
" Sayang aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi ." Zain yang memeluk Ayris merasa cemas dengan perubahan emosi nya .
Ia mengingat kembali perkataan Leo untuk tidak membuat nya banyak pikiran apalagi stres . Yah ,semua memang salah nya namun ia melakukan semua ini untuk membuat seseorang yang telah mengusik keluarga nya merasa jera .
Setelah beberapa saat ayris tenang kembali , Zain melepaskan pelukan nya dan memandang wajah nya yang terlihat pucat .
" Sayang ,,,,kau ingin makan apa ? Aku akan menyuruh mira membuatkan nya untuk mu ." Ucap Zain kemudian mengusap lembut wajah ayris .
" Aku tidak ingin makan ." Ayris masih merasa nyeri dalam hati nya , ia bahkan tidak ingin makan sesuatu .
" Apa kau tidak kasihan pada junior kita ? Ia butuh asupan gizi untuk nya dan juga mommy nya ." Ucapan Zain membuat ayris mendongakkan kepala nya menatap wajah sang suami.
" Biarkan saja , Ia akan mengerti rasa nyeri yang di rasakan mommy nya ." Ayris yang keras kepala membuat Zain terkadang menggigit jari nya .
" Sayang ,,, aku akan jelaskan semua nya . Tapi nanti setelah kau dan anak kita makan ." Zain terus memaksa sang istri yang keras kepala itu untuk memakan sedikit makanan .
" Tidak ,,,, kau tidak perlu menjelaskan nya ! Aku sudah tak ingin mendengar apa pun . Tapi tolong biarkan aku pergi dengan anakku ." Ucap Ayris menggenggam tangan Zain .
Zain yang mendengar ucapan ayris merasa naik darah hingga tak sadar tatapan tajam serigala nya membuat ayris sedikit ngeri menatap nya .
" Tidakkkk,,,,, aku tidak akan membiarkan mu pergi !! Bahkan satu langkah pun dari pintu kamar ini ." Ucap Zain kemudian bangun dari duduk nya pergi meninggalkan kamar itu .
Derrrrrrr,,,,,
" Huuuuhhhhhhh,,,,,." Suara bantingan pintu mengagetkan ayris yang setengah melamun menatap nya .
Ayris yang melihat perubahan mimik wajah sang suami merasa ngeri sendiri . Dalam sudut hati nya ia merasa bersalah dengan ucapan nya .
Namun satu sisi sudut hati nya ia merasa kecewa bahkan terasa sakit di sudut hati nya. Melihat pemberitaan media jika sang suami akan menikah dengan wanita lain sementara ia tengah mengandung buah hati nya .
" Huuuhhhhh ,,, kau bukan merayu ku menjelaskan apa yang terjadi tapi pergi begitu saja ." Ayris sedikit kesal dengan nya .
Tok tok tok ,,,,
Ceklek ,,,
Mira yang tersenyum membawa nampan berisi makanan membuat Ayris semakin kesal saja .
"Mira ,,,, kau bawa apa ?" Ayris yang setengag duduk pun kembali berbaring .
" Saya membawa makanan kesukaan nyonya." ucap mira .
' Aku tidak ingin makan mira , bawa pergi makanan itu !." Ayris yang memang tidak dalam keadaan baik tidak ingin memakan apapun .
" Nyonya, Apa andak tidak menyayangi janin dalam perut nyonya ?" Mira masih mencoba merayu sang nyonyayang keras kepala.
" Miraaa ,,,, jangan pernah menggurui ku !!." Menatap tajam pada mira yang mengalihkan pembicaraan nya .
" Maaf kan saya nyonya , tapi saya hanya khawatir dengan debay ." Ucap mira menundukkan pandangan nya .
" Ia akan baik baik saja mira ." Ayris yang membaringkan badan nya membelakangi mira.
" Nyonya , Apa anda akan membuat saya kehilangan kedua kaki saya bahkan masa depan saya ?". Mira dengan raut wajah yang sedih menatap pada sang nyonya .
Ayris yang semula membelakangi nya berbalik bangun dari tidur nya .
" Tidak mira ,,,, jangan katakan hal itu . Kau akan membuatku bersalah seumur hidup ku ." Ucap Ayris Meraih pergelangan tangan mira .
" Jika nyonya tidak mau saya seperti itu , nyonya harus makan demi debay dan juga saya ." Ucapan mira membuat ia merasa terpojok dan mau tidak mau harus makan .
