ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 119.


Sesampai di halaman Mansion Ayris masih tampak tidur dengan pulas ,Zain tak kuasa membangunkan nya memilih menggendongnya masuk ke dalam mansion .


Beberapa pelayan yang melihat nya hanya membungkukkan kepala nya ,Zain menatap tajam mereka tanda untuk tidak bersuara.


Ia berjalan menuju kamar nya menggendong ayris .


Setelah sampai di kamar nya ia membaringkan Ayris di ranjang tempat tidur dan menyelimuti nya . Mengusap pelan kepala nya lalu mencium kening nya .


" Sayang ,,,, cepat hadir di perut mommy ." Ucap Zain kemudian mencium perut datar ayris .


Zain kemudian meninggalkan Ayris sendiri di kamar , ia ke ruang bawah tanah menemui anton .


Ting,,,,,


Anton yang mendengar bunyi lift segera berlari menghampiri orang yang berada didepan lift tersebut .


" Bos ,,,,." Sapa Anton membungkukkan kepala nya .


" Anton ,bagaimana persiapan mu ?" Tanya Zain mengamati layar monitor berisi cctv seluruh ruang mansion nya .


" Sudah siap bos . Semua terkontrol dengan baik berjalan apa ada nya ." Ucap Anton pada Zain sang bos yang ia ikuti sejak kecil .


Anton bertekad mengabdi pada Zain yang telah mengangkat nya pada lubang lembah hitam .


Orang kepercayaan Zain ini memang bisa di andalkan .


" Bagaimana dengan tikus kecil itu ?" Ucap Zain memandang pada layar monitor melihat pergerakan mery .


" Masih bermain main bos, ia tak membahayakan hanya,,,,." Anton tidak melanjutkan ucapan nya .


" Hanya ,,,,?" Zain masih menatap pada layar tepat dimana mery menghubungi seseorang .


" Ia sama sekali tidak punya beladiri namun ia akan menggunakan cara halus dengan menghasut target nya .Saya hanya khawatir dengan nyonya ,,,, mungkin akan dijadikan target. " Anton yang melanjutkan ucapan nya menundukkan kepala .


Zain mengerti apa yang di khawatirkan anton , ia paham jika ayris mudah terpengaruh oleh orang lain .


Seperti tadi siang yang terpengaruh oleh ucapan lisha ,membuat nya harus mengeluarkan jurus dengan sangat hati hati agar istri nya tidak terluka .


Ayris yang pandai beladiri sangat keras kepala namun juga mudah melunak ketika bersama nya namun ia tak bisa memastikan jika berada ditempat lain .


" Anton , panggil Sely kembali !" Ucap Zain .


"Se ,,, ly ?" Ia mengulang nama sely ,gadis kecil yang tumbuh besar bersama nya yang sudah lama tidak ia jumpai . Ada getaran rasa dalam hatinya , detakan jantung nya yang berdetak lebih kencang seakan ingin terlepas dari tempat nya .


" Kau memendam rasa pada nya ? Haaaaaa,,,, haaaaaa ,,,,,,, menikah saja dengan nya ! Agar aku tak susah mencarikan jodoh untuk mu ." Ucapan Zain seakan menjadi sindiran untuk nya.


Benarkah ia jatuh cinta pada gadis itu ? Apa hanya sekedar hubungan kakak adik ? kenapa jantung nya berdetak lebih kencang ketika nama nya di sebut ,hanya anton yang mengetahui nya .


"huuuuhhh tuan ini ,,, ada ada saja ." Gumam anton dalam hati .


" Ia akan bertugas mengawal nyonya selain mira." Ucap Zain kemudian ia berbalik berjalan ke arah lift.


" Baik bos. " Jawab Anton singkat .


" Anton ,,,segera singkirkan tikus itu !" Ucapan Zain seakan penuh makna yang dalam dan hanya ia yang mengetahui kebiasaan sang bos.


" Baik bos ." Jawab anton membungkukkan badannya .


Zain meninggalkan ruang bawah tanah menuju kamar nya ,ia sangat khawatir jika istri nya terbangun dengan tidak adanya ia disampingnya .


Serigala betina itu pasti akan meraung ke seluruh mansion . Terkadang Zain tidak habis pikir dengan tingkah gemas nya . Ia selalu bisa membuat nya melunak jika sudah tersulut emosi , terkadang ia juga tertawa ketika melihat serigala betina nya meraung .


Benar saja sampai di kamar Zain ,ia sudah tak melihat istri nya itu ditempat tidur . Zain menghela nafas kasar nya , ia berharap serigala nya tak meraung lagi.


Zain segera mencari ke seluruh penjuru kamar namun tidak menemukan keberadaan nya , ia pun berpikir jika istri nya itu sedang di kamar mandi tetapi juga tak menemukan nya .


