
" Ayah,,,,."
Liana yang memanggil ayah nya tanpa memperhatikan jack yang berada di samping nya , entah ia lupa atau tidak mengenali jack hanya liana yang mengerti saat itu .
" Liana,,, kenapa datang terlambat ? Ayah sudah menunggu mu sejak tadi ."
" Maaf ayah , aku harus menyelesaikan sedikit masalah di kantor ."
" Ada apa ? Apa semua baik baik saja ?"
" Tidak ayah, pasar saham turun sekarang . Membuat semua kalang kabut ."
Deg,,,,
Hati dan jantung jack mau pun rusdi berdetak tak karuan hingga tak bisa tenang mendengar nya.
" Apa ini salah satu rencana zain ? Penguasa pasar bisnis satu itu memang sulit di tebak dan juga bisa mengacaukan dunia bisnis dalam sekejap."
Gumam jack dalam hati nya.
" Bagaimana mungkin saham turun drastis ? Seperti nya memang benar yang di katakan utusan zain , adinata mempunyai maksud terselubung ."
Gumam rusdi dalam hati nya .
" Ayah,,,, kenapa diam saja ? Dan siapa dia ? Tunggu , seperti nya aku mengenal nya ? Apa kau jack ?"
Jack tertegun mendengar penuturan liana jika pasar saham mulai turun masih bergelayut dalam alam pikiran nya .
" Jack,,,,."
" Em ,,, iya ,,,, ada apa ?"
Jack tergagap ketika liana memanggil nya.
" Kau ,,,jack kan ? Kenapa diam saja ?"
Liana tanpa sengaja menyentuh lengan jack lalu menggoyang goyangkan nya dengan pelan .
" Apa kalian ingin reoni ? Ayah ada urusan sedikit ."
Ucap rusdi pada kedua nya yang ternyata di sambut senyuman oleh liana .
" Baik lah yah, liana tahu ayah banyak tamu undangan ."
Ucap liana tersenyum pada ayah nya.
Seperti yang di katakan rian , rusdi mencoba mencari tahu kebenaran yang di katakan nya .
Yah, berawal dari photo itu maka sedikit demi sedikit akan terkuak siapa yang sebenar nya berbohong.
" Baik lah , liana . Ayah titip jack , jamu sebaik mungkin !"
Ucap rusdi sebelum beranjak meninggalkan mereka berdua .
" Baik ,ayah ."
" Jack , om tinggal dulu. "
" Iya , om . Silahkan !"
Usai kepergian rusdi seperti yang di perkirakan mereka reoni bersama melepas rindu masa masa remaja dulu .
Sedangkan rusdi berniat menghampiri adinata yang duduk bersama sastro dan putri nya . Namun ketika ia akan menghampiri nya , seseorang datang menghampiri mereka .
Rusdi sengaja berjalan lebih dekat lagi , ingin mendengar apa yang mereka bicarakan .
" Tuan adinata , bagaimana perkembangan kontrak kerja nya ? Seperti nya tuan rusdi belum menyetujui nya , sedangkan kami butuh kontrak secepat nya untuk menggusur pemukiman tersebut ."
" Tunggu ! Sabar dulu , malam ini akan ada perkembangan . Jangan khawatir ! Rusdi itu sahabat ku tapi mudah di tipu ."
Tanpa sengaja rusdi yang sengaja mendekat di dekat tempat duduk mereka mendengar perkataan adinata .
Rusdi benar benar tak menyangka jika adinata bisa berlaku seperti itu bahkan lebih kejam dari hewan buas yang memangsa hewan lain .
" Baik lah tuan adinata , aku tunggu kabar baik nya."
Setelah orang itu pergi ketika ia akan beranjak , rian mencegah nya dan menyuruh nya untuk tetap duduk tenang tanpa bersuara dengan isyarat tangan nya.
" Tuan adinata , apa cucu mu tidak datang ? kapan kau mengenalkan nya pada kami ? Aku membutuhkan kerja sama dengan perusahaan z untuk membuat mall besar di dekat pemukiman warga."
" Kenapa harus perusahaan nya ? Apa perusahaan sastro dan rusdi tidak bisa mengatasi nya ?"
Adinata yang sebenar nya tidak mengerti tentang bisnis harus berpura pura bertanya pada salah satu teman nya tersebut.
" Tidak , masalah nya tanah sebelah milik perusahaan cucu mu dan yang sebelah ada pemukiman warga yang menolak untuk pindah ."
" Jadi mereka pasti tidak akan menolak untuk pindah jika perusahaan cucu mu yang meminta nya."
Mereka tidak tahi jika ada yang mendengarkan pembicaraan mereka dan juga merasa geram dengan yang mereka bicarakan.
" Entah lah , aku belum menemukan di mana cucu ku tinggal ."
