ISTRI RAHASIA CEO MAFiA

ISTRI RAHASIA CEO MAFiA
episode 204.


Leo yang telah sampai di gedung kantor harus mengikuti diana sampai ke kantor . Ia membuntuti diana kemana pun ia pergi sesuai yang di amanah kan kakak nya .


" Sayang , cepat lah aku ada urusan penting !!." Leo tanpa basa basi memanggil nya sayang .


" Hei,,, tuan leo, berhentilah memanggil saya sayang ." Diana dengan geram berucap pada leo .


"Memang nya kenapa ? Kau tahu aku hanya memanggil hak paten yang di berikan kakak ku pada ku ?" Ucap leo menyunggingkan senyum nya pada diana.


Diana yang mendengar ucapan leo tertegun mendengar kata hak paten yang membuat nya kini tak bisa berkutik sedikit pun karena kuasa sang presdir.


Diana yang mengenal presdir nya beberapa tahun silam bergidik ngeri jika presdir menunjukkan kemarahan nya bahkan hanya satu detik pun orang lain akan hancur berantakan .


Diana hanya menginginkan kedamaian dalam diri nya dan hidup nya , meskipun ia hanya seorang gadis biasa tapi ia tak menginginkan lebih dari apa yang ia capai saat ini .


" Sayang ,,, ayo lah cepat !!." Ucapan itu membuat diana yang sedang melamun tersadar hingga ia terkejut di buat nya .


" Berhenti lah memanggil ku sayang !!." Ucap diana yang semakin geram oleh leo .


" Heii,,, diana sayang , apa kau lupa jika kakak ku sudah menyerahkan mu pada ku ? Jadi percuma saja kau menolak nya semua tidak akan merubah keadaan ." Ucap leo mengedipkan sebelah mata nya .


" Aku bisa menolak nya bahkan bisa membuat semua batal .'' Ucap diana dengan nada sinis nya .


" Lakukanlah jika kau memang bisa ?" Leo mengedipkan sebelah mata nya membuat nya semakin geram saja .


" Baiklah kau akan melihat nya jika aku sudah mati nanti semua akan batal ." Ucapan diana membuat leo tertegun sebentar kemudian leo menarik pinggang ramping diana mendekat pada nya .


" Lakukan lah jika kau ingin membuat ibu mu bersedih ? Lagi pula aku seorang dokter yang tampan dan kaya apa lagi yang kau ingin kan ?" Ucap leo mencium kilas bibir diana .


Diana tertegun mendengar ucapan leo kemudian memegang bibir nya dan berpikir jauh menerawang ke alam sana .


" Bagaimana ia bisa tahu aku mempunyai seorang ibu saja ? Apa ia presdir yang memberitahu nya ? jangan jangan dia tahu apartemen ku ?" Gumam diana dalam hati nya .


" Oh,,, tidak tidak ,,, ! Jangan sampai dia mengenal ibu bisa gawat kalau itu terjadi ?"


Diana masih melamun ke alam jauh sana .


" Sayang ,,, ayo cepat !! Ibu sudah menunggu makan malam ." Ucap leo mengedipkan sebelah mata nya .


" Ahh, iya ,,,,,iya ." Diana tanpa menyadari mengiyakan panggilan sayang leo membuat leo menyunggingkan senyum di sudut bibir nya .


Diana mengikuti leo dari belakang hingga membuat orang orang kantor nya melirik terhadap nya tanpa berani berbicara maupun berbisik bisik .


Diana orang kepercayaan presdir mereka bergosip tentang mereka sama saja dengan membangunkan macan tidur .


Diana hanya bisa pasrah mengikuti kemauan leo yang mengantar nya pulang tanpa bisa menolak nya .


Leo merasa menang kali ini meskipun awal nya ia merasa kesal dengan pertemuan mereka tetapi ia yakin pilihan kakak nya tidak salah karena ia tak ingin masuk ke dalam lubang yang sama .


" Sayang aku tidak bisa mampir . Lain kali aku akan berkunjung ke apartemen mu , sampai kan salam ku pada calon ibu mertua ku ." Ucap leo kemudian mencium kilas pipi diana .


Diana tak menyangka jika leo akan bersikap demikian , tanpa menjawab apa pun diana turun tanpa menoleh ke belakang berjalan ke atas menuju apartemen nya .


Ia tersipu malu atas apa yang terjadi tersenyum memegang pipi nya .


