
" Max , kita pulang sekarang ! " Perintah Zain membuat Max dan Rian ber pandangan mengangkat bahu mereka.
" Baik tuan ." Jawab Max singkat.
Max dan rian pun mengikuti tuan mereka dari belakang . Sesekali rian menyiku tangan max dan mengangkat bahu nya seakan ingin menanyakan apa tang sebenar nya terjadi pada tuan mereka .
Setelah sampai lobby mobil yang relah siap di depan lobby yang di pegang kendali oleh rian melaju sangat cepat pulang ke mansion kembali .
Di sepanjang perjalanan zain yang tersenyum membayangkan reaksi gadis itu bila bertemu dengan nya.
Bahkan apa yang akan ia katakan jika bertemu dengan nya membuat nya sedikit merasa gugup .
Zain seakan jatuh cinta pada gadis itu setelah kepergian Vivian , gadis cantik mungil yang hanya bertemu secara tak sengaja seakan telah mengikat hati nya .
" Tuan ,apa gadis itu telah membuka kembali hati mu ?"
Gumam Max dalam hati nya.
" Seperti nya tuan sudah jatuh cinta pada nona itu."
Gumam rian dalam hati.
Sementara Ayris masih terlelap karena pengaruh obat bius yang diberikan pada orang yang membawa nya.
Di kamar dengan nuansa dominasi biru laut warna kesukaan Ayris dan juga pernak pernik yang ayris sukai .
Gadis yang tak tahu apa apa , korban dari pandangan pertama zain yang seakan meruntuhkan dunia nya tersebut kini terperangkap dalam cinta seorang Ceo.
Zain yang baru sampai di halaman mansion pintu utama turun dengan tergesa gesa seakan tak sabar melihat gadis yang ia inginkan tersebut .
Semua pelayan yang menyambut zain hanya menundukkan kepala tanpa kecuali Pak Mus . Ketua pelayan yang mengurus mansion zain bahkan yang merawat nya sejak kecil .
Zain melangkahkan kaki nya berjalan menaiki anak tangga menuju kamar yang di tempati oleh ayris.
" Rian ,,,,kau tahu apa yang harus kau lakukan ?"
Ucap zain dengan nada tinggi nya
.
" Iya tuan ."
Jawab Rian singkat dan ia pun bergegas ke ruang bawah tanah untuk memberi komando pada para anak buah nya untuk memperketat penjagaan dan mengawasi sekeliling mansion .
Sementara max masih mengikuti di belakang zain menuju lantai dua .
" Max ,tunggu di ruang kerja ku !"
Ucap Zain.
" Baik tuan."
Max berlalu meninggalkan zain yang berhenti di depan kamar yang biasa nya tak ada yang menempati kini di tempati nona muda yang akan segera menjadi nyonya di mansion tersebut .
Zain yang nembuka pintu secara perlahan takut jika membangunkan ayris .
Gadis mungil yang masih terlelap pengaruh obat tersebut terlihat cantik sangat menawan .
Menyentuh pelan pipi dan wajah nya serta bibir cerry yang seakan menggoda nya .
Muach,,,,
Zain sempat mencium kening ayris sebelum ia keluar dari kamar tersebut .
" Sayang , tunggu lah beberapa saat lagi . Kau akan menjadi milik ku. Aku akan membahagiakan mu bukan pria bodoh itu." Gumam Zain tersenyum membelai kepala Ayris.
Ia puj melangkahkan kaki nya ke ruang kerja nya dimana sudah ada max yang menunggu nya di sana.
Ceklekk,,,,
Zain yang masuk ke ruang kerja nya duduk di kursi kebesaran nya .
Sementara max yang masih memeriksa file file yang di kirimkan diana sekertaris di kantor mereka .
" Max,,,,."
Suara panggilan zain mengalihkan pandangan max dari layar laptop nya.
" Iya tuan ."
Jawab Max singkat.
" Kau tahu apa yang harus kau lakukan ?"
Ucap zain yang tidak harus mengatakan apa yang harus di lakukan nya .
Max paham keinginan zain karena mengikuti nya dari kecil membuat nya mengerti zain.
" Iya tuan ,,,,,.Saya akan membereskan nya dwngan cepat ."
Jawab Max
Max menutup layar laptop nya dan berjalan meninggalkan ruangan tersebut . Namun max semoat memberikan beberapa berkas pada zain untuk di periksa sebelum akhir nya zain menghentikan langkah nya ketika gagang pintu ruang kerja nya di putar oleh max.
" Max,,,,, Sambungkan cctv di kamar ayris ke handphone ku."
Perintah Zain.
" Baik tuan ."
Max bergegas berjalan ke euang bawah tanah menemui rian untuk menyelesaikan salah satu tugas nya .
" oh tuan ,apa jiwa mu sudah kembali ." Gumam Max dalam hati
Max tersenyum menyeringai dengan penuh berbagai arti di sudut bibir nya.
Max mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi pengacara kepercayaan nya . Menyelesaikan berkas berkas perceraian Ayris dan suami nya fai .
bersambung......
Jangan lupa like coment vote ya ya 😊