
Kedua mempelai yang baru saja keluar dari kamar nya berjalan menuruni anak tangga ke lantai satu.
Ibu dina sangat terpesona dengan kecantikan putri nya , impian untuk melihat diana menikah akhir nya terkabul dan menjadi kebahagiaan sendiri bagi ibu diana.
" Bu, maafkan anak saya yang agak nakal ."
Ucap mona menghampiri ibu dina yang terlihat akan menitikkan airmata .
" Tidak nyonya, saya yang meminta maaf dan juga berterima kasih pada keluarga nyonya ."
" Selama ini, tuan muda zain telah banyak membantu keluarga saya nyonya . Saya merasa tidak pantas menjadi bagian dari keluarga ini ."
" Saya takut orang bilang , kami tak tahu diri ."
" Meskipun nak leo sudah melamar diana tapi saya merasa sungkan dengan keluarga nyonya , apa lagi kami hanya orang biasa ."
Ibu dina merasa tidak enak dengan keluarga zain yang ternyata menyiapkan pernikahan yang seharus nya pihak mempelai perempuan yang menyiapkan .
" Hei,,, dina, keluarga arijaya tak memandang kasta . Kau tidak perlu khawatir itu , tidak seperti besan ku yang satu ini ."
Nenek arijaya yang mendengar pembicaraan ibu dina dan mona menjawab pernyataan ibu diana.
" Apa maksud mu melirik pada ku ? aku tidak seperti itu , semua salah adinata bukan salah ku ."
Nenek nata memalingkan wajah nya karena kesal dengan pernyataan besan nya.
" Tapi kau istri nya dan bisa menasehati nya ."
" Ya ya ya,,, semua salah ku ."
" Eh,, sudah ,,,sudah , tak perlu berdebat . Hari cucu mu mau menikah , kenapa kalian berdebat di hari yang bahagia ini ?"
Nenek wijaya menimpali perdebatan di antara mereka.
Sedangkan mona dan dina tersenyum melihat tingkah polah orang tua tersebut.
" Perkataan mama saya benar bu, kami tidak memandang kasta . Yang terpenting kebahagiaan anak anak ."
" Terima kasih nyonya ."
Dina dan mona saling bergenggaman tangan melihat putra dan putri mereka yang hari ini akan menikah .
Diana yang melihat kehadiran ibu nya merasa terharu dan ternyata benar perkataan leo jika ibu nya akan menghadiri pernikahan nya .
Dan entah alasan apa yamg di pakai untuk membuat ibu nya menghadiri acara tersebut .
" Kakak ipar , kau tidak boleh menangis ! Riasan mu akan rusak karena tangisan mu ."
Chleo melihat diana yang akan menitikkan airmata membuat nya mengusap dengan tisu yang telah ia persiapkan .
"Tapi air mata ini keluar sendiri , aku tak kuasa menahan nya ketika melihat ibu ku."
Diana merasa haru melihat ibu nya yang ternyata berada di antara keluarga presdir .
" Kau bisa menahan nya dulu ,nanti ada saat yang tepat saat mengeluarkan air mata ."
Chleo berusaha menenangkan diana untuk tidak menangis agar make up tidak rusak.
" Saat yang tepat , apa maksud mu ?"
Diana tercengang mendengar pernyataan chleo yang membuat nya agak bingung.
" Saat malam pertama. "
Bisik chleo tepat di telinga diana .
Diana tak lantas menjawab pernyataan chleo namun seperti baru di sambar petir tubuh nya seakan enggan bergerak diam membisu sedangkan mereka masih berada di tangga.
Chleo yang melihat kakak ipar nya diam tanpa bergerak , akhir nya menghampiri nya dengan menaiki anak tangga kembali .
" Kakak ipar , ayo ! Semua sudah menunggu ."
Chleo menarik tangan diana yang diam membisu ,menggandeng nya ikut turun bersama nya .
" Oh,,, i,,,iya."
Diana tampak gugup ketika melirik melihat leo , teringat perkataan chleo tentang malam pertama.
Dina dan mona menyambut hangat tangan diana menggenggam nya yang kemudian memapah diana sampai di tempat acara.
Kakek arijaya menyuruh petugas caratan sipil untuk cepat melaksanakan upacara tersebut.
Setelah mengiyakan permintaan tuan arijaya , petugas pun memulai acara peresmian leo dan diana agar resmi menjadi suami istri .
Tak selang berapa lama diana dan leo resmi di nyatakan sebagai suami istri , semua keluarga bersorak bahagia dan juga senang dengan pernikahan tersebut.
