
Sesampai di halaman Mansion Ayris masih tampak tidur dengan pulas ,Zain tak kuasa membangunkan nya memilih menggendongnya masuk ke dalam mansion .
Beberapa pelayan yang melihat nya hanya membungkukkan kepala nya ,Zain menatap tajam mereka tanda untuk tidak bersuara.
Ia berjalan menuju kamar nya menggendong ayris .
Setelah sampai di kamar nya ia membaringkan Ayris di ranjang tempat tidur dan menyelimuti nya . Mengusap pelan kepala nya lalu mencium kening nya .
" Sayang ,,,, cepat hadir di perut mommy ." Ucap Zain kemudian mencium perut datar ayris .
Zain kemudian meninggalkan Ayris sendiri di kamar , ia ke ruang bawah tanah menemui anton .
Ting,,,,,
Anton yang mendengar bunyi lift segera berlari menghampiri orang yang berada didepan lift tersebut .
" Bos ,,,,." Sapa Anton membungkukkan kepala nya .
" Anton ,bagaimana persiapan mu ?" Tanya Zain mengamati layar monitor berisi cctv seluruh ruang mansion nya .
" Sudah siap bos . Semua terkontrol dengan baik berjalan apa ada nya ." Ucap Anton pada Zain sang bos yang ia ikuti sejak kecil .
Anton bertekad mengabdi pada Zain yang telah mengangkat nya pada lubang lembah hitam .
Orang kepercayaan Zain ini memang bisa di andalkan .
" Bagaimana dengan tikus kecil itu ?" Ucap Zain memandang pada layar monitor melihat pergerakan mery .
" Masih bermain main bos, ia tak membahayakan hanya,,,,." Anton tidak melanjutkan ucapan nya .
" Hanya ,,,,?" Zain masih menatap pada layar tepat dimana mery menghubungi seseorang .
" Ia sama sekali tidak punya beladiri namun ia akan menggunakan cara halus dengan menghasut target nya .Saya hanya khawatir dengan nyonya ,,,, mungkin akan dijadikan target. " Anton yang melanjutkan ucapan nya menundukkan kepala .
Zain mengerti apa yang di khawatirkan anton , ia paham jika ayris mudah terpengaruh oleh orang lain .
Seperti tadi siang yang terpengaruh oleh ucapan lisha ,membuat nya harus mengeluarkan jurus dengan sangat hati hati agar istri nya tidak terluka .
Ayris yang pandai beladiri sangat keras kepala namun juga mudah melunak ketika bersama nya namun ia tak bisa memastikan jika berada ditempat lain .
" Anton , panggil Sely kembali !" Ucap Zain .
"Se ,,, ly ?" Ia mengulang nama sely ,gadis kecil yang tumbuh besar bersama nya yang sudah lama tidak ia jumpai . Ada getaran rasa dalam hatinya , detakan jantung nya yang berdetak lebih kencang seakan ingin terlepas dari tempat nya .
" Kau memendam rasa pada nya ? Haaaaaa,,,, haaaaaa ,,,,,,, menikah saja dengan nya ! Agar aku tak susah mencarikan jodoh untuk mu ." Ucapan Zain seakan menjadi sindiran untuk nya.
Benarkah ia jatuh cinta pada gadis itu ? Apa hanya sekedar hubungan kakak adik ? kenapa jantung nya berdetak lebih kencang ketika nama nya di sebut ,hanya anton yang mengetahui nya .
"huuuuhhh tuan ini ,,, ada ada saja ." Gumam anton dalam hati .
" Ia akan bertugas mengawal nyonya selain mira." Ucap Zain kemudian ia berbalik berjalan ke arah lift.
" Baik bos. " Jawab Anton singkat .
" Anton ,,,segera singkirkan tikus itu !" Ucapan Zain seakan penuh makna yang dalam dan hanya ia yang mengetahui kebiasaan sang bos.
" Baik bos ." Jawab anton membungkukkan badannya .
Zain meninggalkan ruang bawah tanah menuju kamar nya ,ia sangat khawatir jika istri nya terbangun dengan tidak adanya ia disampingnya .
Serigala betina itu pasti akan meraung ke seluruh mansion . Terkadang Zain tidak habis pikir dengan tingkah gemas nya . Ia selalu bisa membuat nya melunak jika sudah tersulut emosi , terkadang ia juga tertawa ketika melihat serigala betina nya meraung .
Benar saja sampai di kamar Zain ,ia sudah tak melihat istri nya itu ditempat tidur . Zain menghela nafas kasar nya , ia berharap serigala nya tak meraung lagi.
Zain segera mencari ke seluruh penjuru kamar namun tidak menemukan keberadaan nya , ia pun berpikir jika istri nya itu sedang di kamar mandi tetapi juga tak menemukan nya .
