ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 195.


Semua orang sudah menunggu di bawah untuk sarapan pagi bersama . Senyuman mengembang antara semua orang terlihat bahagia karena kebersamaan mereka .


Ayris memang menantu idaman keluarga arijaya maupun adinata karena berhasil menyatukan mereka meskipun hanya sebatas makan bersama.


" Pagi semua ." Ayris tersenyum menyapa semua orang yang ada di meja makan .


" Pagi sayang, kenapa turun nya lambat ?" Ucap mona yang mendapat tatapan dari semua orang .


" Leon sedang jahil di kamar Ma, jadi ay harus menjinakkan leon besar dulu ." Ucap ayris mengedipkan mata nya pada leon yang duduk di bawah ayris .


" Aunggg,,,, aungg,,,,." Leon meraung kecil.


" Leon besar ?" Mama mona terkejut dengan ucapan ayris .


"Ehhh ,,, kakak punya dua leon ? Mana yang satu nya ?" Chleo yang masih polos tidak mengerti apa yang di ucap kan oleh kakak ipar nya.


Max menghela nafas kasar nya mendengar pertanyaan polos chleo istri nya .Ia kemudian berbisik di telinga istri polos nya agar tidak melanjutkan pertanyaan ny pada kakak nya maupun kakak ipar nya .


" Sayang, jangan lanjutkan lagi pertanyaan mu ! Kau lihat kakak tengah menatap tajam pada kakak ipar ." Bisik max pada chleo .


" Memang nya kenapa ? Chle hanya penasaran kak ." Chle masih menjawab pernyataan max .


" Kau ingin suami mu ini di asing kan ?" Ucap max menatap tajam pada chleo .


Chleo dengan cepat menggelengkan kepala nya .


" Jadi diam lah ! Jangan ikut bicara , paham !." Max berbisik kemudian memegang pinggang ramping chleo menggeser tempat duduk nya.


Sementara ayris yang melirik dengan senyuman membuat zain terlihat kesal kemudian memakan sarapan nya .


Kakek dan nenek yang mengerti apa yang ayris maksudkan tersenyum pada kedua nya .


papa dan mama zain saling pandang mengangkat bahu mereka .


Sarapan pagi yang mereka nikmati dengan suasana hening terasa membosankan karena ayris yang tak sengaja membuat suasana hati zain kesal .


" Nek , Apa nenek hari ini akan menemani ayris beli vas bunga dan mama ?"


Ayris membuka keheningan suasana pagi itu dengan senyum ramah nya .


" Bagaimana Ari , cucu mu ingin di temani belanja ?" Nenek jaya menatap kakek ari tang tengah menikmati sarapan nya.


" Baiklah , terserah kau saja ." Jawaban kakek membuat senyum ayris mengembang .


" Ma ,,,,." ayris memanggil mona dan menatap harap pada nya .


" Maaf sayang , mama harus pulang . Nenek mu sedang tidak enak badan ." Ucap mona merasa sedih .


" Apaaaaaa ? Nata sedang sakit." Nenek jaya terkejut dengan ucapan mona setengah berteriak ketika mendengar besan nya itu sedang sakit .


" Apa ay punya nenek lain selain nenek ?" Ayris yang mendengar ucapan ucapan mama mona dan nenek jaya bertanya dengan pertanyaan konyol nya .


" Sayang , nenek jaya mama nya mama sedangkan nenek nata mama nya papa ." Mona menjelaskan pada menantu nya.


" Kapan kau akan berkunjung ke mansion mama ? Nenek pasti senang melihat mu datang ." Ucap mona tersenyum .


" Iya kakak ipar , Mansion mama besar lho . Kakak ipar juga harus melihat kamar kakak yang sangat besar lengkap dengan kolam renang mini . " Ucap chleo dengan sedikit mengerucutkan bibir nya .


" Bahkan kamar ku saja tidak sebagus itu ." Ucap chleo dengan kesal .


" Tidak ,,,,! Aku tidak akan mengijinkan nya ." Kakek jaya menatap tajam pada mona maupun chleo .Meskipun mona putri nya sendiri ,karena kesalahpahaman antara mereka mengira mona lebih memilih bertahan pada suami nya daripada dengan zain .


Kesalahan masa lalu mereka yang cukup fatal membuat hati kakek jaya tergores hingga saat ini kakek jaya tetap bersikap dingin .


Ayris yang mendengar ucapan kakek jaya dan tatapan tajam mata sang kakek terhadap mama mertua nya membuat nya bergidik ngeri .


