ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 258.


" Apa kehadiran ku mengganggu tuan rudi ?"


" Tentu saja ."


Tanpa di sadari adinata , ia pun menjawab suara yang ada di belakang nya .


" Siapa kalian ? Aku tidak mengundang kalian datang ke mansion ku ."


Adinata yang bahkan tidak mengenal besan nya sendiri membuat semua nya terkejut dan mereka sudah sangat yakin jika orang yang berada di mansion itu bukan adinata .


" Apaaa,,, kau tidak mengenal mereka ?"


Nata yang benar benar yakin dia bukan suami nya bertanya secara spontan pada nya .


" Siapa pun mereka aku tidak peduli ? Silahkan meninggalkan tempat ini atau aku akan berbuat kasar pada kalian !!"


Adinata berbicara kasar seperti yang ia tahu jika adinata memiliki sifat kasar pada orang lain jika keinginan nya tidak patuhi .


" Hahahaha,,,, . Kau bilang kau adalah suami ku adinata tapi kenapa dengan besan sendiri tidak mengenal nya ?"


Nata tertawa mengejek adinata yang ternyata bernama rudi.


" Apaaa,,,, ternyata mereka adalah besan adinata ? Haah,,, aku tidak punya pilihan lain selain menyelamatkan jiya ."


Gumam rudi dalam hati nya .


" Hahahaha,,,, . Ternyata kau sudah tahu jika aku bukan suami mu. Baiklah , aku akan mengatakan nya pada kalian jika aku memang bukan adinata ."


" Lelaki tua itu sudah mati di makan belatung . Sebagai hukuman karena ia telah membuat putri ku masuk rumah sakit jiwa . Hahahaha,,,,."


" Kau,,,,."


Nata sangat geram dan marah dengan perkataan rudi hendak mendorong kursi roda nya namun di hentikan oleh rudi yang memegamg senapan terlebih dahulu .


" Jangan bergerak !! Atau aku akan menembak mu ."


Semua orang tercengang melihat persiapan orang tersebut yang telah memegang senapan terlebih dahulu .


" Dasar pecundang !!"


Nata mengumpat kasar ketika rudi mengarahkan senapan nya kepada nya.


Rudi yang berjalan menuju kamar jiya membuka pintu secara kasar , mencari keberadaan jiya.


" Jiya,,, jiya,,, ."


" Jiya,,, jiya,,, ."


Jiya terkejut melihat kakek adinata membawa senapan di tangan nya .


" Kakek,,, .Ada apa ? Aaaaa,,, jangan !"


Jiya ketakutan melihat senapan di tangan nya kemudian bersembunyi di sudut lemari .


" Jangan takut jiya , ayah akan menyelamatkan mu . Cepat pergi dari sini jiya !"


Rudi segera menghampiri jiya menarik tangan nya untuk segera keluar dari kamar nya .


" Tidak,,, jangan mendekat ! Tolong ,,tolong ,,,."


Jiya terlihat semakin takut melihat orang yang ia kira seorang kakek dan ternyata adalah ayah nya sendiri .


" Jiya ,,, dengarkan ayah ! Ini ayah nak bukan orang lain . Kamu tahu ayah sengaja merubah wajah ayah untuk membalas dendam atas kematian ibu mu."


Ucapan rudi membuat jiya tertegun namun juga terkejut ketika melihat kebenaran yang di ucapkan ayah nya .


" Sekarang kau harus segera pergi dari sini ! Ini ada kartu atm ayah , gunakan untuk kehidupan mu di luar karena ayah mungkin tidak akan selamat dan bawa senjata ini untuk melindungi diri mu ."


" Cepat pergi jiya !"


Rudi mungkin lupa berhadapan dengan siapa dan mungkin juga tidak tahu ia sedang melawan siapa ?


Orang orang zain sudah mengepung seluruh mansion ketika sang istri yang enggan masuk karena masih ingin bermain leon dan leona .


Semua orang yang berada di dalam mansion terlihat tampak santai duduk di ruang tengah meskipun menatap tajam pada rudi yang tengah memegang senjata api ditangan nya mengarah pada nenek nata.


" Kakak , kenapa kau tidak langsung menembak nya ?"


Bisik chleo pada max yang terlihat semakin geram dengan aksi konyol pria yang mengaku sebagai kakek nya tersebut .


" Senapan nya terlalu berbahaya jika ia mengenai seseorang ."


Ucap max .


" Eh,,, kenapa istri ku jadi seperti kakak ipar ?"


