ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 28.


Ceklekk,,,,,,


Suara pintu terbuka membuat semua penghuni ruangan menatap ke arah pintu.


" Sayang ,kapan pulang nya ?"


Tanya Hendra pada putri sematawayang nya lalu memeluk nya melepas rindu pada nya setelah beberapa hari ia kabur menemui kakak sulung nya.


" Beberapa hari yang lalu papa."


Jawab Chleo tersenyum .


Ia mendapat tatapan tajam dari mama nya dan pikiran tidak enak menembus alam pikiran mama nya . Jika Chleo hadir bukan tidak mungkin ia akan menggagalkan rencana perjodohan ini.


" Oh ya ,Wijaya perkenalkan ini putri ku Chleo." Ucap Hendra pada Wijaya .


" Hahaha,,,, . Apa ini gadis mungil yang sering kau bawa kemana mana itu ? rupa nya sudah besar dia."


Perkataan om wijaya membuat chleo lalu mendekat pada nya dan menanyakan lebih jauh.


" Benarkah om ? Papa membawa chle kemana mana ?"


Chleo memang seperti itu meskipun pada orang yang belum pernah ia temui .


" Hahahaha,,,, . Apa papa mu tidak menceritakan nya pada mu nak ? Bahkan jika ia akan keluar kota pun ."


Bisik wijaya pada chleo .


Chleo yang mendengar penjelasan dari om wijaya lalu memandang ke arah papa nya dan mama nya .


"Chleo ,,,jangan sampai kau mengacaukan rencana ini . Awas kau !!


Bisikan mama nya seakan membuat ancaman pada Chleo namun dengan tenang chleo tak menanggapi nya.


" Mama tenang saja."


Chleo tersenyum pada mama nya meskipun ada maksud yang tersembunyi yang tidak ia ketahui .


Sedangkan Papa dan kakak nya masih berbincang dengan om wijaya .


Ceklek,,,


Suara pintu terbuka membuat penghuni ruangan memandang nya .Dan ternyata jeny yanh sudah kembali dari toilet . Gadis itu terkejut melihat gadis ingusan yang bertengkar dengan nya di toilet duduk bergelayut manja dengan Dave.


" Ih Dasar Murahan. Awas saja berani menggoda Dave !!"


Gumam Jeny yang menatap sinis pada chleo dalam hati nya.


"Lihat saja ulat bulu ! Aku akan menyingkirkan mu ."


Gumam Chleo.


" Om siapa gadis itu ? Kenapa ia bergelayut manja pada Dave ? Apa dia tidak tahu Dave calon suami ku ? Dasar murahan ! "


Kata kata Jeny membuat mama chleo menatap tajam pada jeny .


" Jeny , jangan bersikap tidak sopan ! "


Tante Wijaya berucap dengan nada tinggi membentak jeny yang bersikap seperti itu .


" Ma , Mama ia membuat masalah dengan ku saat di toilet ."


Ucap Jeny dengan bara emosi yang memuncak yang membuat semua orang bingumg menatap tajam pada mereka berdua.


" Sinta , apa putri mu selalu memandang rendah orang lain ?"


Ucap mona .


" Kenapa dia tidak berkenalan secara baik baik pada adik ipar nya?"


Jeny tidak menyadari mendapat tatapan tajam dari semua orang termasuk Papa Mama nya sendiri.


Hendra yang mendengar hinaan untuk putri nya merasa tidak terima tetapi ia mengurungkan emosi nya karena disamping Wijaya rekan kerja nya juga sahabat nya.


"*Apa adik ipar .Berarti dia adik Dave , mati Aku !. hilang kesempatanku mendapatkan Dave ."


" Bagaimana jika ia bilang aku menampar nya ."


Jeny bermonolog sendiri dalam hati* .


" Apaaa,,,? Jadi dia calon kakak ipar ku ? kenapa tadi bersikap arogan bahkan menamparku."


Ucap Chleo seakan membuat jantung Jeny berdetak lebih kencang .


"Apa,,,,,!"


Semua orang berteriak lalu memandang ke arah jeny .


" Berani sekali menampar adik kesayangan ku ." Dave tersulut api amarah berdiri seketika.


" Tidak ,tidak ,,,,, aku tidak sengaja tadi . Dia yang memulai duluan , maafkan aku dave om tante."


Ucap Jeny menyesali perbuatan nya


dan menyadari kesalahan nya .


Tetapi terpancar raut wajah kekecewaan pada Hendra dan Mona .


" Bagaimana ?" bisik Chleo pada Dave.


Chleo hanya mengedip kan mata nya tanpa sengaja Jeny melihat nya membuat amarah jeny seakan meledak seperti bom atom.


"Awas kau ,tunggu aku menikah dengan kakakmu akan aku cincang kau !"


Gumam Jeny geram.


"Sudahlah ,mungkin ada kesalahpahaman . Mari kita mulai dari Awal "


Hendra dan Wijaya saling menghargai tapi tidak dengan Mona ia sangat kecewa.


Mereka kembali duduk di tempat mereka.


Ceklek,,


Pintu terbuka beberapa pelayan datang membawa beberapa hidangan di meja makan .


Tetapi ada seorang pelayan menyerahkan amplop coklat pada Hendra.


" Apa ini ?"


Hendra bertanya pada pelayan yang tak lain jack .


" Ada seseorang yang menitipkan nya untuk anda tuan ."


" Baiklah , terimakasih."


Jack mengedipkan mata nya memandang Jeny dan seketika raut wajah jeny berubah cemas .


Hendra lalu membuka amplop itu dan terkejut melihat nya apa yang ada di dalam hingga ia mengerutkan dahi nya .


" Wijaya,,,, apa ini ?"


*Bersambung๐Ÿ˜Š๐Ÿ™๐Ÿ™


Tunggu author up ya*