Ia lalu menatap pada suami nya memegang baju nya bagian bawah .


Ayris merasa sedikit takut dengan suasana mencekam tersebut .


Zain sadar jika istri nya sedang ketakutan lalu menggenggam tangan nya memberi isyarat lewat mata nya untuk diam .


" Sayang daddy jangan takut , Kakek sangat menyayangi mu ." Kakek jaya yang mendengar ucapan zain menghela nafas kasar nya .


Semua orang menatap pada zain dan ayris , mereka tak berani bersuara sedikit pun hingga sang nenek menghangatkan suasana kembali .


" Ari , kau membuat takut cucu kita ! Kau ingin ia pindah ke luar negeri dan kita tak bisa menimang nya ?" Ucapan nenek jaya membuat kakek jaya menghela nafas kasar nya .


" Huhh ,,, baiklah ,,,,baiklah aku akan bermain dengan leon saja . Ayo leon kita pergi memancing ikan !." Ucap kakek jaya di sertai raungan leon .


" Aungg,,,,,." Mencari keamanan diri leon meraung kecil mengikuti kakek berjalan keluar .


" Ikan ,,,,? Tidak ,,,,,tidak ,,, kakek jangan memancing ikan ayris ya . Ikan ikan dikolam itu kesayangan ayris ." Ayris yang polos membuat kakek tertegun memandang cucu menantu nya .


" Sayang tenang saja, kakek tidak akan memancing ikan di kolam mu tapi di laut." Nenek jaya mengalihkan pembicaraan mereka .


" Di laut ,,,,? Apa Ay boleh ikut kek ?" Kakek jaya kembali tertegun mendengar permintaan menantu nya .


" Tidakkk,,,, ." Zain setengah berteriak menolak permintaan ayris menatap tajam pada ayris .


" Tapi ini permintaan baby ,,,,."


" Ayrissss,,,,,, ." Zain kembali berteriak pada istri nya yang agak manja tersebut .


Semua orang menatap tajam juga bingung ingin berbicara apa dan juga membela siapa .


" Zain ,,, sudahlah . Ayris sedang hamil nak , kau harus lebih mengerti. Mungkin ia sedang mengalami masa masa mengidam ." Mona merasa kasihan pada menantu nya yang hampir saja menangis .


" Bagaimana zain bisa membiarkan mereka dalam bahaya Ma ?" Mama mona tak bisa lagi berkutik dengan pernyataan zain tapi ia tak tega membiarkan menantu nya bersedih


" Huhhh,,, Kau jahat , Aku akan ke kolam ku sendiri memancing ikan . Ayo leon ikut mommy !" Ayris yang tengah merajuk berjalan meninggalkan meja makan melewati sang kakek yang tertegun mendengar perkataan mereka.


" Aunggg,,,,,." Leon meraung kecil kemudian mengikut ayris dari belakang .


Semua orang tertegun melihat kedua makhluk tersebut yang begitu akrab bahkan leon sangat patuh dengan ayris bahkan zain pun tidak di perdulikan oleh leon.


" Kakak ,,, kau membuat marah kakak ipar . Ayo sayang kita pulang ! Chle takut kedua serigala akan bertempur kembali ." Chle dengan polos mengajak suami nya pulang ke rumah nya meninggalkan tempat itu ysng begitu mencekam .


" Kek Nek ,Pa Ma Max dan chle pamit dulu ." Max meminta ijin untuk pulang sementara zain menghela nafas kasar nya.


" Baik lah hati hati sayang . Mama dan papa juga akan segera pulang . Apa kalian tak ingin pulang ke mansion mama ?" Mona tersenyum menatap putra dan putri nya .


"Iya Ma ,max akan menyusul dengan chle. Mama dan papa hati hati ." Max tersenyum kemudian mendekati kakak nya .


" Kak , cepat rayu kakak ipar jika tidak kau tidak akan mendapat jatah malam ini ." Bisik max kemudian mengedipkan sebelah mata nya .


Zain tak menanggapi ejekan adik nya , bagaimana mungkin mafia seperti nya kalah dengan istri nya .


" Hati hati Max jaga chleo baik baik ." Ucap nenek jaya yang memeluk max dan chleo .


Mereka berdua pergi meninggalkan mansion zain pulang ke rumah mereka sendiri karena ingin terlepas dari suasana yang mencekam di mansion kakak nya .


Bersambung 😊😊🙏🙏