Ucap max setelah menyadari perkataan chleo .


" Hihihi,,, . Baby yang mempengaruhi mommy nya kak , bukan kakak ipar ?"


Max menghela nafas kasar nya ketika mendengar tawa kecil dan penjelasan chleo .


Di lantai atas dave yang melihat dati atas juga sangat geram namun lily hanya memakan buah yang di bawakan pelayan untuk nya sambil menikmati pertunjukan .


" Kenapa si bodoh itu tak bergerak ? Tunggu apa lagi ?"


Dave yang geram dengan max yang tak kunjung bergerak mengepalkan tangan nya .


Lily tersenyum melihat suami nya yang seperti itu membuat nya ingin bermanja dengan nya .


"Sayang , kau tidak tahu senjata yang di gunakan sangat berbahaya ."


Ucap lily .


" Itu kan hanya senjata model senapan ."


" Eits,,, kau jangan salah . Senjata itu memang seperti senapan tapi sekaligus di bubuhi racun . Sekali tembak dorrr, meskipun tidak mengenai organ vital tapi mematikan ."


Dave terkejut mendengar penjelasan lily ,patut saja max diam saja tak melawan sama sekali meskipun terlihat jelas tangan nya siap dengan senjata nya yang tersembunyi di balik jas uang ia pakai .


" Bagaimana kau tahu ? Lalu kita harus bagaimana ?"


Dave menatap sang istri yang tengah memakan buah buahan di tangan nya .


" Dunia mafia pasti tahu semua jenis senjata sayang . Jangan khawatir ! sebentar lagi pawang dari senjata itu akan tiba ."


Dave mengerti apa yang di maksud pawang yang katakan oleh lily .


" Maksud mu kak zain . Tentu saja kakak ku itu sangat menguasai nya. Dia di didik dari kecil oleh kakak arijaya ."


Ucap dave yang sangat bangga dengan kakak nya .


"No, bukan kakak ipar tapi kak ayris ."


" Apaaaa,,,, kakak ipar ? Bagaimana kau tahu ?"


Dave terkejut ternyata kakak ipar nya memiliki kemampuan yang sangat lebih dari kakak nya .


" Hahaha,,, . Bagaimana kau lupa dia istri ketua mafia ? "


Dave hanya mengangguk pelan dan mengerti apa yang telah di ucapkan oleh istri nya .


" Baiklah , aku akan menunggu . Jika yang kau katakan tidak terbukti kau harus memberiku tiga ronde plus ."


Ucap dave mengedipkan salah satu mata nya .


" Okay , jika terbukti kau harus memanjat pohon mangga dan memetik nya untuk ku."


Lily membalas tantangan dave dan juga mengedipkan salah satu mata nya .


Dave yang tak bisa memanjat pohon tak bisa membayangkan jika apa yang di katakan istri nya itu benar.


Jiya yang pergi berlari ke luar mansion hanya di biarkan oleh anak buah zain .


Bahkan ketika melewati zain dan ayris pun ,mereka berdua membiarkan gadis kecil itu pergi .


Sedangkan ayris dan zain masuk ke dalam mansion melihat beberapa orang yang tak lain kakek dan nenek yang tengah duduk di sofa sedangkan mama dan papa berdiri terlihat cemas .


Chleo yang sedang duduk di sofa disamping nya ada max yang menyilangkan kedua tangan nya .


Seorang nenek yang duduk di kursi roda dengan orang yang memegang senapan di tangan nya yang mengarah pada nenek tersebut .


"Sayang, siapa orang itu ?Dan siapa nenek yang ada di kursi roda itu ?"


Ayris yang menghentikan langkah nya ketika melihat pemandangan yang ada di depan nya .


" Nenek adinata ."


" pria bodoh yang merubah wajah nya menjadi kakek ."


Ucap zain pada istri nya.


" Lalu ,,, kenapa anak buah mu diam saja melihat nenek yang di todong seperti itu ?"


Ayris yang kemudian berjalan mencari sesuatu benda di sekitar nya membuat zain menyunggingkan senyum nya .


" Senapan itu sangat berbahaya sayang ."


" Aku tahu , tapi apa tak ada seorang pun yang bisa melawan nya ?"


Ucap ayris yang tak sengaja menemukan sebuah asbak yang tidak terlalu berat mau pun ringan bisa di gunakan untuk melempar.


" Ada ."


" Lalu ..?"


Ayris menatap suami nya yang juga sedang menatap nya.


" Kenapa menatap ku ??"