" Nak, jadi istri yang baik ya . Ingat ! keluarga bukan orang yang berada , jangan buat malu keluarga suami mu !"
Ibu dina memeluk putri nya dengan penuh rasa haru .
" Nak leo orang yang baik , jangan kecewakan ibu atau pun suami mu ! Belajar lah mencintai nya , meskipun ibu tahu tak mudah melupakan masa lalu .''
" Tapi apa salah nya jika kita menjadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk masa depan ."
" Keinginan ibu hanya satu , sebelum ibu menutup mata ibu hanya ingin melihat mu bahagia dan juga memberikan cucu untuk ibu."
Deg,,,
Hati diana terasa sakit bagai tertusuk duri ataupun tersayat pisau hingga merasakan ada luka yang mendalam mendengar perkataan ibu nya yang berharap ia segera menikah .
Diana hanya mengejar karir tanpa memperdulikan keinginan ibu nya.
" Hei,,, sayang , jangan rusak kebahagiaan ini dengan air mata mu .Tersenyum lah !"
Diana lalu mengusap air mata yang jatuh di sudut mata nya .
" Benar sayang , hari ini hari bahagia . Selamat ya nak ."
Mona memeluk diana dengan sangat erat seoerti memeluk putri nya sendiri.
" Terima kasih nyonya."
Diana seperti nya melupakan jika ia telah menjadi bagian keluarga ini hingga lupa memanggil mona dengan sebutan nyonya.
" Nyonya,,,,? Kau tidak salah memanggil mama dengan sebutan seperti itu ?"
Mona tersenyum melihat menantu nya diana yang sadar baru menyadari nya tertunduk malu .
"Maaf ma, diana belum terbiasa ."
Ucap diana tersipu malu .
Di sudut ruangan arijaya yang tengah duduk dengan besan nya dan cucu cucu nya tersenyum senang ketika melihat semua cucu nya telah menikah dan juga akan segera memberikan cicit pada nya .
" Lega rasa nya , semua cucu ku sudah menikah . Dan mereka semua akan segera memberikan cicit untuk ku ."
Ucap arijaya dengan senyum bahagia .
" Cucu ku sudah memberikan tiga cicit untuk ku . Tapi jika ingin menambah lagi , kakek akan merasa senang .Hahaha,,,."
Wijaya melirik pada zain yang tengah menggendong baby aksa .
" Kakek, yang benar saja .Ayris baru saja melahirkan , kakek ingin ia berubah menjadi leon ?"
Zain menghela nafas kasar nya mendengar pernyataan kakek wijaya .
" Hahaha,,,,."
" Hahaha,,,,."
" Hahaha,,,,."
Semua tertawa melihat reaksi zain yang cemberut ketika mendengar pernyataan kakek wijaya .
" Selamat menempuh hidup baru ! di tunggu launching nya . "
Dave sengaja menyindir leo yang telak dari nya .
" Hah,,,, bukan ngasih hadiah , di tunggu lauching nya ! Kakak apaan ?"
Wajah leo berubah murung ketika mendengar dave yang sengaja mengejek nya .
" Dia jauh lebih perkasa dari pada kamu dave ?"
Ucap max yang seperti biasa bersikap dingin .
" Perkasa apa nya ? Aku lebih dahulu launching ."
Dave tak mau kalah dengan ucapan max menanggapi perbincangan absurd max .
" Kau kalah telak , dia mampu membuat semua orang tercengang dengan ******* nya ."
Ucap max yang sengaja berlalu meninggalkan mereka menghampiri istri nya.
" Max,,,,."
Leo sedikit berteriak pada max dan memghela nafas kasar nya .
" Hahaha,,,,."
" hahaha,,,."
" hahaha,,,."
Semua orang tertawa melihat tingkah mereka yang sengaja menggoda leo .
Di tengah kebahagiaan mereka , rian melihat dari kejauhan yang juga menyenggol lengan mira yang saat ini berada di samping nya .
" Apaa,,,?"
Mira yang sebenar nya tahu maksud kekasih nya itu namun enggan memberi jawaban jika rian bertanya tentang pernikahan .
" Hmm,,, kau tak ingin seperti mereka ?"
" Hah,,,, pertanyaan yang konyol . Siapa yang tak ingin seperti mereka ?"
" Lalu kenapa kau menolak ajakan ku ?"
" Kapan kau mengajak ku ?"
" Hah,,, pura pura lupa atau sengaja ?"
" Tidak ,kapan kau mengajak ku ?"
