ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 272.


Setelah sekian detik lily yang tengah hamil sadar di peluk oleh orang yang tidak di kenal , mendorong orang tersebut .


" Maaf tuan, anda siapa ? "


" Oh,,, saya ingat, bukan kah anda yang ada di pesta waktu itu ?"


Ucap lily menunjuk dengan jari telunjuk nya .


" Sayang, aku ini paman mu jack . Apa kau tak mengenali paman ?"


Jack mencoba menjelaskan pada lily namun ternyata lily tidak ingat apa pun .


" Tidak, aku tidak mengenal anda ."


Jack menatap bingung pada zain yang juga tengah memandang nya .


Lalu zain berdiri menghampiri jack menyuruh na untuk duduk kembali .


" Lily , duduk lah !"


Zain kemudian menatap lily yang menyuruh nya untuk duduk .


" Maaf kan aku tuan jack , aku lupa memberitahu jika lily mengalami amnesia. Dokter mengatakan jika kepala lily terkena benturan keras hingga membuat nya amnesia ."


Ucapan zain membuat semua orang terkejut dan saling menandang satubsama lain.


" Apaaa,,,, aku amnesia ? Bagaimana mungkin ? Dari mana kak zain tahu ?"


Lily tak kalah terkejut nya mendengar penjekasan zain jika ia amnesia.


" Pantas saja , Mama lena berpesan sebelum meninggal untuk mencari kakak untuk mengetahui asal usul ku ."


Ucap lily yang kemudian mendekati zain duduk tepat di samping nya.


" Sekarang , ceritakan yang sebenar nya terjadi ! Karena hamil , aku lupa menanyakan nya pada kakak dan siapa tuan ini yang mengaku sebagai paman ku ?"


Lily menatap tajam ke arah jack yang twngah menghela nafas kasar nya.


" Sekarang kau tahu tuan jack , kenapa aku menutup rapat keberadaan lily ? Karena aku tidak mau dia di manfaatkan sebelum aku menemukan mu ."


" iya tuan zain . Sekali lagi terima kasih dan entah bagaimana saya membalas nya ?"


Jack tertunduk lemah ketika mengetahui kebenaran nya .


" Lily, dia itu jack paman mu . Saudara papa mu yang lama menghilang ."


" Aku menemukan mu saat ayah mu kecelakaan di tepi hutan dengan mobil nya yang terbalik . Papa mu berhasil mengeluarkan mu dan saat itu aku melintas di sana . Papa mu menghentikan laju mobil ku , memberikan mu pada ku dalam keadaan luka di kepala mu ."


" Saat itu aku tidak punya banyak waktu jadi menitipkan mu pada lena . Aku menyuruh lena menutup akses tentang mu dan mengganti nama mu menjadi lily sesuai panggilan papa mu ."


" Aku tidak mengingat nya sama sekali . Eh ,,, tapi siapa nama ku sebenar nya ?"


Ucap lily yang mencoba mengingat memory nya tersebut namun sama sekali tak menemukan celah di mana ada story tentang keluarga nya.


" Nama mu Prily nak. Kakak ku memberikan nama mama mu untuk selalu mengingat nya karena meninggal sewaktu melahirkan mu ."


Ucap jack .


" Hanya aku dan papa mu yang mengetahui dan memanggil mu lily ."


Lily terkejut mendengar penjelasan jack .


" Aku tidak pecaya jika paman adalah paman ku . Berapa tanggal lahir ku ? Apa paman punya bukti jika aku ini keponakan mu ?"


Jack tersenyum mendengar dan melihat lily berkata demikian.


" Ternyata kau mewarisi kecerdikan lena . Ini lihat lah ! Photo paman dan papa mu serta ada kau di tengah tengah kami ."


Jack mengeluarkan photo kecil di dompet nya memperlihatkan nya pada lily .


Lily terkejut melihat diri nya yang berada di tengah tengah jack dan papa nya yang sama sekali tidak ia kenali.


