
Di tempat lain .
Niky dengan kedua tangan terikat yang masih belum tersadar bahkan gaun nya yang terkoyak berada tepat di hadapan jack .
Jack yang memendam dendam karena perbuatan niky yang membuat istri dan bayi yang berada di dalam kandungan meninggal .
Byur,,,,,,
" Aaaaa,,,,."
Niky terkejut dengan hawa air dingin yang menyapu diri nya dan juga terkejut melihat kedua tangan nya terikat .
" Om,,, Kau kah itu ?"
Niky terkejut melihat jack yang telah berada di depan nya dengan tatapan mata yang tajam seperti hendak menerkam musuh nya .
byurr,,,,
" Aa,,, tolong om , lepaskan aku ! Niky bisa jelasin semua nya ."
Niky yang merasa curiga dengan sikap dingin jack dan tampak tak terpengaruh oleh rengekan nya merasakan hawa dingin .
" Bagaimana aku bisa tertangkap oleh nya ? Brengsek ,,,! Semua di luar kendali ku ."
Gumam niky dalam hati .
" Apa semua ulah wanita itu ? Zain benar benar tak boleh di anggap enteng . Aku benar benar tertipu oleh tua bangka itu ."
" Yang terpenting bagaimana cara nya keluar dari tempat ini ?"
Niky yang terbang dalam lamunan nya tersadar oleh guyuran air yang baru saja diarahkan pada nya .
Byurrrr,,,,
" Aaaa,,,,, om,,, tolong lepasin niky om ! semua kesalahan itu atas suruhan tuan wijaya."
Jack tak bergeming dengan ocehan gadis itu , ia hanya menatap pada mulut nya yang semakin lama membuat jack muak mendengar nya .
" Apa setelah tertangkap aku akan percaya dengan mulut kotor mu itu ?"
Jack yang mulai tersulut api emosi berdiri berjalan menghampiri niky dengan membawa sebuah tab yang berisi rekaman saat ia menlenyapkan istri nya.
Deg ,,,,
Niky tersentak mendengar perkataan jack terdapat hawa mengerikan di balik perkataan tersebut .
" Bukankah kau yang membuat mobil tuan wijaya kecelakaan ? Dan lihat lah ini !"
Sebuah tab yang berada di pangkuan nya memperlihatkan bagaimana niky dengan kejam nya membuat jack kehilangan istri serta janin yang berada di dalam kandungan nya.
"Istri tuan wijaya memberikan nya padaku disaat dia sedang koma."
Jack masih berdiri menatap tajam pada niky.
" Apaaa,,,,video ini ! bagaimana mungkin dia mendapatkan flashdisk ini ? bukankah semua barang bukti hilang bersama wijaya dalam kecelakaan itu ?"
Gumam niky dalam hati .
" Apa wijaya masih hidup ? Tidak,,,, tidak ,,, itu tidak mungkin ."
Byurr,,,,
Niky yang tersentak kaget karena guyuran air tersebut membuat nya sedikit panik dan khawatir .
" Apa kau ingin tahu apa yang akan aku lakukan pada mu ?"
Jack menatap sinis pada niky .
" Tidak om , niky mohon .Semua itu karena hasutan wijaya , dia mencintai istri om dan menghasut niky om. "
Niky yang berusaha meyakinkan jack ternyata tak memberikan dampak yang baik pada niky .
Jack mengikatkan bongkahan batu dalam karung ke tubuh niky seperti yang ia lakukan pada istri nya . Lalu membuka pintu sebelah kiri yang ternyata adalah laut . Sama seperti dulu ketika ia menyingkirkan istri jack karena terobsesi pada jack .
Byur,,,,
" Tidakkkk,,,,,.Tolong,,,,."
Jack menggelindingkan tubuh niky ke lautan lepas seperti yang niky lakukan pada istri dan anak nya.
" Dendam mu sudah terbalaskan sayang . Tenang lah di alam sana !"
Ucap jack dengan kesedihan nya mengenang istri nya .
" Tuan zain , aku berhutang budi pada mu bahkan dengan nyawa ku pun tak kan bisa membalas nya ."
Jack kemudian kembali ke dermaga setelah membalas dendam nya.