Perkataan adinata semakin membuat yang berada di sana tercengang bahkan rusdi tak percaya jika ia tak memgetahui dimana zain tinggal .
Rusdi semakin yakin jika perkataan rian benar ada nya bahwa ia bukan teman kecil nya .
" Kalian jangan salah paham dulu , cucu ku memang pindah rumah karena aku mengalami kecelakaan jadi belum mendapat kabar dari nya .Bahkan putra dan istri ku susah di hubungi ."
Melihat semua orang tengah menatap nya dengan sigap adinata mengalihkan pembicaraan nya , tak ingin semua nya curiga terhadap nya.
" Lalu bagaimana nasib bisnis kami ? Apa lagi harga saham menurun ? Tak kan ada yang mau berinvestasi ."
" Benar , aku juga tak percaya jika saham turun secara drastis bahkan tadi siang masih stabil ."
" Ngomong ngomong apa ada yang menyinggung perusahaan z ? Aku dengar perusahaan z itu bisa mempengaruhi harga saham ."
Deg,,,,
Detak jantung adinata semakin tak karuan bahkan tak percaya apa yang di katakan teman nya tersebut.
" Dan mungkin juga harga saham hari ini karena pengaruh perusahaan tersebut."
Deg,,,
Adinata kembali merasa khawatir dan tak tenang atas apa yang di katakan teman teman nya tersebut .
" Sudah lah , ayo kita nikmati pesta ini !"
Teman teman adinata berlalu menikmati suasana pesta menghilangkan sejenak persaingan bisnis mereka dan melupakan sejenak pasar saham yang kini menurun .
" Adinata , aku baru saja ingin memberitahu mu . Jika perusahaan putra mu telah mengembalikan dana investasi saham atas nama sila ."
" Dengan posisi seperti ini , aku semakin sulit mempengaruhi perusahaan lawan ."
" Dan jalan jalan satu satu nya adalah kau harus segera menikahkan cucu mu dengan sila . Dengan begitu aku dengan mudah merebut perusahaan lila group dari pemegang saham ."
Ucap sastro pada adinata yang diam terpaku mendengar permintaan sastro . Dia sendiri bahkan tak bisa menemui nata dan hendra apalagi bertemu dengan zain yang selama ini tak pernah tahu di mana tempat tinggal nya.
" Aku sedang mencari cara bagaimana melakukan semua itu ."
Ucap adinata menutupi desakan dari sastro .
" Bagaimana jika kau menjebak nya ?"
" Tentu saja dengan membuat mereka satu kamar . Kau mengerti kan maksud ku ?"
" Tapi,,,,."
Sedangkan rusdi dan rian yang mendengarkan pembicaraan mereka merasa geram dengan sastro dan hampir saja mereka ketahuan jika sedang mendengarkan pembicaraan mereka saat rusdi hendak berdiri menghampiri adinata yang duduk di belakang nya namun di cegah oleh rian .
" Kita lihat pertunjukan selanjut nya ."
Rian berbisik menyentuh tangan nya lalu mengajak tuan rusdi mengikuti nya .
Tak berapa lama mereka melihat segerombolan orang orang yang telah di sewa sastro untuk membuat satu jebakan yang entah pada siapa di tujukan .
Di satu sisi sila sengaja mengamati leny dan mengikuti kemana ia pergi hingga saat leny sengaja melangkahkan kaki nya ke toilet wanita.
Leny tahu jika sila tengah mengikuti nya dan juga entah apa yang di rencanakan gadis kecil itu.
Ceklek,,,,
Sila sengaja mengunci pintu setelah leny hanya berpura pura masuk ke dalam toilet dan ketika ada yang membuka pintu sila yang tengah bersiap dengan satu ember air , yang sengaja ia siapkan untuk menyiram leny ternyata salah sasaran .
Byurrr,,,,
" Auww,,,,,."
Pekikan suara seorang wanita yang terkejut mendapat siraman air membuat sila sendiri terkejut ketika orang tersebut ternyata putri dari tuan rumah liana .
" Apa kau sudah gila ?"
" Maaf, aku,,."
Plakkkk,,,,,
Sebuah tamparan mendarat sempurna di salah satu pipi sila yang mungkin saja sangat sakit, sedangkan liana pergi setelah menampar sila.
" Ih,,, . Sakit ya ? "
Leny sengaja mengejek sila yang terkena tamparan liana putri dari tuan rusdi.
"Kau,,,,? "
Ketika tangan sila terangkat teratas akan menampar leny , leny terlebih dahulu menahan tangan sila .
" Kau bisa melakukan nya dengan orang lain tapi tidak dengan ku ,nona ."
Leny semakin erat mencengkeram tangan sila hingga yang empu nya merasa kesakitan.
Lalu leny menghempaskan tangan gadis tersebut dan juga melenggang pergi meninggalkan sila sendirian.