" Ini aku dan ini papa lalu yang ini paman ? lalu siapa wanita ini ?"


Lily melihat sekilas pada jack .


" Ini tante mu nak ,istri paman . Tapi sayang dia sudah meninggal . Dari mana kau mengenali dia papa mu ?"


Jack sekilas menatap lily yang ternyata mengenali kakak nya .


" Mama lena memberikan photo yang sama persis dengan nya dan mengatakan jika ia papa lily."


" Sayang , mana handphone ku ?"


Lily menatap pada suami nya yang duduk tak jauh dari sana .


Dave menghampiri istri nya memberikan handphone yang di minta oleh lily.


" Lihat lah paman !"


Lily menunjukkan photo yang sengaja ia simpan di galery memory handphone nya.


" Jadi kau benar lily yang selama ini paman cari ."


Jack berdiri kemudian memeluk lily dan lily pun menyambut pelukan paman nya.


" Paman , jangan erat erat ! Di dalam perut lily ada calon cucu mu ."


Dave menajamkan tatapan mata nya yang kemudian menarik lily menjauh dari paman nya .


" Lagi pula dia istri ku. "


Sifat posesif dave muncul begitu saja menarik lily dari pelukan jack membuat zain mau pun jack tertawa.


" Hahaha,,,,."


" Hahaha,,,,."


Zain menyuruh pak mus menyiapkan makanan untuk menyambut tamu yang tak lain adalah paman lily .


Lily tak menyangka jika selama ini di besarkan dibawah tangan zain dan juga telah sengaha menjodohkan nya dengan dave adik nya.


Setelah beberapa saat pak mus memberitahu jika makanan sudah siap dan juga mempersilahkan mereka untuk pergi ke ruang makan .


Jamuan makan yang di berikan zain pada paman lily berakhir saat jack minta untuk undur diri , lily meminta nya untuk menginap namun jack menolak nya karena ada sedikit urusan yang harus di selesaikan .


Akhir nya dengan berat hati lily pun mengijinkan jack pulang meskipun ia masih ingin mendengar banyak cerita dari jack .


Zain memberitahu jack jika besuk ada undangan pesta dari tuan rusdi dan berharap jack muncul di sana memperkenalkan diri .


Zain memang sudah mengatur semua nya jadi jack hanya menjalankan strategi yang di buat oleh zain .


Jack menyanggupi permintaan zain untuk membantu kakak nya dan melindungi lily apalagi ia tengah hamil.


"Lily akan tinggal di sini untuk sementara waktu tuan jack. Sampai saat masalah ini selesai ."


" Baik lah tuan zain. Saya berterimakasih karena anda melindungi lily dengan baik . Bahkan hal yang tak pernah bisa saya lakukan ."


" Tidak, tuan jack . Saya hanya menolong kakak anda sebagai sesama manusia dan jika lily menikah dengan adik ku itu bonus untuk nya karena dave mencintai keponakan anda ."


" Baik lah tuan zain . Saya permisi dulu !"


Jack pamit undur diri meninggalkan mansipn zain .


" Silahkan tuan . Hati hati di jalan ."


" Terimaksih tuan zain ."


Setelah kepulangan jack , zain ke lantai atas melepas penat nya dengan memandang wajah anak dan istri nya .


Ayris tengah menyusui ketiga baby nya secara bergantian setelah mama mona membantu nya memandikan ketiga nya.


Ayris melihat kedatangan suami nya yang langsung menuju kamar mandi tanpa menghampiri nya atau pun ketiga baby .


Ayris tahu jika zain ingin membersihkan diri terlebih dahulu sebelum memegang anak anak .


Beberapa saat berlalu zain yang keluar setelah mengganti pakaian nya menyuruh mama nya untuk beristirahat .


" Ma , papa seperti nya membutuhkan mama ."


Ucap zain yang mendekati istri nya bermanja manja di lengan nya.


" Papa atau kamu yang membutuhkan istri mu ?"


Mona paham sifat suami dan anak nya yang hampir sama memiliki sifat posesif.


