ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
Episode 288.


Saat melintas di paviliun milik orang orang kepercayaan zain , ayris melihat seseorang yang tengah baku kejar tak jauh dari mereka.


" Eh,,, siapa itu ? Aku tidak pernah melihatnya ? Apa dia orang baru ?"


Ayris menunjuk dengan jari telunjuknya pada seseorang yang tengah mengejar leny.


Yah, ternyata leny sosok yang tengah baku kejar dengan mike dan juga sesekali baku hantam.


"Tidak . Memangnya siapa ?"


Zain melihat arah yang ditunjuk oleh ayris.


" Oh,,, dia mike . Asisten pribadi dave."


Ucap zain.


" Lalu kenapa berkejaran dengan leny ?"


Zain mengangkat kedua bahunya karena menang tidak mengetahui duduk permasalahannya.


Ketika ayris akan berteriak memanggil keduanya , zain menghentikannya lalu menyuruh istrinya duduk di bangku taman melihat apa yang terjadi.


" Duduk dan diam ! Kita lihat pertunjukannya dari sini , kau tak boleh ikut campur urusan mereka berdua."


" Hah,,, ya , baiklah ."


Ayris mengikuti ucapan suaminya duduk di bangku tersebut berdua dengan zain .


Seorang pelayan yang mengikuti mereka membawa minuman dan sedikit cemilan ikut menyaksikan apa yang terjadi.


" Tunggu ,nona . Kau harus mendengar penjelasan ku dulu ."


Mike mengejar leny namun bukan disambut dengan baik namun leny justru melayangkan pukulan terhadapnya .


Mike seorang yang ahli beladiri dengan sigap menangkis setiap pukulan bahkan tendangan yang di layangkan leny padanya.


" Nona, aku mohon . Semua tak seperti yang anda pikirkan ."


" Apaaaa ,,,,, tak seperti yang aku pikirkan . Lalu apa yang anda pikirkan saat seorang perempuan dalam keadaan mabuk kau manfaatkan ?"


"Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan."


Ucap leny membuang wajahnya yang tampak terlihat enggan menerima penjelasan mike.


" Tidak ,nona. Saya tak memanfaatkan apa pun ."


Mike berusaha membela diri meskipun leny menolaknya .


" Lalu bagaimana aku bisa berada di apartemenmu ? Bahkan dalam keadaan seperti itu ."


Tatapan Leny menusuk tajam pada mike.


" Rian menitipkan mu padaku ."


" Rian,,,? Kenapa dia menitipkan ku ?"


Leny sedikit tercengang ketika mendengar penjelasan mike.


" Saya tidak tahu ,nona. Nona bisa menanyakannya sendiri pada nya ."


Ucap mike.


" Lalu ,,,bagaimana aku dalam keadaan seperti itu ?"


Leny menunjukkan jari telunjuknya pada mike ditambah dengan tatapan tajam yang penuh intimidasi.


" Sebenarnya nona dalam keadaan tak sadar sewaktu rian menitipkan anda pada saya. Karena anda terus meronta panas haus ditambah dengan ******* *******,,,, hah,,,, Terpaksa saya membawa nona ke apartemenku yang jaraknya lebih dekat."


Ucap mike.


" ******* ,,,, apa maksud mu ?"


" Iya,,, ******* ."


Tanpa sadar leny tertegun mendengar nya bertambah pula rasa campur aduk yang tengah ia rasakan .


" Huk,,,,huk,,,,."


Suara batuk pelayan yang mengikuti ayris hampir saja menghentikan pertunjukan jika salah seorang pelayan tak menutup mulut temannya.


Hampir saja baik mike maupun leny mendengar dan menyadari jika mereka telah menjadi bahan pertunjukan tuan dan nyonya muda mereka.


" Eh,,, seperti suara seseorang yang tengah batuk. Dimana mereka ?"


Gumam leny dalam hati nya.


" Hah,,, Itu cuma alasan mu saja. Bilang saja kau ingin memanfaatkan kesempatan ."


Leny berbicara lantang ."


" Tidak ,nona. Berulangkali sudah saya jelaskan , tidak terjadi apa apa antara kita."


Ucap mike.


Mereka masih belum menyadari jika tengah diperhatikan oleh orang lain.


" Waoww,,, pertunjukan yang menarik . Kau memang tidak salah suami ku ."


Ucap ayris yang kemudian mencium pipi zain.


" Apa hadiahnya jika akan terjadi lebih menarik lagi ?"


