
Di mansion zain ,
Zain harus rela tidak ke kantor untuk menemani istri nya di saat menjelang kelahiran baby twins.
" Sayang , hari kau tidak ke kantor ?"
Ayris menggoyang goyang kan lengan zain yang masih nyaman berada di dalam selimut .
" Hemm,,,,."
Jawaban yang tidak memuaskan dari zain membuat ayris pergi meninggalkan nya begitu saja .
Zain mengerjapkan mata nya memandang istri nya yang hilang di balik pintu kamar mandi .
Zain tersenyum yang kemudian bangun dari tempat tidur menyusul istri nya .
Ayris ingin berendam di bathup kamar mandi menyegarkan tubuh nya yang terasa pegal semua .
Beberapa saat kemudian ayris terkejut dengan sentuhan tangan zain yang berada di atas perut nya dengan bertelanjang dada .
" Sayang , kau sudah bangun ? ingin berendam bersama ?"
Ucap ayris mengedipkan salah satu mata nya .
" As your wish ."
Zain tersenyum penuh arti yang tidak di mengerti oleh ayris .
Zain menuruti permintaan istri nya yang mengajak nya berendam dengan maksud yang tersembunyi .
" Sayang , kau ini ingin ikut berendam apa berenang ? Kenapa kedua tangan mu kemana mana ?"
Ayris merasa sedikit kesal dengan aksi zain di bath up selama berendam .
" Sesuai penawaran mu , aku hanya ikut berendam . Jika ada bonus nya berarti aku sedang beruntung ."
Zain menjawab nya dengan santai dan mengedipkan salah satu mata nya pada sang istri yang tengah menoleh nya .
" Tapi hanya berendam ,,,,kenapa meminta bonus ? Huhh,,,."
Ayris kesal dengan aksi nakal zain lalu mengerucutkan bibir nya membelakangi zain .
Zain yang melihat istri nya kesal merasa senang penuh kemenangan melanjutkan aksi nya pada istri nya yang semakin sexy dengan perut yang membuncit seperti itu memiliki daya tarik tersendiri .
Ayris kesal menawarkan berendam bersama pada suami nya yang berujung menjelajah di surga dunia .
Merasa hasrat nya telah terpenuhi zain menyunggingkan senyum di sudut bibir nya .
" Dasar serigala !! Jika tahu akhir nya meminta bonus aku tak kan menawarkan nya untuk mu ."
Ayris berbicara sendiri di ruang ganti memilih baju yang ingin di pakai .
" Sayang, kau tidak rela melayani suami mu sendiri ? Di luar sana ada cewek cewek cantik yang banyak mengagumi ku ."
Zain yang gemas mendengar ucapan istri nya , sengaja menggoda istri nya lebih jauh lagi.
Ayris yang mendengar perkataan zain jika di luar sana banyak cewek cewek cantik berhenti memilih baju berpikir sejenak tentang perkataan tersebut.
Setelah beberapa detik ia pun berjalan menghampiri suami nya yang berada tak jauh dari nya lalu mengalungkan kedua tangan nya ke leher zain.
" Tidak sayang ,bukan begitu maksud nya . Aku sedang ada janji dengan nenek membuat kue , karena kau meminta bonus nenek pasti sudah menunggu di bawah. "
Ucap ayris yang sengaja berpura pura untuk menghilangkan hawa dingin yang sebentar lagi mencekam .
"Benarkah ,,,? "
Zain berpura pura marah untuk membuat mood ayris normal kembali .
" Iya , sungguh ."
Ayris yang memeluk zain bernafas lega karena sang serigala nya telah dingin dari api amarah nya .
" Sayang , jangan terlalu capek kasihan baby twins !"
Ayris melepas pelukan nya lalu mencium pipi sang suami .
Sikap manja ayris dan juga tingkah yang menggemaskan itu yang membuat zain tak busa berpaling dari istri nya .
Setelah selesai berbenah , ayris menggandeng tangan suami nya turun ke lantai satu namun kali ini zain memilih membawa ayris menaiki lift .
