
" Kakek,,,,,."
Ayris yang mendengar bisik bisik antara kakek nya dan suami nya merasa curiga dengan mereka berdua.
" I,,,, i,,,,iya . Ada apa ayris ?" Kakek wijaya terkejut mendengar panggilan suara ayris yang tiba tiba datang membawa dua cangkir kopi untuk mereka .
" Kalian membicarakan apa ? Apa sebuah rahasia ? Kalian punya rahasia ." Ucap ayris setelah meletakkan kopi dan melipat kedua tangan nya di dada .
" Tidak sayang , kakek hanya memikirkan nasib es cream mu yang berapa banyak di meja ." Ucap zain menunjuk beberapa kota es cream di meja .
" Oh,,, astaga . Sampai lupa ." Ayris yang menepuk jidat nya berlari ke arah pintu memanggil diana untuk masuk ke dalam ruangan suami nya .
Beberapa saat kemudian diana yang sudah sampai di ruangan presdir membawa nampan untuk mengangkut kotak kotak es cream yang tadi ia beli .
Diana mengerti dengan mood yang di miliki oleh seorang wanita apalagi saat ia tengah mengandung .
" Zain ,apa cucu ku setiap hari membuat ulah seperti itu ? Apa dia merepotkan mu ? " Kakek wijaya setengah berbisik pada zain membuat zain mengeryitkan dahi nya .
" Menurut kakek bagaimana jika ayris setiap hari bermain dengan leon ? " Ucapan zain membuat kakek wijaya membelalakkan mata nya dan membuat nya terkejut .
" Maksud mu leon harimau kesayangan mu itu ?" Kakek wijaya memastikan apa yang zain ucapkan .
" He'em . Untuk itu zain membawa nya ke kantor , apalagi ia sedang mengandung penerus kakek juga zain tak ingin terjadi sesuatu dengan nya atau pun junior." Ucap zain .
" Karena ia pernah mematahkan kuku leon , itu yang membuat zain khawatir kek ." Perkataan zain kali ini membuat teriakan yang sangat nyaring membuat ayris memperhatikan kakek nya .
" Apaaaaaaa,,,,,." kakek wijaya terkejut hingga tanpa menyadari jika ia berteriak sangat nyaring dan terdengar ayris maupun diana yang mengambil es cream .
" Ada apa kek ? Apa terjadi sesuatu ?" Ayris menghampiri kakek nya yang berteriak histeris .
" Tidak nak, tidak ada apa apa ." Kakek wijaya harus berbohong pada ayris dengan apa yang di denger nya .
" Benar kah ?" Ayris masih berusaha mencari tahu kebenaran nya karena rasa curiga masih menyelimuti nya .
" Sayang, kakek hanya ingin memberikan hadiah untuk pernikahan kita ." Zain sengaja mengalihkan kecurigaan istri nya pada nereka berdua .
" Hadiah pernikahan kita ? Apa yang kakek berikan ? " Ucap ayris tersenyum ketika mendengar zain berkata demikian .
" Jangan sampai yang kakek berikan tidak seimbang dari apa yang di berikan kakek arijaya ya ." ucap ayris dengan tangan di dagu nya seperti berpikir sejenak dengan apa yang akan di berikan kakek wijaya kepada nya.
" Memang nya apa yang di berikan kakek arijaya pada mu ? Kakek pasti akan memberikan yang lebih dari nya ." Kakek wijaya merasa tertantang dengan ucapan ayris . Karena ayris cucu kandung nya pasti kakek akan memberikan yang lebih lagi .
" Benarkah kah ? Ahhha,,, ayris pasti akan senang sekali dengan hadiah kakek ." Ayris memang sengaja memancing kakek nya untuk mengakui nya di depan nya .
" Tentu saja , kakek kan kakek kandung mu jangan kan sebuah pulau , kau akan menjadi ahli waris wijaya group ." Kakek wijaya tanpa sadar mengakui ayris sebagai cucu kandung nya tanoa susah payah dengan cara lain .
" Kakek ,,,,,." Ayris kemudian menghampiri kakek nya dan memeluk nya .
Kedua insan kakek dan cucu nya tersebut sedang mencurahkan kasih sayang nya karena lama tak bertemu .
" Ayris sayang ,,,,, cucu kakek. Kakek merindukan mu ." Ucap sang kakek .
Ayriis hanya tersenyum mendengar panghilan sayang kakek wijaya pada nya .
Setelah beberapa saat kemudian mereka melepas rindu , ayris mengingat zain yang sangat posesif takut terjadi hal yang tidak di inginkan .
" Sejak kapan kau tahu jika kakek adalah kakek kandung mu ?" Kakek wijaya sengaja mencari jawaban pada nya.
" Sejak saat kakek mengunjungi ku di mansion kakek arijaya ." Ucap ayris .
" Lalu kenapa kau diam saja saat mengetahui kakek ini kakek mu ?"
