ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 175.


Zain yang sadar dengan tatapan tajam istri nya menghampiri nya kemudian mencium bibir ranum istri nya .


Ayris hanya terdiam karena rasa kecemburuan nya pada zain dan leon tanpa membalas ciuman zain .


Zain kemudian tersenyum melihat tingkah sang istri meraih nya ke dalam pelukan nya .


" Sayang , jadi ke mansion kakek atau,,,." Ayris mendongakkan kepala nya tersenyum pada zain .Ia tidak ingin acara menginap di mansion kakek gagal karena rasa cemburu nya .


" Jadi ,,,." Ayris yang tersenyum memperlihatkan gigi nya membuat zain merasa lega.


Serigala betina nya yang semula mengeluarjan taring nya berubah jinak kembali .


Zain dan ayris keluar dari ruang makan mencari kakek dan nenek nya yang masih berbisik bisik di ruang tengah dengan leon .


" Leon , tuan mu pintar sekali mencari pendamping . Ia bisa mengendalikan tuan mu dan kamu ." Kakek arijaya mengelus kepala leon .


" Benar sekali , apa kau menyukai nyonya mu ? Apa dia galak ? " Nenek jaya ikut menimpali perkataan kakek jaya .


" AuNggg,,,,." Leon meraung mendengar perkataan kakek dan nenek jaya .


" Hahahaha,,,, ternyata benar dia galak ." Nenek jaya yang tertawa membuat leon menjilat tangan nenek jaya .


Ayris dan zain yang berada di ruang tengah mengamati kakek dan nenek jaya .


" Sayang , apa yang mereka bicarakan ? kenapa berbisik bisik pada leon ." Ayris yang melihat kakek dan nenek jaya menatap pada zain .


" Mungkin mereka rindu dengan leon ." Ucap zain .


" Haaaahh,,,,. leonnnn,,,,." Suara teriakan ayris membuat leon terbangun berlari ke arah ayris .


Kakek dan nenek jaya terkejut mendengar suara ayris, mereka berharap ayris tidak mendengar percakapan mereka .


" Aungg,,,, ." Leon meraung mendekati ayris .


" Mama akan pergi ke mansion kakek ,kau jangan nakal !! Ingat jangan makan ikan ikan mama !! Jangan membuat ricuh jika itu terjadi ,,,,." Ayris yang tidak melanjutkan perkataan nya memberi isyarat pada tangan nya menempelkan pada leher nya seperti di gorok .


Leon pun hanya bergelayut di kaki ayris .


" Sayang ,kau kejam sekali ! ." Zain yang sengaja berbicara pada ayris membuat ayris memperlihatkan gigi nya .


Kakek dan nenek jaya tertegun mendengar perkataan ayris , ternyata bukan zain yang bersikap kejam istri nya bahkan lebih kejam.


Helicopter yang sudah siap membawa mereka ke mansion kakek telah lama menunggu nya karena drama pagi leon yang merindukan tuan dan nyonya nya .


Perjalanan ke mansion kakek tidak menempuh beberapa lama untuk sampai ke tempat tujuan .


Beberapa saat kemudian mereka yang telah sampai ke mansion kakek pun berjalan menuruni anak tangga helicopter


Seperti biasa nya zain yang menggendong sang putri turun membuat iri kakek dan nenek nya.


Zain menuruti permintaan istri nya meskipun ia harus meninggalkan pekerjaan kantor nya dan tak menyambangi gedung kantor nya selama beberapa hari bahkan minggu .


Max adik kesayangan nya selalu bisa di andalkan mengurus kantor selain diana sekertaris nya .


Tak berapa lama zain dan istri nya berjalan ke pintu utama diikuti kakek dan nenek nya .


Namun langkah ayris terhenti ketika melihat buah mangga muda yang bergelantungan yang tidak terlalu tinggi .


Ayris sengaja berhenti untuk memetik buah mangga tersebut. Sementara kakek dan nenek zain yang berjalan duluan dan juga zain yang meninggalkan ayris memetik buah mangga .


Tidak berapa lama sebuah mobil sedan mewah memasuki halaman mansion berhenti di parkiran yang di sediakan .


Seoarang wanita cantik bertubuh tinggi bak gitar spanyol turun dari mobil tersebut . Mata gadis itu berbinar ketika melihat zain dan kekek nenek nya yang akan memasuki pintu utama .


Wanita itu berjalan kemudian memeluk zain dengan tatapan senang pada nya meskipun zain tidak menanggapi pelukan tersebut .


Ketika wanita itu ingin mencium pipi zain sebuah suara menghalangi nya.


" Eh ' hem,,, ." Nenek jaya yang mengeluarkan suara deheman karena melihat wanita itu ingin mencium nya .