Mira memalingkan wajah nya kesal pada rian .
Tanpa di sadari mira rian sudah mengeluarkan cincin dari saku nya kemudian menekuk salah satu kaki nya ke lantai untuk melamar mira seperti anak muda lain nya .
" Mira santika, mau kah kau menikah dengan ku ?"
Mira terkejut bahkan tercengang mendengar perkataan rian dan juga sebuah cincin yang berada di depan nya.
Pikiran nya yang terbang ke alam hayalan tak menjawab pernyataan rian tetapi tertegun memandangi wajah kekasih nya.
" He' em ,,,, aku mau ."
Dengan rasa haru mira mengiyakan permintaan rian lalu mengulurkan tangan nya untuk di pasangkan cincin di jari manis nya .
" Tunggu tuan ! jangan pergi dulu ! Masih ada tugas lagi !"
Ayris menghentikan petugas catatan sipil yang akan pamit meninggalkan mansion setelah selesai mengurus pernikahan leo .
" Sayang , ada apa ?"
Zain melihat istri nya yang kini tengah memandang ke arah tertentu lalu memberikan baby aksa pada kakek wijaya setelah ia mengerti maksud dari istri nya .
" Kakek , titip baby aksa . Zain ada urusan sebentar ."
Ucap zain setelah memberikan baby aksa pada kakek wijaya .
" Baik lah ."
Zain mengikuti arah istri nya berjalan dengan kedua petugas catatan sipil .
" Hei,,, apa kebahagiaan hanya milik kalian saja ?"
Rian dan mira tercengang ketika melihat nyonya muda mereka telah berada di depan nya tanpa mereka sadari .
" Nyo,,,nya,,, . Apa maksud nyonya ?"
Mira gugup ketika mengetahui nyonya muda nya telah berada di depan nya .
" Jangan pura pura ? aku melihat kekasih mu melamar mu tadi ."
Ayris menyilangkan kedua tangan nya ke dada nya sedangkan zain bersandar pada tembok tak jauh dari mereka.
" Ti,,,,tidak nyonya ."
Mira yang merasa malu tertangkap basah mengelak perkataan ayris.
" Coba lihat jari mu !"
Mira yang mencoba melepas cincin itu ternyata tak bisa di lepas karena cincin tersebut sengaja rian buat agar tak mudah di lepaskan.
" Aduh ,,, mati aku ! kenapa susah sekali di lepas ? bagaimana jika nyonya menyuruhku menikah ? Apa yang harus ku katakan pada selly ? "
Gumam mira dalam hati nya .
" Mira,,,, ."
" I,,, i,, iya nyonya ."
" Mana ?"
Ayris mengulurkan tangan nya meminta mira memperlihatkan jari tangan nya .
Dengan menghela nafas kasar nya mira akhir nya memperlihatkan jari nya yang kini terpasang sebuah cincin yang baru saja rian pasangkan .
Sedangkan rian tersipu malu menggaruk kepala nya meskipun tak gatal .
" Sayang , lihat lah ! "
Ucap ayris menggeser badan nya memperlihatkan nya pada zain yang tak jauh dari sana .
" Hemm,,,,so ?"
" Menikah . Hahaha,,,, akhir nya keinginan ku terwujud ."
Ucap ayris berjalan menghampiri suami nya yang terlihat menghela nafas kasar nya .
Sedangkan mira dan rian tertegun mendengar perkataan nyonya nya dan juga saling pandang di antara mereka berdua.
" Sayang,,,, ."
Ayris bersikap manja menggoyang goyangkan lengan zain untuk memenuhi permintaan nya .
" Hahh,,,,baik lah ."
" Rian menikah lah ! Aku lelah jika harus mencari alasan menolak permintaan nyonya mu untuk melindungi mu ."
Ucapan zain membuat rian bahagia namun tidak dengan mira yang terlihat bingung dan juga bimbang .
" Tapi tuan ,,,, saya tak bisa menikah sekarang ."
Ucap mira menundukkan kepala nya .
Jawaban yang membuat rian sedikit kecewa dan juga membuat ayris tercengang mendengar penolakan mira.
" Kenapa ? Bukan kah dia tadi melamar mu ?"
Ayris berjalan menghampiri mira lalu menunjuk pada rian dengan jari telunjuk nya.
" I,,, i,,iya nyonya , tapi saya janji dengan selly jika kami ingin menikah bersamaan ."
" Oh ,,, gitu . Itu perkara mudah , tunggu sebentar !"