Di tempat lain .
Seorang wanita yang terikat kedua tangan nya dan juga masih tak sadarkan diri membuat seseorang tersenyum puas melihat nya .
" Sebenar nya kau sangat cantik tapi sayang kau harus mati di tangan ku ."
Ucap orang itu .
" Aku akan membuat mu menderita bahkan cucu cucu mu ."
"Aku akan membuat mu gila kehilangan wanita ini ."
" Tunggu pembalasan ku !"
Orang tersebut berjalan meninggalkan gudang dimana seorang perempuan cantik telah di sekap anak buah nya .
" Jaga dengan baik dia !! Lakukan teror pada nya dan tua bangka itu ! Jiya , sebentar lagi kau akan melihat orang orang yang menyakiti mu tersiksa satu per satu."
Ucap orang itu yang kemudian pergi meninggalkan gudang tersebut .
" Baik bos ."
Salah seorang penjaga menjawab perintah sang bos .
Setelah beberapa saat orang tersebut mengendari mobil nya menuju tempat yang di tuju .
Tak lama kemudian mobil itu terparkir di halaman utama mansion adinata . Seorang laki laki yang baru sampai di mansion tersebut keluar dari mobil yang baru saja ia parkir masuk ke dalam pintu utama mansion tersebut .
" Kau dari mana saja ? Kenapa tidak memberitahukan nya pada ku jika kau sedang keluar dari mansion ?"
Ucap seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah nenek nata .
" Aku bosan di dalam mansion nata , jadi aku memutuskan untuk jalan jalan diluar sejenak ."
Ucap orang itu tak lain adalah adinata .
" Aku menunggu kesembuhan mu , agar kita bisa menikmati hidup di sisa masa tua kita ."
Adinata menggenggam erat tangan nata yang duduk di sofa ruang tamu tepat di samping nata sang istri .
" Maaf kan aku yang membuat mu khawatir dan kita tak lagi bisa mengelilingi dunia bersama lagi ."
Ucap nata yang merasa agak sedih menundukkan kepala nya .
" Ayolah nata , Ini bukan salah mu sepenuh nya . Aku yang selalu mengajak mu berkeliling hingga tak memperhatikan kesehatan mu .''
Adinata melihat sang istri yang merasa bersalah menenangkan nya agar tidak terlalu memikirkan nya .
" Ayo aku antar kau beristirahat di kamar ! Angin luar tidak baik untuk kesehatan mu ."
Ucap adinata yang kemudian memapah pelan istri nya ke dalam kamar .
" Baiklah ."
Nata tak bisa menolak permintaan suami nya karena memang kesehatan nya kurang baik akhir akhir ini .
Beberapa saat kemudian setelah sampai di kamar , adinata membantu nata berbaring di tempat tidur dan menyelimuti nya .
" Apa kau sudah minum obat nya ?"
Nata tidak menjawab pertanyaan suami nya namun hanya menggelengkan kepala nya .
" Lihat lah ! Kau selalu begitu saat aku tidak ada ?"
Adinata mengambilkan kotak obat yang disiapkan oleh dokter pribadi mereka.
Nata hanya tersenyum melihat suami nya yang sedang memarahi nya. Meskipun ada keganjilan dengan sikap nya selama ini namun nata menepis nya jauh jauh .
Setelah beberapa saat kemudian ia pun terlelap dalam tidur nya sedangkan adinata menyunggingkam senyum disudut bibir nya .
" Tidur lah nata ! Secara perlahan daya tahan tubuh mu akan semakin melemah bahkan pergerakan jantung mu yang semakin melemah akan membuat mu menghilang pelan pelan ."
Gumam adinata dalam hati nya .
" Satu persatu aku akan menghancurkan keluarga ini tanpa ada yang mengetahui nya . Hahahaha,,,,."
" Aku akan menjadi pion dan raja seketika."
" Aku tak kan membiarkan kalian hidup tenang dan pembalasan dendam ku terbalaskan . Hutang nyawa di bayar dengan nyawa ."
Adinata yang masih bermonolog sendiri dalam hati nya setelah melihat wanita itu tertidur pulas .
