ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 234.


Diana yang melihat mereka ingin mengikuti mereka namun ia urungkan karena masih ada tugas yang harus ia selesaikan .


Diana pun membawa beberapa berkas yang harus segera di periksa oleh presdir dan segera di tanda tangani oleh nya.


Tok,,, tok,,,,


Ceklek,,,,


" Presdir , ada beberapa berkas yang harus di selesaikan hari ini ."


Ucap diana memberikan berkas tersebut pada zain .


" Baiklah , aku akan memanggil mu nanti .Ini sudah selesai. "


Zain memberikan beberapa berkas yang sudah selesai ia periksa dan tanda tangani .


" Baik , presdir ."


Diana membungkukkan badan nya hendak kembali ke ruangan nya namun sikap jahil sang nyonya presdir seperti nya akan membuat diana pusing .


" Diana,,,,,."


Ayris yang fokus dengan drama nya dan juga buah yang berada di tangan nya memanggil sekertaris suami nya ketika hendak meninggalkan ruangan .


" Iya nyonya . Apa anda membutuhkan sesuatu ?"


Diana menghentikan langkah nya kemudian membungkukkan badan nya .


Ayris yang tampak tersenyum pada diana bangun dari sofa tempat kesayangan nya menghampiri diana .


" Tidak ,,,, aku tidak membutuhkan sesuatu karena mira sudah membawakan nya untuk ku ."


Ucap ayris .


" Apa kau tidak tertarik pada adik ipar ku ? Atau kau sudah punya pacar yang lebih ganteng dari nya ."


Ucap ayris mendekati diana .


Diana yang mendengar pertanyaan tersebut menghela nafas panjang nya.


Zain yang melirik sekilas melihat wajah tegang dan kaku diana sekertaris nya tersebut .


" Sayang ,,,, Ayris . Apa istri ku ingin mendapat hukuman ?"


Zain yang tidak mau melihat diana tertekan segera menatap tajam pada istri nya .


Ayris yang mendapat tatapan tajam tersebut mengerti dan paham jika suami nya tidak ingin menjahili sekertaris nya.


" Tidak sayang ,,,,. Aku hanya bertanya ."


Ucap ayris yang kemudian mendekati suami nya lalu duduk di pangkuan nya .


" Diana ,,, pergi lah !"


Zain menyuruh diana keluar dari ruangan nya sebelum istri nya menjahili nya .


" Baik , presdir."


Diana pun keluar dari ruangan tersebut bernafas lega .


Di luar ruangan.


Diana yang menghela nafas nya dalam dalam karena merasa lega bisa keluar dari ruangan presdir .


" Hei,,,."


Seseorang yang menepuk bahu nya membuat nya hampir saja terjatuh karena kaget .


" Aaaaaa,,,,.."


Diana hampir saja terjatuh jika orang tersebut tidak menarik nya ke dalam pelukan nya dan terjadi ciuman kilas antara kedua nya .


Mereka berdua terkejut dengan kecelakaan kecil yang baru saja mereka alami .


" Kau,,,,."


Diana yang sadar dari keterkejutan nya menunjuk pada orang tersebut yang tak lain adalah leo .


Leo yang tak sengaja menarik diana yang terkejut hampir jatuh karena tepukan di bahu nya menarik nya ke dalam pelukan nya namun terjadi sedikit kecelakaan .


Diana mencium kilas bibir leo secara tak sengaja membuat leo terpaku terbang ke alam hayalan nya .


" Aku ,,, kenapa ? Kau yang mencium ku sayang atau kau menginginkan lagi ?"


Leo yang sengaja menggoda calon istri nya tersebut terlihat senang ketika diana sedang marah .


" Huh,,, tidak ."


Diana terlihat kesal dengan perkataan diana hendak pergi meninggalkan leo sendiri namun tertahan oleh tangan leo yang menggenggam nya dengan keras dan menarik nya lagi ke dalam pelukan nya .


Diana yang mendapat perlakuan seperti itu terkejut hanya bisa diam membisu seperrti patung.


" Aku tidak akan melepaskan mu ."


Bisik leo kemudian mencium kembali kilas bibir diana .


Beberapa saat kemudian leo melepaskan pelukan nya pergi ke ruangan kakak nya .


Ceklek,,,,


Leo yang tidak mengetuk pintu terlebih dahulu ketika masuk melihat pemandangan yang luar biasa yang belum pernah ia lihat.


Zain dan ayris yang tengah berciuman bibir seperti biasa nya ayris akan merayu suami nya yang taring nya berubah menjadi taring serigala .


Mereka terkejut dengan pintu yang terbuka secara tiba tiba tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu dan tertutup kembali secara cepat.