" Nyonya ,,, apa yang anda lakukan ? Biar saya saja nyonya ? " Ucap pelayan yang bernama Ana.


" Tidak,,,, aku hanya ingin membuat mie kuah yang pedas . Aku lapar ." Ucap Ayris yang memotong beberapa sayur dan beberapa bahan yang di ingin kan .


" Biar saya saja nyonya ! " Ucap ana.


" Tidak ana ,aku akan membuatnya sendiri . Pergilah istirahat ini sudah malam !" Ucapan Ayris yang bijaksana memang disenangi para penghuni mansion .


" Bagaimana saya akan istirahat ,jika nyonya memasak sendiri ? Biar saya saja nyonya jika tidak saya akan kena hu,,,,." Ucapan ana terhenti ketika mendapati tuan nya sedang bersandar di tembok .


" Kena ,,, apa ana ? hu ,,, itu apa ?" Ana sudah tak berani menjawab , ia hanya menundukkan kepala nya .


" Oh ,,, maksud mu kena hukuman ? Siapa yang akan menghukum mu ? Katakan saja ana !" Namun Ana hanya diam membisu tak menjawab .


" Ana kamu kenapa ? kenapa diam ?" Ana mendapat isyarat dari Zain untuk diam tidak memberitahu keberadaan nya .


Dari arah yang berbeda Pak Mus berjalan melarang Ayris dan memarahi ana yang membiarkan nyonya memasak sendiri .


" Nyonya , apa yang anda lakukan ? " Ucap Pak Mus segera mendekati nyonya nya .


" Aku hanya ingin membuat mie kuah ." Ucap Ayris kemudian melanjutkan memasak nya .


" Biar saya saja nyonya ." Ucap Pak mus yang hendak merebut peralatan yang dipegang Nyonya nya .


" Aku bisa membuat nya sendiri, Kalian istirahatlah !" Ucap Ayris namun Pak mus masih bersikeras mengambil nya .


" Tidak ,,,nyonya .Tuan bisa menghukum kami jika membiarkan anda ke dapur ." Ucapan pak mus mendapat cubitan kecil dari ana . Pak mus yang tak mengerti arti cubitan kecil itu memarahi ana.


" Apa ana ,,,? Kau ini bukan memasakan nyonya , tapi membiarkan nyonya memasak sendiri ! Kau tahu tuan akan menghukum mu nanti !". Ucap Pak mus , Ana hanya bisa menghela nafas nya dan menundukkan kepala nya.


" Haaaaa haaaa ,,, tenang saja serigala itu sudah jinak ." Ucapan Ayris mendapat senyuman dari Zain yang tak jauh dari tempat itu .


Ana kemudian mendekat pada pak mus dipalingkan badan nya ke arah tuan muda nya yang tak jauh dari sana . Seketika Pak mus terkejut dan ingin segera menyapa tuan nya namun dilarang oleh zain .


" Kalian kenapa ? Takut dengan suami ku ? Aku sudah menjinakkan nya jadi ia tidak akan meraung lagi ." Ucap Ayris lagi .


Namun Pak Mus dan ana tidak berani menjawab apapun hanya saling pandang dan menunduk .


" Sudah siap , Ana tolong bantu aku membereskan nya ya ." Ucap Ayris membawa semangkuk mie kuah nya dan berlalu meninggalkan dapur namun ia terkejut melihat sang suami tersenyum pada nya .


" Sayang ,,,, sejak kapan berada di sini ? Kau mau ini enak sekali ?" Ucap ayris membawa mie itu ke meja makan .


Zain yang tidak menjawab perkataan istri nya hanya tersenyum memandang sang istri .


" Kenapa tersenyum ? Ahhhhh kau ini bukan menjawab hanya tersenyum . sudah lah aku lapar , aku makan sendiri ya !." Ucap Ayris yang tidak sabar mendengar jawaban Zain , ia melahap semamgkuk mie kuah nya .


Zain yang memandang pada istri nya , benar saja porsi makan nya telah berubah dan ia makin bersifat aneh .


Setelah menghabiskan nya Ayris beranjak membawa mangkuk dan meletakkan di dapur .


Pak Mus dan Ana yang masih berada di sana hanya menundukkan kepala .


Ayris pun mampir ke kulkas mengambil sebotol jus jeruk kemudian menghampiri suami nya.


" Sayang ,,, ayo kita ke atas !" Ucap Ayris menggandeng tangan suami nya . Namun Zain hanya menatap nya dan membisikkan sesuatu di telinga Ayris .


" Serigala jantan mu sudah jinak ." Ayris sontak terkejut memandang sang suami . Kemudian ia tertawa merentangkan kedua tangan nya .


Zain yang melihat tingkah ayris semakin gemas saja , kemudian ia menggendong ayris ke kamar nya .


" Sayang ,,,, aku mencintai mu ."


BersambungπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™