Ceklek,,,
Suara pintu yang terbuka membuat lamunan adinata buyar hilang di terpa angin . Ia pun menoleh pada orang yang membuka pintu kamar nya .
" Pa, mama sudah tidur ? "
Mona yang datang membawa nampan berisi makanan untuk mama mertua nya harus kecewa melihat sang mama telah tidur pulas.
" Iya mona , mama mu baru saja tertidur. Apa dia belum makan ? Kenapa kau membawa nampan makanan ?"
" Yah , mama tidak mau makan karena ingin menunggu papa pulang tapi sekarang sudah tidur ."
Mona sebenar nya menaruh curiga pada mama mertua nya karena cepat sekali tertidur dan jarang menerima asupan gizi namun ia tak bisa berbuat apa apa karena tak ada yang percaya pada nya .
" Baiklah , letakkan saja di meja ! Mungkin sebentar lagi akan terbangun dan papa akan memberikan nya pada mama mu ."
Ucap adinata .
" Baiklah pa, mona keluar dulu."
Mona meletakkan nampan berisa makanan itu di meja kemudian keluar meninggalkan kamar tersebut .
" Papa ,,,,, hahahaha. Kau manis sekali memanggil ku papa . Sayang sekali kau yang sangat baik menjadi korban ambisi ."
Setelah mona keluar, adinata tertawa mendengar sikap lembut mona .
Mona berjalan menuju kamar nya di lantai dua seorang pelayan menarik tangan nya seperti hendak memberitahukan seauatu.
" Ada apa minah ? Kenapa kau menarik ku ?"
Ucap mona yang terkejut dengan sikap minah yang tiba tiba berubah aneh .
" Nyonya ,saya menemukan obat ini tercecer di lantai nyonya besar. Ketika tuan besar ingin memasukkan nya ke dalam botol vitamin nyonya besar ."
" Obat ,,,,? Maksud mu papa mengganti vitamin mama?"
mona terkejut mendengae penuturan minah .
" Seperti nya begitu nyonya , lihatlah ! saya mengambil vitamin yang belum di buka dengan obat ini berbeda warna ?"
Mona terkejut melihat perkataan minah dan melihat bukti yang di bawa minah pada nya .
" Baiklah minah . Awasi mama dengan hati hati jangan sampai papa curiga !"
Ucap mona.
" Baik nyonya ."
Setelah beberapa saat kemudian mona berjalan ke lantai atas menuju kamar nya .
Ia menelepon suami nya untuk minta ijin ke rumah sakit .
" Ah tidak ,,, jika aku ke rumah sakit papa dan hendra akan curiga. "
" Lalu aku harus bagaimana ?"
" Leo,,,, yah . Aku harus menghubungi leo ."
Mona yang berjalan mondar mandir di kamar nya yang selama ini menaruh kecurigaan merasa gelisah tak tenang karena informasi yang di berikan oleh minah .
📞 Caliing " Leo ."
Beberapa kali menghubungi putra adik nya tersebut tapi tak mendapat jawaban .
Harapan mona seakan hilang karena ia tidak mungkin keluar dari rumah tanpa alasan .
Sejauh ini mona melihat ada nya kecurigaan antara papa mertua nya dengan suami nya seperti terjadi sesuatu dengan mereka.
📞 Incoming call " Leo."
📞 :" Halo , kemana saja ? Mama menelepon mu tak ada jawaban ."
📞 :" Leo sedang meeting ma . Ada apa mama menelepon ? Pasti nanyain mantu mama kan ?"
📞 :" Bukan sayang . Apa kau sedang berada di kota ini ? Mama ingin bertemu dengan mu ."
📞 :" Ya, kebetulan leo sedang meeting di kota mama. Baiklah , kita ketemu di kafe biasa ya ma ."
📞 :" Baiklah ."
📞 :" Klik."
Leo menaruh curiga karena tak seperti biasa nya mama tua nya itu ingin bertemu dengan nya .
Sedangkan mona menghubungi suami nya untuk meminta ijin pada nya bertemu dengan leo.
Selang tiga puluh menit mona yang telah sampai di kafe tersebut dan tengah menunggu leo datang.
" Ma,,,,, mama sudah lama menunggu ?"