'' Baiklah mira , sini !!.'' Ucap Ayris tersenyum meraih nampan yang berisi makanan kesukaan nya .
" Nah ,,,, gitu dong . Nyonya harus kuat apalagi menghadapi ular betina itu ." Ucap Mira .
" Apa maksud kamu mira,,,,?" Ayris yang tidak mengerti merasa bingung .
" Maksud mira , nona lisha memang menyukai tuan muda sejak lama tapi tuan tidak menyukai nya ." Ucap Mira memberitahu sebenar nya tentang kasus itu .
" Dari mana kau tahu ? Kau tidak lihat ketika mereka bergandeng tangan dan akrab dengan kedua orang tua nya ." Ayris setengah kesal dengan ucapan mira .
" Nyonya , nyonya itu istri sah tuan kenapa anda tidak melindungi pernikahan anda ?" Uapan mira memang ada benar nya juga , kenapa ia hanya emosi dan tidak mendengar kan penjelasan Zain .
" Apa kau yakin aku ini istri sah nya bukan simpanan nya ?" Ayris yang merasa ragu dengan status pernikahan nya hanya bisa menerka saja meskipun ia pernah melihat certificate of marriage nya dan juga mengecek sendiri di catatan sipil .
"Tentu saja , karena saya yang membuat nyonya menandatangi dokumen untuk pendaftaran di catatan sipil . Upsss,,,,,." Mira tak sadar dengan ucapan nya menutup bibir nya dengan kedua tangan ny . Ia terjebak dalam pertanyaan Ayris yang memang sengaja untuk menjebak nya .
" Apaaaa,,,,,,,,jadi kau ?." Ayris dengan mata serigala nya menatap pada mira .
" Maafkan saya nyonya ." Ucap mira menundukkan kepala nya .
" Jadi benar aku istri sah nya bukan simpanan ? Ahhh ,,,,aku ini bodoh sekali !! Bukan kah aku sudah pernah mengecek keabsahan nya ." Ayris yang bergumam dalam hati nya membuat mira khawatir dengan sang nyonya yang beberapa hari ini mood nya berubah ubah .
" Nyonya ,,,, nyonya ." Mira memanggil sang nyonya yang diam terpaku .
" Ini ,,,, aku sudah kenyang . Bawa turun dan cepat pergi dari sini aku ingin tidur !!." Ucap Ayris yang terlihat garang .
" Baik nyonya." Jawab Mira membungkukkan kepala nya kemudian berjalan menuju pintu keluar dari kamar sang nyonya .
Sedangkan ayris yang berbaring di tempat tidur merasa hawa yang tidak nyaman dalam tidur nya . Ia sedang berpikir menerawang jauh ke alam sana membayangkan hal ngeri yang akan terjadi .
Ia baru mengetahui jika sang suami memiliki sisi kejam yang sangat luar biasa . Bagaimana jika tadi ia terlambat datang mungkin gadis itu akan kehilangan kaki nya untuk selama nya . Hal yang tak pernah ia pikirkan sama sekali dan juga tak terlintas dalam benak nya .
Tetapi ia merasa merindukan sang suami yang begitu ia cintai meskipun sedang ada masalah di antara dia .
Ayris yang semula tidur bangun dari tidur nya berjalan ke pintu rahasia yang menghubungkan kamar pribadi dengan ruang kerja Zain .
Sementara di ruang kerja Zain yang merasa kecewa dengan perkataan Ayris membuat sedikit keributan .
" Prannnnnkkkkkk ,,,, prannnkkkkk,,,,,." Beberapa gelas pecah berserakan di lantai .
Pak mus yang mendengar suara itu terkejut dan segera berlari ke arah sumber suara.
Dan tanpa basa basi pun ia masuk ke dalam ruang kerja Zain tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu .
" Tuan ,,,, apa yang sedang terjadi ?" Pak mus yang muncul dari balik pintu .
" Keluarlah aku tidak ingin di ganggu !!." Demgan nada marah ia menyuruh pak mus keluar dari ruang kerja nya .
"Tidak tuan ,,." Bukan pak mus tidak mau menuruti sang tuan tapi ia sudah hafal sifat sang tuan ketika marah . Pak mus justru maju ke depan membersihkan bekas pecahan kaca .
" Kau ,,,,!!" Zain yang tahu dengan sifat pak mus hanya menghela nafas kasar nya .Zain sudah dirawat nya sejak kecil bersama pak har jadi menyuruhnya pun percuma ia akan tetap bersikeras tinggal ditempat itu .