Perut ayris yang membesar membuat nya harus exstra hati hati menjaga nya dan melarang nya untuk naik turun tangga .
" Sayang , aku punya kejutan untuk mu ?"
Ucap Zain yang memberikan setangkai mawar merah untuk nya
Ayris yang melihat bunga di tangan suami nya tersenyum senang karena selama ini tidak pernah melihat nya romantis seperti ini .
Saat berada di lantai bawah ayris tak melihat leon dan leona bahkan beberapa hari tak menghampiri nya di kamar saat pagi hari.
" Leon,,,, leona ,,,,."
" Leon ,,,, leona ,,,."
Beberapa pelayan yang mendengar nya bergegas mencari di mana keberadaan binatang buas kesayangan sang nyonya dan tuan tersebut .
" Sayang ,kemana mereka berdua ? kenapa tidak terlihat ?"
" Bukankah kau menginginkan mereka punya keturunan ?"
Ucapan suami nya yang baru saja ia dengar membuat nya menoleh ke arah suami nya.
" Aa,,, hahaha,,, . Jadi leona sedang hamil ."
Ucap ayris yang terlihat sangat senang ketika mendengar perkataan suami nya.
Zain tak menjawab pernyataan ayris namun hanya menganggukkan kepala nya.
" Ayo kita ke sana !"
Ajakan ayris sudah pasti ke kandang nya leon yang membuat zain menghela nafas panjang nya .
" Tidak untuk sekarang ."
Jawaban yang zain berikan membuat ayris memasang wajah sendu menatap suami nya .
" Kita akan kedatangan tamu ."
" Tamu,,, ? "
Ayris meletakkan jari nya pada dagu nya berpikir lebih tajam siapa orang yang akan datang ke mansion .
Sejauh ini ayris mengetahui dari orang orang sekeliling nya jika tak ada yang bisa datang ke mansion ini kecuali atas ijin nya meskipun keluarga .
" Siapa ,,,? Apa aku perlu membuat makanan atau kue untuk nya ?"
" Tidak sayang , Ayo lah kau harus menjaga kesehatan mu demi baby twins !"
Zain menenangkan istri nya yang akan bersikap seperti itu meskipun perut nya telah membesar .
" Baiklah ,,, baiklah . Katakan, siapa orang yang akan datang ke mansion kita ? Apa itu diana ? Atau mama dan papa ? Chleo ?"
Semua tebakan ayris mendapat gelengan kepala dari zain membuat ayris mengerutkan kening nya .
" Lalu siapa ? Apa kakek wijaya akan datang ?"
Ayris masih mencoba menebak siapa yang datang namun tebakan yang terakhir mendapat gelengan kepala dari zain .
" Tenanglah ! Sini, duduk di sini ! Apa kau menginginkan sesuatu ? Aku akan menyuruh mira membuatkan nya untuk mu ?"
Ucap zain yang menepuk sisi samping zain .
Menunggu itu sangat membosankan , namun tidak dengan ayris dan zain yang tengah menunggu tamu tersebut .
Duduk di sofa ruang santai yang menampilkan sebuah taman indah di luar nya dan sebuah kolam yang dulu sangat di gemari ayris untuk di kunjungi adalah pilihan yang tepat karena suasana yang asri seperti itu sangat menyenangkan .
Di perjalanan.
Dave yang beberapa saat lalu berbulan madu kini mengajak lily pergi ke mansion kakak nya zain .
Ditengah perjalanan lily yang bergelayut manja dengan sang suami merasa sedikit heran dengan jalan yang mereka lewati seperti menuju tengah hutan .
" Sayang , kita akan pergi kemana ? Kenapa jalan ini seperti menuju ke hutan ?"
Lily kemudian melepas kedua tangan melihat ke arah kanan kiri yang seperti nya sangat ia kenal .
" Bukan kah ini jalan menuju markas besar black devil ?"
Gumam lily dalam hati .
" Tepat sekali . Kita akan ke mansion pemberi hadiah ."
Ucapan sang suami yang membuat nya terkejut sekaligus tertegun mendengar akan ke mansion zain .
" Apaaaa ,,, ke mansion zain ?"