Rasa tidak senang muncul di hati wanita itu ketika mendengar suara nenek .


" Ah tidak nek ,,, aku ingin bertemu z,,, oh ya dengan leo .Maaf kan saya nek." Ucap wanita itu tak lain adalah dokter vani teman masa kecil zain dan akan menjadi adik ipar zain .


Vani bertunangan dengan leo adik dari tante zain yang telah meninggal dunia karena kecelakaan .


" Ah sial ,,, nenek ini mengganggu saja . Tunggu waktu yang tepat zain, aku akan memiliki mu ." Gumam vani dalam hati nya .


Sementara ayris yang berada di belakang memandang dengan seksama ke arah mereka . Ia hanya diam menatap suami nya yang telah di peluk gadis itu .


" Sayang , kenapa diam di situ ? Ayo kita masuk !." Nenek jaya yang tak sengaja melihat ayris dengan memegang mangga mangga nya berhenti tak jauh dari sana .


Ucapan nenek jaya membuat orang yang berada di sana tersentak kaget tapi tidak bagi vani .


Rasa menang menyelimuti hati nya karena ayris telah melihat nya memeluk zain .


" Ah nenek ,ayris tidak bisa jalan nek . Perut ayris kram ." Zain yang mendengar perkataan ayris berlari menghampiri istri nya.


Sementara nenek yang juga khawatir mengikuti zain dari belakang sedangkan kakek jaya melangkah masuk ke dalam mansion .


Vani yang mendengus kesal melihat ayris mendapat perhatian zain berlenggang mencari keberadaan leo .


Nenek jaya dan zain yang menghampiri ayris merasa cemas dengan ayris .


" Sayang , mana yang sakit ? Aku akan membawa mu ke rumah sakit ." Ucap zain yang bersiap akan menggendong ayris namun ayris menghempas kan tangan zain berjalan meninggalkan nya .


Zain dan nenek jaya terkejut dengan tingkah ayris yang ternyata hanya berpura pura . Ayris yang kembali lagi kemudian memberikan mangga mangga nya pada zain .


Nenek jaya dan zain pun saling berpandangan dan mengangkat bahu mereka .


" Hei,,, serigala betina mu sedang mengincar mangsa nya ." Bisik nenek jaya pada zain .


Sedangkan zain hanya menghela nafas kasar nya . Apa yang di katakan nenek jaya ada benar nya , ia memang mengenal watal ayris yang diluar kendali .


Zain dan nenek jaya berjalan mengikuti ayris dari belakang membiarkan istri nya melakukan hal yang ia sukai bukan karena zain takut tapi karena ayris sedang mengandung baby zain junior .


Vani yang telah sampai di kamar leo kesal menepuk ranjang tempat tidur leo . Leo yang baru selesai mandi terkejut dengan tingkah vani seperti itu .


" Hei,,, ada apa ? kenapa kau seperti itu ? Ada yang mengganggu mu ?" Ucap leo mengusap rambut basah nya dengan handuk .


" Tidak ,,, aku tidak apa apa . Hanya kesal karena banyak kerjaan ." Ucap vani yang menutupi apa yang sebenar nya terjadi .


" Aku tidak mungkin bilang pada leo , ia bisa curiga jika aku masih mencintai nya . " Gumam ayris dalam hati.


" Aku harus bisa berpura pura seperti seorang adik ipar dan juga seorang yang baik untuk melancarkan semua rencana ku ."


" Aku akan menyingkirkan wanita itu selama nya bahkan dengan bayi nya . Hahahaha,,,."


Vani yang bermonolog dalam hati nya menyunggingkan senyum nya membuat leo curiga .


" Kenapa kau tersenyum seperti itu ? Kau mengagumiku , aku tampan kan ." Ucap leo .


Vani yang semula melamun terkejut mendengar suara leo .


" Ih,,, narsis sekali . Melirik mu pun tidak , jika tidak karena zain mana sudi aku bertunangan dengan mu ." Gumam vani dalam hati nya .


Ia tersenyum mengangguk sebagai jawaban atas pernyataan leo .


Sementara ayris yang sampai ke dapur membuat rujak mangga yang ia petik kemudian membawanya ke kamar nya tanpa memperdulikan zain .


Nenek jaya hanya menghela nafas kasar nya , ia merasa akan terjadi gempa di mansion nya melihat sikap cucu menantu nya .


Ia pun memutuskan masuk ke kamar nya menyusul suami nya .


Sedangkan zain mengikuti ayris dari belakang menuju kamar nya .


Ayris masih kesal dengan sikap gadis itu , meskipun ia tunangan leo tetapi sebagai sesama seorang perempuan pandangan mata nya tak lazim sebagai seorang adik ipar . Seperti nya gadis itu menyukai suami nya .


Bersambung 😊😊🙏🙏🙏