" Tuan ,,, anda harus bersabar . Nyonya sedang hamil muda , emosi nya tidak stabil seperti biasa nya ." Ucap Pak mus .
"Lagi pula nyonya seorang yang baik hati dan juga sangat cerdik pasti bisa menilai mana yang benar dan mana yang salah ." Pak Mus melanjutkan ucapan nya meskipun ia masih membersihkan sisa pecahan gelas.
" Aku tahu ." Zain yang kemudian duduk di kursi kebesaran nya .
" Tuan besar akan sangat senang jika mendengar kabar kehamilan nyonya muda . Apa saya yang akan menyampaikan berita ini ?" Pak Mus yang sengaja berbicara demikian agar sang tuan terpancing untuk berbicara lebih jauh dan melupakan kegelisahan hati nya .
" Tidak pak mus , Aku sendiri yang akan menyampaikan nya pada papa dan mama ."
Ucap Zain menatap Pak mus dengan seksama .
" Baiklah tuan , saya permisi . Apa anda membutuhkan sesuatu ?" Ucap Pak Mus sebelum ia meninggalkan ruangan itu.
" Tolong buatkan secangkir kopi hitam . Terimakasih pak mus ." Ucap Zain yang kemudian memejamkan mata nya .
Dibalik pintu rahasia terlihat ayris yang sedang berdiri mengintip dan mendengar pembicaraan antara Zain dan pak mus .
Ia merasakan nyeri dalam hati nya melihat sang suami yang ternyata mengerikan dari yang ayris tahu .
Ayris yang kemudian menutup pintu itu kembali dan berjalan keluar kamar nya setelah melepas sendiri selang infus nya karena tubuh nya sudah terasa segar .
Ayris hati hati menuruni anak tangga menuju lantai satu hingga ke arah dapur mencari sosok pak mus yang akan membuatkan kopi untuk suami nya .
" Pak mus ." Pak mus terkejut melihat nyonya muda nya yang secara tiba tiba.
" Nyonya muda ,,,, Kenapa anda turun ? Apa anda membutuhkan sesuatu ? Saya akan menyuruh mira membawakan nya untuk anda nyonya ." Ucap Pak mus yang terlihat khawatir.
" Tidak pak mus , aku akan membuat kan kopi untuk tuan mu ." Ucap Ayris yang kemudian meraih gelas cangkir dari tangan pak mus.
" Ta,,,,ta,,tapi nyonya , Tuan akan sangat marah jika melihat anda di sini ." Pak mus memegang erat gelas cangkir tersebut . Namun dapat tatapan tajam ayris yang membuat nya melepaskan gelas tersebut.
" Jangan khawatir pak mus , aku sudah sehat ." Ucap Ayris kemudian mulai membuat kopi untuk suami nya .
" Baiklah jika begitu ,tuan tidak suka terlalu manis nyonya . Dan terima kasih nyonya ." Ucapan pak mus membuat Ayris memandang heran pada pak mus .
" Terima kasih untuk apa pak mus ? " Ayris yang tidak mengerti dengan perkataan tersebut menanyakan nya pada pak mus .
" Semenjak kehadiran nyonya , tuan sangat bahagia bahkan dia menjadi lebih hangat ." ucap pak mus.
Ayris tidak menjawab pernyataan tersebut namun hanya tersenyum .
" Nyonya memberi warna baru untuk tuan . Terima kasih nyonya menyelamatkan mira , entah apa yang terjadi pada gadis itu jika nyonya tidak datang tepat waktu mungkin ,,,,,." Pak mus tidak melanjutkan ucapan nya namun menunduk hampir saja menitikkan airmata nya .
" Sudah lah pak mus jangan bicarakan lagi masalah itu , aku sangat menyesal . Aku akan ke atas menemui tuan mu ." Ucap Ayris kemudian berjalan membawa secangkir kopi tersebut.
" Baik lah nyonya ." Ucap pak mus membungkukkan badan nya .
Ayris kemudian berjalan ke lantai atas dengan sangat hati hati dan juga pelan pelan , ia merasa bersalah pada janin dalam perut nya karena mengajak nya berlarian hari ini . Tersimpan rasa bahagia di hati ayris mendengar ucapan pak mus meskipun ada sedikit rasa nyeri di hati nya .
Bersmabung๐๐๐