Ucap lily yang semula tenang tampak terlihat ketakutan hingga mengangkat kedua kaki nya ke atas dan memeluk tubuh dave sangat erat .
" Hei,,, sayang , berhentilah memanggil zain ! Dia sudah menjadi kakak ipar mu ."
Dave membalas pelukan sang istri .
" Lagi pula bukan kah kau juga seorang mafia ? Kenapa ekspresi mu seperti itu ?"
Lily kemudian melepaskan pelukan nya tertegun mendengar perkataan dave yang mengetahui jika ia seorang mafia .
" Darimana kau tahu ? Apa kau akan meninggalkan ku jika aku masih bergelut di bidang itu ?"
Ucap lily yang memandang tajam ke arah suami nya tanpa ekspresi apa pun .
" Kenapa kau berpikiran seperti itu ? Jika aku ingin meninggalkan mu kenapa aku menikahi mu ? "
Dave menarik lily ke dalam pelukan nya membuat lily merasa lega .
" Aku akan menjebol gawang mu dulu malam itu setelah itu pergi meninggalkan mu ."
Ucap dave dengan santai nya .
buk ,,buk,,,
" Auww ,,,, sakit sayang .Kenapa memukul ku ?"
Meskipun dave tak merasakan sakit namun ia harus berpura pura untuk membuat istri nya senang .
" Ada orang lain, kenapa kau berbicara absurd ? Malu ."
Bisik lily pada dave.
Sementara dave hanya menghela nafas panjang nya , ia lupa jika mike belum menemukan jodoh nya .
Sementara mike dengan sang sopir yang saling berpandangan menghela nafas kasar nya ketika mendengar kedua majikan nya berbicara absurd .
" Baik lah . Maafkan aku mike ."
" Tidak masalah tuan ."
Mike yang menjawab dengan sopan .
" Katakan pada ku ! kenapa kau takut ke mansion kakak ?"
Dave penasaran dengan reaksi lily ketika mengetahui mereka akan pergi ke mansion kakak nya.
" Haah,,,,. Aku hanya takut dengan binatang kesayangan kakak ipar . Apa kau tahu kakak ipar mu juga sekejam kakak mu ?"
Dave terkejut mendengar sang istri berbicara demikian .
" Bagaimana kau tahu ? Apa kau pernah bertemu dengan nya ? Atau kau pernah datang kesini ?"
Ucap dave yang terkejut mendengar petnyataan istri nya .
" Kita sudah sampai ."
Ucap dave kemudian .
" Apaaaa ,,,, kita sudah sampai ."
Belum sempat lily menjawab pertanyaan sang suami , dave memberitahu nya jika mereja telah sampai di mansion kakak nya.
Lily hanya bisa menghela nafas kasar nya karena mengelak pun tak akan ada guna nya .
Mobil yang mereka kendarai memasuki halaman depan mansion yang begitu lebar setelah melalui pemeriksaan yang di lakukan security awal dilanjutkan security gerbang depan mansion .
Sementara pak mus yang mendengar jika dave akan berkunjung ke mansion menyambut nya di depan pintu utama .
" Pak mus , apa kabar mu ? Apa kakak memperlakukan mu dengan baik ? Jika tidak , pak mus ikut dave saja ."
Ucap dave memeluk pak mus seperti biasa dave lakukan karena orang itu ikut andil merawat nya sejak kecil .
" Selamat datang tuan muda dave . Senang sekali mendengar tuan muda akan menginap disini ."
Pak mus menganggap dave seperti putra nya sendiri .
" Seperti yang anda lihat , saya dalam keadaan baik . Tuan muda zain dan nyonya sedang menunggu kedatangan kalian ."
" Bilang saja pak mus enggan meninggalkan kak zain ."
Lily yang melihat ekspresi suami nya dan pak mus yang seperti nya merasa bersalah menepuk tangan suami nya .
" Pak mus , ini lily istri ku."
Dave yang mengerti dengan tepukan istri nya , mengalihkan pembicaraan nya .
" Senang bertemu dengan anda nyonya lily ."
Pak mus membungkukkan badan nya memberi salam pada istri tuan muda kedua.