" Dua dua nya ,,,,.Hahaha,,.''


Ayris ikut tertawa lirih dengan sikap suami nya yang mulai posesif.


" Baik lah , mama akan ke kamar dulu ."


Mona pun beranjak meninggalkan kamar zain dan ayris setelah semua kakek dan nenek buyut nya istirahat terlebih dahulu .


" Zain, apa terjadi sesuatu dengan papa mu ?"


Mona kembali membalikkan badan nya setelah merasa ganjil dalam pikiran nya.


" Tidak, papa hanya butuh belaian mama ."


" Kau ,,, ini ."


Mona melihat sisi zain yang dulu sering bercanda dengan nya setelah sekian lama tak melihat nya . Semenjak papa mertua nya selalu berniat menjodohkan nya , zain tak lagi menyambangi mansion adinata bahkan bercengkerama dengan mama nya .


" Sayang, kau menggoda mama .Tapi kenapa melupakan ku ?"


Ayris merasa sedikit cemburu dengan kedekatan zain dengan mama nya.


" Tidak ."


Ceklek,,,


Zain menutup pintu dengan remote untuk bisa melancarkan aksi nya menggoda istri nya karena sang baby tengah tertidur lelap .


" Apa terjadi masalah ? kenapa wajah mu kusut sekali ?"


Ayris menaruh curiga dengan sikap zain yang tengah bermanja manja dengan nya.


" Tidak, aku hanya ingin bermanja dengan mu ."


Zain tak mungkin menceritakan permasalahan lain pada istri nya . Ia tak ingin melibatkan ayris dalam urusan bisnis atau pun dalam urusan yang lain nya.


Dengan berjuang melahirkan ketiga anak nya , membuat zain sangat menderita . Apalagi jika harus berkecimpung dalam dunia nya.


" Benar kah ? Kemari lah !"


Ayris melonggarkan sedikit pijama atas yang ia pakai lalu meminta zain meletakkan kepala nya ke dada nya.


Seperti yang ia lakukan jika zain tengah banyak masalah ayris selalu bisa membuat nya tenang .


" Kenapa berada di dekat mu membuat ku tenang ?"


Ucap zain yang kedua tangan nya bertingkah nakal menyentuh squisy kesayangan nya .


" Kau selalu bisa membuat ku melayang meskipun hanya menyentuh squisy ?"


Ucap ayris menikmati setiap sentuhan lembut suami nya.


" Aku akan membuat mu melayang tapi nanti tidak sekarang . Sekarang biarkan seperti ini dulu, aku lelah !"


Ucap zain yang terus memainkan squisy tersebut .


Zain yang sangat lelah seperti bayi jika sedang tidur , membuat ayris tersenyum menyentuh mata dan hidung nya ketika ia mengetahui suami nya telah tertidur.


" Jika seperti ini kau seperti bayi , tidur lah bayi besar !"


Ayris secara perlahan meletakkan kepala nya ke bantal yang ada di sampimg nya .


" Leon ,,,leona ,,,kalian sudah datang !''


''Aung,,,,,.''


''Aung,,,,,,.''


Kedua nya menjawab dengan raungan nya .


" Tidur lah ! mommy akan tidur , bangun kan mommy atau daddy jika mereka terbangun !"


" Aung,,,,.''


''Aung,,,,.''


Kedua nya pun berjalan mendekati box bayi , melihat bayi satu persatu lalu tidur di bawah nya .


Malam sangat hening , langit gelap yang di huasi oleh kerlip nya bintang bintang yang bertaburan di angkasa membuat suasana semakin romantis apalagi yang baru saja menikah .


Seperti biasa nya , suasana pagi kamar zain dan ayrus srkalu di penuhi suara tangisan bayi dan juga raungan leon atau pun leona yang membangunkan zain dan ayris.


Mereka tampak bahagia meskipun agak sedikit kerepotan dengan ketiga bayi tersebut . Bayi yang menghiasi kehidupan keluarga mereka melengkapi kebahagiaan keluarga besar tersebut .