Sementara leo yang melihat nya dari jauh tersenyum melihata diana yang beberapa jam telah menjadi calon istri nya .Leo yang masih melihat diana sampai masuk ke dalam lobby apartemen nya kemudian memutar balik mobil nya teringat tugas yang belum selesai di tempat lain .


Ia mengemudi sangat cepat karena tak ingin ketinggalan dengan pesta kakak nya .


Ayris yang telah tertidur lelap karena pertempuran nya dengan zain membuat nya kelelahan .


Zain memang sengaja membuat istri nya kelelahan karena malam ini harus segera menyelesaikan tugas nya .


" Sayang ,baik baik jaga mommy ya ? Daddy mencintai mu dan mommy ." Ucap zain mengusap pelan perut ayris yang membuncit .


Zain berjalan menuju lift pribadi nya menuju ruang bawah tanah dimana leon sudah menunggu nya berjalan kesana kesini .


" Kau sudah tak sabar menunggu leon ." Ucap zain mengusap pelan leon kepala nya .


" Aunggg,,,,,." Leon meraung kecil mengiyakan ucapan zain .


" Anton , Apa semua sudah siap ? " Anton mengerti apa yang di bicarakan zain kemudian berjalan menghampiri tuan nya .


" Sudah bos ." Jawab anton singkat .


" Leon, lets go !." Leon mengikuti zain berjalan di samping nya menatap tajam pada mangsa nya .


Ceklekkkk,,,,


Vila yang sudah mulai melemah berharap ada yang menolong nya tetapi tak seorang pun ada yang berani mengusik jika zain sudah bertindak .


" Tolong ,,,, tolong ,,, ." Vila yang masih berteriak teriak kesakitan tidak membuat zain bergeming sekali pun .


"Aungg,,,, aungg,,,,, aungggg,,,,,." Leon yang meraung keras membuat vila bergidik ngeri dan menerawang jauh ke alam sana .


" Mungkinkah itu suara harimau ? Mungkinkah itu harimau zain ? Tidak ,,, tidak ,,,, tidak mungkin zain menyekap ku di sini ." Gumam vila dalam hati nya menggunakan indra pendengaran nya mendengar kan suara raungan leon .


'' Untuk apa zain menyekap ku ? bukankah Aku teman masa kecil nya ? Dan aku juga tunangan adik nya tidak mungkin zain melakukan nya ."


"Jika itu terjadi aku masih bisa meminta bantuan leo , yah leo satu satu nya orang yang bisa menolong ku ."


Vila masih bermonolog dalam hati nya masih waspada menggunakan indra pendengaran nya .


" Leon ,,, Apa kau sudah tidak sabar ? "


" Aungg,,,,, Aungg,,,,,, ." Zain yang mengusap pelan kepala leon yang meraung membuat vila bergidik ngeri.


" Tolong ,,,, tolong lepaskan aku ! " Vila yang masih berharap di lepaskan kini berteriak meminta pertolongan .


" Hahahaha,,,, .Apa kau kira akan ada yang menolong mu nona vila ?" Mendengar kata tersebut vila tertegun dan detak jantung nya berdenyut kencang .


" Zain,,,, kau kah itu ? Tolong zain ,,, tolong aku !."


Vila masih berusaha berpura pura untuk terlepas dari sekapan tersebut .


" Bagaimana zain bisa tahu nama ku ? Apa jangan jangan penyamaran ku sudah terbongkar ? Tidak tidak ,,,, tidak ada seorang pun yang mengetahui vani kecuali aku ."


" Aku harus tenang ,,,, tenang vila ,,,kamu pasti bisa ." Villa masih bergumam dalam hati nya .


" Hahahaha,,,, . Apa kau kira aku sebodoh adik ku ?" Tawa pecah zain membuat vila tertegun mencerna kata kata zain .


" Tidak ,,,, kau pasti bukan zain ."Vila masih bertingkah ketika mendengar perkataan zain .


Setelah beberapa saat penutup mata nya di buka , vila terkejut melihat zain ysng sudah duduk disana dan juga leon kesayangan nya berads di dekat nya .


" Zain,,, apa yang kau lakukan ? Lepadkan aku zain ! Kau tidak ingat aku ini teman masa kecil mu dan juga tunangan adik mu ."


Vila yang masih berkilah hanya bisa berusaha melepaskan diri .


Zain hanya menyunggingkan senyuman ketika mendengar perkataan vila .


" Aku tidak tahu jika vani hidup kembali setelah meninggal karena kecelakaan"


dug dug


" Bersambung ,,,😊😊🙏🙏😊