ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 181.


Ayris yang masih di pangkuan nya tersadar ketika menelaah perkataan zain ada sesuatu yang beda .


" Ehh,,, kenapa jadi ayah bukan nya dulu daddy ? Apa aku harus mengganti panggilan untuk nya dengan bunda ?" Ucapan ayris membuat zain tersenyum dan tertawa menyentuh kan dahi nya pada dahi ayris .


" Hahahaha,,,, menurut mu ? Apa itu terlihat romantis ?" Ayris menatap manik bola mata zain kemudian menggelengkan kepala nya .


" Aku lebih suka dengan daddy ." Ucap ayris mencium kilas bibir zain .


" Sayang , apa kau ingin pulang lebih dulu ? Aku ada sedikit pekerjaan ." Zain mengusap pelan perut ayris .


" Tidak , aku ingin menemani mu . Tapi jika daddy terganggu baby akan mengajak mommy jalan jalan ke mall sebelah ." Ucap ayris tersenyum dengan menunjukkan jari nya ke pipi nya .


" Baiklah , jika kau ingin pergi jalan jalan . Selly dan anton akan menemani mu ,tapi ingat kau harus kembali tiga jam setelah nya ." Ucap zain menyentuh wajah ayris dengan lembut .


" Okay siap,,,,. Aku akan pergi sebentar saja bersama mommy , daddy ." Ucapan ayris mendapat senyuman serta anggukan dari zain .


Ayris keluar mencari selly dan anton yang berada di sebelah ruang kerja suami nya .


Anton yang sudah mendapat pesan dari tuan bos sudah berada di pintu menunggu nyonya nya .


" Mari nyonya !." Ucap anton .


" Nyonya ingin pergi kemana ?" Selly yang bertanya pada ayris mendapat tatapan tajam dari ayris .


" Dari mana kalian tahu jika aku ingin keluar ? Jangan bilang suami ku yang sudah memberitahu kalian ." Ayris menunjuk mereka dengan jari telunjuknya .


" Tuan sudah memberitahu jika nyonya ingin mencari udara segar ." Ucap anton membungkuk kan badan nya .


" Hemm ,,, sudahlah . Ayo kita pergi ke mall sebelah ." Ucap ayris mengajak mereka berdua .


Ayris dan kedua bodyguard suami nya berjalan menuju lift turun ke lantai satu .


Beberapa saat mereka telah sampai di lantai satu , ayris tak perlu mengantri untuk menaiki maupun menuruni lift umum di kantor suami nya karena ia menggunakan lift khusus .


Ayris berjalan ke mall sebelah di ikuti selly dan anton , langkah pertama yang ia tuju adalah toko baby . Toko yang menyediakan peralatan baby dan berbagai pernak pernik nya membuat nya tertarik karena ia sedang mengandung .


" Wah,,, bagus sekali . Baju baju nya sangat cantik tapi aku tidak tahu baby nya cewek atau cowok ."


" Bagaimana aku bisa membeli nya ? "


Ayris yang terlihat tampak kesal membuat sely khawatir dengan mood ibu hamil ini yang sering berubah ubah .


Anton hanya berjaga di depan toko dan beberapa pengawal pilihan meskipun ayris tidak tahu .


Sementara selly ikut menemani nya masuk ke dalam toko , ia tak begitu sabar menemani nyonya nya berbelanja tetapi mira sedang tidak bersama nya dengan terpaksa harus menemani nya .


Setelah berkeliling ayris tak membawa apapun, Bahkan dengan langkah tak bersemangat ia berkeliling di mall tersebut .


" Hei,,,, sayang , Terjadi sesuatu dengan nyonya ? kenapa wajah nya kusut seperti itu ?" Ucap anton berbisik pada selly .


" Ihh,,,kamu ini . Aku juga khawatir jika mood nyonya berubah lagi ." Ucap selly menghela nafas lega .


" Lalu kenapa nyonya keluar dari toko seperti itu ? " Anton yang tidak percaya pada selly terus saja mengintrogasi nya .


" Entah lah aku juga tidak tahu yang aku dengar tadi ia menginginkan baju anak cewek tapi nyonya tidak tahu baby junior cewek atau cowok ." Selly yang berada di belakang sang nyonya berbisik bisik pada rian .


" Oh,,, gitu ." Mereka menghela nafas kasar nya .


Tetapi saat nyonya melihat sebuah toko baju hamil ayris yang hendak menarik tangan selly melihat mereka sedang berbisik bisik membuat nya penasaran .


" Hei,,, kalian bicara apa ? kenapa berbisik bisik seperti itu ? Jangan jangan kalian ingin melaporkan nya pada tuan , Awas ya !!." Ucap ayris dengan tatapan tajam nya .