Leo pun menutup kembali pintu tersebut melihat ke arah diana kemudian memeluk nya


Diana yang masih belum pulih kesadaran nya bertambah seperti patung yang tak berdaya melawan apa pun .


" Diana ,,, sayang cubit aku !"


Diana yang mendapat perintah mencubit ia pun mencubit lengan leo .


" Auwww,,,, sakit ."


Teriak leo yang masih memeluk diana .


" Eh' em,,,, Eh' emm,,,,."


Sebuah suara lain menyadarkan mereka berdua yang langsung melepas pelukan tersebut .


" Mau apa kau datang kemari ? "


Suara yang tak lain adalah suara zain berada di balik pintu berdiri tepat bersandar pintu ruangan nya .


Leo hanya menggarukkan kepala nya dan diana menundukkan kepala nya tak berani menatap presdir karena malu dengan tingkah leo yang memeluk nya .


" Apa kau ingin mempercepat hari pernikahan mu ?"


Ucapan zain membuat diana mendongakkan kepala nya sementara leo terlihat sangat bahagia mendengar perkataan kakak nya hingga tak memberi jawaban atas pertanyaan tersebut namun mengangguk pelan.


" Apaaaa,,,, pernikahan ? Mati aku ,,,, . Uhh dasar leo brengsek ."


Umpat diana dalam hati nya .


" Baik lah . Sekarang katakan untuk apa kau datang kesini !"


Zain yang masih menatap tajam pada leo berharap mendapat jawaban yang memuaskan dari leo.


" Nih,,,, nenek menyuruh ku mengantar ini untuk kakak ipar ."


Ucap leo memberikan kotak bekal makanan pada zain .


Zain menatap tajam kotak makan tersebut masih berpikir bahwa ini hanya alasan nya saja untuk mendekati diana .


" Kenapa menatap ku seperti itu ? Kakak tidak percaya nenek yang menyuruhku ? telepon saja nenek ! Ini ,,,, aku banyak kerjaan ."


Ucap leo yang terlihat kesal .


" Diana sayang,,,,, aku akan menjemput mu nanti . Muach,,,."


Leo kemudian meninggalkan kantor zain .


Sementara diana tertunduk lemas dengan tingkah leo yang membuat nya malu bahkan tak sanggup menatap muka pada presdir nya .


Zain yang menerima kotak bekal makanan tersebut membawa nya masuk ke dalam ruangan nya.


📞 incoming call " Nenek sayang "


📞 :" Halo ,,, zain ."


📞 :" Ya nek , ada apa ?"


📞 :" Apa kalian sudah menerima makanan yang nenek kirim kan ?"


📞 :" Maksud nenek leo ?"


📞 :" Iya , siapa lagi ? Ia ingin menghampiri kekasih nya yang bekerja di kantor mu . Siapa dia ?"


📞 :" Ya, sekertaris ku ."


📞 :" Pantas saja , ia mau mengantarkan pesanan ayris ."


Zain mengernyitkan dahi nya ketika mendengar pernyataan nenek nya.


📞 :" Heemmm,,,."


📞 :" Sudahlah . Nenek tutup dulu .


📞 :" Iya nek ."


📞 :" Klik."


Kedua nya menutup sambungan telepon masing masing , zain menyerahkan kotak bekal makanan pada istri nya .


" Sayang , apa itu ? "


Ayris yang baru sampai dari kamar mandi melihat kotak bekal makanan di tangan zain.


" Apa kau menginginkan sesuatu dari rumah ?"


Ucap zain yang tak menjawab pertanyaan istri nya melainkan bertanya pada nya.


" Oh ,,, nenek sudah membuatkan puding kesukaan ku."


Ayris meraih kotak bekal tersebut membawa nya duduk di sofa kesayangan nya memakan nya hingga habis .


Zain hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah istri nya .


Setelah selesai ia pun merengek rengek pada zain untuk mengijinja nya pergi ke mall sebelah .


" Sayang , apa aku boleh pergi ke mall sebelah ? Aku ingin membeli beberapa pakaian ."


Ucap ayris yang bergelayut manja di lengan zain .


" Haaahh ,,, hemmmm,,,,,baiklah. Kau harus pergi dengan selly mira dan anton ."


Ayris tak nembantah perkataan suami nya hanya mengangguk lalu mencium pipi suami nya .


Zain yang mengirimkan oesan oada oara abak buah nya jika istei nya hendak petgi ke mall sebelah gedung perkantoran nya .


Ketiga orang tersebut ternyata telah berada di luar ruuangan di balik pintu ketika ayris membuka pintu tersenyum pada ayris .


Bersambung 😊😊🙏🙏