Namun ketika melewati sila , leny melirik pada cermin besar di atas wastafel yang memperlihatkan tangan sila hendak menarik rambut leny yang sengaja tergerai.
Leny dengan sigap menarik tangan sila menekuk nya ke belakang.
Sebuah pekikan keras terdengar dari bibir sila yang terlihat merintih kesakitan .
" Auw,,,,, lepaskan ! Kau tidak tahu aku calon istri zain ."
" Aku akan memberimu pelajaran !"
Sila berteriak kesakitan dengan sedikit cengkeraman leny yang memang pandai beladiri .
" Hahaha,,,, calon istri tuan zain ? Apa aku tidak salah dengar ? Tuan muda punya selera yang tinggi bukan gadis arogan seperti mu ."
" Lagi pula tuan muda sudah menikah dengan nyonya kalangan atas status yang jelas. Dan kau ,apa status mu jelas ?"
" Apa kau yakin putri dari ayah mu ?"
Bisik leny sebelum pergi meninggalkan sila di toilet yang kini tengah diam terpaku mendengar perkataan leny.
" Apa maksud mu ? Tentu saja aku putri ayah ku . Dasar brengsek,,, Awas kau !!"
Dengan rasa marah yang tengah menyelimuti nya karena perkataan leny , sila berteriak keras hingga mengganggu pengguna toilet lain nya .
Sedangkan leny tak mempedulikan teriakan sila yang seperti kerasukan setan .
Rusdi yang kini tengah berdiri tak jauh dari sana , atas permintaan rian untuk tetap diam memperhatikan semua orang orang itu .
Hingga terlihat pemandangan yang tak asing lagi , pertemuan antara kakak beradik yang menurut nya sangat membuat nya curiga .
" Selamat malam tuan ."
Sastro menoleh ke arah sumber suara yang menyapa nya.
Deg,,,
Detak jantung sastro berdegup lebih kencang ketika melihat orang yang menyapa nya tak lain adalah adik nya sendiri.
" Jack,,,, bagaimana mungkin ia terlepas dari kecelakaan itu ?"
Gumam sastro dalam hati nya.
" Apa kau terkejut melihat ku ? Dan pasti berpikir ,bagaimana aku bisa selamat dari kecelakaan itu ?"
Deg,,,
Sekali lagi detak jantung sastro tak beraturan seakan hendak melompat dari tempat nya.
" Apa maksud mu ? Bagaimana mungkin seorang kakak menginginkan adik nya tiada ?"
Sastro harus memikirkan jawaban untuk tidak membuat curiga dari setiap perkataan yang mungkin membuat nya kalang kabut menjawab nya.
" Hahaha,,, sungguh . Bagaimana dengan ayah prily dan keponakan kecil ku ? Apa kau sungguh tak terlibat ?"
" Bukan kah kau sendiri tahu jika mereka kecelakaan di samping jurang ?"
" Apa kau bisa memberitahu jurang yang mana ? Aku hanya ingin memastikan jika kau benar benar tidak terlibat dalam kecelakaan itu ."
" Sudah berulang kali ku katakan, aku tidak tahu menahu tentang hal itu."
Perdebatan sengit terjadi antara kakak beradik dengan tatapan tajam antara masing masing dari mereka.
Tak lama kemudian sila yang tiba muncul dengan amarah nya yang memuncak seperti nya tak sanggup ia kendalikan .
" Ayah, wanita ****** itu membuat ku marah ."
Tanpa disadari ternyata ada orang lain selain ayah nya membuat nya tertegun melihat orang yang seperti nya sangat ia kenal namun sila tak menemukan satu memory dimana bertemu dengan nya.
" Ayah,,, ? Wanita ****** ,,,? Oh ,,, apa ini anak dari wanita simpanan mu hingga membuat mu gagal menikah ?"
Jack melihat gadis yang baru saja datang di depan nya membuat nya ingat pada sosok yang berada di club malam nya.
" Wanita simpanan ? Jaga bicara om ! Lagi pula siapa om berani menyebut mama ku wanita simpanan ?"
Sekali lagi sila tersulut api emosi ketika ada orang yang nenyebut mama nya.
" Hahahaha,,, benar kah ? Tanya kan pada ayah mu , kau anak siapa ? Setahu ku kakak ku belum menikah. "
Jack berlalu meninggalkan mereka berdua yang tengah diam membisu apalagi sila yang merasa tidak percaya.
" Ayah , apa yang om itu katakan benar ?"
" Sila , diam lah ! Ayah sedang mencari cara menyingkirkan orang itu .
Sila terdiam melihat kemarahan ayah nya untuk kali pertama yang begitu mengerikan .
Sedangkan rusdi yang mengamati dari kehauhan dengan rian tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar . Bahkan orang selama ini ia kira baik ternyata hanya memanfaatkan nya dengan rencana yang begitu jahat .
Bersambung 😊🙏😂😂