ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 21.


Di tempat lain


Zain telah siap dengan jas kerja nya melangkahkan kaki nya ke kamar ayris yang masih terlelap . Gadis itu semakin cantik ketika sedang tidur dan zain hanya mengusap pucuk kepala dan rambut nya .


" Sayang ,,, kau semakin cantik . Aku akan pergi ke kantor , baik baik dirumah . okay !"


Gumam Zain dalam hati .


Muach


Ia mencium kening Ayris dan berjalan melangkahkan kaki nya keluar dari kamar ayris.


Menuruni anak tangga ke lantai satu di mana max telah menunggu nya .


" Selamat pagi tuan ."


Sapa Mira membungkukkan badan nya.


Zain hanya mengangguk pelan mendengar kata sapaan dari pelayan nya .


" Mira ."


Suara panggilan dari sang tuan membuat mira menghentikan langkah nya , berbalik kembali menghampiri sang tuan .


" Iya tuan . Apa anda membutuhkan sesuatu ?"


Jawab Mira.


" Urus keperluan nona muda dengan baik !"


Perkataan sang tuan yang menjadi perintah nya harus benar benar di perhatikan oleh para pelayan .


" Baik tuan ."


Jawab mira singkat .


Mira pun kembali melanjutkan langkah nya menuju kamar ayris membawakan sarapan untuk nya .


Zain melangkah ke meja makan dimana sudah ada max yang telah menunggu nya untuk sarapan bersama sebelum memulai aktivitas nya di kantor.


Setelah selesai sarapan, zain berangkat ke kantor dengan orang orang kepercayaan nya.


Max dan rian adalah orang orang jepercayaan nya yang sejak kecil di asuh nya .


Di kamar Ayris


Mira perlahan lahan meletakkan sarapan di atas meja takut membuat nona muda terbangun .


Meskipun begitu ternyata ayris telah bangun terlebih dahulu .


Karena rasa lelah yang ia rasakan membuat nya enggan beranjak dari tempat tidur.


" Nona ,anda sudah bangun ?"


Tanpa sengaja Mira mendengar pergerakan ayris ketika ia hendak ke ruang ganti baju mengambil beberapa pakaian untuk nona nya sekaligus membersihkan bagian tersebut .


Mira hanya tersenyum mendengar nya perkataan ayris kemudian dengan wajah menunduk ia pun menggelengkan kepala nya.


" Maaf nona , seperti yang saya bilang kemarin jika saya tidak membawa handphone ketika sedang kerja."


Jawab Mira tersenyum.


Raut wajah Ayris seketika berubah murung dan kecewa dengan keadaan nya karena tak bisa memberi kabar pada suami nya.


Ia merasa bersalah karena tak mengindahkan perkataan fai untuk berhenti kerja hingga ia terjebak dalam suasana seperti ini .


" Nona ,sarapan dan pakaian ganti sudah siap . Apa nona ingin membersihkan diri sekarang ? saya akan membantu anda ."


Tanya mira pada ayris yang sedang melamun pun terkejut mendengar pernyataan Mira .


" Iya mira , aku akan bangun sekarang tapi aku akan pergi sendiri."


Ucap ayris tersenyum.


" Apa aku anak kecil , harus di mandikan segala. "


Gumam Ayris dalam hati .


Ia merasa kesal karena mira memperlakukan nya seperti putri raja.


Beribu pertanyaan mulai terbayang di pikiran nya meskipun tanpa menemukan jawaban nya.


Ayris bangun dari tempat tidur nya berjalan melangkahkan kaki nya ke kamar mandi . disaat berada di kamar mandi tangan nya meraba pelan pelan pernak pernik yang terpasang di sudut kamar mandi .


Selesai dengan ritual mandi nya , ayris berjalan ke ruang ganti dan berjalan mendekati meja rias di mana sudah tertata rapi berbagai merk make up terkenal . Ayris yang menyukai kesederhanaan merias natural wajah nya tapi terlihat anggun .


Tanpa di sadari sepasang mata sedang memperhatikan Ayris . Yah zain sedang mengamati kegiatan ayris di kamar nya.


" Hmmm,,,,,,kau masih memikirkan lelaki itu." Perkataan zain yang sangat nyaring membuyarkan keseriusan max dan rian .


Mereka saling bertatap mata lalu mengangkat bahu mereka tanda tidak mengerti apa yang telah terjadi .


" Tuan, apa ada masalah ?"


Tanya max dengan sangat hati hati .


" Max , Apa semua sudah selesai ?"


Zain yang tengah kesal melihat ayris yang ingin meminjam handphone nya tapi juga tersenyum memandang kecantikan nya.


" Sudah tuan dan akan selesai dalam beberapa hari ."


Jawab Max yang mengerti kegelisahan hati tuan nya.


Zain hanya mengangguk pelan tanpa menjawab perkataan max karena mata nya menatap tajam pada layar handphone nya.


" sayang , tunggu lah sebentar lagi ." Gumam zain dalam hati .


Bersambung,,,,, 😊😊😊🙏🙏🙏🙏🙏.