Sementara ayris menunjuk tangan nya pada selly maupun anton , mereka berdua terkejut melihat nyonya muda nya mengetahui jika mereka sedang berbisik bisik .


" Ti,,,tidak nyonya . Anton hanya bertanya kenapa nyonya tidak belanja padahal sudah lama di dalam toko ?" Ucap selly membuat satu alasan agar nyonya nya tidak mengeluarkan taring nya .


" I ,,,iya nyonya , selly benar ." Ucap anton menimpali perkataan selly .


" Selly , apa ini bagus ?" Ucap ayris memperlihatkan baju yang ia pegang .


" I ,,,iya nyonya . Bagus sekali ." Selly hanya mengiyakan perkataan sang nyonya karena pada dasar nya ia tak begitu tahu tentang model pakaian .


" Kau tepat sekali , Apa kau ingin membeli baju seperti ini ? Aku akan membelikan nya untuk mu ." Ucapan ayris membuat selly membelalakkan mata nya .


" Eh ,,, kalian belum menikah , bagaimana kau kan memakai nya ? Kalau beli sekarang nanti pas kamu hamil ketinggalan jaman model nya ."


Belum sempat selly menjawab pernyataan nyonya nya , ayris menjawab sendiri perkataan nya .


" Okay , aku akan membelikan mu jika kau sudah hamil ." Ucap ayris berkata pada selly dengan senyum manis nya sementara selly mendengus kesal .


" Iihhh,,,, nyonya ini bagaimana sih ,aku kan belum menikah ?" Gumam selly dalam hati nya .


" Oh ya selly kapan kamu akan menikah ? jangan sampai keduluan mira ya , atau kalian barengan saja biar aku tak pusing memikirkan kado untuk kalian . " Ucapan ayris membuat selly sekali lagi membelalakkan mata nya .


" Jadi nanti kalian hamil barengan , hahahaha,,,,, pasti menyenangkan ." Perkataan nyonya muda membuat diri nya tersedak meskipun tidak batuk.


" Huk huk,,,,."


" Eh,,, kamu kenapa ? Apa ucapan ku ada yang salah ?" Ayris melihat selly yang terbatuk membuat nya penasaran.


" Ti,,,,tidak apa apa nyonya ." Selly yang bingung menjawab apa terpaksa berbicara sekena nya saja.


" Tapi kenapa kamu tersedak ? Apa kamu tidak menyukai anton ? Ku lihat kalian saling curi pandang, jangan kamu membohongi diri mu sendiri nanti di ambil orang ." Ucapan ayris memang ada benar nya juga tetapi selly memang masih malu mengakui perasaan ya .


" Atau ada orang lain yang kamu sukai ? Katakan siapa orang nya ? Aku akan meminta tuan mu meminangkan nya untuk mu ." Selly tertegun mendengar ucapan nyonya muda nya yang tidak masuk akal tetapi tepat sasaran .


" Apa aku tidak salah dengar ? kenapa nyonya begitu peduli dengan bawahan nya ."


" Nyonya bukan saja baik tapi perhatian juga meskipun sangat garang ." Selly yang tengah melamun karena perkataan nyonya muda membuat nya diam membisu seperti patung .


Ayris yang berbicara panjang lebar berjalan memilih baju hamil dan beberapa lingerie yang baru . Karena yang lama sudah sempit di tubuh nya , ia juga memilih beberapa baju tidur yang baru .


Sementara selly terdiam seperti patung tanpa menjawab atau pun bersuara meskipun sang nyonya telah berjalan agak jauh.


Ayris yang tersadar jika selly tak ada di samping nya menoleh ke belakang dan ternyata ia melihat selly yang membisu .


" Eh ,,, kenapa diam di situ ? Ayo !!." Ayris yang menghampiri selly dan ingin menarik tangan nya ada seseorang yang tanpa sengaja terpeleset hampir saja memgenai nyonya nya .


" Awaassss nyonya !!." Selly berteriak kemudian bersiaga menyelamatkan nyonya muda nya .


Hampir saja ia akan terkena masalah jika saja ia tak cepat sadar dari lamunan nya .


Kelalaian nya ini pasti tidak akan termaafkan oleh anton atau pun tuan nya .


'' Nyonya tidak apa apa ?" Selly menanyakan keadaan ayris .


" Aku baik baik saja selly ." Ucap ayris tersenyum .


Seseorang yang terjatuh akan mengenai nya bangun dan berniat meminta maaf pada ayris .


Namun ketika ia melihat wajah ayris terkejut sekaligus terdiam seperti patung .


" Kau,,,,."


Bersambung 😊😊🙏🙏


hayo siapa ya itu


jangan lupa klik favorite ya agar tahu update nya author .


happy reading 😊