Leo yang tiba tiba memeluk nya dari belakang merasa terkejut .
" Kamu mengagetkan mama saja. Duduklah !"
Ucap mona .
"Bagaimana kabar mu ? Apa kau sehat ? Bagaimana dengan kakak dan kakak ipar mu ?"
Pertanyaan yang seperti biasa mama mona tanyakan pada nya ketika menelepon atau pun saat bertemu.
" Ih mama,,, . Tadi bilang nggak tanya kakak , sekarang kakak yang ditanyakan. "
Ucap leo yang sedikit kesal dengan mama mona.
" Sayang , kau sedang cemburu ? Mama lebih cemburu tak bisa melihat mu dan juga kakak kakak mu ."
Mona mengerti jika leo merasa cemburu namun mona bisa mengendalikan rasa cemburu leo sejak kecil.
"Mereka baik ma . Sebentar lagi baby twins akan lahir."
" Apaaaa,,, baby twins ? Ayris mengandung baby twins . Kenapa nenek mu tidak mengatakan nya ?"
Mona yang merasa sedikit kecewa karena tak ada seorang pun yang memberitahu kabar gembira ini.
" Mungkin demi kebaikan baby ma , nenek tak ingin membahayakan kakak ipar. Beberapa saat lalu terjadi penembakan pada kakak dan kakak ipar yang menyelamatkan nya."
Ucap leo menjelaskan secara detail .
" Apaaa ,,, penembakan ? Lalu bagaimana dengan kakak mu ?"
" Kak zain baik baik saja."
Leo mulai menyantap makanan yang mereka pesan namun leo berhenti memandang mama nya.
" Dimana papa ? Biasa nya papa selalu menemani mama. Apa mama ada masalah ?"
Ucap leo memandang tajam mama nya.
"Ya, kamu benar . Mama hanya ingin menanyakan vitamin ini ?"
Mona menunjukkan kedua nya pada leo yang tengah makan steak kesukaan nya .
"Ma,,, siapa yang meminum obat ini ? Ini sangat berbahaya ma . Seseorang akan secara perlahan kehilangan daya tahan tubuh nya karena obat ini ."
Leo terkejut melihat butiran kaplet yang ia keluarkan dari dalam tas nya .
" Mama tahu ? Jika di konsumsi secara terus menerus akan menghilangkan nyawa seseorang ."
" Huk,,,, huk,,,,."
Mona tersedak mendengar pernyataan leo.
" Minum ma."
Leo memberikan segelas air putih yang ada di depan nya pada mama nya.
" Memang ada apa ma ? Siapa yang minum obat ini ?"
Leo merasa penasaran dengan obat yang mama mona bawa dan siapa yang meminum nya .
" Apaaa,,,, .Jadi selama ini papa memberikan obat ini pada mama ? Apa yang sebenar nya terjadi ?"
Gumam mona dalam hati .
" Aku harus menyelidiki apa yang terjadi ?"
Mona terkejut mendengar leo menepuk sebelah tangan nya.
" Ma,,,, mama,,, . Kenapa melamun ?"
Leo menepuk sebelah tangan nya yang maba membuat mona tersentak kaget.
" Ah,,, tidak sayang . Lalu bagaimana cara menghilangkan nya ?"
Ucap mama mona .
" Leo akan memberikan resep yang bisa mama tebus di apotik ."
Leo memberikan resep pada mama mona .
Beberapa saat setelah perbincangan itu leo dan mona berpisah yang mana mona pergi ke apotik menebus resep yang di berikan leo sedangkan leo sendiri kembali ke kota B .
Di dalam apotik mona sengaja menyuruh pegawai apotik untuk tidak memberitahu apa yang ia beli dan pegawai tersebut menyanggupi nya .
Benar saja setelah kepergian mona, ada beberapa orang yang menanyakan perihal tersebut.
Mona yang memutar balik melihat orang tersebut memasuki apotik tersenyum karena seperti dugaan ny benar terjadi.
Setelah itu mona menyuruh pak har membawa nya kembali ke mansion .
Bersambung 😊😊😊🙏
Part ini dulu ya biar nggak bosen 🙊
Happy reading