" Apapun yang kau minta ?"


Tanpa sadar ayris terjebak dalam pernyataan suaminya yang kemudian meliriknya .


" Berarti ,,,."


Zain mengedipkan sebelah mata nya .


" Sudah diam ! Cukup , jangan bicara lagi !"


Ayris membekap bibir suaminya dengan tangan nya , sementara kedua pelayan yang berada dibelakang mereka membelalakkan mata lalu tersenyum tersipu malu sendiri.


Lalu melanjutkan melihat perdebatan antara mike dan leny.


" Kau ,,, harus bertanggungjawab jika terjadi sesuatu denganku ."


Ucap leny masih menunjuk dengan jari telunjuknya dan juga mata tajam yang menatap hampir keluar karena kemarahannya.


" Tanggungjawab ? Enak saja . Memangnya apa yang terjadi ? Tidak terjadi sesuatu denganmu ."


Ucap mike sama menatap tajam leny.


" Bagaimana tidak terjadi sesuatu sedangkan aku tak memakai sehelai baju ?"


" Waow,,,."


Ayris menutup kedua mulutnya dengan tangannya , sedangkan kedua pelayan tercengang membelalakkan matanya.


" Aku sudah bilang bibi yang membantumu ."


Keduanya masih tak mau mengalah dengan yang terjadi dalam peristiwa semalam dan juga kekeh dengan pembenaran masing masing.


" Baiklah , ajak aku bertemu dengannya !"


Leny kembali menyudutkan mike.


" Sudah ku bilang aku tidak tahu rumah nya. Dia datang seminggu sekali , jadi kau harus menunggunya."


Ucap mike.


"Banyak alasan . Mana ada yang percaya ? Jika tidak terjadi sesuatu bagaimana mungkin kau ada di sana hanya dengan memakai bathrobe ?"


" Kamar ku ada disana dan baju baju ku ada disana jadi aku mengambil nya."


" Kau masih mengelak nya ?"


" Tidak , aku memang tidak melakukan apapun ."


Perdebatan sengit terjadi antara keduanya.


" Kau harus bertanggungjawab ?"


Mike menghela nafasnya sepertinya sedang berpikir dan entah apa yang ada kepalanya.


" Baiklah."


Leny tercengang dengan jawaban mike hingga tak dapat berpikir lagi apa yang ada dikepalanya.


" Baiklah , apa yang akan dia lakukan ? Lagi pula kenapa aku minta pertanggungjawaban ? Apa dia benar melakukannya ? Kenapa tidak merasa sedikitpun rasa sakit di area sensitifku seperti mira atau pun sely ?"


" Bagaimana kalau dia menikahiku ? Aaaa ,,,tidak ,,,tidak ,,,, tidak . Jika aku menikah tak bisa lagi ngecengin cowok cowok di kantor."


Leny menggeleng gelengkan kepalanya.


" Aku tidak akan melakukan hal gila ."


Gumam leny pergi begitu saja seakan hilang ingatannya tentang perkataannya sendiri .


" Nona, aku akan minta tuan muda dave melamarmu pada tuan muda zain ."


Ucap mike .


Deg,,,


Detak jantung leny berdegup lebih kencang bahkan tak bisa tenang setelah mendengar ucapan mike.


" Kenapa kau membawa nama tuan muda ?"


Leny berbalik menghadap mike .


" Lalu harus bagaimana ?"


" Tidak tahu."


Ketika leny berlenggang jalan membelakangi mike bahkan akan meninggalkannya, mike mencekal lengannya .


" Lepaskan ! "


" Tidak, kau memintaku bertanggungjawab dengan hal apa yang tidak kulakukan . Sekarang bagaimana dengan bekas gigitanmu di leherku ? "


Deg,,,,


Detak jantung leny sekali lagi berdegup kencang bahkan lebih kencang dari sebelumnya saat melihat tanda gigitan dileher mike.


'' Tidak, aku tidak melakukannya ."


" Bagaimana kau yakin tidak melakukannya ? Ini ,,,lihatlah !"


Mike memberikan rekaman video yang memang terpasang di mobilnya pada leny.


Mendadak wajah leny merah padam ketika melihatnya , bagaimana mungkin seorang wanita bertindak seagresif seperti ini ?


Leny memanfaatkan kesempatan untuk menghapus video tersebut ternyata diketahui oleh mike ,dengan sigap merebut kembali ponselnya.


" Aaaaa,,,berikan padaku ! Cepat berikan !"


