ,,,,." Belum sempat Zain melanjutkan perkataan nya , Ayris sudah tidak sadarkan diri .
" Sayang ,,,,, sayang ,,,, kau kenapa ?" Zain yang dengan sigap meraih tubuh kecil Ayris yang akan terjatuh karena ia tak sadarkan diri .
" Pak Mus ,,, cepat panggil leo kemari !!." Zain berteriak keras pada pak Mus kemudian ia menggendong Ayris ke kamar nya .
" Baik tuan ." Jawab pak mus kemudian berlari meraih gagang telepon .
Zain dengan hati hati membaringkan tubuh sang istri ke ranjang tempat tidur nya .Ia begitu khawatir pada Ayris yang terlihat pucat ,ia kemudian menggenggam erat tangan ayris .
Sely dan anton yang baru tiba disana melihat rian dan mira merasa lega karena ternyata sang nyonya sendiri yang memyelamatkan mereka .
Mereka sangat lelah karena baku kejar dengan sang nyonya yang ternyata bukan orang sembarangan .
" Haaaahhh ,,, Baru kali ini aku merasa kelelahan ." Ucap Sely .
" Tapi meskipun begitu setidak nya Rian dan mira selamat ." Sely melanjutkan perkataan nya .
" Nyonya mempunyai beladiri yang kuat , kemampuan nya setara dengan tuan ." Ucapan Anton membuat sely terkejut mendengar nya .
" Apaaaaa,,,,, . Pantas saja , Nyonya berlari sangat cepat ." Ucap Sely .
" Haaaaa haaaaa ,,,. Kau tak akan bisa menandingi nyonya tapi bisa menandingi ku disini ,,,,, muaccchhhh ." Anton mencuri kesempatan mencium kilas bibir Sely .
" Kauuuu ,,,,." Sely yang setengah berteriak karena anton terdiam ketika anton menarik nya berjalan ke ruang bawah tanah .
" Ayooo kita pergi !!".
" Tapi,,, bagaimana dengan Rian dan mira ?" Sely masih khawatir dengan kedua sahabat nya itu .
" Mereka akan baik baik saja . Serigala jantan itu sudah jinak dengan serigala betina nya ." Anton tersenyum pada Sely kemudian merangkul nya dari arah samping berjalan ke ruang bawah tanah .
Sely yang mengerti perkataan Anton hanya menuruti perkataan nya dan mengikuti nya ke ruang bawah tanah .
Sementara Pak Mus yang menunggu kedatangan Leo tampak khawatir karena ia belum datang . Tetapi tidak berapa lama kemudian leo yang sudah datang dengan tergopoh gopoh berlari masuk ke mansion .
" Aduhh ,,, kau lama sekali . Tuan akan memotong gaji mu ." Ucap Pak Mus dengan nada setengah mengancam .
" Kau ini ,,, hanya bisa mengancam saja . Kau tahu ,aku meninggalkan ruang operasi karena mu ." Dengan nada kesal ia menerobos masuk dan berjalan ke atas menuju kamar Zain .
Pak Mus hanya mengikuti nya dari belakang tanpa menjawab pernyataan nya .
Tidak berapa lama mereka sudah sampai ke kamar sang tuan , Zain yang menggenggam tangan Ayris diam termenung memandang istri nya .
" Zain ,,,,, Aku akan memeriksa nya ." Ucap Leo yang seorang dokter ,sepupu dan juga sahabat nya .
" Bagaimana Leo ? Aku sangat khawatir ." Ucap nya .
Leo hanya diam fokus memeriksa ayris tak mengindahkan Zain sama sekali .
Leo yang menghembuskan nafas nya kasar nya tanpa memberi tahu apa yang terjadi pada ayris .
Plakkkkkkk,,,,
" Kauuu,,, berani sekali menamparku ." Zain tersulut amarah ketika leo menampar nya .
" Bagaimana aku tidak menampar mu kau membiarkan kakak ipar dehidrasi ? " Ucapan Leo semakin membuat nya bingung .
"Kakak ipar sedang hamil ." Ucap Leo yang kemudian memasang selang infus di tangan Ayris .
" Apaaaaaaaaa ,,,,."
" Kau ini tuli ya ? Kakak ipar sedang hamil,,,, HAMIL Zain . Aku akan punya ke ponakan ."
" Apaaaaaaa ,,,, Istriku Hamil . Haaaa haaaaa istri ku hamil pak mus ,,,, aku akan menjadi seorang ayah ." Zain yang tengah bergembira memeluk pak mus .
" Selamat tuan , anda akan menjadi seorang ayah ." Ucap Pak mus .
" Terimakasih pak mus ." Ucap Zain .
" Leo,,, aku akan menjadi seorang ayah . haaaaaahaaaaa,,,,,,.".
" Zain , kau harus menjaga keponakan ku dengan baik . jangan biarkan kakak ipar kelelahan lagi." Ucap leo yang sudah selesai memasang selang infus.
" Lebih jelas nya kau harus membawa kakak ipar ke dokter kandungan ! Aku akan kembali ke rumah sakit ." Ucap Leo .
Pak Mus mengantar leo ke lantai bawah sementara Zain menggenggam tangan ayris dengan satu tangan menyentuh perut datar Ayris .
" Sayang ,,,, baik baik di perut mommy . Aku menyayangi mu ." Kemudian zain mencium perut ayris .
Zain kemudian meletakan tangan ayris secara perlahan di tempat tidur kemudian ia meninggalkan kamar nya menyelesaikan sesuatu yang tertunda .
Bersambung 🙏🙏😊😊😊