Sementara di kamar lain chleo yang tengah bermanja dengan max , enggan beranjak dari tempat tidur. Kehamilan nya yang memasuki bulan bulan terakhir membuat nya semakin malas .


Sedangkan kakek dan nenek biasa menghabiskan waktu sarapan mereja di meja makan lalu bersantai di samping ruang santai .


Dave dan lily pun lebih senang bersama kakek dan nenek mereka .


Pengantin baru leo dan diana yang sama sekali belum turun yang tengah berbulan madu di kamar nya karena larangan zain keluar dari mansion .


Ibu diana ikut bergabung dengan nenek nata , nenek jaya mau pun nenek ayris nenek wijaya yang berada di ruang samping setelah sarapan pagi .


Mona yang pagi ini bangun kesiangan turun ke lantai satu setelah mereka selesai menyantap sarapan nya .


" Mona ,kau sedang mengikuti jejak putra mu ya ? Bagus lah , aku juga akan mendapatkan cucu dari mu ."


Ucap nenek jaya pada putri nya sendiri mona yang melihat nya baru turun bersama suami nya.


" Ah,,, mama bisa aja. Mona bergadang semalam ma , tapi jika mama mengijinkan boleh nambah satu lagi ."


Mona mengedipkan sebelah mata nya pada mama nya.


" Iya kan sayang."


Hendra tak menjawab pernyataan mona bamun hanya mengangguk pelan dengan senyum menunjukkan gigi nya.


" Ah benar itu , setidak nya ada yang menemaniku ketika mereka pergi . Hahaha,,,,,."


Nenek nata menyetujui gagasan dari besan nya yang hanya menyindir mereka karena turun kesiangan .


" Terserah kau saja."


Ucap jaya pada sahabat nya di iringi tawa sahabat nya.


" Hahaha,,,,."


" Hahaha,,,,."


maya dan nata tertawa ketika melihat reaksi nenek jaya yang terlihat agak kesal .


Tak selang berapa lama chle dan max ikut bergabung di sana meskipun tak ikut sarapan dengan mama nya . Max pagi pagi sekali membuat sarapan untuk chle yang menginginkan beberapa menu kesukaan nya .


" Mama , jangan mau kalah sama menantu mama !"


Chle tersenyum mengedipkan salah satu mata nya.


" Eh,,, adik ipar menantu siapa maksud mu ? Semua menantu mama sedang hamil , tidak mungkin kakak ipar hamil lagi ."


Ucapan lily membuat semua orang menhela nafas panjang apalagi nenek jaya yang merasa gadis mafia seperti nya terlihat begitu polos.


Bahkan chleo sendiri menghela nafas kasar nya melihat kakak ipar nya seperti tak mengerti apa apa.


" Ya , tentu saja kalian ."


Lily hanya menatap bingung ke arah semua orang yang tengah memperhatikan nya sedangkan dave menyentil dahi nya.


Pandangan mereka akhir nya teralihkan dengan datang nya diana dan leo .


" Cie,,, pengantin baru . Yang baru keluar dari kandang singa ."


Lily sengaja mengejek diana dan leo yang tak turun selama beberapa hari .


" Iya kakak ipar , singa nya sangat buas ."


Diana menimpali perkataan lily yang juga melirik ke arah leo dengan wajah nya yang terlihat murung .


Pasal nya diana memaksa nya keluar karena ua ingin bersama ibu nya sedangkan leo sama sekali tak mengijinkan nya .


Dengan sedikit ancaman akhir nya leo mengijinkan nya bahkan menemani nya meskipun dengan sedikit wajah yang di tekuk ke atas.


Perbincangan hangat terjadi di ruang santai dimana mereka tengah membicarakan generasi penerus mereka namun suasana tersebut menjadi tegang ketika ayris berteriak dari lantai atas .


" Maaaaa,,, mama,,,,. Kakek,,,, nenek,,,,."


Bersambung 😊🙏🙏