Leny berusaha mengambil alih ponsel tersebut namun mike memasukkan ponselnya pada saku celana mike.


" Jadi bagaimana ,,,,? Kau mau bertanggungjawab ?"


Ucap mike kembali.


" Bertanggungjawab apa ?"


Rian secara tiba tiba datang dari arah belakang membuat detak jantung leny berdegup kencang.


" Duh,,, gawat . Mati aku ! "


Gumam leny dalam hatinya ketika melihat rian datang.


" Temanmu me,,,,,."


" Mengantarnya kembali pulang ke apartemen . Yah,,, mengantarnya."


Leny gugup dengan pertanyaan rian sahabatnya apalagi orang satu ini tak mudah berbohong pada tuan muda.


" Oh jadi kau akan mengantarnya pulang ? By the way ,,,makasih ya bro udah nolongin dia."


Ucap rian tersenyum menepuk bahu mike.


"Apaaaa,,,, jadi benar rian yang menyuruh mike ? Aduh,,,, mau ditaruh dimana mukaku ."


Gumam leny dalam hati.


" Heh,,, kenapa tak kau manfaatkan kesempatan ? Kau single dia pun single ."


Bisik rian pada mike yang hanya tersenyum.


"Eh,,, brow lehermu kenapa ?"


Rian tanpa sengaja melihat tanda bekas gigitan pada leher mike.


" Huk,,,huk,,,."


Leny tersedak batuk mendengar ucapan rian.


" Masa' ada drakula di jaman sekarang ? Hihi,,, jadi takut."


"Huk,,,,huk,,."


Leny tersedak sekali lagi mendengar ucapan rian.


" Heh,,, kau kenapa ? Bukannya akan mengantarnya pulang ? "


" Eh,,, iya benar. "


Leny sedikit gugup menjawabnya.


" Baiklah , aku pergi dulu ya brow ."


Rian melambaikan tangannya masuk je dalam mansion.


Leny bernafas lega ketika melihat sahabatnya masuk ke dalam mansion dan beruntung orang yang didepannya tidak membuka mulut.


" Pergilah ! "


Ucap leny kemudian meninggalkan mike sendiri .


Tanpa disadari zain dan ayris muncul dari balik pohon besar yang memang ada sebuah kursi taman kecil disana.


Mike menyadari kedatangan mereka membungkukkan badannya memberi hormat pada tuan muda pertama keluarga arijaya.


" Pergi kemana ?"


" Tentu saja pu,,,,,."


Leny menyadari ada yang berbeda dari perkataan tersebut lalu bergegas membalikkan badanya .


" Tuan muda ,,, nyonya ,,, . Maaf , saya tidak menyadari jika tuan yang berbicara."


Ucap leny membungkukkan badannya.


" Tidak apa apa ,leny."


Ayris tersenyum pada kecanggungan leny atas kedatangannya.


" Apa tuan dan nyonya membutuhkan sesuatu ?"


" Tidak , kami hanya lewat menikmati pemandangan kebetulan ada sebuah bunga yang menarik."


Ucapan ayris melegakan leny namun membuatnya sedikit khawatir.


" Tidak jadi mengantar nya pulang ? "


Deg,,,,


Detak jantung leny berdegup kencang ketika mendengar perkataan tuan muda .


" Darimana tuan muda mengetahuinya ? Apa tuan dan nyonya mendengar pembicaraan kami ?"


Gumam leny dalam hati nya.


Ayris melihat leny tampak seperti sedang melamun mengajak suami nya untuk segera pergi dari sana.


" Sayang, ayo kita masuk ! Takut baby mencari kita."


Ucap ayris.


" Jika kau tidak mau mengantarnya tuanmu akan merasa malu dengan adiknya , kau tahu itu ?"


Sebelum benar benar melangkah pergi ayris berbalik menatap leny.


Dengan menghela nafas kasarnya ia pun harus bersedia mengantar mike pulang kembali .


" Tidak nyonya, saya akan mengantarnya ."


Dengan berat hati leny mengiyakan perkataan nyonya muda nya.


" Mike , mendekatlah !"


" Iya tuan."


Mike mendekat pada zain sesuai permintaan tuan muda pertama .


" Dia memang sangat kasar , tapi percayalah sebenarnya dia sangat baik . Kau bisa memberi umpan untuk menariknya jatuh ke dalam pelukanmu seperti merpati."


Bisik zain pada mike yang seketika melongo mendengar bisikan tersebut .


Sedangkan leny menatap tajam keduanya dan entah apa yang dibisikan tuan mudanya.