" Nyonya ,,, apa yang anda lakukan ? Biar saya saja nyonya ? " Ucap pelayan yang bernama Ana.
" Tidak,,,, aku hanya ingin membuat mie kuah yang pedas . Aku lapar ." Ucap Ayris yang memotong beberapa sayur dan beberapa bahan yang di ingin kan .
" Biar saya saja nyonya ! " Ucap ana.
" Tidak ana ,aku akan membuatnya sendiri . Pergilah istirahat ini sudah malam !" Ucapan Ayris yang bijaksana memang disenangi para penghuni mansion .
" Bagaimana saya akan istirahat ,jika nyonya memasak sendiri ? Biar saya saja nyonya jika tidak saya akan kena hu,,,,." Ucapan ana terhenti ketika mendapati tuan nya sedang bersandar di tembok .
" Kena ,,, apa ana ? hu ,,, itu apa ?" Ana sudah tak berani menjawab , ia hanya menundukkan kepala nya .
" Oh ,,, maksud mu kena hukuman ? Siapa yang akan menghukum mu ? Katakan saja ana !" Namun Ana hanya diam membisu tak menjawab .
" Ana kamu kenapa ? kenapa diam ?" Ana mendapat isyarat dari Zain untuk diam tidak memberitahu keberadaan nya .
Dari arah yang berbeda Pak Mus berjalan melarang Ayris dan memarahi ana yang membiarkan nyonya memasak sendiri .
" Nyonya , apa yang anda lakukan ? " Ucap Pak Mus segera mendekati nyonya nya .
" Aku hanya ingin membuat mie kuah ." Ucap Ayris kemudian melanjutkan memasak nya .
" Biar saya saja nyonya ." Ucap Pak mus yang hendak merebut peralatan yang dipegang Nyonya nya .
" Aku bisa membuat nya sendiri, Kalian istirahatlah !" Ucap Ayris namun Pak mus masih bersikeras mengambil nya .
" Tidak ,,,nyonya .Tuan bisa menghukum kami jika membiarkan anda ke dapur ." Ucapan pak mus mendapat cubitan kecil dari ana . Pak mus yang tak mengerti arti cubitan kecil itu memarahi ana.
" Apa ana ,,,? Kau ini bukan memasakan nyonya , tapi membiarkan nyonya memasak sendiri ! Kau tahu tuan akan menghukum mu nanti !". Ucap Pak mus , Ana hanya bisa menghela nafas nya dan menundukkan kepala nya.
" Haaaaa haaaa ,,, tenang saja serigala itu sudah jinak ." Ucapan Ayris mendapat senyuman dari Zain yang tak jauh dari tempat itu .
Ana kemudian mendekat pada pak mus dipalingkan badan nya ke arah tuan muda nya yang tak jauh dari sana . Seketika Pak mus terkejut dan ingin segera menyapa tuan nya namun dilarang oleh zain .
" Kalian kenapa ? Takut dengan suami ku ? Aku sudah menjinakkan nya jadi ia tidak akan meraung lagi ." Ucap Ayris lagi .
Namun Pak Mus dan ana tidak berani menjawab apapun hanya saling pandang dan menunduk .
" Sudah siap , Ana tolong bantu aku membereskan nya ya ." Ucap Ayris membawa semangkuk mie kuah nya dan berlalu meninggalkan dapur namun ia terkejut melihat sang suami tersenyum pada nya .
" Sayang ,,,, sejak kapan berada di sini ? Kau mau ini enak sekali ?" Ucap ayris membawa mie itu ke meja makan .
Zain yang tidak menjawab perkataan istri nya hanya tersenyum memandang sang istri .
" Kenapa tersenyum ? Ahhhhh kau ini bukan menjawab hanya tersenyum . sudah lah aku lapar , aku makan sendiri ya !." Ucap Ayris yang tidak sabar mendengar jawaban Zain , ia melahap semamgkuk mie kuah nya .
Zain yang memandang pada istri nya , benar saja porsi makan nya telah berubah dan ia makin bersifat aneh .
Setelah menghabiskan nya Ayris beranjak membawa mangkuk dan meletakkan di dapur .
Pak Mus dan Ana yang masih berada di sana hanya menundukkan kepala .
Ayris pun mampir ke kulkas mengambil sebotol jus jeruk kemudian menghampiri suami nya.
" Sayang ,,, ayo kita ke atas !" Ucap Ayris menggandeng tangan suami nya . Namun Zain hanya menatap nya dan membisikkan sesuatu di telinga Ayris .
" Serigala jantan mu sudah jinak ." Ayris sontak terkejut memandang sang suami . Kemudian ia tertawa merentangkan kedua tangan nya .
Zain yang melihat tingkah ayris semakin gemas saja , kemudian ia menggendong ayris ke kamar nya .
" Sayang ,,,, aku mencintai mu ."
Bersambungππππππ