" Memang nya ayris harus berbuat apa ?" Jawab ayris mengangkat kedua bahu nya .
Jawaban ayris membuat kakek wijaya tertegun karena memang benar ia tak mampu berbuat apa apa .
" Lalu apa yang akan kakek berikan pada ku ?" Ayris yang lagi lagi menanyakan apa yang kakek nya berikan pada nya .
" Bagaimana ? Apa yang kakek berikan lebih besar dari kakek ari ?" Pertanyaan yang di sengaja itu membuat zain mengeryitkan dahi nya .
Zain tahu pasti ada yang lain yang di inginkan ayris dengan pertanyaan yang menjebak tersebut .
Istri kecil nya itu disamping garang juga sangat cerdik dan juga jeli .
Zain hanya menunggu apa yang di inginkan ayris ,ia pun berharap tidak berlebihan .
" Tidak kek , itu bukan suatu hadiah melainkan penerus." Ucap ayris .
" Suami ku sudah sangat sibuk , ayris tak ingin kehilangan banyak waktu bersama nya saat mengurus dua perusahaan sekaligus." Zain menyunggingkan senyum nya mendengar perkataan ayris.
" Kenapa harus zain yang mengurus nya ? Kau pewaris kakek ."
" Memang nya wanita hamil seperti ku bisa mengurus perusahaan ? Jika terjadi sesuatu dengan buyut mu bagaimana ?" Ucapan ayris ada benar nya juga .
" Lalu apa yang kau inginkan ?" Kakek arijaya menghela nafas kasar nya .
"Kakek arijaya memberikan satu pulau lengkap dengan mansion bahkan kapal pesiar nya . " Ucap ayris mendengus kesal ketika kakek nya memberikan apa yang tidak ia inginkan .
" Apaaaaaa,,,, . Arijaya benar benar tidak bisa di anggap remeh . pria tua itu tak tanggung tanggung memberikan hadiah luar biasa pada cucu ku ." Gumam kakek wijaya .
"Lalu ,,,, Apa yang kau inginkan ? Apa hadiah apa yang sama yang di berikan arijaya ?" Kakek wjaya tak akan pernah mengira cucu nya sangat licik .
Zain hanya memperhatiikan istri nya dengan tajam .
" Tidak , suami ku bisa memberikan nya jika itu yang ku inginkan ." Ucap ayris demgan sedikit sombong membanggakan suami nya .
Sementara zain menyunggingkan senyum di sudut bibir nya sedangkan kakek wijaya mendengus kesal.
" Ayris hanya ingin waktu kakek untuk menghabiskan waktu bersama dengan ayris ." Benar saja ternyata ayris mempunyai rencana tersendiri dengan ucapan nya.
Sementara kakek wijaya terkejut mendengar permintaan ayris , ia kemudian memandang ke arah zain .
Zain yang mengerti arti tatapan mata kakek wijaya dengan segera mencari cara mengalihkan permintaan istri nya.
" Sayang ,bukankah aku akan mengajak mu ke suatu tempat ?" Mendengar perkataan zain , ayris hampir lupa jika suami nya punya janji dengan nya kemudian menepuk jidat nya sendiri .
" Tapi sayang , aku ingin bersama kakek ." Ayris yang kemudian menghampiri zain memeluk lengan kekar nya ,merengek rengek seperti anak kecil membuat kakek wijaya tidak tega melihat nya .
" Kakek ada urusan bisnis yang harus di selesaikan , sayang. " Ucap zain ketika melihat ayris seperti itu .
Kakek wijaya merasa kasihan dengan cucu nya itu tapi zain sudah memberi nya isyarat untuk tidak bicara .
Zain tak ingin rencana nya gagal hanya keinginan ayris yang ingin menghabiskan waktu bersama kakek wijaya .
Bagaimanapun juga kakek wijaya harus kuat hati menolak permintaan ayris karena ingin mengungkap gadis yang mengaku sebagai cucu nya itu.
Akan sangat membahayakan siapa pun jika tidak segera di ungkap .
" Benar ayris . Kakek ada sedikit kesibukan beberapa minggu ini jadi kau harus bersabar . Tapi kakek janji akan segera menyelesaikan nya dan bisa menghabiskan waktu bersama mu ." Perkataan kakek wijaya membuat ayris menghela nafas kasar nya.
" Yeeee,,,,, . Kakek janji ya ." Ucap ayris.
Ayris yang sangat bersikeras bersama kakek nya akhir nya bisa mengerti dengan situasi dan kondisi sang kakek .
" Janji ,,,,." Zain mau pun kakek wijaya akhir mya bernafas lega karena ayris yang tidak bersikeras bersama kakek nya.
Saat hari semakin sore kakek wijaya pamit undur diri , Sedangkan zain pulang bersama rian yang telah selesai menjalankan misi nya .
Ayris yang merasa lelah seharian ini tertidur di lengan zain . Zain yang melihat nya menarik nya ke dalam pelukan nya .
Bersambung 😊🙏🙏