Ayris lalu berjalan ke ruang bawah tanah meninggalkan mereka yang tercengang melijat tingkah nyonya muda mereka.
" Antonnnn,,,,,."
Suara teriakan ayris menggema di ruang bawah tanah , sedangkan zain yang diam terpaku melihat tingkah istri nya membiarkan nya melakukan hal yang ia sukai .
" I,,i,,, iya nyonya muda ."
Anton tergopoh gopoh berlari menghampiri suara panggilan nyonya nya tersebut .
" Ada apa nyonya ? Anda memerlukan sesuatu ?"
" Iya,,, kau bisa membantu ku hari ini ?"
Ucap ayris .
" Tentu nyonya muda ."
" Ayo ikut dengan ku ! Oh ,,,ya ,,, mana selly ajak dia !"
Ucapan ayris sana sekali tak membuat anton curiga .
" Baik nyonya, saya akan memanggil nya ."
Anton pun memanggil selly di ruang kerja nya dan tanpa rasa curiga mereka berdua mengikuti ayris .
" Hei,,,, ada apa nyonya memanggil kita ?"
Selly berbisik pada anton di sela sela langkah mereka mengikuti nyonya mereka.
" Aku tidak tahu , nyonya bilang butuh bantuan kita ."
" Bantuan apa ?
" Entah lah , kita ikuti saja ."
Mereka berdua hanya mengikuti langkah sang nyonya mereka.
Setelah sampai paviliun samping anton dan selly terkejut melihat rian dan mira di sertai petugas catatan sipil .
" Hei,,, ada apa ? Kenapa ada petugas catatan sipil ?"
Ucap selly menghampiri mira yang terlihat sangat gugup namun tak menjawab oertanyaan selly.
" Mira, mereka berdua juga akan menikah bersama mu ."
Ucap ayris menunjuk anton mau pun selly .
" Apaaaa,,,,menikah ?"
Secara bersamaan anton dan selly berteriak bersamaan lalu mengalihkan pandangan nya
pada mira dan rian .
" Iya,,, menikah . Mira bilang kalian janjian untuk menikah bersama di hari yang sama jadi hari ini kalian berempat akan menikah."
" Tapi ,,, nyonya ."
Anton merasa tidak enak jika harus menikah tanpa melamar selly terlebih dahulu.
" Sayang,,,,."
Ayris melirik pada suami nta dengan sikap manja nya tersebut .
" Tuan , mulai lah menikahkan mereka !"
Ucap zain yang kini tak ada seorang pun bisa membantah keputusan zain .
" Baik , tuan."
Ucap petugas catatan sipil .
Ayris tersenyum senang karena merasa menang dari mereka.
Kesalahan fatal yang terjadi adalah lamaran rian yang terlihat oleh nyonya muda mereka yang membuat mereka menikah di hari yang sama .
Bahkan anton mau pun selly tak bisa mengelak dari pernikahan tersebut yang akhir nya mengiyakan nyonya muda nya menikah hari itu juga .
Selang berapa saat setelah selesai rasa bahagia terpancar di wajah nyonya mereka.
Zain hanya bisa mengiyakan permintaan istri nya tanpa bisa menolak sedikit pun .
Karena memang pernikahan mereka adalah tanggung jawab zain .
" Sayang , terimakasih .Muach."
Ucap ayris mencium pipi zain .
" Hemm,,, . Bisa kah aku meminta hadiah lebih ?"
Bisik zain di sela sela telinga ayris .
" Tentu saja , aku sudah memberikan mu tiga anak ."
Semua orang tercengang mendengar jawaban ayris yang berlalu meninggalkan tempat itu .
" Kalian , mulai sekarang tinggal di paviliun .Untuk hadiah pernikahan kalian , aku belum menyiapkan nya . Tunggu ya !"
" Baik , nyonya . Terima kasih nyonya ."
Ucap mereka berempat bersamaan.
Ayris menggandeng suami nya meninggalkan tempat itu namun tak lantas ke ruang santai dimana dekorasi kecil pernikahan leo dan diana di selenggarakan namun ke lantai atas ke kamar mereka .
Ayris ingin memberikan hadiah pada kedua kesayangan ayris yang selalu menemani nya hingga saat ini.
Zain dengan telaten membantu istri nya membungkus kado untuk mereka.
Pernikahan sederhana yang di adakan untuk leo dan diana berubah menjadi pernikahan mira dan rian serta anton dan selly .
Bersambung 😊😊🙏
Part ini dulu ya , selanjut nya akan ada ketegangan
terima kasih dan happy reading .