"Memang nya kenapa aku tak boleh menatap istri ku sendiri ?"


Zain sedang tak ingin berdebat tentang pemegang senapan tersebut , ia menarik ayris mendekat ke arah nya .


" Kau membuat ku tergoda ."


Bisikan zain membuat ayris merona menahan malu .


" Kau ini,,,, kau harus memberiku hadiah ! "


Ucap ayris mengedipkan sebelah mata nya , zain hanya mengangguk pelan mendengar pernyataan istri nya.


Setelah berjalan agak mendekat , ayris melihat orang tersebut memegang pelatuk nya siap untuk bersarang pada tempat tujuan nya .


Satu,,,,


Dua,,,,


" Hei,,, tuan,,,,."


Rudi yang menoleh pada sumber suara membuat nya hilang konsentrasi tanpa di sadari sebuah benda melayang tepat pada tangan nya yang memegang senapan nya.


Pok,,,,,,,,


" Aaaaaa,,,,,."


Suara teriakan rudi yang ditunggu oleh max akhir nya terdengar , dengan mata elang yang mengawasi pergerakan rudi bergerak dengan cepat menembak nya.


Dorrrrr,,,,


Jiya yang kembali lagi berlari dengan sangat kencang ketika mendengar bunyi tembakan .


" Ayaaaah,,,,,,."


Jiya berlari menghampiri ayah nya yang sudah tak sadar kan diri karena max tak membiarkan lawan nya lolos begitu saja .


" Ayah,,,, . hiks,,,hiks,,,. Kalian kejam ."


Gadis itu menangis histeris ketika melihat ayah nya terkapar tak berdaya .


Tanpa sepengetahuan semua orang dan di saat semua tengah lengah karena memandang ke arah ayris , gadis kecil itu mengeluarkan senjata nya dan bersiap menarik pelatuk nya .


Namun leon dengan sigap menyerang gadis itu dengan membabi buta membuat semua orang terkejut .


" Rian, perintah kan anak buah mu untuk menyingkirkan mereka !"


Ucap zain yang tak ingin melihat lebih banyak darah berceceran di dalam mansion .


" Baik , bos ."


Rian segera memerintahkan anak buah nya untuk membersihkan tempat kejadian.


Semua orang yang semula memandang orang yang melempar sebuah asbak pada rudi kini mengalihkan pandangan nya pada raungan leon yang menyerang gadis itu .


Setelah beberapa orang telah menyingkirkan kedua orang tersebut , nenek nata memandang pada ayris dengan perut buncit nya di samping zain .


Ayris yang sadar dengan pandangan nenek nata kemudian berlari bersembunyi di belakang zain meskipun masih terlihat .


Nenek nata terkejut dengan sikap ayris yang seolah takut dengan pandangan nya .


" Nata , kau baik baik saja ?"


Ucap nenek jaya menghampiri besan nya tersebut .


" Em,,, ."


Ketika jaya menghalangi pandangan mata nya memandang ayris karena ia teringat kata mona jika zain telah menikah bahkan akan segera memberi nya cicit, nata mendorong jaya agar bergeser dari hadapan nya .


" Apa yang sedang kau lihat ? "


Jaya heran melihat besan nya yang menggeser tubuh nya .


" Siapa gadis itu ? Kenapa ia bersembunyi di belakang zain ?"


Nata terkejut melihat tingkah ayris yang secara sengaja mendongakkab kepalanya dari samping badan zain .


" Oh ,, dia ayris istri zain ."


Ucap jaya lalu melambaikan tangan nya pada ayris memanggil nya untuk bergabung bersama mereka .


Tapi ayris diam tak bergeming kepaka melihat ke arah suami nya sama sewaktu dulu zain mengajak nya bertemu dengan kakek dan nenek arijaya .


" Zain,,,."


Nenek jaya yang nemanggil zain ketika melihat ayris yang menatap diri nya .


" Sayang , dia nenek nata ingin berkenalan dengan mu . Ayo !"


Zain lalu menarik ayris dan menggandeng tangen nya berjalan ke arah nenek nata .


Suasana haru menyelimuti krluarga itu , untuk pertama kali zain mempertemukan ayris dengan nenek nata dan juga kali oertama ia membawa nya berkunjung ke mansion kedua orang tua nya.


Ketika sampai di depan nenek jaya dan nenek nata perut ayris tak bisa diajak berkompromi sana sekali terasa tegang .


" Aduh,,,,, sakit,,."


Bersambung 😊😊🙏