" Senang bertemu dengan mu pak mus ."
Lily mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan pak mus namun pak mus enggan menerima nya lalu melihat ke arah dave .
Dave mengerti tatapan pak mus lalu menganggukkan kepala nya .
" Selamat atas pernikahan anda tuan muda dan nyonya lily ."
" Terima kasih pak mus ."
Lily menjawab nya di sertai dengan senyuman sedangkan dave menghela nafas panjang nya karena dia terlambat mengucapkan nya untuk mereka.
" Mari tuan ,,, nyonya ! "
Pak mus mempersilahkan mereka berdua serta asisten nya masuk ke dalam mansion .
" Terima kasih pak mus . Jangan hiraukan suami ku ! Ia sedang tidak labil ."
Bisik lily kemudian .
Sementara pak mus tersenyum menganggukkan kepala nya.
Tak berapa lama mereka masuk namun lily yang terlihat khawatir menoleh kesana kesini bahkan ke samping kanan kiri maupun ke arah belakang.
Ayris dan zain yang berada di ruang samping yang tengah bersantai sesekali merengek rengek meminta zain membawakan leon dan leona ke sana .
Ayris memang tak melihat nya beberapa hari kedua anak kesayangan nya itu .Zain tak mengijinkan terlalu dekat karena leona yang sedikit agak buas di masa kehamilan nya membuat zain khawatir .
Bukan khawatir karena perut ayris tapi karena amukan ayris jika leona tidak mematuhi perintah .
Pawang harimau yang bersama mereka karena zain yang tak tahan dengan rengekan ayris apalagi rayuan maut nya .
" Leon,,, leona,,,,."
Aung,,,,
Aung,,
Aung,,,,
Aung,,,
" Mommy merindukan kalian ."
Ayris yang merentangkan kedua tangan nya untuk memeluk kedua nya .
Kedua harimau besar tersebut enggan melepas kepala nya seakan lebih merindukan mommy mereka.
Aung,,,
Aung,,,,
Ayris kemudian mengajak mereka bergulumg di karpet melepas kerinduan mereka .
" Sayang leona , kau sedang hamil seperti mommy ."
" Aung,,,."
" Ah,, selamat ya leona . Kau akan menjadi seorang ibu dan kau leon akan menjadi seorang ayah seperti daddy mu ."
Ayris menunjuk zain yang tengah memainkan jari nya pada laptop di depan nya.
" Aung,,,."
" Aung,,,,."
" Aa,,, hahaha,,, . Mommy mengerti kau merindukan mommy ."
Kedua harimau itu masih bergelayut manja di kedua lengan ayris hingga suara pak mus membuat mereka menatap tajam kepada nya .
Leon dan leona bangun seketika dan berdiri mendekati pak mus karena mencium hawa baru yang datang ke rumah mereka .
" Aung,,,."
" Aung,,,."
" Aung,,,."
" Aung,,,."
Zain masih tetap duduk santai memegang laptop nya sedangkan ayris terkejut melihat kedua kesayangan nya berdiri mendekati pak mus .
" Tuan ,,, nyonya ,,, tuan muda kedua sudah tiba ."
Ucap pak mus .
" Hemm,,, ."
Zain menjawab seperti biasa nya dan cukup santai .
Sedangkan ayris merasa ada yang ganjil bangun dari karpet nya menghampiri zain .
" Eh,,, sayang ,,, siapa tuan muda kedua ?"
Ucap ayris duduk tepat di samping suami nya .
Aung,,,,
Aung,,,
" Aaaaaaaaa,,,,,."
Belum sempat zain menjawab pertanyaan ayris , sebuah suara teriakan mengagetkan ayris .
Ayris dan zain menoleh ke arah sumber suara secara bersamaan dan ketika melihat lily yang berada di gendongan seorang laki laki sontak saja membuat ayris langsung berdiri dan berjalan mendekati mereka .
" Kau,,,,."
Bersambung 😊🙏
Maaf ya jika author up date nya hanya satu bab karena author sedang merevisi bab awal awal .
Terima kasih .
Happy reading .