Leny berharap tuan muda tak menyuruhnya menikah dengan mike.


" Berarti tuan muda,,,,."


Zain mengedipkan mata dan juga mengangguk pelan tanda menyetujui nya.


Ayris tersenyum menggandeng lengan suaminya yang kemudian mengajaknya masuk ke dalam mansion .


" Ayo cepat kita masuk ! Tuan rian bilang ada drakula ."


" Iya , ayo ."


Deg,,,,,


Wajah leny memerah ketika mendengar kedua pelayan tersebut membicarakan drakula. Leny berharap jika tuan mudanya dan nyonya rak mendengar arah pembicaraan mereka ternyata salah.


Mereka telah mendengar percakapan tersebut .


" Aaaaaaa,,,,,, semua gara gara kau ."


Leny menghentak hentakkan kedua kakinya terlihat begitu kesal karena kejadian tadi.


" Kenapa gara gara aku ? Kau yang memulainya."


Ucap mike .


" Ayo , jalan !"


" Kemana ?"


" Mengantarku pulang ."


Leny menghela nafasnya mendengar perkataan mike .


Tak mungkin menolak mengantarnya pulang jika nyonya sudah berkata demikian .


Semua penghuni mansion memang menyegani sang nyonya yang terlihat lemah lembut namun garang seperti kedua harimau nya.


Leny tak menjawab apa pun hanya berjalan mengekori mike dari belakang yang juga tampak terlihat kesal.


Mike tersenyum penuh kemenangan ketika ia sengaja membalikkan badan nya dan leny menabraknya karena tak fokus dengan pandangan depan.


"Aaaah,,,,. Kau ,,,, sengaja kan ?"


" Tidak. Kau yang sengaja menabrakku , ingin memelukku ?"


" Ihh,,,,."


Tampak terlihat jelas leny semakin kesal.


Leny duduk di kursi samping kemudi stir , sedangkan mike memegang kendali kemudi .


"Kau mau apa ?"


" Seatbelt."


Leny terkejut ketika mike meraih seatbelt dan memasangkannya pada leny.


Mobil melaju dengan kecepatan normal meninggalkan mansion menuju apartemen mike .


Meskipun dave menyuruh mike tidur di salah satu kamar di paviliun bergabung dengan orang orang zain , mike merasa sungkan dan juga lebih nyaman tinggal di apartemen sendiri.


Sementara dave dan lily yang baru pulang dari kantor lila group terlihat sedikit berbeda .


Setelah ingatan lily tiba tiba kembali saat berada di kantor ayahnya.


Ia juga mengingat kejadian dimaba saat terjadi kecelakaan ditengah hutan sebelum kesadarannya hilang .


Lily mengingat jelas saat itu zain menghotong tubuhnya yang penuh luka dan darah . Lily tak menyangka banyak berhutang budi padanya .


Lily pun mencari dimana keberadaan kakak iparnya berada hingga sampai ke kamar mereka.


" Kak, dimana kak zain ?"


" Sedang menidurkan ketika baby . Ada apa ?"


Tanpa menjawab pertanyaan ayris , lily menghampiri zain .


Dengan penuh rasa curiga ayris mengikutinya dari arah samping . Benar saja, lily akan memeluk zain .


" Kenapa jadi kak ayris ?"


" Kenapa kau ingin memeluk suamiku ?"


" Karena aku ingin berterima kasih . Kak zain yang menyelamatkanku waktu kecelakaan dengan papa. "


Ucap lily .


"Baiklah, kalau begitu peluk aku saja."


" Kenapa ?"


" Karena dia hanya milikku dan hanya aku yang boleh memeluknya .Kau tahu suami mu ada di depan pintu ?"


Lily menggeleng pelan.


" Mereka bersaudara jika marah bukan tidak mungkin akan melakukan hal yang sama."


Bisik ayris pada lily.


Lily menoleh ke arah suaminya lalu melepas pelukannya pada ayris dan berjalan meninggalkan mereka begitu saja .


Zain tersenyum dengan sikap istrinya yang kini posesif terhadapnya.


Sedangkan ayris mengedipkan salah satu mata nya pada zain .


Kedua pasangan suami istri itu sangat menikmati aktivitas kesehariannya merawat ketiga baby a .


Zain yang dulu sangat menyukai pekerjaannya lebih dari apapun berubah menjadi bucin akut pada istri dan anaknya.


BersambungπŸ˜ŠπŸ™πŸ™